
Di satu pagi nampak seorang pria paruh baya tengah sibuk mengarit rumput hanya untuk pakan ternaknya.
Saat ia hendak berpindah ke tempat lain kakinya tersandung sesuatu.Pria itu begitu terkejut ketika tahu penyebab dirinya hampir terjatuh.
"Astagfirullahaladzim ma ... mayat orang!" seru pria itu langsung pucat.
Dengan penuh ragu ia menyentuh tubuh tersebut menggunakan ranting kayu.Hingga akhirnya pria itu memberanikan diri memeriksanya.
"Ya ampun masih muda, kenapa bisa ada di sini? apa ada yang sengaja mencelakainya?" guman pria tersebut penuh tanya.
Pria itu kembali memeriksanya lebih teliti,
"Ternyata masih hidup! sebaiknya aku bawa saja anak ini, kasihan sekali nasibnya" pria itu terkejut sekaligus lega.
Tanpa pikir panjang pria itu segera membawa pemuda yang tak lain Raffa dengan sepeda motor modifan menuju rumahnya.
"Bu! tolong siapkan air panas, perlengkapan mandi juga kotak obat-obatan" ucap Pak Salim.
"Loh buat apa Pak?" balas Ibu Emi.
"Ini Bu, Bapak nemuin anak muda terluka saat nyari rumput!" jelas Pak Salim.
"Ya Allah, kasihan sekali anak ini"
Kedua pasangan paruh baya itu pun akhirnya sibuk merawat Raffa dari membersihkan juga mengobati lukanya.
"Pak apa bapak tahu anak ini siapa?" tanya Bu Emi.
"Itu dia masalahnya Bu, Bapak gak nemuin tanda pengenal ataupun HP"
"Gimana baiknya ya pak? kasihan badannya panas, mana gak bisa Ibu kasih makan lagi Pak"
"Di kompres aja Bu, kasih minum madu sama balurin minyak kayu putih dan bawang merah.Kalau tetap panas baru kita pikirkan nanti" balas pak Salim.
Ibu Emi pun segera melakukan apa yang suaminya perintahkan.Dengan harapan kondisi Raffa bisa membaik setelahnya.
Sementara itu di tempat lain, seseorang yang baru saja tiba di coffee shopnya langsung bersimpuh begitu tak percaya,
"Ya Allah ya Tuhanku! apa yang sebenarnya terjadi!?" Ferdy bagai tersambar petir melihat kondisi kedai yang luluh lantak.
Selang beberapa saat Ferdy terpaku dengan mata yang berkaca-kaca.Sampai bayangan Raffa muncul di benaknya,
"Boss!?" dengan cepat Ferdy memeriksa ke dalam.
"Boss! Boss! semoga lo baik-baik aja" seru Ferdy terus berusaha mencari.
Saat tak melihatnya Ferdy mencoba menghubungi ponselnya namun hingga beberapa kalipun nomornya tidak aktif.
"Akhhh gak aktif, semoga lo baik-baik aja boss.Gue hubungi Ryo saja, semoga si boss sama dia" ucap Ferdy bermonolog.
Tak lama ia pun tersambung, Ferdy yang sudah tak dapat tenang langsung memberondong Ryo dengan banyak pertanyaa,
"Hallo Ryo lo sama si Boss gak!? ada masalah gawat di kedai, gue bingung mesti ngomong apa, lebih baik kalian ke sini deh"
"Woy ngebut amat gak pake salam segala, lagian si Al dari semalam udah pulang, dia gak sama gue" balas Ryo.
"Apaaa! serius lo!? akhhh ribet dah, dari tadi gue telepon dia gak aktif, lebih baik lo kesini Ryo, gue bingung mesti ngapain, buruan Yo, sekarang!" ucap Ferdy semakin panik
"Dihh santai dong, lo kenapa sih kaya mau lahiran aja pake panik begitu!?" sahut Ryo meledek.
"Gue lagi serius Yo, buruan lo kesini gak pake lama.Lo lihat pake mata lo sendiri nanti" ucap Ferdy kesal lalu menutup teleponnya.
Tanpa mereka sadari kejadian ini mulai jadi perbincangan di dunia maya.Berawal dari postingan instagram yang sepertinya pelanggan kedai.
"Hari kelabu dimana gue akan kehilangan salah satu tempat ternyaman bagi gue setelah rumah" tulisnya dengan foto kedai yang hancur tanpa lupa me-mention beberapa temannya.
Hingga kejadian ini pun mulai di ketahui oleh orang terdekat Raffa termasuk Rama yang tanpa sengaja melihatnya saat sibuk memainkan ponselnya.
Beberapa kali mencoba menghubungi Raffa selalu sia-sia.Tak ingin membuang waktu juga resiko Rama lalu menghubungi seseorang,
"Hallo Violet, saya sudah kirim semua datanya, saya butuh mata dan telinga.Saya ingin dalam 24jam anak elang sudah pulang ke sarang" ucap Rama penuh penegasan.
__ADS_1
"Di mengerti Lead, Violet segera menuju lantai dansa"
Rama mengakhiri panggilannya dengan perasaan yang campur aduk.Ia semakin yakin Raffa memiliki musuh yang berbahaya.
"Hei Ram, kamu kenapa kusut begitu?" tanya Tn Harry saat melihat Rama termenung di lobby hotel.
"Eh Pak, sebaiknya kita bicara di mobil saja" balas Rama terlihat serius.
Tak lama mereka pun sudah berada dalam mobil dan menjalankannya menuju rumah Ibu Aisyah.
"Maaf Pak ada berita buruk soal Raffa, Bapak silahkan cek link yang saya kirim" ucap Rama seraya terus menjalankan mobilnya.
"Astaga! i, ini beneran Ram!?" Tn Harry begitu terkejut sekaligus tak percaya.
"Saya belum mendapat konfirmasi dari Raffa, dia tak bisa di hubungi Pak.Namun saya sudah kirim Hans untuk memeriksanya" balas Rama.
"Siapa yang tega melakukan ini, terus apa menurutmu Raffa sendiri ikut jadi ... korban!?" tanya Tn Harry dengan nada menyangkal.
"Saya belum berani berasumsi Pak, kita harus menyelidikinya terlebih dahulu" balas Rama.
"Hemmh, bagaimana bila Bu Aisyah tahu soal ini, dia pasti sedih, apa kita harus memberitahunya Ram?"
"Kalau menurut saya, lebih baik cari waktu tepat untuk membicarakannya Pak"
Setelah beberapa saat mereka berdua sampai jua di kediaman Ibu Aisyah.
"Assalamualaikum" ucap Tn Harry seraya mengetuk pintu.
"Waalaikumsalam, eh masuk Pah, maaf Alena tinggal dulu soalnya mamah pingsan" balas Alena terlihat panik.
"Apa! pingsan!? apa perlu kita bawa ke rumah sakit?" ucap Tn Harry merasa khawatir.
"Sebaiknya begitu Pah, Alena takut ada apa-apa.Sebentar ya Pah" ucap Alena lalu beranjak menuju dapur.
Tak berapa lama Ibu Aisyah nampak keluar.Dengan tertatih ia memaksa berjalan, namun kondisinya yang lemah membuat beberapa barang berjatuhan saat ia berusaha berpegangan.
"Braaakkh"
"Terima kasih Tn Harry, tapi saya bisa sendiri" sahut Ibu Aisyah seraya menarik tangannya lalu duduk di sofa.
"Mah!? Mamah kok bangun? kenapa gak istirahat saja? ini di minum Mah Alena sengaja bikin buat Mamah" ucap Alena seraya menyodorkan teh manis hangat.
"Mamah mau pergi nyusul Raffa, pokonya hari ini juga mamah harus kesana" pinta Ibu Aisyah begitu memohon.
"Tapi Mah, kondisi Mamah gak memungkinkan untuk kesana.Alena gak mau nanti mamah tambah sakit"
"Mamah akan lebih sakit jika berdiam diri.Jadi Mamah mohon, Mamah harus kesana Alena, mamah harus kesana!" ucap Ibu Aisyah dalam tangisnya memohon seraya menarik-narik tangan Alena.
"Tapi Mah ... " sahut Alena tak bisa mengiyakan juga menolaknya.
"Ibu Aisyah, kita berangkat sekarang tapi jika ada apa-apa dengan Ibu, jangan menolak jika Ibu kami bawa ke rumah sakit.Bagaimana?" ucap Tn Harry menengahi.
"Baik Tn Harry saya bersedia, yang penting saya bisa segera melihat langsung kejadian yang sebenarnya" ucap Ibu Aisyah penuh harap.
Mendengar itu Alena lalu memeluk erat Ibu Aisyah.Kehangatan mereka membuat Tn Harry sedikit merasa iri.
"Andai saja aku bisa ikut merasakan kehangatan mereka, bahagia sepertinya memiliki kembali keluarga yang utuh" guman Tn Harry dalam hatinya.
Sementara itu Aurel yang cukup lama tak sadarkan diri tiba-tiba terbangun,
"Raffaaa!" seru Aurel dengan nafas terengah-engah juga rasa sakit di kepalanya.
"Aurel!? kamu sudah sadar nak?" tanya Ny Ariana kaget sekaligus lega.
"Aduhhh!" seru Aurel seraya memegang kepalanya.
"Jangan di paksa dulu sayang, istirahat saja dulu" ucap Ny Ariana seraya membaringkan Aurel kembali.
"Mih, Raffa gimana keadaannya?" tanya Aurel yang terus teringat.
"Jangan banyak pikiran dulu sayang, tadi malam Raffa sih baik, hanya sangat merasa bersalah sudah buat kamu seperti ini" balas Ny Ariana berusaha jujur.
__ADS_1
"Ini bukan salahnya Mih, Aurel hanya tidak bisa diam saat tahu ada yang berniat jahat sama dia" ucap Aurel menjelaskan.
"Iya Mami ngerti, tapi yang terpenting sekarang kesembuhan kamu, makan dulu ya, Mami yang suapin" ucap Ibu Ariana.
"Ponsel aku mana Mih?" tanya Aurel.
"Ini sayang, tapi makan dulu ya" balas Ny Ariana seraya terus menyuapi putrinya.
Tak lama Aurel mengecek ponselnya ia di kejutkan kabar dari beberapa temannya,
"Ya ampun Raffa, please kamu baik baik saja" ucap Aurel seraya mencoba menghubunginya.
"Gak aktif! Raffa, Raffa ayo Raffa angkat.Ya Allah masih gak aktif, aku harus kesana aku harus cari Raffa" ucap Aurel mulai panik seraya memaksa turun.
"Eh, sayang kamu mau kemana!? kamu gak boleh kemana-mana Aurel!" ucap Ny Ariana berusaha menahan.
"Mih Aurel harus cari Raffa, Aurel gak perduli pokonya Aurel harus pergi ke sana!" seru Aurel terus berontak mengabaikan rasa sakitnya.
"Gak bisa Aurel kamu lagi sakit, lebih baik kamu istirahat.Kamu kenapa sih maksa banget!? kamu mau papih kamu marah?" sahut Ibu Ariana.
"Raffa Mih, Raffa kena musibah Aurel harus menolongnya" ucap Aurel.
Sedikit memaksa Aurel pun turun.Namun kondisinya yang belum stabil membuatnya ambruk tak sadarkan diri kembali.
"Aurel! ya ampun Aurel!" teriak Ny Ariana lalu menekan tombol pemanggil perawat.
Tak lama dua perawat datang lalu membaringkan Aurel kembali seraya memeriksa kondisinya.
"Maaf Bu pasien tidak apa-apa, cuma tolong jaga jangan dulu banyak bergerak ya Bu" ucap salah satu perawat.
"Baik, terima kasih ya Sus" balas Ny Riana lalu kembali menemani Aurel.
Tanpa terasa waktu terus berlalu, sore datang menyapa seseorang yang penuh selidik.
"Hmmmm, untungnya kalian hanya orang-orang bodoh, ponselnya kalian biarkan menyala.Bikin pekerjaan gue lebih mudah" guman Violet seraya terus menyelidiki ruangan dengan kursi dan meja yang berantakan.
Violet terus mengikuti beberapa jejak kaki hingga menuruni semak-semak dan menemukan jalanan.
"Jejak ban motor juga ban mobil!? dan darah! sialan sepertinya mereka berniat menghabisinya!" guman Violet mulai gusar.
Violet bergerak semakin cepat setelah menemukan jejak lain.Tanpa takut ia menuruni tanah curam mengikuti rumput ilalang layu yang seakan terlindas sesuatu.
"Sialan jangan bilang kalian menghabisinya" ucap Violet makin tak karuan.
Insting Violet yang tajam membuat dirinya tiba di satu rumah dengan jejak motor yang ia yakin bisa menjawab pertanyaannya.
"Permisi apa ada orang di dalam?" ucap Violet seraya mengetuk pintu.
"Iya tunggu sebentar" balas seorang Ibu seraya membukakan pintu.
"Selamat sore Bu saya Vio, langsung saja, saya mau tanya apa Ibu pernah melihat orang ini?" ucap Violet tanpa basa-basi.
Setelah beberapa saat Bu Emi melihat foto di ponsel Violet ia pun cukup terkejut,
"Maaf, Non sendiri siapanya!?" tanya Ibu Emi memastikan.
"Saya saudaranya Bu, saya sedang mencarinya, apa Ibu tahu di mana dia?" balas Violet makin tak sabar.
"Oh saudaranya, mari masuk coba di pastikan saja apa benar orang ini yang Non cari!?" ucap Ibu Emi seraya menuntun Violet menuju kamar.
"Raffa! Bu ini benar saudara saya.Terima kasih ya Bu sudah mau membantunya" kejut Violet saat tahu siapa pemuda yang berbaring tak sadarkan diri.
Tanpa pikir panjang Violet langsung menghubungi Rama.
"Hallo Lead, anak elang di temukan, kondisi kuning, Violet menuju pasukan putih" ucap Violet terdengar tergesa-gesa.
"Ok, jaga anak elang, lead menuju lantai dansa.Kirim terus undangan"
Setelah berpamitan dengan Tn Harry tanpa berlama-lama Rama segera menuju posisi Violet.Tanpa Tn Harry tahu kalo Rama sudah memiliki kabar tentang Raffa.
[[ Bersambung ]]
__ADS_1