
"Masih sedih soal Aurel ya sayank?" tanya Ryo
"Iya yank,baru kali ini Aurel marah segitu besarnya sama aku.Udah aku coba segala cara dia tetep gak mau maafin aku" lirih Luna seraya menyandar pada bahu Ryo.
"Sabar ya sayank" ucap Ryo mengusap puncak kepala gadis itu.
"Cuma aku gak habis pikir yank, masa cuma karena si Al bawa mobil terus kamu temenan sama Alena, marah ampe segitunya" Ryo merasa janggal.
"Oh iya yank, coba lihat ini deh, kemaren Aurel nunjukin video, diem-diem aku kirim ke ponsel aku" ucap Luna seraya menunjukan video itu pada Ryo.
Mereka berdua pun dengan serius memperhatikan video tersebut.
"I ini, jangan-jangan ... " ucap Ryo tertahan.
"Jangan jangan apa?" selidik Luna
"Ehh anu itu ... " Ryo kembali tak bisa meneruskan ucapannya
"Kamu nyembunyiin sesuatu ya?" tanya Luna dengan tatapan yang dalam.
"Aduhh, eh beruntungnya aku punya istri cantik seperti kamu" sahut Ryo pura-pura.
"Udah tau kalo aku emang cantik.Gak usah akting deh kamu tahu sesuatu kan sayank?" ucap Luna seraya mengusap lembut pipi Ryo.
"Sekuat kuatnya Hulk, dia aja kempesnya ama perempuan" celetuk Ryo menyerah.
Mendengar itu Luna segera ancang-ancang untuk mencubit pinggang Ryo seraya memelototkan matanya.
"Iya iya sayangku, cintaku, kekasihku, istriku, calon ibu dari ... awwwwwwww sakittt" pekik Ryo.
"Mau lagi?" Tanya Luna seraya tersenyum menantang.
"Enggak ampun, iya aku bakal cerita tapi ada yang harus aku pastikan dulu sama si Al biar gak salah cerita"
"Janji ya? awas nanti boong aku buang cincinnya nih" ucap Luna lalu seakan mau melepaskan cincin pemberian Ryo.
"Jangan dong sayank kalo kamu buang aku cium nih" sahut Ryo memonyongkan bibirnya.
"Ish kamu genit" Luna lalu menahan bibir Ryo dengan tasnya.
Disaat yang bersamaan ponsel Luna berdering.Mereka pun nampak kembali terlihat serius.
"Alena" ucap Luna tertahan.
"Angkat aja sayank lagian gak semuanya salah dia.Secara Alena mana tahu soal Aurel, iya kan?" sahut Ryo berpendapat
Sementara itu di toilet kampus seorang gadis nampak panik,
"Tolong Mas, tolong teman saya" ucap gadis itu
"Ada apa Mba? kenapa temannya?" ucap Raffa.
Raffa yang baru saja dari toilet pun hanya pasrah mengikutinya ke arah toilet wanita.
"Ini temannya kenapa Mba" tanya Raffa setelah masuk kedalam namun aneh tak ada siapa pun di tempat itu.
Sedikit was was ia mendekati gadis yang sepertinya pingsan terduduk di closet tersebut.
Raffa mencoba memeriksa nafas gadis itu dengan jarinya namun,
"Astagfirullahaladzim" pekik Raffa lalu memalingkan wajahnya saat melihat baju atasan gadis itu terbuka hingga memperlihatkan sebagian besar dadanya"
Pakaian gadis itu memang terlihat minim dan serba ketat.
Tak ingin kondisi itu berlanjut, Raffa segera membuka kemejanya.
Saat ia akan menutupi gadis itu dengan kemejanya tiba-tiba gadis itu terbangun dan berteriak,
"Tolong, tolong, tolong!" jerit gadis itu dengan keras.
"Loh Mba tenang, saya di sini mau menolong" sahut Raffa panik.
Tak berapa lama tempat itu sudah penuh dengan orang yang mendengar teriakan itu.
__ADS_1
"Ada apa ini? ngapain lo ada di toilet perempuan!" seru salah satu Mahasiswa dengan menatap tajam Raffa.
"Tolong, saya di lecehkan" lirih gadis itu terisak seraya bergaya seolah korban.
"Aduh Mba saya mau nolong, tolong jangan salah paham" Raffa semakin panik.
"Ahh ngeles lo, lihat aja pakaian dia acak-acakan di tambah lo buka baju, mau ngapain lo!?" sahut yang lain dengan nada tinggi.
"Gile lo mesum siang-siang, di kampus lagi!" tambah mahasiswa lain seraya menunjuk nunjuk Raffa.
Beberapa orang pun dengan segera menarik Raffa dan mencekalnya bagai maling yang tertangkap.
"Bener itu yang terjadi?" ucap mahasiswa yang paling depan pada gadis itu.
"Hik, iya dia melecehkan saya, ini baju saya terbuka olehnya" sahut gadis itu lalu menunduk.
Tak ayal Raffa di perlakukan bagai kriminal, berita ini dengan cepat sampai pada ketua bem hingga dosen, akhirnya Raffa di seret menuju ruang dekan.
Kepanikan juga terjadi kala teman-teman Raffa menerima berita tersebut.
"Ryo, Ryo gawat, si Al kena masalah besar" seru Ryan.
"Ada apaan? gue denger juga ada kejadian di toilet katanya" sahut Ryo was was.
"Iya itu si Al, dia di tuduh berbuat mesum di toilet" jelas Ryan.
"Apa! serius lo." sontak Ryo terhenyak tak percaya.Begitu juga Luna.
"Ngapain gue bohong, dia di bawa ke ruang dekan, sekarang anak-anak udah kesana" balas Ryan.
Akhirnya tanpa buang waktu mereka menyusul ke tempat Raffa di bawa.Beberapa jam berlalu Raffa pun nampak keluar.
"Bebh apa yang terjadi sama lo sebenarnya?" tanya Ryo tak sabar.
"Oh itu orang omesnya, ini kampus bukan hotel woy" celetuk mahasiswa yang masih di tempat itu.
"Bisa diem gak lo, atau gue bikin diem selamanya lo!" seru Ryo serius.
"Bacot lo anjing, gue habisin lo bangsat!" bentak Ryo kalap lalu mencengkram leher orang tersebut.
"Ryo udah, tahan emosi lo"
Ryan, Arif juga Yogi segera memisahkan mereka.Ryo yang emosi terus meronta.Namun akhirnya Bisa di tahan Ryan dan Arif.
Mereka pun akhirnya menuju kantin.Tampak disana Vina,Luna juga yang lainnya sudah menunggu.
"Behb, sebenarnya gimana kronologi sebenernya" Ryo sudah begitu penasaran.
"Iya Al, kita di sini pasti bantu lo" sahut yang lain menimpali.
"Bener yang di bilang Bang Andre, gue terlalu naif dan bodoh" Ucap Raffa menghela nafas dan nampak masih syok.
"Behb lo ngomong apa sih?" jawaban Raffa membuat Ryo terperangah.
"Kota ini sepertinya gak mau gue ada di sini" Selesai berucap Raffa pun beranjak pergi.
"Al mau kemana lo" ucap Ryo makin was was.
Tanpa menghiraukan ucapan mereka Raffa terus berjalan.Ryo memberi kode untuk membiarkan dia sendiri yang menemaninya.
Baru beberapa langkah berjalan Raffa berpapasan dengan Aurel yang hendak ke kantin.Tanpa menahan diri Aurel berkata,
"Makin terbukti belangnya, sekali bejat tetap bejat, sehebat apapun lo tutup tutupi, cih" ucap Aurel seraya mendecih.
Dengan tatapan dingin nan kosong Raffa membalasnya,
"Non sudah tau siapa saya dan seperti apa saya, mulai sekarang bisakah Nona membiarkan saya sendiri?" ucap Raffa dingin dan datar.
Mendapat jawaban seperti itu Aurel terpaku membeku.Seakan Raffa memintanya menghilang dari hidupnya.
"Rel gue minta maaf kalo ada salah sama lo, terserah lo mau maafkan atau engga.Lo akan sering lihat gue sama Alena karena Raffa" ucap Luna lalu meninggalkan kantin di ikuti semua temannya yang lain.
Aurel hanya mampu menatap kepergian Luna dan yang lain, ia merasa seakan dunia memusuhinya.
__ADS_1
Sementara Raffa sendiri nampak selesai shalat Ashar.Dengan begitu khusu ia memanjatkan Do'a,
"Wahai Yang Maha Abadi, Wahai Yang mengurus makhluk makhluk-Nya secara terus menerus, aku memohon pertolongan dengan rahmat-Mu,"
Raffa pun melanjutkan do'anya dengan terisak dan air mata yang bercucuran.
"Ya Allah tak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah, dan yang sulit bisa Engkau permudah bila Engkau kehendaki mudah,"
"Ya Allah, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, supaya mereka bisa mengerti perkataanku."
Ryo yang menemani begitu teriris hatinya melihat kepedihan yang sahabatnya rasakan.Setelah melihat Raffa menutup do'anya ia segera mendekatinya.
"Al, sekarang apa yang akan lo lakukan" tanya Ryo menghela nafas.
Setelah mengusap wajahnya berkali kali Raffa akhirnya buka suara,
"Gue mau pulang kampung Yo" lirih Raffa lalu beranjak keluar.
Ryo yang sudah tidak bisa berkata apapun hanya terdiam lalu mengikutinya.
"Gue harap masalah lo segera selesai dengan baik, gue ngerti lo butuh waktu sendiri,lo lakukan yang menurut lo baik gue pasti dukung lo" ucap Ryo seraya menepuk bahu sahabatnya itu.
"Thank atas pengertian lo Yo" sahut Raffa lalu tersenyum kecil.
Hingga mereka pun sampai di area parkir kampus.Nampak Leon yang sengaja menunggunya.
"Wih, Artis baru kampus kita apa kabarnya? sukses bikin viral nih" ledek Leon begitu tengil
"Nanti nanti kalo lagi gatel, hotel masih banyak kali, main kok di toilet hahaha" ucap Leon begitu puas lalu pergi begitu saja.
"Tunggu sampai gue punya alasan buat habisin lo tikus" guman Ryo begitu geregetan.
Tak jauh dari area parkir Luna begitu senang melihat kedatangan Alena,
"Alena" ucap Luna lalu menyambutnya.
"Luna, Raffa nya mana?" Alena terlihat khawatir.
"Sebentar aku coba tanya Ryo ya" Luna segera menghubungi Ryo.
"Hallo sayank, kamu dimana?" ucap Luna.
"Iya sayank aku di parkiran,eh ini aku bisa lihat kamu, arah kiri kamu yank" sahut Ryo seraya melambaikan tangan.
Luna besama yang lain pun lalu menghampiri Ryo.
"Raffa kamu gak apa-apa?" tanya Alena begitu khawatir.
"Alena?" Raffa terkejut saat melihatnya.
"Guys gue duluan ya, yuk Alena" Raffa pun segera menuntun Alena ke mobilnya.
Sepeninggal Raffa, Luna dan beberapa temannya kembali bertanya pada Ryo.
"Sayank gimana si Al?" tanya Luna
"Iya Yo gue khawatir banget" lanjut Ryan.
"Si Al mutusin pulang kampung, sepertinya dia butuh waktu untuk sendiri" sahut Ryo tak semangat.
"A...apa!?"
teriak mereka bersamaan.
Sementara tanpa mereka sadari Aurel memperhatikan mereka dengan hati yang campur aduk.
"Kenapa malah seperti gue yang jahat,si Luna juga gak biasanya berani ngelawan gue" guman Aurel dalam hati.
[[ Bersambung ]]
Bagaimana nasib Raffa selanjutnya?
Stay tuned gess 😁
__ADS_1