
Hari ini turnamen basket pun di mulai.Setelah upacara pembukaan selesai, pertandingan pertama segera di langsungkan.
Tim Raffa pun tengah bersiap siap.Mereka akan melakoni debutnya setelah pertandingan pertama usai.
Di dalam ruang ganti nampak wajah-wajah tegang para pemain.Beban mental membuat mereka begitu tertekan.
"Guys kalian mau menang gak?" tanya Raffa saat melihat rekannya begitu terlihat resah.
"Ya iya lah, masa iya main maunya kalah" sahut mereka hampir senada.
"Wewewewe, apaan sih gue gak denger.Kalian mau menang apa kalah!" ucap Raffa setengah berteriak.
"Menang lah" sahut mereka lagi.
"Cemen amat suara kalian kaya bayi belum makan!" Ledek Raffa.
"Kita mau menang" sahut mereka kembali.
"Lemah, mau apa!" seru Raffa begitu keras.
"Menang!" sahut mereka sama kerasnya.
"Menang apa!" teriak Raffa kembali.
"Hadiah!" seru Adi.
"Lotre!" seru Erris.
"Taruhan!" seru Haris.
"Menangkan hati dan cinta si dia yang selalu ada di setiap waktu" celetuk Welly sok puitis.
Semua orang pun di buat melongo dan saling pandang.Namun tiba-tiba menjadi riuh oleh tawa juga ledekan.
"Anjir di tolak cewe jadi gila lo" ucap Adi geleng-geleng.
"Najis lebay amat lo, haha" ucap Armand seraya melempar kaus kakinya.
"Rese lo kaus kaki bau conge main lempar aja" ucap Welly lalu membuangnya ke arah Erris.
"Setan ngapain lo lempar ke gue sih, bakar aja yang beginian mah" ucap Erris kesal lalu melemparkan ke arah lain.
Suasana semakin kacau tak terkendali saat mereka terus saling lempar.Raffa pun hanya tersenyum dengan lega.
"Al sebentar lagi giliran kita sebaiknya kita peregangan dulu saja" ucap Ricky yang di tunjuk sebagai coach.
Raffa segera mengajak semua rekan setimnya untuk peregangan.hinga akhirnya Vio datang dengan terburu-buru.
"Bang Ricky lima menit lagi giliran kita" ucap Vio dengan terengah-engah.
"Ok thank Vi.Bersiaplah kalian, gue minta buang keraguan dan beban kalian, bila perlu buang hajat silakan mumpung ada waktu" ucap Ricky seraya tersenyum.
Tak lama giliran mereka pun tiba, kedua tim sama-sama segera melakukan pemanasan.Penonton yang cukup banyak membuat atmosfer bertanding semakin terasa luar biasa.
"Anjir berasa atlet beneran gue di tonton banyak orang begini" ucap Adi.
"Jadikan semangat tambahan aja buat ngalahin mereka" balas Raffa seraya menepuk punggungnya.
Tak berselang lama terdengar pluit tanda pertandingan segera di mulai.Pemain tiap tim pun sudah bersiap di tengah lapangan.
__ADS_1
Setelah di lakukan jump ball pertandingan pun resmi di mulai.Kedua tim bermain dengan tempo lambat.
Seperti dugaan sebelumnya tim lawan hanya menurunkan pemain pelapis.Namun Raffa tidak langsung bermain agresif, ia lebih terlihat jadi pengumpan.
Hingga jeda paruh waktu tim Raffa masih tertingal dengan skor 25-28.Membuat pelatih memberi warning pada mereka.
"Ok gue rasa cukup adaptasinya, kuarter tiga ini gue mau kalian bikin gap poin sejauh mungkin.Jadi di kuarter akhir minimal kita tinggal menjaga margin poin saja" Ucap Ricky memberi arahan.
"Siap, siap coach" balas mereka hampir berbarengan.
Benar saja saat pertandingan di mulai kembali, tim Raffa langsung bermain lebih agresif.Tim dari Nusantara pun mulai kewalahan.
Raffa pun mulai lebih berani mencetak poin.Terlihat saat Armand membawa bola, ia membuka ruang ke area tiga poin.Dengan cepat Raffa menembak setelah mendapat umpan dari Armand.
"Yeahhh!" seru Raffa seraya mengangkat telunjuknya ke udara setelah berhasil mencetak angka.
"Lagi, lagi, lagi" teriak Ryan, Yogi juga Arif yang juga menonton.
"Semangat Al" ucap Luna seraya bertepuk tangan.
"Bebh lo harus menang!" teriak Ryo tak kalah heboh.
Raffa pun tersenyum melihat semua temannya hadir mendukungnya.Membuat ia makin bersemangat.
Kuarter ke tiga tersisa dua menit lagi namun tim nusantara yang panik mulai memasukan pemain utamanya.Membuat permainan mulai berjalan ketat.
Saling berbalas membuat margin poin tidak banyak berubah.Tim Raffa unggul dengan skor 44-38 hingga akhir kuarter tiga.
"Ok sepertinya mereka mulai serius.Perkuat defence terutama rebound dan jangan biarkan mereka menembak bebas" ucap Ricky terus memberi arahan.
"Vran gue andelin lo buat nempel playmaker mereka, gue sama adi nutup shooter mereka.Armand dan Haris rebound harus lo menangin" ucap Raffa menambahkan.
Akhirnya kuarter empat pun di mulai.Tim nusantara memang berbeda setelah tim intinya bermain.
Kejar-kejaran kembali mewarnai jalannya pertandingan ini.Saat sisa 2 menit lagi skor menjadi imbang 62-62.
Teriakan penonton semakin terdengar riuh terbawa susana ketatnya pertandingan ini.Ryo yang tak mau melihat tim Raffa kalah pun berteriak,
"Behb kalo kalah gue kempesin motor lo!" teriak Ryo mencoba memberi motivasi.
"Anak tuyul sialan, kagak tahu aja di lapangan kaya gimana rasanya" guman Raffa seraya terus menjaga pemain lawan.
Saat pemain nusantara memaksa mengumpan pada pemain andalannya dengan cepat Raffa memotongnya.
Dengan gerakan kilat ia menggiring bola ke arah ring lawan yang kosong.Dengan sedikit pamer Raffa melompat tinggi lalu memindahkan bola melewati sela kedua kakinya di akhiri layup indah.
Sorakan penonton sontak bergemuruh melihat aksinya.Raffa sendiri menepuk dadanya lalu menunjuk Ryo seakan poin itu di persembahkan untuknya.
"Dasar tukang pamer, lagi kalo bisa lo!" teriak Ryo seraya bertepuk tangan.Begitupun temannya yang lain terus meneriakan namanya.
"Raffa, Raffa, Raffa!"
Tanpa terasa pertandingan tersisa 1menit dengan skor 69-66 sementara tim Raffa memimpin.
Sama-sama ngotot ingin menang ke dua tim bermain begitu keras.Namun tim nusantara bisa menipiskan skor menjadi 71-70.
Dengan sisa 10detik sepertinya kemenangan sudah bisa dikatakan milik tim Raffa.Tapi bagi Raffa sendiri ini belum berakhir walau timnya dalam posisi memegang bola.
"Vran passing!" teriak Raffa.
__ADS_1
Raffa lalu dengan cepat melakukan serangan, dengan memanfaatkan tubuh Armand yang menahan pemain lawan Raffa melakukan jump shoot.Bola tembakannya masuk seiring waktu berakhir.
Semua pemain pun berlari ke arah Raffa untuk merayakan kemenangan.Rasa lega terlihat di wajah mereka.Skor akhir 73-70 untuk kemenangan tim Raffa
Sementara tim nusantara terlihat lesu, dari awal tak seharusnya mereka meremehkan lawannya.Harga mahal berupa kekalahan yang harus mereka terima.
Sementara di satu sisi lorong nampak Aurel tengah berbincang dengan seseorang yang tak pernah ia duga sama sekali.
"Sudah lama sekali kita tak bertemu, kamu apa kabar Relcan?" ucapnya seraya tersenyum.
"Kamu ngapain di sini!?" sahut Aurel balik bertanya dengan perasaan yang tak bisa di lukiskan.
"Aku disini ya bertanding, kamu nontonkan? seperti dulu saat kita satu sekolah" ucap Aditya.
"Selalu cuma buat jadi penonton, sama saja dari dulu" ketus Aurel lalu beranjak pergi.
"Tunggu Relcan, tidak bisakah kita bicara" ucap Aditya seraya menahan tangan Aurel.
"Apalagi yang mau lo bicarakan, sudah gak ada yang perlu di bahas" ucap Aurel malas.
"Tidak bisakah kita seperti dulu lagi, selalu bersama saling mendukung satu sama lain?" pinta Aditya begitu memohon.
"Seperti dulu? dulu saat lo gonta ganti cewek sesuka lo gitu!?" ucap Aurel penuh penekanan.
"Gonta ganti? Rel aku memang dekat tapi bukan berarti semua aku pacarin.Aku gak seperti yang kamu pikirkan" balas Aditya mencoba menjelaskan.
"Gak usah ngelak deh lo, gue ngeliat sendiri lo sering bermesraan dengan cewek!"
"Cewek siapa? jujur aku dekat hanya dengan Larisa itu pun karena dia selalu mengancam berbuat hal di luar nalar" balas Aditya mencoba membuat Aurel mengerti.
Mendengar itu Aurel terdiam ia tak tahu harus berkata apa lagi.Baginya itu hanya masa lalu tetapi kenapa kembali mengganggunya.
"Aurel aku sangat senang kita bisa bertemu.Karena dulu tiba-tiba kamu berubah dan menjauh" ucap Aditya seraya menggenggam kedua tangannya.
"Mau lo apa sih sebenarnya? kita sudah bukan anak SMA lagi" ucap Aurel begitu terlihat malas.
"Rel dari dulu cuma kamu yang membuatku nyaman, aku cuma ingin kita bisa kembali seperti dulu" ucap Aditya meyakinkan.
"Semua udah gak sama lagi, gue sama lo pasti sudah banyak berubah" sahut Aurel beralasan.
"Tapi aku sendiri tak pernah lupa sama perasaan aku sendiri.Aku suka sama kamu dan bodohnya aku yang gak bisa jujur sama kamu" ucap Aditya berusaha mencurahkan isi hatinya.
Aurel kembali terdiam mendengar bagaimana Aditya mengatakannya dengan begitu tulus.Ia begitu tak tahu bagaimana harus bersikap.
"Sebaiknya lo gak usah banyak berharap, lagian lo juga sekarang pasti sudah punya seseorang" ucap Aurel berusaha menegaskan.
"Aku masih sendiri kok dan kamu gak perlu jawab sekarang, aku akan sabar menunggu.Bisa bertemu kamu lagi pun aku sudah cukup senang" sahut Aditya tampak senang.
"Terserah lo aja, gue gak akan janji apapun sama lo" ucap Aurel tanpa mau menatapnya.
Sementara Raffa yang ingin mencari angin terus berjalan melewati lorong.Sebelum sampai di pintu keluar ia yang kaget lalu bersembunyi.
"Itu sepertinya Naurel, sama siapa dia ya?" guman Raffa terus mengintip dari sudut dinding.
Raffa hanya bisa menatap kebersamaan mereka dengan penuh tanya.Hingga mereka nampak berpisah.
"Siapapun dia biarlah jadi masalahnya, aku harus fokus sama pertandingan selanjutnya" guman Raffa lalu kembali berjalan keluar.
[ Bersambung ]
__ADS_1
Aditya penakluk masa SMA hadir kembali kedalam kehidupan Aurel, akankah menjadi masalah lain?
😣 akupun pusing pemirsa