Hati Sang Penakluk

Hati Sang Penakluk
73.Pencarian


__ADS_3

"Aurel! ayo sarapan dulu sayang" panggil Ny Ariana.


"Iya Mih, ini Aurel turun" balas Aurel lalu menghampirinya.


"Cerah banget anak mami, gimana kabar kamu? apa masih ada yang terasa?" tanya Ny Ariana.


"Aku baik Mih, baik banget malah" balas Aurel lalu memeluk seraya mencium pipi maminya.


Tak lupa Aurel pun mencium pipi papinya dan juga Cella.Membuat Cella begitu kaget dengan sikap aneh kakaknya itu.


"Ish Kakak tumben banget cium-cium? keraksukan apa ya pagi-pagi gini!?" ucap Cella.


"Dih, di baikin protes di galakin apalagi.Kamu tuh maunya di gimanain sih" balas Aurel dengan senyum terus terkembang.


"Nah gitu pada akur enak kan di lihatnya? bener kata Cella kamu ini habis dapat apa sih Aurel, Mami perhatikan kamu bahagia banget?" goda Ny Ariana.


"Apa sih Mih, emang gak boleh kalau aku kelihatan semangat atau apa gitu" balas Aurel salting sendiri.


"Ya bukan begitu, tapi pasti ada sebabnya, iya kan?" desak Ny.Ariana seraya tersenyum.


"Palingan habis di ajak jalan Kak Adit Mih" ucap Cella sok tahu.


"Sembarangan aja ini anak belom gede, ga ada kamusnya ya sama Aditya, Weee" balas Aurel seraya menjulurkan lidahnya.


"Kalau bukan, terus sama siapa dong!? apa iya sama Kak Al?" ucap Cella makin penasaran.


"Apaan sih Cell kepo banget deh, makan dulu tuh keburu kabur nanti ayamnya" balas Aurel.


"Jadi anak Mami ini lagi jatuh hati ceritanya? pantes saja kelihatan semangat" goda Ny Ariana.


"Ihh Mami biasa aja juga kali, tiap hari pun Aurel selalu semangatkan? hehe" balas Aurel sedikit terkekeh.


"Tapi ingat Aurel Papi minta kamu jangan sembarangan bergaul, apalagi sama anak bernama Al itu! bisa-bisa kamu celaka lagi" ucap Tn Hernand setelah lama berdiam diri.


"Emang kenapa sih Pih? lagian kemarin juga bukan salahnya kok, itu memang Aurel aja yang sengaja mau menolongnya" balas Aurel membela.


"Justru itu, ngapain harus sampai mengorbankan diri kamu seperti itu.Papi yakin anak itu bukan orang baik-baik buktinya ada banyak yang mau nyelakain dia" ucap Tn Hernand begitu yakin.


"Papi salah, justru dia orang paling baik yang Aurel kenal, kalo Papi sudah mengenalnya Papi akan tahu sendiri dia seperti apa orangnya" balas Aurel mencoba meyakinkan.


"Sudah jangan membelanya, Papi cuma gak mau lagi ada kejadian seperti kemarin" ucap Tn Hernand menekankan.


"Tapi Pih Kak Al orangnya bener-bener baik, kalo ada yang jahat juga karena sirik aja sama Kak Al.Cella yakin yang jahatinnya pasti dendam karena kalah main basket, gak terima tuh Kak Al juara ke satu" ucap Cella sok yakin.


"Ini Lagi anak kecil tahu apa sih kamu.Pokoknya Papi gak mau denger lagi kalian bahas si Al itu, ingat jauhin anak itu!" Tn Hernand bersungguh -sungguh.


"Aurel udah selesai, permisi" ucap Aurel lalu beranjak ke kamarnya setelah meminum air putihnya.


"Cella juga, Papi gak asik" ucap Cella lalu menyusul sang kakak.


"Aurel! Cella! habiskan dulu makanannya!" seru Tn Hernand.


"Udah Pih kenapa sih mesti keras gitu sama anaknya, apa gak lihat perubahan Aurel? Mami ngerti maksud Papi tapi liat Aurel yang ceria gitu Mami gak tega kalau Papi kerasin dia" ucap Ny Ariana membujuk.


"Emang Mami siap kalo Anak kita celaka lagi" balas Tn Hernand pendek.


"Ya enggak Pih, tapi kita bisakan cukup nasihatin Aurel untuk lebih berhati-hati" ucap Ny Ariana.


"Pokoknya Papih gak mau ambil resiko, semua juga untuk kebaikan anak kita Mih" balas Tn Hernand bersikukuh.


Sementara di kediaman Rama nampak Raffa yang terlihat gelisah.Setelah beberapa lama termenung ia pun menghubungi seseorang.


"Assalamuallaikum Bro"


"Waalaikumsalam Boss, ada apa nih tumben pagi-pagi udah telepon" balas Ferdy.


"Sorry Bro, gue cuma mau minta tolong, masalah kedai gue percayakan sama lo, ada masalah lain yang harus gue urus" pinta Raffa memohon.


"Siap Boss nanti kalo ada info apapun gue langsung kabarin" balas Ferdy.


"Thank ya Bro" ucap Raffa


Hari itupun Raffa lalui tanpa kegiatan berarti.Hanya beberapa kali video call dari Aurel yang membuatnya sedikit bersemangat.

__ADS_1


Hingga malam datang membawa kedamaian tapi tidak untuk Raffa yang begitu gundah.Awal pencariannya akan di mulai malam ini.


"Al apa lo sudah siap?" tanya Violet.


"Masuk aja Vi, gak di kunci" balas Raffa.


Tak lama Violet masuk tanpa sedikit pun rasa canggung.


"Narsis amat Al ngaca mulu" ucap Violet terlihat geli.


"Sedikit gak sabar buat tampil seperti ini Vi" ucap Raffa seraya menggerakan kedua tangannya.


"Hemhh, pasti berat buat lo ya Al? kamu tunggu sampai kita temukan orang yang paling bertanggung jawab itu" balas Violet menghibur.


"Semoga saja malam ini pencarian kita gak sia-sia Vi" ucap Raffa lalu di bantu Violet ia pun merapikan pakaiannya.


Tanpa berlama-lama mereka berangkat menuju satu klub malam yang biasa di datangi berandalan mobil speed demons.


Raffa cukup terkejut dengan susana tempat yang sangat luas dengan banyak mobil mewah terparkir.


"Kita parkir di basement saja Al, ingat sebelum gue kasih lo perintah sebaiknya diam di mobil, mengerti!" ucap Violet serius.


"Baiklah Vi" balas Raffa terlihat terpaksa.


Setelah mendapat tempat parkir yang cukup strategis Violet segera melompat ke bangku belakang.Violet terlihat sibuk berganti penampilan.


"Jangan ngintip! gue cuma takut lo gak tahan lihat tubuh gue" ucap Violet menggoda.


"Kalau gak tahan udah dari kemaren-kemaren kali gue pacarin lo Vi" balas Raffa kesal.


"Oh jadi kamu mau pacarin aku Al! hehe manis banget sih kamu" ucap Violet makin jadi.


"Hadeuh, ngeselin lo Vi" balas Raffa.


"Gue kerja dulu, lo cukup perhatikan area parkiran, semoga aja ada mobil yang lo kenali.Bye baby" ucap Violet seraya mengedipkan matanya.


Raffa begitu terkejut Violet berubah menjadi gadis cantik berambut panjang juga sexy.Tank top pendek di balut baju panjang transparan dengan bawahan rok ketat pendek di padu heels.


Sesampainya di ruang yang penuh sesak juga musik yang sangat keras Violet terus memperhatikan tempat di sekitarnya.Hingga ia memutuskan duduk di sebelah meja yang di isi beberapa laki-laki beratribut speed demons.


"Hai cantik sendirian saja mau di temenin?" tanya seorang laki-laki berjaket speed demons.


"Oh silahkan, masih kosong kok" balas Violet dengan tersenyum.


"Minumnya nih" tawar laki-laki itu seraya menarik Violet ke pangkuannya.


"Ish kamu ini nakal juga" ucap Violet seraya mencengkram lembut pipinya seraya dengan cepat satu tangan lain memasukan obat dalam minumannya.


Tak lama mereka mengobrol laki laki itu terlihat sedikit mabuk.Hingga akhirnya Violet membawnya ketempat yang lebih pribadi.


"Dih Abang gimana sih belum apa-apa dah mabuk" seraya menyandarkan lelaki itu di pangkuannya.


"Cuma dikit aja kok sayang" balasnya merangkul pinggang Violet.


Sementara di parkiran Raffa begitu merasa bosan hingga satu mobil berhenti tidak jauh dari tempatnya.Beberapa orang pun keluar lalu berjalan melewatinya.


"Pokoknya malam ini kita senang-senang bro" ucap salah seorang dari mereka.


"Itu pasti brader, uang dari pekerjaan gue kemarin pun masih banyak" balas orang berperawakan kurus.


"Deghh" tiba-tiba dada Raffa berdebar kencang.


"Sial suara itu! kenapa gue bisa melupakannya" ucap Raffa kemudian mencoba menyusul orang tersebut setelah mengambil gambar mobil mereka.


Setelah yakin orang tersebut menuju kemana, Raffa dengan cepat berlari melewati tangga dan masuk ke klub malam tersebut.


Ketika Raffa terlihat celingukan seseorang menahan tangannya lalu menariknya.


"Kenapa Lo gak tunggu di mobil!" bisik Violet seraya memeluknya.


"Gue nemuin orang yang nyekap gue waktu itu, orang kurus dengan topi biru di balik dan tindik di alis" ucap Raffa sedikit risi di peluk Violet.


"Serius lo! tapi gerakan kita terbatas disini, kita ada di kandang mereka" ucap Violet lalu merubah posisinya.

__ADS_1


"Terus apa yang harus kita lakukan sekarang!?" tanya Raffa setengah berbisik.


"Lo tunggu di mobil, posisikan untuk siap pergi"


Tanpa basa basi lagi Violet segera mendekati targetnya.Sementara Raffa kembali ke mobilnya.


Saat menuju Lift tiba-tiba Raffa bersenggolan dengan seseorang yang berjalan bertiga.


"Woy kalau jalan pake mata lo sialan!" herdiknya


"Lo! bukannya lo harusnya mampus sama orang-orang itu!?" ucap satu rekannya.


"Maksud lo apa gue harusnya mampus!?" balas Raffa terkejut.


"Hei jaga sikap lo anak kecil, lo ada di tempat yang salah!" seru rekannya yang lain.


Namun tatapan Raffa terus tertuju pada orang yang berdiri paling kiri,


"Gue tanya sama lo lagi, apa maksud ucapan lo tadi!? siapa yang mau gue mampus, hah!" tanya Raffa seraya mencengkram bajunya.


"Minta di ajarin sopan santun nih bocah cacat!" ucap orang paling kanan lalu melayangkan pukulan.


Setelah mendorong orang yang di cengkramnya Raffa mengelak seraya mengirim satu tendangan ke paha luar orang itu, seketika ia pun ambruk.


"Beraninya lo bocah!" ucapnya rekannya lalu menyerang Raffa membabi buta.


Dengan cepat Raffa menepis semua serangannya dan di satu momen dengan cepat Raffa melakukan tendangan berputar ke arah rusuknya.


Melihat kedua temannya ambruk menahan sakit sontak membuat orang itu naik darah.


"Sekarang gue yang bakal bikin lo mampus sialan!" ucap orang itu lalu mengirin satu tendangan lurus ke arah Raffa.


Raffa menangkis dengan tangannya namun cukup terdorong beberapa langkah.Orang itu menyusul memukul tapi berhasil di tahan Raffa, ia pun melanjutkan dengan tendangan.


Raffa yang sudah siap menghalau dengan tendangan di susul dengan sapuan ke arah kakinya hingga membuatnya terjengkang.


"Katakan, siapa yang mau gue mampus!" seru Raffa seraya menghimpit tubuh orang itu dengan lututnya.


"Akhhh! lo cari saja sendiri!" balasnya.


"Katakan siapa sialan! atau gue hajar sampai lo gak bisa nikmati hari esok, heh!" ucap Raffa lalu mencekiknya lebih keras.


"Hukkhh, Akhhhhh, lo telah salah berurusan, ehhhh lo udah ganggu orang penting ... speed ..." belum selesai ia berucap seseorang nampak memanggil rekannya yang lain.


"Guys, ada yang rese di lorong menuju lift, dia berani ngusik anak-anak!" ucapnya seraya meringis menahan sakit di pahanya.


"Mati lo sialan, bentar lagi semua anggota genk bakal ngabisin Lo!" ucap salah satu orang yang terus menahan sakit di rusuknya.


"Sialan! gak mungkin gue ngadepin orang sebanyak itu dengan kondisi gue seperti ini" guman Raffa lalu dengan tergesa masuk lift.


Benar saja saat Lift belum sepenuhnya tertutup beberapa orang nampak berdatangan.


📨 "Vi, gue ngerusak suasana.Beberapa orang ngejar gue sekarang!" pesan Raffa


Sesampainya di basment Violet membalas pesannya.


📨 "Anak elang jalan naik daun hijau dua tangkai"


"Apaan sih Vi, gak jelas banget! situasi genting gini malah puisi"


Saat Raffa nampak kesal tiba-tiba satu motor sport dengan cepat berhenti di depannya.


"Naik buruan bocah!"


Tanpa pikir panjang Raffa segera naik dan sang pemotor itu pun langsung tancap gas meninggalkan tempat itu.


"Woi brengsek jangan kabur lo!"


"kemana tuh bocah perginya!?"


"Sudah gak usah di kejar, dia pasti sudah pergi jauh" ucap seseorang menahan rekan-rekannya.


"Lebih baik kita laporkan sama si Boss" ucapnya lagi.

__ADS_1


Para pengejar itu tampak begitu kecewa, penuh amarah mereka hanya mampu mengucap sumpah serapah.


[[ Bersambung ]]


__ADS_2