
Akhir pekan tak membuat Raffa bersantai.Sejak tadi pagi ia mengerjakan pekerjaan rumah.Hingga beberapa jam pun telah berlalu.
Ferdy dan Siska yang berangkat bersama telah sampai di Coffee Shop.
"Assalamualaikum Boss." Ucap mereka berbarengan.
"Waalaikumsalam,ehhh kalian." Balas Raffa.
"Wihhh dahh wangi mau kemana nih Boss." Goda Ferdy
"Kagak,ini gue baru mandi aja habis beres-beres.Badan lengket." Balas Raffa.
"Kenapa gak bilang,aku pasti bantu kamu" Siska menawarkan.
"Terima kasih Sis,masih bisa gue handel kok," balas Raffa seraya tersenyum.
Siska sedikit tersipu malu melihat Raffa tersenyum padanya.
Tiba-tiba satu panggilan video pun masuk.Raffa segera menerimanya.
"Hy Cell apa kabar."
"Hy Kak,Cella baik.Kak Al sendiri apa kabar? Kangen," ucap Cella dengan manja.
"Kakak baik juga,pantes ya bulu mata kakak ampe abis.Ada yang kangen ternyata." balas Raffa.
"Ihh Kakak emang gak kangen juga sama Cella?" Cella pun pasang muka cemburut.
"Aduhh kalo deket udah Kakak cubit nih pipinya,gemes." goda Raffa.
"Kakak ke rumah dong,sekalian bawain minuman kesukaan aku ya,ya Kak,please?" pinta Cella memelas.
"Ya sudah iya segera Nona Muda,saya akan mengantarnya sekarang," jawab Raffa seraya menganggukan kepalanya.
"Hihi Kak Al emang yang terbaik,terimakasih ya Kak," balas Cella.
Percakapan mereka pun berakhir.Siska yang sedari tadi mencuri dengar masih terlihat begitu terusik.
"Sis hey nih minum dulu," ucap Ferdy menyodorkan gelas berisi es batu.
"Apaan sih Bang,masa iya es batu doang," jawab Siska makin manyun.
"Buat ngademin sesuatu yang sedang membara," sahut Ferdy lalu terkekeh.
Tanpa ampun kain lap andalan Siska pun sudah mendarat di kepala Ferdy.
"Nyebelin lo Bang,orang gak apa-apa juga," balas Siska mencoba menyembunyikan perasaannya.
Ferdy hanya cengengesan.Sedangkan Siska terlihat semakin kesal.
"Manyun mulu Sis,senyum dong biar manis, ....kopinya." tambah Raffa menahan tawa.
Siska yang terlanjur geer hanya bisa menarik nafas panjang.
"Ehh Fer bikinin ini dua sama yang ini satu ya.Nih uangnya," ucap Raffa seraya menyerahkan beberapa lembar uang pada Siska.
"Lahh Boss ngapain bayar,aneh bener kopi sendiri di beli." Sahut Ferdy.
"Penglaris,pamali kalo gratis." Jawab Raffa pendek.
Ferdy hanya menggelengkan kepalanya.Lalu segera menyiapkan pesanan tersebut.
Setelah selesai Raffa pun berangkat.Sesampainya di rumah keluarga Adrean.Cella sudah menunggunya di depan teras.
"Assalamuallaikum Nona Muda" goda Raffa.
"Waalaikumsallam Kak Al," seru Cella seraya berlari lalu memeluk Raffa,yang masih berjalan mendekatinya.
"Aduhh De,jangan kenceng-kenceng gak bisa nafas nih Kakak," ucap Raffa yang sebenarnya risi,bagaimana pun Cella bukan anak kecil lagi.
__ADS_1
Sementara di lantai dua tepatnya di balkon sebuah kamar.Aurel yang melihat itu pun terlihat kesal.
"Dihh bener-bener tu Anak genit banget.Gak punya malu apa main peluk,gak tau tempat lagi." ucap Aurel seraya menarik-narik ujung bajunya dengan kesal.
Setelah lama uring-uringan.Tiduran salah,baca novel gak rame,nonton film gak seru.Aurel akhirnya keluar kamar.
Aurel yang sengaja menuju ke bawah,mundar mandir gak jelas.Hingga akhirnya Cella menegurnya.
"Kak ngapain bolak balik,olahraga?" ucap Cella terheran.
"Ehhh enak aja lo,program nurunin BB gue,sini lo,"
"Apaan sih Kak!?"
"Hei Cell ngapain dia kesini,lo sengaja suruh ya!" ucap Aurel serius.
"Emang kenapa sih,iya Cella sengaja buat bawain pesanan minuman,buat Kakak juga ada tuh," balas Cella seraya menunjuk kulkas.
"Ahhhh modus,biar bisa genit-genit terus peluk-peluk ya kan!? lo dah gede jangan sembarangan gak pantes," ucap Aurel begitu kesal.
"Dih aneh banget kenapa sih Kak,mau di peluk juga sini deh,biar gak iri," jawab Cella segera memeluk Aurel.
"Euhhhhh,lepasin gak! merinding di peluk orang genit kaya lo" seru Aurel bergidik.
"Terserah deh,orang Kak Al tuh dah Cella anggap kakak sendiri,jadi stop ngatain genit.Eh Kakak temenin dulu ya,Cella mau ke kamar," Cella pun mendorong Aurel menuju arah teras samping.
"Kenapa jadi gue sih,biarin aja sendiri gak akan mati berdiri juga kali" guman Aurel malas namun tetap menghampiri Raffa yang tengah duduk membelakanginya.
Raffa terlihat tengah mendengarkan lagu dengan sebelah Earphone terpasang.Tanpa menoleh Raffa yang menangkap ada seseorang,menarik pelan tangannya.
"Cell ini ada lagu bagus nih coba dehh dengerin.Buat belajar cocok kayanya," ucap Raffa lalu mencoba memasangkannya.
"Deegghhh" terasa copot jantung Raffa saat sadar yang tengah ia ajak bicara bukanlah Cella.Aurel yang sama terkejut hanya diam mematung.
"Astagfirullah,maaf Nona saya kira Cella,ehh maaf ya?" ucap Raffa seraya melepas pegangan tangannya.
Aurel yang masih terpana hanya mengangguk.Situasi canggung langsung tercipta.Mereka hanya saling melirik tanpa ada pembicaraan.
"Eh silahkan duduk," akhirnya Aurel mencoba memecah kesunyian.
"Oh iya makasih Non," balas Raffa seraya kembali duduk.
Sesaat mereka kembali diam.
"Emm kamu apa kabar Non?" ucap Raffa berusaha mencairkan suasana.
"Baik,kamu sendiri?" balas Aurel sedikit gugup.
"Alhamdulillah,baik juga." lanjut Raffa seraya melirik Aurel yang memang terlihat baik-baik saja.
"Eh Al makasih ya untuk semalam,maaf kalo gue udah nyakitin lo," ucapnya tanpa sanggup memandang Raffa.
"Ehhh iya gak masalah kok,udah lupain aja.Ngomong-ngomong di rumah aja Non,gak jalan?" ucap Raffa basa basi mencoba menghilangkan rasa canggungnya.
"Iya lagi males aja keluar" sahut Aurel
"Mau aku temenin Non?" lanjut Raffa tanpa sadar.
Sontak Aurel menatap Raffa tajam.Tak percaya dengan apa yang ia dengar.
Mendapat tatapan Aurel,Raffa yang tersadar akan ucapannya jadi salah tingkah.
"Ehhh itu maksud nya,emm aku temenin ngobrol di sini," ucap Raffa cengengesan sambil garuk-garuk kepala tak gatal.
"Hayo lagi pada ngapain," seru Cella membuyarkan keduanya.
"Ehh Cella ngagetin aja,nakal ya Adik kakak yang satu ini," ucap Raffa yang merasa senang Cella datang.
"Baru tau ya lo,nakal pake banget tu anak emang," ujar Aurel yang kesal merasa obrolannya terganggu.
__ADS_1
"Hehe maklum Non umuran TK memang masa nakal-nakalnya." Goda Raffa
"Ihhh sembarangan,nih anak TK nih bisa gini nih!" ucap Cella seraya mencubit tangan Raffa bertubi-tubi.
"Aww aduhh duhhh,ampun ampun ya," balas Raffa seraya membuka kedua tangannya sepundak.Memohon ampun.
Aurel hanya menahan tawanya melihat tingkah adiknya itu.
Keakraban ketiganya semakin terlihat kala Cella mengajak Raffa juga Aurel bernyanyi sambil melatih permaianan pianonya.
Beberapa saat berlalu,setelah Raffa menumpang shalat ia pun berpamitan.
"De Kakak pamit dulu ya,takut di kedai ramai.Titip salam buat kak Aurel ya Kakak pamit" ucap Raffa
"Yah Kakak masih seru padahal.Kakak kak Al pamit pulang!" seru Cella namun tidak ada jawaban.
"Ya udah deh aku anter Kak." lanjut Cella.
Sesampainya di depan Raffa segera bersiap dengan motornya.Ketika hendak memakai helm seseorang menegurnya.
"Mau pulang ya?" tanya Aurel
"Ehhh iya Non pamit pulang dulu ya,sekalian jaga kedai.Assalamuallaikum" ucap Raffa
"Waalaikumsallam" balas Aurel juga Cella.
"Hati-hati ya Kak" lanjut Cella
Sementara Aurel hanya tersenyum.Namun senyum Aurel yang terlihat tulus membuat Raffa merasa senang.
"Kamu memang pantasnya selalu tersenyum Rel" gumannya dalam hati.
Dalam perjalanan pulang di jalan yang tidak terlalu ramai.Raffa di kagetkan oleh seseorang yang dengan sengaja memepetnya lalu menendang motornya.
Raffa yang tak sanggup mengendalikan motornya pun jatuh terseret.
"Ciiiiiiiiiitttttttttttt" Sebuah mobil dari arah belakang mengerem dalam-dalam.Menghindari Raffa yang berada tepat di depannya.
Sang sopir yang ternyata seorang perempuan muda turun dengan wajah yang begitu panik.Posisi Raffa hanya beberapa senti tepat di bumper mobilnya.
"Ya ampun Tuhan semoga tidak terjadi sesuatu yang parah" gumannya dalam hati.
"Ka kamu gak apa-apakan?" ucap gadis itu seraya memeriksa Raffa yang masih terbaring.
"Emmmhhhh Alhamdulillah sepertinya saya baik kok" balas Raffa seraya berusaha berdiri di bantu gadis tersebut.
Raffa menjauhkan pandangannya sekilas ia melihat motor sport yang berhenti.pembawa motor itu menatap Raffa sesaat lalu segera tancap gas.
Beberapa orang yang membantu menepikan motor Raffa segera berlalu setelah melihat kondisi Raffa.
Tinggal ia dan gadis itu yang masih di tempat itu.
"Mas nih di minum dulu" ucap gadis itu menyerahkan botol air mineral.
"Makasih ya" balas Raffa seraya membuka helmnya.
Saat mata mereka saling memandang,sama-sama dapat melihat wajah masing-masing dengan jelas.Keduanya pun terpana.
"Ehhh mas apa perlu ke rumah sakit" tanya gadis itu.
"Gak perlu kok,cuma luka kecil aja sama pegal nanti juga sembuh" balas Raffa.
"Ehh Mba makasih bantuannya ya,saya duluan" ucap Raffa beranjak menuju motornya dengan sedikit terpincang.
"Yakin gak apa-apa mas" seru Gadis itu masih merasa cemas.
Raffa hanya membalas dengan anggukan dan acungan jempol.Lalu Raffa pun segera meninggalkannya.
Gadis itu terus menatap Raffa yang semakin menjauh dengan tersenyum lega.
__ADS_1
"Semoga kamu baik-baik saja" gumannya lalu meninggalkan tempat itu.
[[ BersambunG ]]