Hati Sang Penakluk

Hati Sang Penakluk
63.Harga Sebuah Kemenangan


__ADS_3

Suasana di lapangan masih terlihat ramai.Nampak wajah bahagia juga lega di kubu tim Raffa.


Armand yang terlalu bahagia menyiramkan air mineralnya pada Raffa di ikuti yang lain.


"Anjirrr temen gak ada akhlak, dingin ogeb" kesal Raffa lalu balas menyiram sebisanya.


"Haha Ampun Al" seru mereka.


Raffa pun membuka kaus timnya lalu mengejar mereka dan melemparkannya.Mereka kembali berpelukan seraya melompat-lompat merayakannya,


"We won, we won, we won!" teriak mereka dengan membentuk lingkaran.


"Hemh, gak nyangka mereka bisa juara juga ya Vi" ucap Ricky masih tak percaya.


"Iya Bang Ricky, apa lagi saat tangan Raffa terluka saya sudah pesimis" ucap Vio haru seraya melihat timnya di tengah lapangan.


"Thank ya Vi udah bantu kita selama pertandingan" ucap Ricky lalu merangkulnya.


"Iya Bang sama-sama, saya senang berada di tim ini" balasnya balas merangkul pinggang Ricky.


Akhirnya upacara penyerahan thropy dan pengalungan medali pun di laksanakan.Mulai dari timnya Aditya sebagai juara3 lalu tim Leon sebagai juara2 hingga tim Raffa sebagai juara1.


Yang menarik Raffa di nobatkan sebagai pemain terbaik partai final sekaligus sepanjang turnamamen.MC yang memandu acara menyempatkan untuk mewawancaranya.


"Bagi saya turnamen ini cukup baik dan saya senang bisa menjuarainya di tambah gelar MVP.Banyak yang lebih pantas karena setiap tim semuanya tangguh.Kami hanya sedang beruntung" ucap Raffa.


"Apa ada ucapan yang ingin di sampaikan sebagai penutup?"


"Terima kasih pada semua yang sudah mendukung, thank to Coach, Vio, teman di tim, teman UIJ, Ryo, Luna, tim rempong dimana kalian?" ucap Raffa Lalu menunjuk ke arah mereka.


Ryo, Luna dan tim rempong pun terus berteriak dan bertepuk tangan.Malam ini Raffa benar-benar menjadi pusat perhatian.


Setelah semua proses penyerahan thropy selesai di lanjutkan acara penutupan dan turnamen basket pun resmi usai.


Para penonton mulai meninggalkan arena pertandingan.Sementara sebagian lagi berbaur dengan para pemain.


Begitupun Ryo, Luna dan tim rempong segera bergabung dengan para pemain khususnya Raffa.


"Selamat Al, kamu hebat banget" ucap Luna seraya mengangkat jempolnya.


"Gak ada duanya lo Behb, puas gue lihat muka tu mahluk hina" ucap Ryo seraya merangkul Raffa.


"Al apaan tuh isinya" ucap Yogi lalu memeriksa bingkisan sponsor yang lalu berebutan dengan Ryan dan Arif jadi penengah.


"Thank ya Lun, Ryo, Alena gak ikut kalian?"


"Alena sih gak bisa nonton, katanya keluar kota sama papahnya" balas Luna.


"Oh gitu, ya sudah gak apa-apa" sahut Raffa lalu menyerahkan piala MVP pada Ryo.


"Ryo, pembalasan seperti ini pasti lebih kejam kan?" ucap Raffa terdengar penuh penekanan.


Ryo termenung mencoba memahami perkataan Raffa, dan mulai mengerti saat melihat Leon yang begitu sakit lebih dari terkena sebuah pukulan.


Raffa di temani Armand beranjak menuju tim Leon untuk sekedar saling mengucapkan selamat dan berharap mereka bisa berdamai.


"Hai Coach, hai guys, selamat atas pertandingan malam ini kalian memang tim yang hebat" ucap Raffa.


"Hai Al thank, selamat juga buat kalian dan ya kampus kita bisa jadi yang terbaik hanya kalau kita bersatu sepertinya" sahut Coach Hendra seraya menepuk bahu Raffa.


"Ya semoga saja setelah ini kita bisa melupakan permasalahan kita dan bermain bersama" ucap Raffa lalu menyalami semuanya.


Saat Raffa mengulurkan tangannya di depan Leon tanpa di duga ia menepisnya lalu mendorongnya dengan kasar.


"Denger bocah jangan sok baik lo! jangan harap semuanya selesai, justru ini baru di mulai" ucap Leon dengan tatapan tajam.


"Sebenarnya apa sih masalah lo, gue ke sini hanya ingin berdamai, kalo lo gak terima ya sudah" ucap Raffa pergi setelah menyalami sisa pemain lainnya.


"Lo gak pernah dewasa.Inget lo bukan dewa, lo harus bisa terima saat ada orang lain yang lebih hebat, bukan hanya bocah barusan" ucap Armand lalu menyusul Raffa.


"Lupain aja Al, orang itu emang keras kepala" ucap Armand setelah dapat menyusulnya.


"huft, gue juga dah gak tau caranya buat ngadepin dia.Oh ya gue ambil barang gue dulu Mand"


"Ok gue balik ke anak-anak Al"

__ADS_1


Raffa pun berjalan menuju ruang ganti pemain tanpa ia sadari seseorang terus mengintai dan mengikutinya.


Aurel yang juga melihat Raffa menuju ruang ganti seakan menemukan jalan untuk menemuinya secara pribadi.


Di lorong menuju ruang ganti Raffa terus berjalan tanpa firasat apapun.Seseorang yang mengikuti dari belakang terus mendekat.


Saat sudah cukup dekat laki-laki itu mengeluarkan besi pipa pendek lalu bersiap menghajarnya.Aurel yang datang dari lorong penghubung sebelah kanan tanpa sengaja melihatnya, ia pun segera berlari.


"Raffa!" dengan cepat Aurel memeluk Raffa dan menjadikan dirinya tameng.


"Bughhhh!"


"Akhhhhhhh!" jerit Aurel saat pukulan itu mengenainya.


"Aurel!" pekik Raffa seraya membalikan badannya lalu menahan Aurel dalam pangkuannya.


"Woy siapa lo bangsat, jangan kabur lo!" teriak Raffa namun tak mampu berbuat banyak karena tak mungkin meninggalkan Aurel.


Sang penyerang yang merasa gagal pun panik lalu segera kabur dari tempat itu.


"Aurel bangun Aurel, please bangun Aurel!" dalam paniknya Raffa mengangkat tangannya yang terasa basah.


"Astagfirullah darah!? Aurel bangun Aurel, tolong!" tanpa terasa air mata Raffa mulai menetes.


"Aurel please bangun, jangan diem terus, bangun Aurel" lirih Raffa seraya menempelkan dahi dalam tangisnya.


Saat Raffa mampu mengendalikan emosinya dengan segera ia membopong Aurel menuju rekan-rekannya.


"Tolong! Tolong! Aurel kamu bertahan, Tolong!" teriak Raffa terus berlari begitu panik.


Beberapa orang yang mendengar dan melihat Raffa membopong Aurel pun sontak terkejut,


"Woy Behb Aurel kenapa!?" tanya Ryo dengan perasaan was-was.


"Al ada apa ini, dia kenapa?" Armand begitu terkejut.


Suasana seketika berubah 180° menjadi kelabu.Semua nampak di liputi rasa cemas yang bukan kepalang terlebih dengan adanya noda darah.


"Tolong bantu gue bawa dia ke rumah sakit" ucap Raffa penuh harap.


"Bukan gue, jangan mulai cari masalah deh lo, gue harus cepat bawa Aurel" balas Raffa.


"Gue siapin mobil dulu, lo tunggu di pintu sebelah kiri, gimanapun juga Aurel datang sama gue" ucap Aditya menegaskan.


Semua pun nampak sibuk berbenah secepatnya.Tak terkecuali para pemain yang ikut membubarkan diri.


Tak begitu lama dengan menggunakan mobil Aditya mereka sampai di rumah sakit terdekat.


Wajah tegang nampak di diri mereka dan semakin bertambah tatkala keluarga Aurel tiba di rumah sakit tersebut.


"Om , Tante" ucap Luna saat tahu siapa yang datang.


"Om, Tante maaf Aditya gak bisa jagain Aurel" ucap Aditya penuh penyesalan.


"Dimana Aurel sekarang?" tanya Ny Ariana.


"Aurel sedang mendapat perawatan dokter Tante" sahut Luna.


Sementara Cella yang juga ikut segera menghampiri Raffa,


"Kak Al, Kakak baik-baik saja? kok ini ada darah?" tanya Cella.


"Ehh Cella kakak baik, cuma kak Aurel yang terluka, ini semua salah kakak" sahut Raffa seraya menangkup wajahnya tak kuasa.


Tn Hernand yang melihat kedekatan anaknya sedikit terganggu terlebih oleh perkataan Raffa,


"Cella kemari! harusnya kamu khawatir sama kakak kamu bukan orang lain" ucap Tn Hernand penuh penekanan.


"Iya Pih, maaf" sahut Cella lalu mendekati maminya.


"Kamu! apa maksud kamu ini salahmu!? apa yang terjadi dengan anak saya!?" tanya Tn Hernand pada Raffa.


Raffa pun segera berdiri dan menghampiri Tn Hernand seraya berkata,


"Sebelumnya saya minta maaf Om dan Tante, saya tak tahu persisnya namun sepertinya ada yang berniat jahat pada saya dan Aurel terluka karena melindungi saya" sahut Raffa dengan suara yang bergetar.

__ADS_1


Sontak jawaban Raffa mengejutkan semua orang yang mendengarnya.Jawabannya membuat sebagian orang tak puas termasuk Aditya,


"Gak usah pura-pura, ini semua ulah lo kan? kalo terjadi apa-apa sama Aurel lo yang gue balas!" ucap Aditya penuh ancaman.


"Lo kalo gak tahu apa-apa lebih baik mingkem, sejak lo ada tiba-tiba ini terjadi, lo kira gue


gak bisa nuduh lo!?" balas Ryo penuh penekanan seraya menatap Aditya.


"Sudah sudah, malah pada ribut tolong jangan menambah masalah" pinta Ny Ariana.


Sementara karena belum puas Tn Hernand kembali bertanya,


"Coba kamu jelaskan sekali lagi dengan rinci maksud semua ceritamu tadi!?" ucap Tn Hernand pada Raffa.


"Saat itu saya bermaksud mengambil barang saya di ruang ganti, saya tidak tahu Aurel ada di sana, tiba-tiba ia berteriak dan seseorang yang sepertinya mengincar saya memukul dari belakang tapi terkena Aurel yang melindungi saya" ucap Raffa menjelaskan sedapatnya.


"Jadi semua ini gara-gara kamu yang bermasalah lalu Aurel yang menjadi korban!" seru Tn Hernand mulai emosi.


"Maaf Om saya pun tak tahu orang itu punya masalah apa, saya juga tak mau melihat Aurel seperti ini" sahut Raffa.


"Tutup mulutmu, seharusnya kamu yang terbaring di sana, bukan putri saya!" seru Tn Hernand penuh penekanan.


"Jika bisa, saya ikhlas menggantikannya terbaring di sana karena saya juga tak mampu melihatnya seperti ini" ucap Raffa begitu pilu.


"Diam! sebaiknya kamu pergi! sebelum kesabaran saya habis, pergi!" seru Tn Hernand makin emosi.


"Tapi Om izinkan saya di sini untuk menjaganya, saya sungguh tak akan tenang jika meninggalkannya dalam kondisi seperti ini" balas Raffa begitu memohon.


"Pergi! atau saya suruh petugas menyeretmu keluar!" balas Tn Hernand


"Pih jangan usir kak Al, Cella yakin kak Al gak bersalah, Cella tau banget gimana kak Al"


"Diam, anak kecil tahu apa kamu, malah membela orang lain.Dan kamu cepat tinggalkan tempat ini!" ucap Tn Hernand.


"Tapi Om saya ... " belum juga Raffa selesai Aditya menyelanya.


"Lo gak denger apa kata papah Aurel, pergi gak lo!" tambah Aditya seakan mendapat angin.


"Gak usah lo dorong-dorong! lagian lo siapanya Aurel!? gue paling enek sama orang yang suka memanfatkan situasi" ucap Ryo blak-blakan.


Lalu Ryo pun meyakinkan Raffa untuk sementara mau memberikan waktu pada keluarga Aurel,


"Sabar Behb, biarkan mereka tenang dulu, lagian lo juga perlu menenangkan diri" ucap Ryo.


"Tapi Yo, gue gak bisa meninggalkannya begitu saja, seakan gue lari dari tanggung jawab" balas Raffa.


"Lo tenang aja Behb, gue akan selalu ngabarin lo jika ada perkembangan apapun"


"Mungkin lo bener, gue percayakan di sini sama lo, gue pulang dulu, thank ya"


"Lo pake mobil gue aja nih Bebh" ucap Ryo seraya memberikan kunci mobilnya.


"Gak usah gue bisa pulang sendiri, kabarin gue kalo ada apa-apa" ucap Raffa lalu beranjak pergi.


Sesampainya di depan jalan Raffa terlihat menunggu pesanan ojek onlinenya.Hingga dua orang dari dalam mobil turun lalu menghampirinya,


"Maaf numpang tanya saya mau tanya Alamat ini" ucap salah satu orang itu seraya memperlihatkan ponselnya.


Saat Raffa memperhatikan dengan teliti alamat tersebut satu orang lainnya dengan cepat membekapnya dari belakang,


Sontak Raffa meronta lalu menendang orang di sampingnya.Saat berusaha melepaskan diri kesadarannya makin berkurang, gelap dan ia pun pingsan.


"Bawa masuk!" seru orang yang membekapnya.


Pintu mobil pun terbuka, beberapa orang lainnya turun dan membantu rekannya.Setelah mereka mendapat apa yang mereka incar tanpa buang waktu mereka pun tancap gas melewati kegelapan malam.


[ Bersambung ]


Siapa sebenarnya yang mengincar Raffa?


Nasib buruk apa lagi yang akan menimpanya?


Dan bagaimana kabar Aurel selanjutnya?


😣 wait lagi ya gess

__ADS_1


Dapet ujian terus si abang Al , bahagia kagak huffttt.....


__ADS_2