Hati Sang Penakluk

Hati Sang Penakluk
60.Fokus Yang Terpecah


__ADS_3

Setelah pertandingan kedua terlewati dengan sebuah kemenangan.Mereka pun lolos ke babak perempat final.


Raffa yang akan bermain di pertandingan ke dua menyempatkan untuk melihat laga pertama.


"Yang lain belum pada datang ya?" ucap Raffa pada Armand.


"Hooh gue baru ketemu Haris sama Evran, tuh mereka" balas Armand.


"Gue maunya semua orang ada di sini, karena siapapun yang menang di laga ini bakal jadi lawan kita berikutnya jika kita pun lolos" ucap Raffa dengan serius.


"Iya juga, ya sudah gue info mereka semua biar cepat ke sini" balas Armand seraya mengeluarkan ponselnya.


Bersama Armand dan Evran Raffa pun berjalan menuju tribun penonton.Beberapa penonton yang mulai familiar banyak yang berbisik-bisik saat melihatnya.


"Eh hari ini main ya?" tanya satu penonton perempuan pada mereka.


"Iya setelah pertandingan ini" balas Armand dengan pede.


"Semoga menang ya, salam sama yang paling depan" sahut perempuan itu cengengesan.


"Sama saya gak salam Mba?" sahut Haris seraya mengedipkan sebelah matanya.


"Ihhh nggak, selain kurang jago kurang ganteng" balasnya.


"Haha skak mat lo" ucap Armand puas.


"Si neng kalo ngomong suka bener banget haha" ucap Evran ikut meledek.


"Euh si Mba kaya gak kurang aja, selain kurang sopan kurang punya perasaan" ucap Harris melas.


"Whahaha udah jangan nangis gitu ayo tuh si Al nya aja dah duduk di sana" ucap Armand masih cekakakan.


Akhirnya mereka pun duduk bersama sambil menyaksikan pertandingan yang baru saja di mulai.Tak lama teman yang lain pun bergabung dengan mereka.


Raffa terlihat terfokus pada seseorang yang sebelumnya ia pernah lihat.Pemain dari tim Taruna Jaya no12 itu orang yang di lihatnya bersama Aurel.


"Orang itu ternyata main juga di turnamen ini" guman Raffa begitu kaget.


"Al serius amat lo, apa ada yang di pikirin?"


"Eh enggak, kalian semua harus perhatikan pertandingan ini.Lihat kelemahan dan kelebihan mereka ya" ucap Raffa sedikit ngeles.


"Ok Al ngerti" ucap Armand paling semangat.


"Sepenting apa memang ni pertandingan?" tanya Adi polos.


"Euh si dodol, kalo ngelindur jangan kelamaan.Kalo kita lolos, yang menang di pertandingan ini bakal jadi lawan kita ... Ade Londoookkk.Anjirrrr banget" ucap Welly begitu gemas seraya mencubit pipi Adi.


"Anjirr si codot ngasal banget, sodara di bawa-bawa 'Odading Mang Oleh, rasanya seperti anda menjadi ironman, ikan hiu makan tomat lo goblok' puas lo goblok!" balas Adi begitu ingin puas.


Sontak semua orang pun tertawa begitu geli.Begitu juga Welly yang tertawa terpingkal-pingkal.


"Haha lo di marahin si Adi tuh Vran, di goblok-goblokin malah ketawa seneng lo"


"Muke lo kerak wajan, buat lo gobloknya" balas Evran kesal.


Sementara Raffa sendiri terus memperhatikan pemain andalan dari taruna.Ia mulai merasa tak enak hati saat mulai tahu siapa sebenarnya yang orang itu selalu pandang.


Tanpa menghiraukan yang lain Raffa terlihat beranjak menuju bangku di belakang seorang gadis yang selalu jadi perhatian sang pemain itu.


"Bener ternyata, Aurel orang yang selalu dia perhatikan" guman Raffa dengan serius memperhatian jalannya pertandingan seraya sesekali melirik Aurel.


Selama pertandingan banyak sekali yang Aditya lakukan untuk menarik perhatian Aurel.Dari kedipan mata hingga mengirim ciuman udara.


"Al! sebentar lagi kita main, saatnya siap-siap" seru Armand membuyarkan perhatian Raffa.


Tanpa menjawab Raffa segera menghampiri Armand menuju ruang ganti.Aurel begitu terkejut saat melihat Raffa berjalan tepat dari arah belakang dirinya.


"Al? sejak kapan dia di situ?" guman Aurel terlihat gusar.


"Raffa!" Aurel spontan memanggil penuh rasa cemas.


Raffa hanya menoleh seraya melambaikan tangan lalu kembali berjalan menuju ruang ganti.


"Kok dia dingin gitu, apa karena sikap Aditya ya? jangan-jangan dia lihat semuanya" Aurel mulai tak enak hati.


Aurel pun sudah tak bisa menikmati sisa pertandingan pertama tersebut.Lama terlarut dalam rasa gundahnya Aurel terlihat berniat untuk mencari Raffa.


"Kamu mau kemana? duduk lagi ya aku temenin, sekalian aku bawain minuman buat kamu" ucap Aditya seraya menahan bahunya


"Tapi, gue ada perlu" balas Aurel.


Namun Aurel urung melangkahkan kakinya, saat pemain kedua tim yang akan bermain di pertandingan ke dua memasuki lapangan.

__ADS_1


Di sisi lain bangku penonton Ryo dan Luna di temani tim rempong sudah begitu antusias menantikan Raffa bermain.


Tak lama mereka duduk Luna di kejutkan seseorang yang sudah lama ia nantikan kabarnya.


"Alena? Alena!" seru Luna saat melihatnya.


Dengan tergesa ia lalu menghampiri Alena yang baru saja tiba.Dengan wajah berseri Alena pun menyambut Luna dengan pelukan.


"Alena kamu apa kabar? kemana aja sih baru kelihatan" ucap Luna seraya pasang wajah cemberut.


"Aku baik kok, maaf ya belakangan ini jarang nemuin kalian.Jujur aku kangen banget sama kalian terutama kamu" balas Alena lalu mencubit kedua pipi Luna.


"Ish kamu ini di kira squishy apa ya" ucap Luna lalu mencubit dagu Alena seraya cekikikan.


Tak lama mereka pun segera bergabung dengan yang lain.Adanya Alena menambah suasana menjadi lebih hidup.


"Kamu sendirian Alena?" tanya Ryo penasaran.


"Iya, tadinya papah mau ikut tapi gak jadi ada pekerjaan yang belum selesai katanya" balas Alena.


Obrolan mereka terhenti saat pertandingan kedua pun di mulai.Dua pemain tim buana memang terlihat tinggi.


Mengandalkan dua pemain tersebut, tim buana lebih banyak menyerang langsung ke area dalam ring.


Raffa yang bermain di bawah form tak bisa banyak membantu.Membuat timnya langsung tertinggal.


Tak seperti biasanya ia tak banyak memegang bola, selalu mengumpan dan membiarkan teman-temannya mengambil keputusan.


"Ada apa sih sama si Al, jelek amat mainnya.Wel lo masuk gantikan si Al" ucap Ricky terlihat kesal.


Saat bola mati Raffa pun di tarik keluar di gantikan Welly.Raut wajah kecewa terlihat pada dirinya juga orang-orang yang mendukungnya.


"Si Al kenapa sih, parah banget masa iya dia sakit" ucap Ryo seraya menghela nafas.


"Sepertinya aku tahu yank, tapi ini dugaan aku sih" balas Luna saat dengan jelas melihat Aurel.


"Maksud kamu?" tanya Ryo seraya mengikuti arah pandangan Luna begitupun Alena tak mau ketinggalan.


Mereka dapat dengan jelas melihat Aurel duduk bersama seorang laki-laki yang terlihat sok dekat dengannya.


"Aurel sama siapa itu yank?" Ryo makin penasaran.


"Itu Aditya, dulu kita satu SMA dan dia idola banyak orang termasuk ... Aurel" sahut Luna yang membuat semua orang terkejut.


Sementara itu jeda paruh waktu di manfaatkan Ricky untuk mengulas kelemahan timnya.


"Gue gak tahu ada apa tapi kalian main buruk sekali, terutama lo Al, kalau lo sakit sebaiknya lo gak usah maksa main.Biar Welly yang main di sisa waktu pertandingan"


"Maaf coach kalau kita harus terhenti di sini gue tetep bangga bisa bermain bersama.Sampai sini aja gue udah seneng" ucap Adi.


"Iya coach, semua ini juga tak lepas dari peran Al, kalo enggak kita bakal habis dari awal" Evran menambahkan.


"Al gue cuma mau bilang terima kasih atas semuanya.Sejak lo ada di tim, lo udah merubah kita menjadi lebih baik.Sebagai balasannya di sisa waktu kita janji akan bermain semaksimal mungkin, walau kita kalah setidaknya pulang dengan kepala tegak" ucap Armand bersungguh-sungguh.


"Ok, ayo semangat perlihatkan kalau kita bukan tim lemah" ucap Ricky seraya bertepuk tangan dengan keras.


Sebelum mereka kembali bertanding Armand kembali berkata pada Raffa,


"Al maafkan jika kita mengecewakan lo, dan maaf kita tidak bisa penuhi janji untuk bawa lo ke final" ucapnya seraya menepuk pundak Raffa.


Lalu mereka pun kembali kelapangan meninggalkan Raffa yang termenung dengan wajah di tutup handuk.


Kuarter ke tiga di mulai tanpa Raffa berada di lapangan.Membuat banyak yang bertanya-tanya.


Aurel sendiri semakin resah terlihat dari dirinya yang tak bisa diam.Gerakan kakinya membuat Aditya pun menyadarinya.


"Kamu kenapa? gelisah amat kelihatannya, apa karena tim itu kalah?" tanya Aditya penuh selidik.


"Ngomong apa sih Lo, sorry gue mau nyari seseorang" balas Aurel pendek.


"Udah tunggu aja sampai selesai, lagian mau nyari siapa dan kemana Aurel?" ucap Aditya seraya menahan lengan Aurel.


"Udah deh lepasin gue, terserah gue mau kemana" ucap Aurel lalu beranjak pergi.


Sementara rasa khawatir temannya terjawab sudah saat Raffa keluar dari lorong ruang ganti pemain.


Alena begitu senang melihatnya hingga reflek berteriak,


"Raffa! aku yakin sama kamu, kamu pasti bisa menang!"


"Alena!?" guman Raffa lalu menatap ke arahnya.


Alena pun melambaikan tangannya di ikuti Ryo, Luna dan yang lain.Mereka terus memberikan dukungannya.

__ADS_1


Aurel yang belum jauh pun menatap ke arah Alena dengan begitu terkejut.Entah mengapa perasaanya makin terasa kacau.


Sementara Raffa sudah bersama tim di bangku cadangan.


"Coach maaf soal sebelumnya, tapi kali ini gue udah siap.Gue harus tepatin janji ke final bersama mereka" ucap Raffa begitu serius.


Tak lama Raffa pun masuk menggantikan Welly.Perbedaannya langsung terasa karena Raffa kembali ke kondisi terbaiknya.


"Seneng lo kembali Al" ucap Armand.


"Ini yang gue tunggu dari lo Al, kita selalu butuh lo" Adi menimpali.


"Guys, thank udah percaya gue, kita masih kalah jauh 45-58.Di kuarter terakhir kita hukum mereka lewat shooting yang sudah kita latih.Kalian siap!" seru Raffa begitu semangat.


"Siaaaaappppp!" teriak mereka berbarengan.


Kuarter empat pun di mulai, tim Raffa bermain lebih solid lagi. Lewat tembakan akurat mereka mulai mengejar ketertinggalan.


Raffa juga Armand terus menempel ketat dua pemain tinggi tim buana.Membuat mereka kesulitan mencetak angka.


Lewat serangan balik cepat dengan rotasi pemain yang cepat, Raffa yang lolos dari pengawalan bergerak ke area 3point.


"Vran passing!" seru Raffa meminta bola.


Sesaat setelah mendapat pasing tanpa ragu Raffa langsung menembak.Bola masih melambung Raffa berlari mundur seraya mengangkat tangannya.


"Three point yes!" seru Raffa.


"Yeay kamu hebat Raffa!" seru Alena.


"Behb so nice so good!" seru Ryo ikut berteriak.


Raffa lalu tersenyum seraya mengangkat tangannya dengan dua jari terbuka ke arah Alena dan yang lain.


Pertandingan sudah berada di 30detik akhir dengan skor semakin tipis 69-70 untuk tim buana.


Saat tim buana menyerang lewat pemain tingginya.Raffa terus menempel ketat dengan merendahkan badannya.Dengan timing tepat Raffa menepis bola hingga terlepas lalu merebutnya.


"Fast break!" seru Raffa memberi kode.


Evran dan Adi yang berada di area paling luar sontak berlari cepat tuk menyerang.Raffa tanpa ragu melambungkan bola ke arah Adi yang lalu mengoper ke Evran.


Evran yang tanpa pengawalan dengan mudah mencetak angka dengan easy layupnya.Membuat timnya unggul 71-70 dengan sisa 5detik


Di sisa 5detik itu tim buana tak bisa berbuat banyak.Terburu-buru menyerang membuat tembakan mereka meleset jauh.


"Yeeaaaahhhhhhh! Alhamdulillah" Seru Raffa seraya mengangkat tangannya.


"Kita menang, kita menang" ucap Armand merebahkan badannya di lapangan.


"Yes menang lagi Al!" seru Evran lalu melompat kepangkuan Raffa.


Di susul yang lain mereka berpelukan dengan perasaan begitu gembira.


Alena bersama yang lain pun mendekati Raffa yang juga menghampiri mereka,


"Al selamat ya, kamu hebat" ucap Alena memberi selamat.


"Hehe yang hebat mereka kok Alena, aku cuma mendukung mereka aja" balas Raffa tak mau terus di puji.


Tanpa mereka duga Aurel pun menghampirinya dengan Aditya yang tak mau jauh darinya.


"Raffa selamat atas kemenangannya.Aku senang melihatnya" ucap Aurel sedikit canggung.


"Iya terima kasih ya" sahut Raffa seraya tersenyum.


"Eh men selamat, tapi sepertinya kita bakal ketemu di semi final" Ucap Aditya seraya mengulurkan tangannya.


"Thank, ya kita akan bertemu di semi final" sahut Raffa seraya membalas uluran tangannya.


"Gue bukan lawan yang mudah lo taklukin, sebaiknya lo banyak berlatih lagi" ucap Aditya penuh percaya diri.


"Terima kasih sarannya, gue bakal ingat semua itu" balas Raffa yang balas menggenggam kuat tangan Aditya.


Kedua kapten tim ini pun saling menatap dengan tatapan saling mengintimidasi.Perang psikologis pun sudah Aditya tebar.


Di sisi lain Aurel sesekali menatap Alena dan begitupun sebaliknya.Seakan mereka pun tengah perang psikologis versi mereka sendiri.


[ Bersambung ]


Akan seperti apa hubungan mereka kedepannya?


Hanya Tuhan yang tahu, saya juga gak tahu 😕

__ADS_1


__ADS_2