Hati Sang Penakluk

Hati Sang Penakluk
32.Jadian


__ADS_3

"Eh lo gak jemput Alena Behb?" tanya Ryo penasaran.


"Sudah dari siang sehabis Jumatan Yo, utungnya dia cuma ada jam kuliah pagi"balas Raffa.


"Oh gitu ...btw emm menurut lo udah tepat belum kalo gue ngomong jujur sama Luna?" tanya Ryo.


"Emang selama ini lo gak jujur?" goda Raffa seraya memakai sepatunya kembali.


"Euh si dodol, orang mah habis shalat tambah pinter ini malah tambah gak jelas" kesal Ryo seraya menendang sebelah sepatunya Raffa.


"Anjirr si kuya di kira bola kali ya" sahut Raffa seraya merebut sebelah sepatu Ryo lalu melempar menirukan gaya basket.


Lemparan Raffa tepat sasaran,sepatu Ryo masuk mulus ke dalam tempat sampah.


"Tiga kosong Yo" sahut Raffa cekikikan lalu mengambil sepatunya.


"Temen gak hapal Pancasila sila ke dua lo,tega amat, dimana prikesepatuan lo" dengus Ryo lalu mengambil sepatunya juga.


"Hehe lo yang mulai,di bales nangis" ledek Raffa terkekeh.


"Bilangin bunda ratu lo,awas lo kalo kerumah aku lagi.Pokoknya aku gak mau main lagi sama lo" ucap Ryo merajuk menirukan bocah.


"Haha geuleuh anjir" balas Raffa seraya melempar topinya.


"Lo yang rese orang serius ngomong malah jawab gak jelas" sahut Ryo lalu memasukan topi Raffa ke dalam tasnya.


"Hey ... hey topi gue itu,balikin kuya" ucap Raffa.


"Udahh gak usah di tutupin kenapa sih,buat apa lo potong rambut Bambang,lagian lebih cakep kaya gitu" Ryo menepis tangan Raffa lalu beranjak.


Raffa pun berdiri lalu berjalan bersama Ryo menuju Hall kampus.


"Jadi rencana lo mau ajak Luna kemana?"


"Gak tau nih malah gak bisa mikir kalo momen kaya gini.Udah siapin sesuatu sih cuma belom dapet ide"


"Kalo malam ini di tempat gue gimana"


"Ya, boleh deh nanti aku coba ajak Luna malam ini ke tempat lo.Tapi kira-kira waktunya tepat gak ya?"


"Gak ada salahnya lo coba, lagian dari awal udah jelas banget lo bucin abis sama Luna.Dari pada dia keburu males kelamaan nunggu lo" ucap Raffa berpendapat.


"Gitu ya Behb?" sahut Ryo pendek.


"Hehe udah nanti gue bantuin.Gak lo banget pesimis itu Yo"


Sesampainya di Hall nampak Leon tengah berbincang dengan Aurel.Raffa yang baru datang pun menyadarinya.


Ia tahu Aurel selalu ada di setiap latihan tim kampusnya.Ia hanya terusik dengan apa yang mungkin Leon bicarakan padanya.


Aurel sendiri nampak serius memperhatikan Raffa seraya berpikir,


"Masa iya sih si Al jadi peliharaan tante-tante,kayanya gak mungkin banget.Dia pasti cuma ngarang" guman Aurel.


Waktu pun berlalu tanpa terasa.


Selesai latihan Raffa nampak menghubungi seseorang.


"Assalamuallaikum Bro gimana?"


"Beres Boss dah dari tadi kelar,sesuai arahan, minimalis yang sempurna hehe"


"Ok makasih Bro" ucap Raffa lalu sibuk mengirim pesan.


Sesaat Raffa mengedarkan pandangannya seperti mencari seseorang.


"Aurel sudah pulang ternyata,bareng Luna tadi kayanya" guman Raffa dalam hatinya.


Tanpa berlama lama Raffa pun segera meninggalkan kampusnya.


Dilain tempat Ryo begitu sibuk merapikan penampilannya.Layaknya abg sedang kasmaran.


"Mi aku keluar dulu ya,mau ketempat Raffa" ucap Ryo.

__ADS_1


"Ketempat Raffa kok wangi banget sih sayang? bohong ya kamu?" sahut Mami merasa aneh.


"Bener Mi kalo bohong mau di sumpahin dapet istri banyak juga gak apa-apa ikhlas" lanjut Ryo asal.


"Ish kamu ini tidur aja masih ileran udah mikirin istri" ledek Mami.


"Ihh Mami ini asal,pangeran tampan gak pernah ya ileran.Raina kali itu"


"Yey sembarangan mana ada wee" balas Raina seraya menjulurkan lidahnya.


"Eh sudah sudah jangan pada ribut.Kamu boleh pergi tapi jangan pulang malam-malam ya" ucap Mami mengizinkan.


Dengan begitu bersemangat Ryo pun berangkat untuk menjemput Luna.Tidak lama setelah menjemput Luna mereka langsung menuju tempat Raffa.


"Mari masuk Luna" ucap Ryo seraya membukakan pintu.


Namun alangkah kagetnya Ryo saat melihat teman kampusnya sudah berada di sana.


"Hai, kalian disini juga" ucap Luna antusias.


"Hai Lun, iya nih lagi kangen kesini aja" sahut Vina.


"Duduk Lun" tawar Ryan.


"Eh iya makasih" balas Luna seraya duduk di tempat yang masih kosong.


"Sama siapa Lun? gak sama Aurel?" tanya vina kembali.


"Enggak Vin,Ryo sengaja yang jemput aku" balas Luna sedikit malu.


Sementara Ryo langsung menuju meja Ferdy


"Fer si Al mana?" tanya Ryo.


"Kayanya di dalem,tadi sih mandi kayanya" sahut Ferdy.


"Ok thank ya Fer,sekalian bikinin minuman dua,nanti taro di meja sana ya" ucap Ryo seraya menyusul Raffa ke dalam.


"Hei Yo mau kemana?" Tanya Arif.


"Ok Ryo" balas Luna.


Sesampainya di dalam kamar Ryo pun medapati Raffa yang selesai berpakaian.


"Behb kok bisa di sini ada anak-anak? gimana gue bisa ngomong sama Luna kalo gitu"


"Dih emang kenapa Yo? ini kan tempat umum,boleh dong mereka kesini?" ucap Raffa seraya menata rambutnya.


"Ya emang, tapi kok bisa pas gitu sih? ahh alamat gagal nih acara"


ucap Ryo mengusap wajahnya kasar.


"Haha romeo kita putus asa" sahut Raffa tertawa puas.


"Deuh seneng, gue stress dia seneng,terus ketawa terus ampe muntah" kesal Ryo seraya menghempaskan badannya ke sofa.


"Dahh ayo ke depan" ucap Raffa seraya menjewer Ryo.


"Heehhhh gatot gatot" kesal Ryo mengikuti Raffa.


Akhirnya mereka berdua pun bergabung dengan teman-temannya.


"Napa lo lemes amat Yo?" tanya Arif.


"Belum di sun Luna kayanya nih hihi" sahut Ryan cekikikan.


"Dih sembarangan lo" kesal Ryo


Luna hanya menjulurkan lidahnya kesal.


Tiba-tiba sebagian lampu padam,menyisakan area panggung yang sudah terhias minimalis tapi cukup apik.


"Selamat malam semua,maaf saya mengganggu kenyamanannya sebentar" ucap Raffa yang telah berada di panggung.

__ADS_1


"Karena malam ini mungkin akan jadi malam spesial bagi sahabat saya.Dia teman terbaik yang pernah saya punya, walaupun rada-rada ya" canda Raffa.


"Sebuah lagu lama untuk sahabat saya yang tengah merasakan dalamnya perasaan,galau.Lagu galau" Ia pun mulai bernyanyi setelah terlihat seperti mengirim pesan.


🎼


Cinta itu buta dan tuli


Tak melihat, tak mendengar


...


... 'Tuk mengutarakan hati


Kamu, aku, bincang-bincang


Mau bilang cinta, tapi takut salah


Bilang tidak, ya?


Bilang tidak, ya?


Mau bilang sayang tapi bukan pacar


Tembak tidak, ya?


Tembak tidak, ya?


Tembak tidak, ya?


Tembak tidak, ya?


...


"Terima kasih,untuk sahabat saya di persilahkan" ucap Raffa selesainya bernyanyi.


Ryo yang menerima pesan Raffa sebelum bernyanyi, meraih tangan Luna dan mengajaknya ke atas panggung.


Selain rasa kaget, Luna merasa begitu gugup tatkala perhatian semua orang tertuju padanya.


Ryo segera meraih buket bunga yang Raffa sudah siapkan.Lalu menyerahkannya pada Luna.


"Luna, sebarapa banyak bunga aku beri, tetap tak akan berarti,karena kamu lebih cantik dari bunga itu sendiri.Seberapa banyak coklat aku beri, juga tak akan berarti,karena kamu lebih manis dari coklat itu sendiri"


Belum habis rasa kagetnya,Luna di buat tak percaya saat Ryo bertekuk lutut di depannya seraya membuka satu kotak kecil berisi cincin couple.


"Luna, sejak pertama kita bertemu aku dan hati ini sudah jadi milikmu.Aku tak kuasa menahannya lagi.Malam ini, di saksikan semua orang di sini.Maukah kamu jadi pacarku?"


Mendengar itu Luna reflek menangkup mulutnya menahan semua perasaan yang begitu campur aduk.


"Tolak, tolak, tolak" celoteh Ryan memecah keheningan.


Sontak ucapannya itu membuat ia mendapat berbagai serangan dari teman-temannya.


Luna terpaku tak percaya,jantungnya yang berdegup kencang membuat ia tak sanggup berkata.Hingga akhirnya Luna pun terlihat mengangguk dua kali.


"Ja ... jadi kamu mau terima aku?" ucap Ryo mencoba meyakinkan.


"Iya Ryo aku mau" sahut Luna dengan wajah yang sudah begitu merah merona.


Di iringi riuh tepuk tangan juga sedikit hujan confetti,


Ryo dengan segera memasangkan cincin di jari manis Luna, begitupun sebaliknya.Dengan malu-malu Luna memasangkan cincin di jari manis Ryo.


"Makasih jawabannya,aku janji akan selalu menyayangimu sayang" ucap Ryo begitu tulus.


Luna hanya terdiam seraya membalas pelukan Ryo.Ia sudah tak sanggup berkata apapun.


"Selamat ya buat kalian semoga awet" ucap Raffa membuyarkan kesyahduan mereka.


Di susul semua teman temannya saling bergantian mengucapkan selamat.


Malam itu pun menjadi malam indah Ryo dan Luna.

__ADS_1


[[ Bersambung ]]


__ADS_2