Hati Sang Penakluk

Hati Sang Penakluk
31.Persiapan


__ADS_3

Di dalam mobil yang melaju pelan, nampak Alena dan Raffa tengah berbincang serius.Hanya ada jam kuliah pagi membuat mereka memiliki waktu bersama yang cukup panjang.


"Belanja dulu yuk,udah lama gak beli baju,sekalian nyari buat acara nanti" ucap Alena


"Eh iya, dah deket ya waktunya" sahut Raffa tak semangat.


"Kok lemes gitu jawabnya,kenapa?" tanya Alena merasa tak enak.


"Eh maaf, jujur aku sedikit khawatir" sahut Raffa.


"Soal papah?" Alena mencoba menerka.


"Bu ... bukan itu, aku hampir ... malah bisa di bilang belum pernah ke acara seperti itu.Aku takut tidak bisa menempatkan diri saja"


"Emmh kamu gak usah khawatir itu hanya acara makan biasa kok,anggap saja seperti sarapan bareng papah kemaren" ucap Alena menenangkan.


"Aku tetep saja takut, takut bikin malu kamu sama papah kamu.Secara aku hanya orang biasa yang terbiasa hidup sederhana" ucap Raffa lirih.


Alena hanya mengusap bahu Raffa lalu berkata,


"Mungkin kamu hanya tak terbiasa saja,tak ada salahnya untuk mencoba Raffa"


"Hehe iya, mungkin kamu benar" balas Raffa sedikit tenang.


"Kalo boleh memilih, sebenernya aku lebih nyaman bersama orang-orang yang sederajat,tidak membuatku merasa kecil" guman Raffa dalam hatinya.Ia tidak anti orang kaya hanya selalu merasa tidak percaya diri.


"Raffa,kok malah bengong.Kamu nyetir tar malah masuk got lagi" goda Alena


"Eh Alena kamu bisa aja.Jadi mau kemana kita sekarang?" tanya Raffa


"Ke Mega mall aja deh,biar searah" usul Alena bersemangat.


"Ya sudah kita kesana" sahut Raffa


Tak berapa lama, mereka telah sampai di mall yang mereka tuju.


Alena tampak begitu menikmati waktunya bersama Raffa.


Dengan terus menggandeng lengan Raffa mereka begitu tampak serasi.membuat banyak pasang mata menatap iri.


"Alena tunggu" tiba-tiba seseorang memanggil Alena seraya mengejarnya.


"Eh kamu,ada apa lagi sih?" ucap Alena yang hanya pasrah saat laki-laki itu membawanya ketempat yang agak sepi.


"Kenapa sih kamu masih saja terus ngehindar dari aku? susah banget buat ketemu kamu" ucapnya terlihat putus asa.


"Bukan begitu Arga,berapa kali aku bilang aku mau sendiri"


"Gak Len,aku gak akan lepasin kamu lagi" ucap Arga seraya menahan tangan Alena.


"Arga tolong dong ngerti,aku bener bener gak bisa" mohon Alena berusaha melepaskan.


"Nggak Len,sebelum kamu kasih aku kesempatan buat buktikan kalo aku serius sama kamu" desak Arga yang kembali menahannya dengan kedua tangannya.


"Arga tolong lepasin,sakit" lirih Alena karena cengkraman tangan Arga yang kuat.


Raffa yang sedari tadi diam akhirnya tidak bisa lagi untuk tidak ikut campur.


"Maaf bukan saya mau ikut campur,tolong lepaskan Alena" pinta Raffa berusaha sopan.


"Lo siapa? ini bukan urusan lo!" balas Arga dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Arga aku mohon, tolong lepasin aku" ucap Alena meminta pengertian.


"Tidak Alena sebelum kamu bilang kamu mau dan kasih aku kesempatan" Arga terus memaksa dengan tangan terus memegang kuat Alena.


"Saya minta sekali lagi,tolong lepasin Alena atau saya panggil sekuriti" ancam Raffa seraya menepis lengan laki-laki itu.


Sesaat Arga terdiam lalu menatap Raffa dengan dingin.


"Lo gak tau apa-apa,sebaiknya lo biarin gue berdua sama dia" ucap Arga ketus


"Cara lo yang bikin gue gak suka" balas Raffa tak kalah ketus


Tanpa memperdulikan lagi Arga,Raffa lalu menatap Alena dan berkata,


"Apa kamu masih mau berbicara dengannya?" tanya Raffa.


Alena hanya menggeleng.Mendapat jawabannya Raffa lalu kembali menatap Arga.


"Kamu lihat,sebaiknya jangan ganggu dia lagi ok" ucap Raffa tanpa berusaha menekan.


"Arga ngerti ya,aku gak bisa,sebaiknya kamu lupain aku" ucap Alena kembali meminta pengertian.


"Tapi Alena kamu selalu bilang gak bisa tapi kamu bisa sama dia,kenapa Len kenapa?"


"Saya mohon sekali lagi jangan memaksa Alena,dia butuh merasa tenang dan tidak tertekan" jelas Raffa.


"Lo sebenarnya siapa sih!? Apa hak lo ngerecokin urusan gue sama Alena" ucap Arga emosi seraya menunjuk muka Raffa.


"Urusan Alena akan jadi urusan gue juga, karena gue pacarnya" ucap Raffa berusaha melindungi Alena.


Alena jelas saja tercekat mendengarnya.Tak terasa wajahnya menghangat disertai jantung yang berdegup kencang.


Arga sendiri bagai di sambar petir mendengarnya.Terdiam tanpa bisa berkata kata lagi.


Setelah Alena tersadar ia kembali mendekati Arga.


"Arga aku minta pengertian kamu ya,kamu pasti punya orang lain yang lebih baik dari aku" ucap Alena coba menghibur.


Arga hanya terdiam seraya menatap Alena yang begitu terlihat serius memohon pengertiannya.


Tanpa menunggu jawaban Arga,Alena bersama Raffa kembali melanjutkan acara mereka hari ini.


"Makasih ya sudah mau bantu aku,selalu saja aku ngerepotin kamu" ucap Alena


"Sudah sepantasnya Alena,karena kamu pun sudah banyak sekali bantu aku" Ucap Raffa tersenyum


"Melihatmu tersenyum entah mengapa selalu membuat aku lebih tenang.Selain mamah baru di dekatmu aku merasakannya" guman Alena dalam hati terkenang Alm mamahnya.


"Kemana lagi kita sekarang? Apa mau pulang?" tanya Raffa membuyarkan lamunannya.


"Ehh ... beli pakaian kamu gimana? Jangan aku terus,lagian biar serasi nanti.Yuk kita nyari yang cocok" ucap Alena seraya menarik Raffa untuk mengikutinya.


"Alena gak perlu,sepertinya semuanya mahal" ucap Raffa saat Alena membawanya ke tempat pakaian yang tampak mewah.


"Udah jangan nolak,aku yang ajak,kamu hanya perlu memilih yang kamu suka.Ayo" Alena segera menarik Raffa.


Cukup lama mereka sibuk memilih juga mencoba beberapa setelan, belum satupun terasa cocok.Hingga satu ketika saat Raffa keluar dengan setelan formal biru muda.


"Yang ini gimana? tolong bilang bagus ya, aku gak enak nih kalo harus ngacak baju lain lagi" keluh Raffa setelah pakaian ke enam yang ia coba hari ini.


Alena hanya terus memandang Raffa tanpa berkedip.Bagai mana tidak, dalam balutan baju formil Raffa terlihat layaknya eksekutif muda.

__ADS_1


"Gak pantes ya Len? Aku ngerasa aneh kalo pake baju begini" ucap Raffa seraya cengengesan gak jelas.


"Ehh enggak kok ... kamu terlihat cocok,kamu ganteng" sahut Alena masih menatapnya terpesona.


"Syukur deh,eh maksudnya gak perlu pilih-pilih lagi" lanjut Raffa merasa malu.


Raffa pun merasa lega karena pikirnya semua hal merepotkan itu telah selesai.


"Hmmm kayanya ada yang kurang deh?" ucap Alena nampak berpikir seraya menatap Raffa.


Tiba tiba Alena menarik Raffa lalu membawanya ke depan sebuah salon.


"Ayo masuk" ucap Alena seraya menjuk ke arah salon tersebut.


"Aduhh aku kayanya gak perlu perawatan deh Lena.Kamu aja deh ya" sahut Raffa meragu.


"Hehe kamu mikir apa sih,emang rambut kamu gak ganggu?" lanjut Alena seraya memainkan rambut Raffa.


"Hehe iya juga sih,apalagi kalo lagi main basket mesti pakai headband " balasnya.


Raffa pun lalu memulai ritual potong rambutnya.sedangkan Alena sendiri kembali belanja barang yang ia butuhkan.


Tanpa terasa selesai sudah Raffa di salon,yang lagi Alena telah membayarnya.Membuat Raffa makin tak enak.


"Wih banyak duit sekarang ya lo,tante mana yang udah lo pikat bocah sok polos" ledek Leon. Yang entah dari kapan ada di sana.


Raffa yang sedikit kaget menoleh ke arahnya.Tidak mau menambah masalah ia berusaha menghindarinya.


"Eit mau kemana lo,buru buru amat.Udah gak usah pura-pura deh lo,salut gue ampe bisa belanja plus dapet mobil" Leon terus memancing Raffa.


Sontak Raffa pun terkesiap dengan ucapan Leon.Namun ia berusaha tenang.


"Gue gak ngerti maksud lo apa,permisi gue duluan" ucap Raffa segera pergi dari tempat itu.


"Haha setidaknya gue tau sekarang,gak akan ada lagi yang gangguin gue sama Aurel" ucap Leon lagi seakan memberi kode.


Raffa terus berjalan tanpa memperdulikan Leon lagi.Walaupun dengan jelas ia mendengar ucapannya.


"Raffa tunggu" Seru Alena


"Eh Alena,dari mana saja?" tanya Raffa berusaha bersikap normal.


"Cuma lihat-lihat sama beli aksesoris aja sih,sambil nung ... gu kamu" ucapan Alena terpotong potong saat ia dengan jelas melihat penampilan baru Raffa.


"Alena ... semua udah selesaikan?" tanya Raffa seraya menyentuh lengan Alena.


"Ehh iya udah kok,kita pulang aja yuk" balas Alena yang terus menatap Raffa begitu kagum.


"Jadi penasaran lihat kamu sabtu malam nanti.Akan seperti apa ya kamu" guman Alena senyum senyum seraya menggandeng lengan Raffa.


Raffa yang melihat Alena menggandengnya sambil senyum-senyum,ikut tersenyum penuh makna.


Tanpa ia sadari Leon yang belum jauh menyadari kehadiran Alena.Namun saat Leon berusaha mengejar ia tidak dapat menemukannya.


"Ternyata bener dia sama perempuan.Sial gue gak bisa menemukannya" guman Leon tampak kesal lalu ia pun segera pergi.


[[ Bersambung ]]


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Sampai jumpa di episode lain 😃

__ADS_1


__ADS_2