
Dua hari berlalu tanpa seorang pun tahu keberadaan Alena.Raffa yang tak ingin terus di salahkan bertekad untuk terus berusaha menemukannya.
Selepas waktu Dzuhur Raffa nampak tergesa-gesa menuju tempat Aurel.Sesuai janji sebelumnya untuk mencari Alena bersama-sama.
Sesampainya di sana semua orang nampak terpanggil oleh raungan motor 250cc yang ia kendarai.
"Dih rese kalah keren dong gue" ucap Ryo saat melihat Raffa.
"Tumben ngakuin, biasanya narsis gak ketulungan" goda Luna.
"Beda tipis lah kerennya" balas Ryo tetap gak mau kalah.
Sementara Aurel sendiri begitu berbinar melihat siapa yang datang.Seseorang yang ia ingin selalu ada di dekatnya.
Tiba-tiba seseorang berlari menyambut Raffa.Aurel lupa ada orang lain yang selalu antusias saat melihatnya,
"Kakak Al!" seru Cella lalu dengan manjanya merangkul lengan Raffa.
"Cella! kamu apa kabar? kemana aja, lama gak ketemu" goda Raffa.
"Idih sebel, kebalik pertanyaannya Kakak yang kemana aja.Lupa ya sama Cella?" balas Cella langsung cemberut.
"Nggak, mana mungkin lupa sama Ade sendiri" ucap Raffa lalu menyerahkan satu cup ice vanilla latte dan satu coklat silverqueen.
Terang saja Cella begitu gembira menerima semua itu.
"Makasih ya Kak, selalu the best deh"
"Hei Cell jangan di tempel terus Kak Al'nya, calonnya marah nih" goda Luna yang tak tahan melihat Aurel.
"Iya loh, dari tadi gak nyium bau gosong emangnya ya? ada yang kebakar" tambah Ryo kompak.
"Ihh rese lo pada, bikin gue mati gaya aja" kesal Aurel setengah berbisik.
"Calonnya?" ucap Cella terheran lalu menatap Aurel.
"Kak Al Cella masuk dulu ya, makasih hadiahnya.Lewat samping ah takut di cakar calonnya" ledek Cella lalu kabur seraya cekikikan.
Aurel yang kesal hanya bisa mengomel sendiri,
"Udah, sama adik sendiri aja ngambek, buat kamu juga ada kok, nih" ucap Raffa lalu memberikannya pada Aurel.
"Kirain kalo sama Kakaknya gak perduli" sahut Aurel merajuk.
Raffa hanya tersenyum lalu kembali buka suara,
"Peduli lindungi bila perlu sih hehe" canda Raffa.
"Ih apaan sih, emang aplikasi" sahut Aurel.
"Udah kangen-kangenannya, kita berangkat sekarang?" ledek Ryo yang langsung mendapat tatapan tajam Aurel.
"Sekarang juga boleh sih biar cukup punya waktu, mumpung masih siang" sahut Luna.
"Ya udah kalian pada pake mobil kan, nanti ikutin aku aja ya" ucap Raffa.
"Emm aku ikut sama kamu ya Al" ucap Aurel malu-malu.
"Yakin? boleh aja sih kalo memang gak keberatan" balas Raffa sedikit salah tingkah.
"Iya gak masalah kok, dah lama gak naik motor" Aurel terlihat semangat.
Akhirnya mereka pun berangkat untuk memulai pencariannya.
Sementara di tempat lain Tn Harry nampak sedang dalam perjalanan sepulangnya dari pertemuan dengan rekan bisnisnya.
"Pak, sepertinya kita ada yang mengikuti" ucap Arya merasa was-was melihat beberapa motor menguntitnya cukup lama.
"Jangan panik, jalankan seakan tak terjadi apa-apa" sahut Rama.
"Kita lihat siapa kalian sebenarnya" guman Rama.
__ADS_1
"Ada apa Ram, ada masalah?" ucap Tn Harry merasa aneh.
"Kita di ikuti Pak, tapi jangan khawatir saya akan mengatasinya"
"Siapa yang berani mengusik kita, apa salah satu saingan bisnis kita?" tanya Tn Harry.
"Sepertinya bukan Pak" sahut Rama seraya mengecek lewat kaca spion.
"Nanti naikan kecepatan selepas lampu merah di depan lalu ambil jalan ke kiri" ucap Rama memberi arahan.
Arya pun mengikuti semua arahan Rama.Selepas lampu merah ia pun tancap gas lalu berbelok ke arah kiri.
"Di depan ambil kanan, setelah melewati rumah sakit belok kiri lalu masuk saja ke parkiran hotel"
Arya pun terus menambah kecepatannya.Sesuai perintah Rama akhirnya ia masuk ke parkiran hotel.
Tak lama beberapa motor sport dengan kecepatan rendah melewati mereka.
"Hmm pemotor rupanya, Punya masalah apa mereka?" guman Rama.
"Sepertinya kita sudah aman, ayo jalan tapi ambil rute lain" ucap Rama kembali memberi perintah.
Tak lama mereka kembali melanjutkan perjalanannya, tiga motor sport kembali mengikuti mereka.
Kali ini mereka lebih agresif hingga menggiring mereka ke jalanan yang agak sepi,
"Berhenti! Berhenti atau gue hajar ni mobil!" ucap salah satunya.
"Gimana nih Ram, mereka tambah banyak" Arya panik saat melihat beberapa motor kembali berdatangan.
"Berhenti di depan saja, kamu jaga bapak di dalam biar saya yang hadapi mereka" sahut Rama.
Rama tak punya pilihan karena dari depan tiga motor menghadang tak memberi celah,
"Siapa kalian!?" seru Rama dengan begitu waspada.
"Lo gak perlu tahu siapa gue, yang perlu tahu siapa gue orang tua yang duduk di belakang itu!" serunya begitu penuh penekanan.
"Jangan pernah berani macam-macam, atau gue tak segan-segan kirim lo ke rumah sakit" ancam Rama.
Tak lama Tn Harry memberanikan diri keluar dari mobilnya,
"Apa mau kalian? jangan berani macam-macam atau saya panggil polisi!" ucap Tn Harry.
Melihat orang yang di incarnya keluar, pria itupun membuka masker penutup wajahnya,
"Haha polisi, silahkan panggil dengan senang hati gue laporin lo berdua atas tuduhan yang sama.Gue peringatin, sekali lagi lo sentuh saudara gue lo bakal berurusan sama gue!" seru Andre dengan tegas.
Sontak Rama juga Tn Harry begitu terkejut, mereka sadar betul siapa orang tersebut.Namun Rama tak bisa diam begitu saja,
"Maksud lo apa sialan berani ngancam Tn Harry seperti itu!" balas Rama tak terima lalu memasang badan tepat didepannya.
"Cih, pura-pura bego! dua kecoa yang lo suruh hampir saja bikin sodara gue celaka.Jangan bilang lo gak tahu bajingan!" ucapnya seraya meludah.
"Apa!? tak mungkin, orang orang itu tugasnya hanya mengawasi, tak mungkin bertindak lebih dari itu" Rama menjelaskan.
"Gue gak tertarik sama sandiwara lo, gue paham betul cara berpikir orang berduit seperti lo berdua.Denger baik-baik, jauhin sodara gue atau lo berdua bakal menyesal!" Ucap Andre seraya menatap tajam keduanya.
Saat Andre bersiul panjang dua orang langsung menusuk ban mobil Tn Harry hingga rusak,
"Cabut guys!" satu perintah Andre membuat semua pemotor itu pun meninggalkan tempat tersebut dengan cepat.
Rama sendiri langsung menghubungi seseorang agar mengirim mobil dan beberapa pengawal untuk menjemput mereka,
"Sebenarnya apa yang mereka berdua telah perbuat? dan bagaimana bisa Raffa kenal dengan orang seperti ini" guman Rama dalam hati.
Tn Harry yang terlihat masih syok hanya bisa menghela nafas.
Selang beberapa lamanya mobil jemputan datang.Mereka pun kembali melanjutkan perjalanannya.
Sementara Raffa bersama yang lain sudah cukup Lama berusaha mencari.Namun belum ada satupun tanda mereka akan menemukannya.
__ADS_1
Akhirnya mereka memutuskan tuk beristirahat di satu restoran.Tanpa di duga itu restoran yang sama tempat Tn Harry menenangkan diri.
"Sulit juga mencari seseorang tanpa petunjuk seperti ini" ucap Raffa pesimis.
"Iya Behb kota segede ini, berbulan-bulan juga kayanya belum tentu ketemu" sahut Ryo pasrah.
"Tapi setidaknya kita sudah berusaha yang terbaik yank" Luna menimpali.
"Iya bener kata Luna, lebih baik gagal setelah berusaha bukan?" ucap Aurel coba memberi semangat.
"semoga aja ya usaha kita tak sia-sia" ucap Raffa penuh harap.
"Yang sabar ya Al, kita akan selalu bantu kamu kok" ucap Aurel seraya menggengam jemari Raffa.
Seakan mendapatkan suntikan semangat Raffa pun tersenyum seraya membalas genggaman tangan Aurel,
"Makasih ya" sahut Raffa.
Tiba-tiba seseorang datang dengan aura kemarahan yang begitu memuncak,
"Oh, jadi seperti ini yang namanya peduli!?" ini yang namanya mencari!?" ucap Tn Harry terlihat geram.
Raffa yang begitu terkejut dan tak menyangka bisa bertemu Tn Harry di tempat ini,
"Om Harry!?"
"Dasar pembual, entah bagaimana nasibnya di luar sana dan kamu malah enak-enakan pacaran di sini hah!" Tn Harry begitu emosi.
Membuat Ryo, Luna juga Aurel terdiam tak berani berkata-kata.
"Maaf Om, jangan salah paham.Kita di sini untuk istirahat setelah ... " belum juga selesai Tn Harry langsung memotongnya.
"Alasan apa lagi kamu anak sialan, sebenarnya kamu senangkan dia hilang!? dengan begitu kamu bisa tertawa puas karena berhasil mempermainkan saya" ucap Tn Harry terus menyudutkan Raffa.
"Ya ampun harus bagaimana saya bicara agar Om mengerti, saya tidak pernah mempermainkan Om" ucap Raffa mulai putus asa.
"Simpan aktingmu, saya sudah cukup tahu kamu orang seperti apa.Kamu dengan sengaja kirim orang untuk mencelakakan saya, berandal bermotor itu suruhan kamu, iya kan!" Tn Harry berapi-api.
"Pantas saja kamu bejat, gaulnya dengan kriminal dan begundal tak jelas"
"Cukup! jangan lanjutkan hinaan Anda lagi!" seru Raffa seraya berdiri.
Sontak teriakan Raffa membuat semua terkejut dan terdiam.Begitu juga Rama yang baru saja masuk langsung menghampirinya,
"Selama ini saya sudah cukup bersabar menghadapi Anda.Dengar baik baik Tuan, seharusnya Anda berterima kasih pada mereka" ucap Raffa menunjuk Ryo, Luna juga Aurel.
"Cih, terima kasih untuk apa!" balas Tn Harry tersenyum pahit.
"Yang harus Tuan tahu mereka mengorbankan waktunya hanya untuk membantu saya mencari putri Anda, padahal mereka belum lama mengenalnya" Raffa begitu terlihat terluka.
"Terus soal begundal yang Tuan bilang kriminal, justru dari mereka saya lebih bisa merasakan arti saudara dan keluarga sesungguhnya" Raffa berucap dengan terus berusaha menahan amarahnya.
"Anda sebagai Tuan yang terhormat, pernahkah sekali saja bertanya, 'Apakah Alena pergi karena sikap anda sendiri?' seperti inikah sosok seorang Ayah yang baik yang anda maksud? jangankan Alena saya pun tak sudi punya Ayah seperti Anda" selesai berucap Raffa terlihat bersiap untuk pergi.
"Satu lagi, Anda tak pernah percaya saya bukan? ucap Raffa kemudian mengalihkan pandangannya pada Rama,
"Mas Rama tolong sampaikan kepada Tuan Anda, saya Raffa Alfajrian tak pernah menyembunyikan putrinya dan tak perlu lagi kirim orang untuk mengawasi saya.Anda tahu pasti di mana saya tinggal, kalo belum puas silahkan datang"
"Raffa tolong tahan emosi kamu" Rama coba memberi pengertian.
"Maaf Mas Rama saya permisi, Assalamualaikum" tanpa ragu ia pun segera pergi.
Tn Harry sendiri terdiam seribu bahasa mendengar semua luapan emosi Raffa.Ucapannya terasa begitu mengena untuknya.
Sementara Ryo, Luna juga Aurel nampak menyusul Raffa setelah membayar pesanan mereka.
Mereka baru saja menyaksikan Raffa layaknya singa terluka mengaum menumpahkan kepedihannya.
[ Bersambung ]
Bagaimana nasib Raffa kedepannya?
__ADS_1
Bisakah mereka menemukan Alena dan mengakhiri kesalah pahaman yang semakin meruncing dengan adanya Andre?
See u Next gess 😀🙏