
Setelah kejadian semalam Raffa terlihat tidak tenang.Berbagai pertanyaan terus berkecamuk dalam pikirannya.
Selain kepingan puzzle yang masih harus ia temukan dan pecahkan.Rasa khawatir akan keadaan Violet pun sangat mengusiknya.
"Kabar Violet gimana ya? semoga dia baik-baik saja" guman Raffa nampak termenung di ruang tengah.
"Kusut amat jagoan kita ini" ucap seseorang dengan nada meledek.
"Vi!?" kejut Raffa yang reflek menoleh lalu beranjak memeluknya.
"Syukurlah lo baik-baik aja, gue khawatir lo kenapa-napa?" ucap Raffa begitu lega.
Violet begitu terkejut dengan sikap Raffa yang begitu hangat.Lama sudah ia tak merasakan pelukan seseorang yang mengkhawatirkannya.
"Gue baik-baik aja kok Al" ucap Violet seraya membalas pelukannya.
"Sorry ya Vi, gue mengacaukannya" ucap Raffa merasa tak enak.
"Its ok Al, lo bikin semuanya malah tambah mudah.Btw saking sayangnya lo sama gue ya? betah amat meluk gue ampe gak bisa nafas gini" balas Violet seraya menggoda Raffa.
"Astagfirullah! maaf Vi gue jadi terbawa perasaan" ucap Raffa lalu melepaskan pelukannya.
"Hehe gimana gak baper, gue cantik gini, ya kan Al?" goda Violet seraya menyibakan rambutnya.
"Hadeuh, nyesel gue khawatirin lo!" ucap Raffa sebel.
Walau Raffa gak bisa bohong Violet aslinya memang cantik.Hanya saja tiap hari ia sengaja dandan ala kutu buku.
"Hehe lo makin manis kalo ngambek gitu" ucap Violet makin jadi.
"Tau ah malesin lo Vi" balas Raffa seraya beranjak ke kamarnya.
"Jangan lupa Al, banyak banget yang harus kita bahas nanti" ucap Violet.
Raffa hanya mengangkat tangannya lalu hilang di balik pintu kamarnya.Baru saja ia merebahkan tubuhnya, tiba-tiba ponselnya berdering.
"Assalamualaikum" ucap Raffa semringah saat menerima video call dari Aurel.
"Waalaikumsalam sayang, kamu dimana? aku pengen ketemu, kangen" balas Aurel seraya menggigit jarinya malu-malu.
"Iya sama, maaf ya sayang belakangan ini aku agak sibuk jadi gak punya waktu berdua sama kamu" ucap Raffa tanpa sadar tangan kirinya lupa di sembunyikan.
"Sayang kita ketemuan ya, aku tunggu di kafe rumah biru, sekarang ya?" ucap Aurel begitu tak sabar.
"Eh sayang!? ka, kamu sembuh!?" tanya Aurel terkejut saat melihat Raffa menggunakan tangan kirinya sebagai bantal kepalanya.
"Sembuh!? aku gak sakit kok sayang, tuh aku baik gak kurang satu apapun" balas Raffa lalu bangun dari tidurnya.
Hingga akhirnya Raffa tersadar ia melupakan satu hal penting yang seharusnya ia sembunyikan.
"Ehh, maaf sepertinya efek miror nih makanya kaya gitu, ponselnya aku senderin di paha aku hehe" ucap Raffa beralasan.
"Oh gitu, ya udah aku siap-siap dulu ya sayang, sampai nanti muachhh" ucap Aurel seraya mencium layar ponselnya.
"Ih di tutup langsung" guman Raffa walau sedikit lega Aurel berhenti membahas lengannya.
Selesai merapikan diri dengan menggunakan taksi online Raffa pun akhirnya sampai di tempat yang mereka janjikan.
"Hai, maaf aku telat ya?" ucap Raffa seraya duduk di sebelah Aurel.
"Gak kok aku juga baru sampai, seneng banget bisa ketemu kamu" balas Aurel tanpa segan memeluk kekasihnya itu penuh sayang.
"Aku juga seneng banget, kabar kamu gimana cantik?" ucap Raffa seraya merapikan rambut Aurel.
"Aku baik gak baik, sepertinya papi aku gak setuju sama kita" balas Aurel terlihat murung.
"Ohh gitu, aku sih bisa mengerti sayang, saat di rumah sakit aku ketemu papi kamu dan ia mengusir aku saat itu" ucap Raffa seraya tersenyum.
"Apa!? beneran kaya gitu? gimana dong sayang, pokoknya aku gak mau pisah sama kamu" Balas Aurel penuh harap.
__ADS_1
"Aku juga gak mau, tapi aku janji satu hal sama kamu, aku akan perjuangin hubungan kita, gimanapun caranya aku akan yakinkan papi kamu" ucap Raffa seraya membelai mesra pipi Aurel.
"Makasih ya sayang, makin padamu deh" balas Aurel begitu haru.
"Iya sayang" ucap Raffa seraya mengecup puncak kepala Aurel.
"Mau lagi, di sini" ucap Aurel begitu manja.
"Idih mulai ya minta nambah.Muachh" balas Raffa lalu mencium kening Aurel.
"Aku tinggal sebentar ya, mau ke belakang dulu" lanjut Raffa.
Tak lama ia pun beranjak menuju toilet.Setelah beberapa saat di dalam Raffa pun keluar lalu merapikan diri.
"Deuh pake lepas segala ni tali sepatu" guman Raffa lalu berusaha membetulkannya.
Sedikit kesulitan Raffa pun mengikat tali sepatunya dengan kedua tangannya.Tanpa sengaja seseorang memperhatikannya.
"Sayang!? kamu!?" kejut Aurel yang tak sengaja hendak masuk ke toilet.
"Sayang! kamu di sini juga!?" ucap Raffa reflek menarik masuk tangan kirinya kebalik pakaiannya.
"Kamu jujur sama aku, aku gak salah lihat lagi kan? gak mungkin tadi itu efek miror ya kan!?" tanya Aurel begitu meminta jawaban.
Raffa terdiam mencoba menyusun kata-kata yang tepat untuk membuat Aurel mengerti.Hingga akhirnya Raffa mengajaknya ke tempat yang lebih pribadi.
Sementara di tempat lain seorang gadis cantik nan sexy nampak menunggu seseorang.
"Hai sist, dah lama nunggu?" tanya laki-laki bernama Boil.
"Ehh, lumayan sih dah habis satu cup kopi nih" balasnya tersenyum genit.
"Sorry ya tadi jalanan sedikit macet, jadinya agak telat" balas Boil santai.
"Gak masalah kok, duduk deh aku pesenin makan dulu ya" ucap Violet menawarkan.
"Gak usah deh, gak asik di sini cantik, lebih baik kita cari tempat yang lebih enak buat berduaan" balas Boil dengan senyum anehnya.
"Gue gak peduli lo siapa, sebaiknya gue ikutin kata-kata anak-anak supaya hati-hati sama lo" guman Boil dalam hatinya.
Mereka pun beranjak pergi menuju tempat yang Boil mau.Violet sendiri nampak tenang tanpa terlihat takut sedikitpun.
"Lo kira gue bodoh ya, lo kirim orang buat ngintai gue sejak dari kafe tadi dan mungkin tu orang udah nunggu gue di tempat pilihan lo ini" guman Violet penuh perhitungan.
Benar saja Boil sengaja membawa Violet ke sebuah hotel.Entah apa yang Boil rencanakan untuknya.
"Kok kita kesini sih, masih sore loh? masa udah mau istirahat lagi" tanya Violet seraya tersenyum manis.
"Ya gak apa-apa kan? jadi waktu kita berduaan semakin panjang"
Sesampainya di kamar yang cukup besar Boil tanpa malu lalu memeluk Violet dari belakang.
"Hari ini cuma milik kita berdua sayang" ucap Boil seraya mencium rambut Violet.
"Eh, aku mandi dulu ya biar wangi, biar kamu makin suka" ucap Violet lalu membuka kemeja lalu celana panjangnya.
Boil sendiri lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur.Sementara Violet beranjak menuju kamar mandi yang sedikit berjauhan dari tempat tidur.
"Benar dugaan gue dua orang itu ada di kamar ini" guman Violet.
Saat Violet menuju kamar mandi ia mampu melihat sebuah bayangan di balik pintu.Saat Violet masuk benar saja seseorang menyergapnya.
Dengan cepat Violet merunduk lalu bergeser kebelakang lalu membekapnya dengan kain yang sudah mengandung cairan pembius.
"Satu kena tinggal satu lagi, baru gue urus lo sialan" guman Violet.
Setelah cukup bisa menyembunyikan satu anggota Boil yang pingsan Violet lalu keluar dari kamar mandi.
"Mati lo ******!" setengah berbisik seseorang memiting Violet dari belakang.
__ADS_1
"Heemmpp" pekik Violet tertahan.
Dengan sedikit kesulitan Violet mengambil sesuatu dari balik bra-nya.Setelah berhasil membuka penutupnya ia tak ragu langsung menyuntikannya.
"Akhhh, lo apain gue ******!" pekik orang itu sedikit kesakitan.
"Tenang saja ganteng, itu cuma sesuatu yang bisa bawa lo ke surga" balas Violet lalu membuka kuncian orang itu yang mulai melemah.
"Oyy ada apaan itu ribut-ribut!" teriak boil seraya menghampiri ke arah Violet.
"Eh, gak ada apa-apa kok sayang" ucap Violet lalu menghadang Boil agar tak curiga.
"Yakin gak ada apa-apa?" balas Boil celingukan ke arah kamar mandi.Ia sedikit kaget Violet bisa bertahan.
"Iya gak ada Apa-apa, yuk kita teruskan acara kita di tempat tidur" ucap Violet menggoda.
"Lo gak bisa bodohin gue lagi sialan" guman Boil seraya tersenyum lalu membopong Violet menuju tempat tidur.
Dengan cepat Boil menidurkan Violet lalu menghimpitnya dari atas.Benar-benar membuat Violet sulit untuk bergerak.
"Cantik lo diem ya kita nikmati momen indah ini berdua" ucap Boil lalu bergerilya di area leher Violet.
Violet mencoba bertahan tanpa melawan hingga tanpa di duga Boil berhasil memborgol satu tangannya.
"Diam ya sayang biar ini makin menarik" ucap Boil lalu memasang borgol ke tangan Violet yang lain.
"Kasar amat sih mainnya, cowok kok gak lembut sama cewek cantik kaya aku" balas Violet tak sedikitpun terlihat panik.
"Udah gak usah lo akting lagi, siapa sebenarnya lo hah!" seru Boil seraya mencengkram pipi Violet.
"Akting gimana sih, kamu ngomong apa? kalo emang gak suka lebih baik lo pulangin gue!" balas Violet.
"Haha masih bisa lo becanda, terima ini!" seru Boil melayangkan tamparan namun Violet menahan dengan borgol di tangannya.
"Akhhh" pekik Boil merasakan sakit di telapak tangannya.
Tanpa buang kesempatan Violet menarik kakinya lalu menghujamkan ke arah perut Boil.Saat boil terjatuh kelantai dengan cepat Violet bangun.
Boil yang tak mau kalah pun segera bangun lalu melayangkan pukulan.Violet menunduk lalu menyelinap ke belakang Boil.
Setelah Violet mengalungkan lengannya di leher boil ia menyusul menendang kedua kaki Boil hingga ia di buat berlutut.
"Satu yang harus lo inget, gak semua cewek itu lemah!" ucap Violet lalu mencekikan borgol di lengannya.
Tak berapa lama Boil pun pingsan dan Violet nampak menghubungi seseorang.Hingga dua orang berpakaian pegawai hotel membawa Boil pergi.
"Kalian pintar juga bisa secepat ini tahu kalo gue ngincer kalian, tapi sayang gue lebih bisa baca gerak gerik kalian" Ucap Violet seraya merapikan dirinya lalu beranjak pergi.
Saat Violet sampai di lobi hotel nampak beberapa orang masuk ke dalam hotel begitu terburu buru.
"Sialan jadi dia manggil rekan-rekannya yang lain" ucap Violet lalu bersembunyi ke sebuah ruangan.
Bukan Violet kalau tanpa persiapan.Dengan santainya ia merubah penampilannya menjadi gadis kutu buku.
Setelah merasa aman Violet memilih menggunakan jalan keluar lain dan berhasil menjauh dari hotel tersebut.
"Hei lo berhenti!" teriak seseorang yang melihatnya.
"Iya saya bang!?" balas Violet.
"Lo lihat orang ini keluar dari sini atau ketemu di sekitaran sini gak!?" tanya orang itu seraya memperlihatkan ponselnya.
"Maaf Bang, saya gak pernah lihat, ini aja saya lagi cari adik saya malah nyasar" balas Violet terlihat sedih.
"Akhhh dasar bego lo, percuma gue tanya sama orang oon kaya lo, sana pergi!" bentak orang itu kesal.
Violet pun pergi dengan senyum puas yang terkembang lalu nampak mengirim pesan pada seseorang.
📨 "Tamu penting dalam perjalanan menuju tempat pesta.Acara pembuka siap di gelar"
__ADS_1
[[ Bersambung ]]