
Keesokan hari setelah kejadian menegangkan dengan Leon cs.Raffa sudah bersikap seakan tidak terjadi apa apa,tetapi tidak bagi sebagian teman temannya terutama Ryo.Baginya ia begitu sakit hati melihat sahabatnya di perlakukan semena mena.Namun Raffa selalu menahan Ryo untuk tidak berbuat hal nekat yang malah merugikan dirinya sendiri.
Siang hari di kantin setelah jam kelas pagi.Kedua sahabat ini tengah terlihat berbincang serius.
"Behb apa gak seharusnya lo out dari tim basket,gue rasa tu tikus gak bakal berhenti gangguin lo" Ucap Ryo terlihat masih kesal.
"Nggak lah yo,kenapa gue mesti out?Lagian lo tau gue dah gak satu tim lagi.Jadi lo tenang aja" Jawab Raffa dengan tenang.
"Ahhhhh selama lo terlibat urusan sama tu orang,gue sih tetep yakin masalah lain bakal nyusul" Lanjut Ryo.
"Udahh cukup ibu tiri aja yang bawel lo gak usah ikut-ikutan.Gue gak akan out utamanya karena gue punya lo sebagai sahabat" Ucap Raffa menenangkan.
Mendengar jawaban Raffa.Ryo tidak bisa berkata apapun lagi.Ia begitu senang karena sahabatnya begitu mengandalkannya.Ryo begitu terharu karena ia berharga di mata sahabatnya itu.
Saat tengah asik berbincang,Ryo yang melihat Luna datang bersama Aurel tampak begitu sumringah.Wajah bahagianya tak bisa lagi ia tutupi.
"Deuuhhhh hapus tuh muka mesum lo,ngeri gue liatnya" Ucap Raffa sebal.
"Diem lo,entar juga lo bakal berterimakasih sama gue" Sahut Ryo.
"Hey Lun,sini gabung sama kita" Tawar Ryo pada Luna
Luna pun melempar senyum pada Ryo lalu bertanya pada Aurel
"Rel gimana kalo kita bareng sama mereka?" Tanya Luna meminta persetujuan.
"Terserah lo aja deh" Jawab Aurel datar namun di hatinya ada rasa senang.
Luna pun beranjak lalu duduk di sebelah Ryo begitupun dengan Aurel memilih duduk mengikuti Luna.Karena mana mungkin Aurel duduk di sebelah Raffa,jaim lahh gw kan ratunya mana bisa nyosor duluan.Begitu pikir Aurel.
Kursi panjang kantin itu sebenarnya lebih enak untuk dua orang.Ya walaupun tiga orang pun masih cukup hanya tidak terlalu nyaman.Raffa sedikit kaku di buatnya karena baru kali ini duduk satu meja dengan Aurel.
Ryo yang menyadari itu tiba-tiba ide jahilnya muncul.
"Duhh masa iya sih 3in1 gini,kaya lagi jadi juri ajang pencarian jodoh" Ucap Ryo seraya terkekeh.
"Apaan sihh yo 3in1 segala,sehari aja bisa gak kamu tuh gak aneh" Ucap Luna seraya mencubit Ryo dengan manja.
"Ehhhh tumben cubitannya penuh cinta,biasanya kaya jepitan jemuran" Lanjut Ryo menggoda Luna.
"Ihhhhh Ryo gak jelas,diem ihhh" Sahut Luna malu malu.
"Nanti nanti jangan di cubit Lun,tusuk aja nih pake garpu biar sembuh nghalunya" Seru Raffa.
"Hadeuhhh jangan dong,jangan dengerin orang iri ini ya Nyonya Ryo" Ucap Ryo makin jadi.
"Tau ahhh nyebelin" Sahut Luna seraya menjulurkan lidahnya.
"Hehe gini loh,biar suasananya makin menyenangkan gimana kalo Aurel duduk di sebelah Al.Pas kan jadi 2on2" Ucap Ryo yang sontak saja membuat Raffa juga Aurel tersentak.
Aurel juga Raffa sama-sama terdiam.Bagi Aurel bila Raffa yang menawarkan mungkin ia akan menerimanya.
__ADS_1
Sedangkan Raffa yang tidak mau suasana semakin canggung kembali berucap
"Deuhhhhh modus lo aja itu sih,biar berduaan sama Luna.Sini lo anak Tuyul" Ucap Raffa menarik Ryo hingga duduk di sebelahnya.
"Eehhh ehhhh behb,gimana sih padahal lo seneng kan kalo duduk bareng Aurel" Sahut Ryo ngasal.
Kata kata Ryo membuatnya mendapat hadiah injakan dari Raffa.
Raffa hanya tidak ingin Aurel tersinggung dengan ucapan garing Ryo.
Aurel hanya terus diam,namun justru kata-kata Ryo buatnya terasa penuh arti.
"Awwwhhhh" Keluh Ryo.
"Kenapa Yo" Ucap Luna terheran.
"Tau nih kayanya Bapaknya Tuyul lewat gak permisi nginjek kaki aku Lun" Kesal Ryo.
"Ih ada ada aja sih kamu" Luna hanya bisa tertawa.
Sementara Aurel terus anteng dalam diamnya.Karena ia tak tahu bagai mana harus bersikap.Namun ia pun tidak menolak untuk tetap berada bersama mereka,walaupun hanya jadi pendengar setia.
Akhirnya merekapun makan siang bersama dengan hanya perang tatapan tanpa ada obrolan.Terutama Raffa dan Aurel, posisi saling berhadapan malah membuat keduanya tersiksa.Saling memandang salah,membuang muka juga salah.
Setelah acara makan siang bersama juga sedikit bersantai.Merekapun kembali di sibukan kelas kuliah siang ini yang selesai sekitar pukul empat lebih.
Raffa yang sudah di hadapkan dengan latihan basketnya segera menuju Hall basket.Setelah berganti pakaian ia segera berkumpul dengan rekannya yang lain.Sejak terdepak dari tim utama,Raffa berlatih dengan tim B.
"Hey lo beneran pindah ke tim B" Tanya Dery untuk meyakinkan.
"Iya udah keputusan pelatih,gue sih ngikut aja mungkin beliau punya penilaiannya sendiri" Ucap Raffa ikhlas
"Tapi aneh kalo buat gue kemampuan lo sebagus Revan sama Leon.Malah lo punya kelebihan yang gak mereka punya.Kok bisa di pindah ke tim B" Ucap rekan yang lain.
"Udah Gak apa-apa tim manapun gue gak keberatan,jadi mohon kerjasamanya ya kawan-kawan" Lanjut Raffa
"Jangan terlalu sungkan lah,kaku amat sih lo.Gue seneng lo ada disini.Malah gue pikir lo bisa membantu kita buat lebih baik.Betul gak guys?"
Semua rekan tim berkata setuju dengan yang di katakan Dery.Namun tidak untuk Armand.Karena selain anggota lama Armand bisa di bilang kapten di tim B ini.
"Emang sehebat apa dia hingga lo semua tunduk begitu" Armand. berkata dengan nada mencibir
"Tapi Mand si Al ini pernah di tim utama setidaknya dia pasti punya kemampuan" Dery menjelaskan.
"Haha buktinya di depak.Ok gini aja lo lawan gue 1on1,punya nyali gak lo? Biar menarik kita main dengan taruhan gimana?" Tantang Armand
"Maaf tak perlu lah,gue cuma mau main basket gak ada yang lain.Masih harus banyak belajar koq" Ucap Raffa berusaha tidak memancing masalah baru.
"Cihhhh pengecut juga lo,tenang bro taruhannya kalo lo menang lo boleh jadi kapten tim B.Tapi kalo kalah lo jangan pernah nunjukin batang hidung lo di tim basket lagi, gimana?" Armand berkata dengan percaya diri.
Setelah beberapa saat Raffa berpikir akhirnya ia menyetujuainya.
__ADS_1
Pertandingan 1on1 ini pun tak luput dari perhatian Leon.Ia pun menghentikan latihannya dan terfokus pada pertarungan Raffa vs Armand.
Dibangku penonton Ryo,Luna juga Aurel sudah duduk manis menyaksikan latihan ini.
"Hey jangan nangis kalo kalah,5point match.Semua point di hitung 1point,kita menyerang bergantian.Jelas lo" Ucap Armand.
Armand dapat giliran menyerang pertama kali.Pertandingan mereka cukup ketat hingga skor pun berimbang 2:2.
Saat Raffa giliran menyerang kembali.Ia mendribble bola dengan cepat,Armand terus menempelnya.
Raffa dengan cepat berhenti dari gerakan drivenya dengan sedikit gerakan Crossover,saat Armand pun berhenti.Raffa dengan cepat bergerak menerobos ke samping.Armad yang terkaget segera menutup gerakan Raffa yang akan menusuk langsung ke arah basket.Namun Armand terkejut saat ia bermaksud memotong gerakan Raffa,Raffa berhenti berlari dan dengan gerakan cepat melakukan Fade Away Jump Shot.Armand hanya bisa pasrah melihat bola tembakannya masuk.
Kekesalan armand tidak dapat terbendung,namun ada seseorang yang lebih kesal darinya.Ya leon "Dasar bodoh sama gerakan murahan gitu aja ketipu" Guman Leon.
Skor menjadi 4:2 setelah Raffa kembali menambah point lewat Reverse Layup indahnya,setelah berhasil menggagalkan serangan Armand dengan Blok Shotnya.
Kembali menyerang, Armand kembali gagal karena Raffa berhasil mencuri bolanya.Setelah memposisikan ke area 3point Raffa kembali siap menyerang.Raffa dengan perlahan mendribble bola memasuki area 2point tiba-tiba dengan cepat melakukan Spinmove ke arah kanan lalu melempar bola dengan asal ke arah board.Armand yang senang karena merasa Raffa gagal di buat tak percaya,setelah Raffa melempar bolanya asal,ternyata ia melanjutkan gerakannya lalu melompat menyambut bola yang sengaja Raffa pantulkan.Dengan style Hang Time di akhiri dengan Finger Roll Layup.
Semua orang yang menyaksikan pun bersorak dan membuat kehebohan yang cukup ramai.
Membuat keseluruhan latihan tim utamapun terhenti hanya untuk melihat penyebab kehebohan tersebut.
Armand pun kalah dengan skor 5:2 dengan langkah perlahan dan senyum pahitnya ia mendekati Raffa.
"Heh gue akuin gue kalah,lo berhak memimpin tim.Lo memang layak" Ucap Armand gentle.
"Gak ada yang menang gak ada yang kalah,kita main bersama belajar bersama dan menang bersama, deal" Ucap Raffa dengan mengulurkan tangan nya.
"Hmmmmpph rese lo ,ok deal Bro" Ucap Armand menerima uluran tangan Raffa.
"Nahhhh gitu dong" Sahut rekan tim Raffa.
"Cakeepppp Bro" Sahut yang lain.
"Behb you are the best" Teriak Ryo seraya bertepuk tangan.
Luna pun tersenyum seraya mengangkat jempolnya.
Aurel hanya tersenyum tipis,namun dalam hatinya ia begitu terkagum dengan permainan Raffa.
Leon yang sedari tadi geram membanting kasar bola yang sedari tadi ia pegang.
"Sialan tuh bocah malah besar kepala sok pamer segala.Tunggu aja lo bocah" Dengus Leon bermonolog.
Setelah pertandingan itu tim B kembali berlatih,dengan adanya Raffa latihan terlihat lebih hangat dan bersemangat.Mereka bukan cuma berlatih basket tapi juga bersenang senang.Membuat beberapa anggota tim utama pun merasa iri..................
[[ BersambunG ]]
Apakah setelah ini hari-hari Raffa akan menjadi lebih baik?
Apakah Aurel akan berubah menjadi lebih baik pada Raffa?
__ADS_1
ikuti saja ya gesss 😗😗😗😗😗