Hati Sang Penakluk

Hati Sang Penakluk
84.Berita Baik


__ADS_3

"Selamat sore Pak, Endri dan Firman mau bertemu" ucap Raira.


"Baik suruh mereka masuk!" balas Tn Hernand terlihat resah.


Keduanya pun masuk dengan kepala terus menunduk.Mereka hanya saling pandang dan melempar kode untuk bicara.


"Braakkh! tak usah kalian bicara! dari wajah kalian saya sudah bisa menebaknya"


"Maaf Tuan sebenarnya kami sudah menemukan Non Cella namun ketika kami akan membawanya seseorang mengganggu kita" ucap Endri menjelaskan.


"Benar Tuan dan sepertinya yang mengganggu kita itu berandalan.Dia menganggap kita mau menculik Non Cella" lanjut Firman beralasan.


"Apa! berandalan!? maksud kalian preman!?" tanya Tn Hernand khawatir.


"Sepertinya sih bukan Tuan, hanya pemuda jalanan kalau melihat dandananya.Kami sudah berusaha mengejarnya karena kami yakin Non Cella mengikutinya, namun kita kehilangan jejaknya" balas Firman.


"Apa!? jadi menurut kamu Cella di bawa pemuda itu!?" uca Tn Hernand makin tak percaya.


"Bisa di katakan seperti itu Tuan" balas Firman.


"Ra! coba kamu kumpulkan semua orang yang ada, segera lakukan pencarian, jangan sampai terlambat!" perintah Tn Hernand.


"Baik Tuan, segera saya laksanakan" balas Raira.


"Dan kalian! jangan temui saya kalau Cella belum di temukan! mengerti!" herdik Tn Hernand.


Kedua orang itu hanya mengangguk lalu meninggalkan tempat tersebut.Tn Hernand sendiri memilih pulang untuk sedikit menenangkan diri.


Sementara malam mulai menjelang.Suasana bengkel yang mulai tak ramai membuat Andre dan sahabatnya bisa melepas lelah sambil berbincang.


"Bang, apa kita akan terus diam seperti ini terus? tanpa mencoba mencari bajingan yang mengusik si Al?" ucap Ivan yang di amini oleh Indra.


"Sebaiknya lo bersabar saja, saat itu akan datang.Gue masih menunggu info dari orang terdekat si Al" balas Andre yang juga tak sabar.


"Bon! Gil! kalau dah sepi kita tutup saja, kasih tahu yang lain" ucap Andre pada pekerjanya.


Tiba-tiba satu panggilan masuk ke ponsel Andre.Dengan segera ia pun menerimanya.


"Panjang umur ni bocah tua! ya hallo" ucap Andre.


"Hallo Dre, hari sabtu lo dan anggota lo gue minta standby, nama kepala ular sudah kita dapatkan!" ucap Rama terdengar serius.


"Apa! lo gak bercandakan!? siapa orang brengsek itu!? cepat katakan!" balas Andre begitu terkejut


Teriakan Andre membuat semua terkejut, begitu juga Cella yang memang sedang bosan.Ia pun mendekat lalu menguping pembicaraan Andre.


"Bang! ada apa!?" tanya Ivan sangat penasaran.


Andre hanya mengangkat tangannya seakan memberi tahu Ivan untuk menunggu.


"Siapa dia bocah tua, sengaja lo bikin gue emosi!?" tanya Andre kembali.


"Saingan di kampusnya, dia Leon anak orang kaya bernama Arthur Frans Darmawan" balas Rama tanpa basa-basi.


"Brengsek! sakit jiwa ni orang, masih bau kencur berlaga mafia.Mati lo sama gue bajingan!" rutuk Andre seraya menjauhkan ponselnya.


"Heh bocah! tahan emosi lo, sebelum sama lo dah hancur duluan sama gue.Cuma ingat urusan ini Raffa minta tak ada seorangpun boleh ikut campur!" ucap Rama menekankan.


"Apa! Raffa meminta seperti itu! bercanda lo gak lucu bro, lo gak ingat yang bajingan itu sudah lakukan! masa iya kita diam!?" balas Andre mulai emosi.


"Raffa!? apa Abang itu sedang membicarakan kak Al!?" guman Cella yang makin serius menguping.


"Gue gak bercanda! gue bisa ngerti keputusan Raffa.Coba lo pikir, kalau kita turun tangan apa lo pikir tu bajingan bakal diam!? akan ada dendam yang semakin besar dan melibatkan orang yang lebih besar lagi" ucap Rama tegas.

__ADS_1


"Akh lo terlalu khawatir yang berlebihan bro, apa keberanian lo udah mulai menguap!?" ledek Andre.


"Ok anggap gue pengecut, lalu apa Tuan pemberani ini sanggup menghadapi dendam yang berputar tanpa akhir!? silakan kalau lo siap berperang di setiap waktu lo" balas Rama to the poin.


"Sialan! lalu gue hanya bisa jadi penonton maksud lo!?" tanya Andre putus asa.


"Justru itu makanya gue hubungi lo! kali ini gue hanya akan pantau orang berbahaya yang biasa di bayar.Lo sendiri siapkan orang lo hari sabtu ini"


"Iya gue tahu tapi buat apa sebenarnya!?" tanya Andre tak paham.


"Raffa akan menyelesaikan masalah ini dengan duel 1 lawan 1, hanya saja tempatnya Leon yang tahu, tapi tenang saja gue udah sadap ponsel si Al" ucap Rama.


"Haha sialan tu bocah sok kuat masih saja naif, dia pikir tu bajingan Leon gak akan pakai cara licik!" balas Andre geram.


"Hadeuhhh pegel gue ngomong sama lo parjo! makanya gue kerahin lo, saat lokasi duel ketauan, lo segera ke tkp parjo, lo kawal dah tuh duel.Ampun deh gue" ucap Rama kesal.


"Lo ceritanya berbelit-belit parmin!" balas Andre tak mau kalah.


"Ingat Dre! gue yakin speed demons ngeback up tu orang, lo harus siap jika harus bentrok sama si Wolf!" ucap Rama memperingatkan.


"Heh gak usah berisik deh lo Parmin, gue gak pernah takut sama si Wolf.Lo pastiin aja semuanya, gue akan jagain si Al" selesai berucap Andre lalu menutup panggilannya.


"Bang! ada berita apa!? apa orang yang bikin celaka si Al dah ketemu!?" tanya Ivan gak sabar.


"Sebaiknya kita bicara di tempat lain, kita ke tempat biasa dan kasih tahu anak-anak" ucap Andre nampak serius.


Tapi tanpa di sangka tiba-tiba Cella turun yang sontak membuat mereka terkejut.Ivan dan Indra saling bertatapan seakan tak percaya.


"Bang! tipe kesukaan lo dah berubah jadi dede gemes ya!?" ucap Indra seraya terus menatap Cella.


"Hooh! lama jomblo lo pindah aliran jadi penyuka bocah, cantik sih pake banget" ucap Ivan juga tak melepaskan tatapannya.


"Brengsek lo pada, mau gue mutilasi lo!"


"Bang! maaf tadi ngobrol sama siapa? kok sebut kak Raffa?' tanya Cella polos.


"Tapi bosan di atas terus, gak ada kerjaan" balas Cella seraya cemberut.


"Udah gue bilang jangan salahin gue, bikin ribet aja lagian napa lo gak pulang sih!?" ucap Andre makin kesal.


"Cella gak mau pulang! percuma di rumah juga gak berasa punya keluarga!" seru Cella nampak gusar.


"Tunggu tunggu! kamu siapa? kenapa bisa ada di sini?" tanya Ivan merasa aneh.


"Aku Arcella, aku sengaja kabur dari rumah lalu Abang ini yang nolongin saat aku mau di seret pulang" ucap Cella polos.


"Ampun deh, nambah tugas lo ya Bang jadi petugas panti sosial" ledek Ivan.


"Sembarangan lo, tadi pas ketemu gue kira dia korban penculikan.Mau gak mau gue bawa ke sini" ucap Andre seraya beranjak ke kamarnya.


"Bang! sebentar aku mau tanya sesuatu" ucap Cella seraya menahan lengan Andre.


"Apa lagi sih!? gue mau pergi lagian jangan pegang-pegang gue bukan Abang lo" ucap Andre.


"Iya maaf, aku cuma mau tanya tadi saya dengar Abang bicarain Raffa juga Leon, apa itu kak Al yang rumahnya di hancurin juga di jahatin orang?" tanya Cella.


"Kamu kenal!?" balas Andre balik bertanya.


"Kalau benar bukan saja kenal, kak Al pacar kakak Aurel dan salah satu alasan aku kabur dari rumah!" balas Cella.


Sementara di sebuah kafe Raffa nampak termenung membuat Ryo juga Luna makin merasa iba.


"Behb, sudah, tenangin diri lo, makan dulu lah, gue ngerti lo khawatir sama Cella" bujuk Ryo.

__ADS_1


"Iya Al, sebelum pulang nanti kita cari lagi deh ke tempat yang biasa Cella datangi" lanjut Luna.


"Gue cuma gak habis pikir kenapa hubungan gue dengan Aurel bisa menimbulkan banyak hal" balas Raffa.


"Lagi-lagi lo melow Bebh, gak seperti lo yang biasanya.Anggap aja ini ujian cinta buat lo hehe" ucap Ryo seraya terkekeh.


"Ryo benar Al, lagian dengan banyaknya ujian itu akan membuat kalian semakin menghargai hubungan ini" lanjut Luna.


Raffa pun tersenyum mendengar ucapan keduanya yang memang benar adanya.Namun ia kembali teralihkan saat satu panggilan masuk di ponselnya.


"Assalamualaikum Bang" ucap Raffa.


"Waalaikumsalam Al, gue yakin lo lagi pusing nyari seseorangkan?" balas Andre tanpa basa basi.


"Kok bisa tahu!? huft, iya bang saya lagi nyari seseorang, namanya Cella, emm apa Abang bisa bantu?" tanya Raffa berharap.


"Sebaiknya lo datang ke bengkel gue bila lo pengen dapat jawaban buat masalah lo Al, gue tunggu!" ucap Andre lalu menutup panggilannya.


"Kenapa Al!?" tanya Ryo yang melihat reaksi Raffa.


"Eeehh gue harus ke tempat Bang Andre, dia bilang gue harus kesana bila ingin jawaban buat masalah gue ini" balas Raffa.


"Ya udah kita sama-sama kesana kalau begitu" ucap Ryo.


Tanpa membuang waktu mereka segera menuju tempat Andre.Dengan sedikit ngebut mereka sampai lebih cepat.


"Assalamualaikum Bang" ucap Raffa seraya menyalaminya juga Ivan dan Indra.


"Waalaikumsalam Al, banyak sekali yang ingin gue bicarakan.Gak masalah kita bicara di sini!?" balas Andre serius seraya menatap Ryo juga Luna.


"Gak apa-apa Bang, mereka sahabat saya, sudah tak ada yang perlu di sembunyikan lagi" balas Raffa.


"Ok, pertama soal orang yang sudah bikin lo celaka yakin lo mau ngadepin seorang diri!?" tanya Andre to the point.


Sontak pertanyaan itu membuat semua orang menegang dan nampak serius begitupun Raffa.


"Hmmmh, Insyaallah Bang sepertinya ini jalan terbaik, saya hanya mencoba menghindari perang yang lebih besar saja.Seperti sebelumnya di kampus, saya tak ingin ada orang lain terluka lagi karena masalah ini" balas Raffa menjelaskan.


Terlihat Luna segera mencubit Ryo seakan sadar sesuatu.Luka lebam saat itu memang bekas dia tawuran.


"Ingat satu hal Al! speed demons tak akan diam saja, bajingan itu pasti punya rencana licik, lo harus ekstra hati-hati" ucap Andre memperingatkan.


"Saya sudah siap dengan resikonya Bang! saya akan membuatnya menyesal!" balas Raffa begitu bertekad.


"Baiklahlah, lalu yang kedua lo lagi nyari seseorangkan saat ini!? apa orang yang lo cari itu dia, hei adik kecil lo boleh turun!" ucap Andre lalu memanggil Cella.


Tak begitu lama seseorang menuruni tangga dengan tergesa-gesa.Rasa senangnya begitu jelas terlihat di wajahnya.


"Kak Al!" teriak Cella.


"Cella!?" gumam Luna lalu menatap Ryo.


"Cella!" seru Raffa lalu menyambutnya.


"Kakak Cella kangen banget sama Kakak" ucap Cella seraya memeluknya dengan erat.


"Cella!? semua orang khawatir sama kamu, kenapa bisa kamu kabur segala sih!?" tanya Raffa seraya mengusap lembut rambutnya.


"Cella gak betah lagi di rumah, Papi memaksa Kak Aurel pergi, Cella kesepian Kak" balas Cella terdengar pilu.


"Menurut gue sebaiknya lo antar dia pulang saja Al, gue yakin orang tuanya hanya akan menyalahkan lo" ucap Andre menekankan.


Ucapan Andre seakan mengakhiri momen haru mereka.Semua memang benar adanya Tn Hernand sudah menyalahkannya sejak dari awal.

__ADS_1


"Apapun reaksinya sepertinya ucapan Bang Andre benar, gue harus bawa Cella pulang ke rumahnya" gumam Raffa seraya menoleh pada Andre lalu Ryo juga Luna.


[[ Bersambung ]]


__ADS_2