Hati Sang Penakluk

Hati Sang Penakluk
30.Penjelasan


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang Raffa terlihat begitu gusar.Dia tidak menyangka,begitu banyak kejutan tak terduga menimpanya.


"Heehhhh semoga saja gue bisa melewati semua ini" guman Raffa penuh harap.


Sesampainya di rumah,tepatnya di coffee shop yang cukup ramai.Nampak Ryo yang memang telah menunggunya.


"Hey Yo,lama nunggu lo" sapa Raffa seraya duduk satu meja dengannya.


"Belum terlalu lama juga sih,baru sekitar 30menit lebih lah Behb" sahut Ryo.


"Ya sudah kita ngobrol di dalam saja Yo biar lebih enak" ajak Raffa yang memang butuh teman berbagi pula.


Saat mereka beranjak Ferdy dengan segera menahannya.


"Eh Boss sorry dari kemaren susah banget ngehubungi lo"


"Hehe maaf,kemaren memang agak sibuk gue.Apa ada sesuatu Bro?" tanya Raffa.


"Gue cuma mau bilang kemaren ada cewe nyariin lo,kayanya sih penting banget.Kalo gak salah namanya Alena" cerita Ferdy.


Ucapan Ferdy membuat Ryo sedikit terkejut juga bertanya tanya.Namun ia memilih diam toh Raffa akan segera bercerita.


"Oh iya Bro,gue udah ketemu dia kok.Thank ya,gue ke kamar dulu"


Ferdy hanya mengangguk tanda mengerti.lalu kembali ke mejanya.Sementara Raffa bersama Ryo pun segera masuk.


"Sorry Behb gue bukan mau maksa lo,gue cuma khawatir lo dalam masalah"


"Iya gue tau,lagian gue sendiri memang butuh tempat buat berbagi"


Raffa pun membereskan perlengkapan kuliahnya lalu duduk menyandar.


"Jadi gini Yo,awalnya sepulang dari pesta Aurel gue bersenggolan dengan pemotor.dari situ semuanya makin melebar"


Lalu Raffa menceritakan bagaimana ia terus di ganggu oleh pemotor tersebut hingga bertemu dengan Alena pertama kali.


"Ampun,bisa bisanya lo slek sama gank motor itu" ucap Ryo seraya mengusap wajahnya.


Raffa pun hanya menarik nafas seraya tersenyum kecil.


"Terus hubungannya sama gadis itu gimana Behb?" tanya Ryo kembali.


"Soal Alena entah emang kebetulan atau takdir.Jadi malam sebelum gue gak kuliah,gue datang ke cafe tempat nongkrong mereka.Gue cuma gak mau nyawa gue terus terancam" Ucap Raffa.


Ryo terus menyimak dengan begitu seriusnya.


Lalu Raffa kembali melanjutkan ceritanya.Dari awal kedatangannya di Blackhouse cafe lalu insiden dengan Ben hingga pertolongan Alena yang membuatnya kecelakaan.


"Untungnya Bang Andre bantuin gue,kalo enggak gue mungkin gak akan bisa bawa Alena ke rumah sakit"


"Dari cerita lo,gue rasa si Andre itu bisa jadi ketuanya Behb"


"Mungkin" balas Raffa pendek.


"Lalu yang bikin lo gak kuliah, karena lo di rumah sakit?" sahut Ryo menebak.


"Begitulah,gue jagain Alena di rumah sakit,sebagai rasa tanggung jawab gue Yo"


"Terlebih papah Alena sendiri memintanya langsung.Tn Harry bahkan meminta gue untuk mendampingi Alena sampai benar-benar sehat"


"Tn Harry? kaya pernah denger gue" ucap Ryo.


"Lo tau Yo? tadi sore gue baru aja ketemu di perusahaan Adhitama"


"Whhaaaaattttt....serius lo? beneran lo baru dari sana?"


"Iya kuya,biasa aja sih heboh banget lo"


"Ya amplop Raffa,di sisi ini gue pengen banget bilang otak lo isinya apaan aja sih" seru Ryo begitu gemas.


"Dihh si kuya sembarangan banget kalo ngomong" sahut Raffa seraya melempar bantal.


"Tn Harry yang punya perusahaan Adhitama,termasuk pengusaha sukses yang di segani Behb.Jangan bilang lo juga gak tau siapa keluarga Aurel?" tanya Ryo ngetest


"Orang kaya pasti" jawab Raffa asal.

__ADS_1


"Aduhh hancur,punya temen gini amat,si amat aja gak gini.Keluarga Aurel gak jauh beda sama keluarga Alena,sama-sama pengusaha sukses.Beruntung banget lo bisa deket dengan salah satu keluarga itu" ucap Ryo menjelaskan.


"Ya gak gitu juga,ada satu malah yang jadi beban buat gue"


"Beban? maksudnya?" sahut Ryo merasa aneh.


"Cuma gue minta ini jadi rahasia kita berdua,kalo sampai bocor gue gak bakal maafin lo" ucap Raffa serius seraya menatap tajam Ryo


Melihat tatapan serius Raffa ia pun membetulkan posisi duduknya lalu berkata.


"Seserius itu masalahnya,ok gue janji demi persahabatan kita" balas Ryo juga dengan serius.


"Alena mau di jodohin sama anak rekan bisnis papahnya.Cuma papahnya gak akan maksa kalo dia punya pasangan"


"Ya terus hubungannya sama lo apa Behb?....gila ini,jangan lo bilang lo sama Alena....suara gadis yang pas gue telepon lo itu....Alena!?"


"Jangan kejauhan lo mikirnya kuya,gue sama dia cuma pacar pura-pura.Hanya untuk membatalkan perjodohan itu"


"Ampunnn ya Allah drama banget sih hidup lo Behb" Ryo berkata seraya menghempaskan tubuhnya kesandaran sofa dengan kedua tangan menutup wajahnya.


"Eh tapi Behb Alena kaya apa orangnya? cantik gak?"


"Deuhh mesum lo,liat sendiri nih"


sahut Raffa seraya membuka foto profil whatsapp Alena.


"Waduh gila ini sih Behb,mending lo jadi pacar benerannya.Belom lagi auto sultan lo dapet putri pengusaha kaya" ucap Ryo kompor.


"Heh tuyul gue bukan lo,bener-bener sembarangan kalo ngomong"


"Haha becanda doang aja sewot amat sih Bang.Untung bukan gue yang ngalamin ini hiyyyy" Ryo bergidig mengusap usap wajahnya seperti habis berdoa.


"Maksud lo apaan Malih?"


"Auto sakit gue kalo harus milih antara Alena atau Aurel.Untung hati gue udah penuh sama Luna" ucap Ryo malah larut dalam khayalnya.


Sekejap ucapan ngaco Ryo membuat Raffa termenung.Terbayang jika Aurel tahu soal Alena.Namun dengan segera Raffa menepis semua rasa khawatirnya.


"Ya sudah,gue masukin mobil dulu Yo" ucap Raffa tanpa sadar.


"Mobil? sejak kapan lo bawa mobil?" tanya Ryo terheran.


"Busyet beneran ini mobil lo" seru Ryo geleng geleng.Lalu ikut naik menyusul Raffa


"Menurut lo,gue abis jual ginjal gitu!? ini Tn Harry yang suruh buat antar jemput Alena"


"Pacar pura-pura aja dapat mobil,kalo pacar beneran bisa-bisa kapal pesiar kali Behb"


"Halu lo anjir" balas Raffa seraya menoyor Ryo yang malah terkekeh


Selesai memarkirkan mobilnya di samping rumahnya yang cukup tertutup,mereka pun kembali ke kamar.Raffa kemudian meminta Ryo untuk merahasiahkan semuanya.Ryo yang paham pun berjanji.


Tiba tiba mereka di kagetkan Ferdy yang nampak begitu panik.


"Boss....boss itu di depan...."


"Kenapa lo,kaya habis ketemu hantu aja?" sahut Ryo


"Ada apa sih ampe panik begitu" tanya Raffa


"Di depan Boss....ada yang nyari lo" ucap Ferdy masih terlihat panik.


"Emang siapa sih Bro?"


"Anggota gank motor yang lo bahas kemaren.Mereka kesini" jelas Ferdy


"Masa iya? ya sudah biar gue temuin" sahut Raffa berusaha tenang.


Raffa segera menuju ke depan di ikuti Ryo juga Ferdy.


Melihat siapa yang datang Raffa lalu tersenyum


Ryo dan Ferdy tetap terlihat tegang.


"Malam Bang,akhirnya mau juga mampir ke tempat saya" Raffa pun segera bersalaman seraya menganggukan kepalanya hormat.

__ADS_1


"Heh sikap lo tetep aja menyebalkan seperti gak pernah ada masalah saja" Sahut Andre seraya tersenyum tipis.


Membuat Ferdy juga Ryo semakin was-was.


"Kabar lo sama temen lo gimana bocah?" tanya Ivan.


"Alhamdulillah sudah membaik Bang.Oh iya mau minum apa Bang,saya siapkan"


"Apa aja yang menurut lo enak,kecuali buat dua tikus ini air kobokan juga bakal habis"


Kontan saja membuat Ryo menahan tawanya.


"Rese lo Bang,ngenes amat air kobokan" sahut Ivan gak terima, sementara Ben hanya tersenyum tipis.


Akhirnya Ferdy pun menyajikan empat kopi buatannya ke meja mereka yang telah duduk satu meja.


"Silakan dicicipi Bang" ucap Raffa.


"Sorry Raff gue kesini cuma mau bilang bahwa semua masalah dengan lo sudah di anggap selesai.Gue jamin gak bakal ada yang ganggu lo lagi" jelas Andre dengan serius.


"Alhamdulillah kalo begitu Bang,selama ini juga saya tau, ini cuma salah paham.Kemarin saya ke sana pun untuk menyelesaikan salah paham ini" balas Raffa.


"Soal motor lu tenang aja kita bakal tanggung jawab.Kita masih nyari solusi terbaiknya" ucap Andre menekankan.


"Soal itu gak apa-apa,emm saya sudah ikhlas kok,saya rela kehilangan motor sebagai gantinya saya dapat sodara baru yaitu Abang semua" sahut Raffa dengan tulus.


Jawaban Raffa tentu saja mengejutkan mereka semua.Tak di sangka yang mereka sebut bocah bisa bersikap sedewasa itu.


"Sial gue makin benci sama lo.Gue ingetin, baik boleh naif jangan.Lo tetap mesti hati-hati"


ucap Andre mengingatkan.


Raffa hanya tersenyum ia paham dengan ucapannya Andre.


"Woy Ben,bukannya lo mau ngomong sesuatu" ucap Andre seraya menggerakan telunjuknya ke arah Raffa.


Ben yang sedari tadi diam akhirnya membuka suara,


"Sorry Raff selama ini gue selalu bikin masalah sama lo" ucap Ben datar.


"Udah lupain aja Bang,semua sudah selesai.Kedepannya semoga aja kita bisa makin akrab" sahut Raffa


Ferdy dan Ryo pun merasa lebih tenang mendengar semuanya baik baik saja.


"Ok kalo gitu kita balik dulu,thank minumannya.Enak juga bikinan lo" Ucap Andre seraya menatap Ferdy.Lalu berdiri hendak beranjak pergi.


"Terima kasih Bang" balas Ferdy sedikit gugup.


"Nih Raff ambil saja kembaliannya"


"Ehh gak usah Bang,anggap aja promo" ucap Raffa


"Terima atau gue gak akan pernah balik kesini lagi" ucap Andre dengan begitu serius.


Raffa yang sedikit tersentak tidak kalah akal.Ia pun segera ke meja kasir lalu mengambil kembalian.


"Terima kembaliannya atau saya gak akan terima Abang di sini lagi" ucap Raffa tak kalah serius.


Kini Andre yang tercengang di buatnya.Ia pun mendekati Raffa lalu memegang puncak kepala Raffa.


"Bocah,lo berani ngancam gue ternyata" sahut Andre


Suasana pun menjadi tegang.


Ryo dan Ferdy terlihat waspada begitupun Ivan dan Ben.Namun dengan tangan yang lain Andre mengambil uang kembaliannya.


"Menarik juga lo bocah sok kuat" ucap Andre seraya tersenyum lalu mengacak-acak rambut Raffa.


"Gue pamit dulu Raff" Ucap Andre lalu meninggalkan tempat tersebut bersama Ivan dan Ben.


Ryo dan Ferdy begitu merasa lega saat mereka pergi.


"Nekat banget sih lo Boss,bikin gue jantungan aja" keluh Ferdy


"Gue kira bakal ada perang dunia disini" Ryo menimpali.

__ADS_1


Raffa hanya tersenyum senang.Baginya hari ini telah mendapat saudara baru.


[[ Bersambung ]]


__ADS_2