
"Ahh selesai juga ni jam kuliah terakhir" ucap Ryo seraya menghampiri Raffa.
"Hei Bebh habis ini lo mau kemana?" tanya Ryo.
"Gak kemana mana lagi sih palingan langsung pulang" balas Raffa seraya beranjak keluar ruangan.
"Belakangan ini kita jarang banget ngabisin waktu bersama, sekali kali kita jalan bareng sama anak-anak kek Behb, kemana aja lah nongkrong" ucap Ryo.
"Boleh Ryo tapi nanti kalo ada waktu yang pas, biar semua bisa pada ikut" balas Raffa.
"Lo baik-baik aja kan Behb?" tanya Ryo yang masih belum menerima kondisi Raffa saat ini.
"Heh, gak perlu terus khawatir gue baik-baik saja, memang agak aneh dengan kondisi seperti ini, tapi gue akan selalu sabar Yo" balas Raffa tersenyum tak enak hati harus terus menutupi semuanya.
"Huft! gue sendiri masih belum bisa menerima itu semua" ucap Ryo masih berat hati.
"Sudah, ke mesjid dulu yuk" balas Raffa seraya menarik Ryo menuju arah mesjid.
Ryo terheran melihat Raffa masih mengambil wudhu di dalam toilet tertutup.Namun Ryo mencoba memahami mungkin kondisinya masih membuatnya malu.
Tak lama mereka pun nampak telah selesai melaksanakan shalat.Setelah memakai kembali sepatunya mereka kembali berjalan bersama.
"Loh Bebh, kok malah jalan ke arah sini?" tanya Ryo.
"Gue kepikiran anak-anak basket Ryo, gue mau melihat kondisi mereka"
"Aduh Behb gue aja jadi trauma kalo lihat lapang basket, emang lo enggak?" ucap Ryo merasa enggan.
"Ya enggaklah Yo, biar gue gak bisa main dulu, setidaknya gue bisa kasih support, biar mereka makin semangat meningkatkan kemampuan mereka" balas Raffa.
"Maksud lo!?" tanya Ryo sedikit terusik oleh kata-kata Raffa.
"Apaan? emang omongan gue ada yang aneh?" balas Raffa begitu tak paham.
"Lo bilang gak bisa main dulu!? jadi lo bakal main lagi?" tanya Ryo terlihat serius.
Terang saja Raffa langsung tertegun mendengarnya.Ia begitu menyadari kebodohan ucapannya.
"Eh, iya maksud gue walau gue gak bisa main lagi, masa iya main satu tangan Yo" balas Raffa seraya mengangkat satu tangannya.
Ryo hanya memalingkan wajahnya, sekilas harapan yang muncul musnah begitu saja.
"Maaf Ryo, gue belum bisa jujur soal semuanya" guman Raffa dalam hati.
Sesampainya di lapangan nampak mereka tengah berlatih.Namun terlihat begitu tak bersemangat.
"Gimana mau juara lagi kalo latihannya cemen begitu!" teriak Raffa dari bangku penonton.
Sontak teriakannya membuat semua orang berhenti lalu menatapnya.
"Orang sok mana yang berani menghina kita!?" ucap Adi seraya menatap ke arah suara itu.
"Siapa lagi yang mau cari masalah sama kita!?" Armand menambahkan.
Raffa pun lalu turun menuju lapangan dengan wajah yang begitu serius.
"Al!?" semua begitu terkejut melihatnya.
"Gue mau tanya sama kalian, mau sampai kapan lo semua malas-malasan begini, hah!?" tanya Raffa begitu penuh penekanan.
"Tanpa lo, semua terasa tak sama Al" balas Armand.
"Heh! lo terlalu mengecilkan diri lo sendiri.Denger lo semua, kalian bisa lebih baik dari gue, selama kalian serius dan gak cemen kaya tadi" ucap Raffa lalu menggerakan kakinya seakan pemanasan.
"Oper bolanya" ucap Raffa lalu menangkap dengan satu tangannya.
Perlahan Raffa memainkan bola itu dari gerakan yang pelan hingga gerakan yang semakin cepat.
__ADS_1
Semua teman timnya begitu tak percaya Raffa masih selincah itu walau dengan satu tangannya.
"Armand guard area dalam, Evran lo boleh guard gue one on one!" seru Raffa serius.
Tak lama pertandingan satu lawan dua pun berlangsung.Semua tatapan tertuju ke lapangan.
Raffa dengan serius langsung mengajak Evran berduel.Dengan cepat ia bergerak ke arah kanan, sedikit trik hesitation Raffa lalu menerebos ke arah kiri melewati evran.
Lalu Tanpa Ragu Raffa merangsek menghadapi Armand dan melompat melakukan layup, Armand lalu mencoba membloknya namun Raffa melakukan reverse layup ke arah kiri ring dengan begitu mudah.
"Ini akibat lo semua gak pernah serius berlatih" ucap Raffa meledek.
Raffa lalu berjalan ke pinggir lapangan seraya berkata pedas,
"Dua lawan satu dan lo gak bisa menahannya, sadar! lo itu cuma lawan orang cacat! segini aja hasil latihan lo!? gue kecewa sama kalian semua" ucap Raffa lalu pergi meninggalkan mereka.
Mereka semua terdiam tanpa bisa membalas perkataan Raffa.Saat di pintu keluar Raffa kembali berteriak,
"Saat gue balik lagi kesini, gue ingin lihat lo semua lebih baik dari ini!" lalu Raffa pun kembali melangkahkan kakinya.
"Behb, lo gak perlu keras gitu juga kali" ucap Ryo.
"Kuda tuli kaya mereka mesti di pecut, itu juga demi kebaikan mereka Yo" ucap Raffa seraya menahan rasa pegal di kakinya.
Sesampainya di parkiran tiba-tiba satu pesan masuk ke ponsel Raffa.Ia pun segera membacanya.
📨 "Kami tunggu di car wash platinum automobile Jl.Mandala No.45, Violet akan siap menyambut ketua SR"
"Hampir saja gue lupa harus mengundang Bang Andre untuk pertemuan itu" guman Raffa sedikit panik.
"Heh Behb itu bukannya Aurel!?" ucap Ryo seraya menepuk pundak Raffa.
Raffa lalu menatap ke arah yang di tunjuk Ryo.Ia pun dapat melihat Aurel tengah berbincang serius dengan seseorang.
"Aurel, tapi aku masih belum percaya sama semua perkataan kamu.Aku yakin di hati kamu masih ada aku kan?" ucap Aditya.
"Berapa kali gue bilang, sebaiknya kita berteman baik saja, itu semua justru karena gue masih menghargai lo" balas Aurel.
"Sekali lagi gue mohon lo ngerti sama keputusan gue, sebaiknya lo lupain gue Dit" ucap Aurel seraya menepis lengan Aditya.
"Tunggu Aurel!?" ucap Aditya menahan Aurel.
"Maaf ganggu, kamu baik-baik aja kan?" ucap Raffa seraya membelai lembut kepala Aurel.
Terang saja Aditya terkejut melihat sikap Raffa.Begitupun Aurel namun berubah setelah tahu siapa sosok tersebut.
"Sayang!? emm kamu dari mana?" ucap Aurel lalu merangkul pinggang Raffa.
"Sayang!? kalian ... " ucap Aditya tak percaya.
"Iya Aditya, seperti yang sudah gue bilang, gue sudah berubah dan lo jangan khawatir, gue sudah punya pelindung" ucap Aurel penuh penekanan.
"Tapi Rel, karena dia kamu terluka, bagaimana bisa kamu sama dia!?" ucap Aditya.
"Dan aku rela melakukan untuk orang yang aku sayang" balas Aurel.
Jawaban Aurel membuat Aditya juga Raffa terkejut dengan perasaan yang berbeda.
"Kamu bercandakan? kamu tahu keluarga kamu apalagi papah kamu gak suka sama dia" ucap Aditya.
"Itu semua bukan urusan lo jugakan? lagian gue akan kasih pengertian ke keluarga gue" balas Aurel.
"Bro, gue minta sama lo hargain gue juga, gue bisa jagain Aurel lebih dari lo" ucap Raffa seraya memeluk Aurel lebih erat.
"Heh, lo jangan seneng dulu bro, jangan lo kira jalan kedepannya akan mudah.Inget itu"
Selesai berkata Aditya langsung pergi meninggalkan mereka dengan mobilnya.
__ADS_1
"Makasih ya sayang udah bantu aku kasih pengertian sama Aditya" ucap Aurel terlihat lega.
"Sama-sama, sekarang kamu pulang ya istirahat jangan kemana-mana" balas Raffa.
"Iya sayangku aku pulang, kamu gak bareng aku aja sekalian?" ucap Aurel penuh harap.
"Aku ada keperluan dulu nanti langsung pulang juga kok sayang" balas Raffa seraya mencium kening Aurel.
Dengan perasaan yang begitu berbunga Aurel pulang lebih dulu di temani Luna.Sementara Raffa pergi di antar Ryo.
"Yakin gak mau gue temenin Behb?" tanya Ryo.
"Yakin, thank ya Yo" balas Raffa lalu masuk ke Blackhouse kafe.
Setelah lama berbincang dalam suasana yang begitu serius akhirnya Raffa juga Andre menuju tempat pertemuan yang telah di tentukan.
Sesampainya di sebuah pencucian juga bengkel kendaraan.Violet menyambut mereka lalu membawa mereka ke sebuah ruangan khusus.
"Selamat datang, senang kita bisa bertemu, silahkan duduk" ucap Rama yang memang sudah menunggu.
"Jangan banyak basa-basi apa mau lo sekarang!?" balas Andre.
"Ok gue gak akan basa-basi, gue tahu lo kerahkan semua orang lo buat nyari orang yang nyelakain Raffa.Satu hal yang gue gak suka, cara lo" ucap Rama serius.
"Gue bukan lo yang cuma duduk di belakang meja tanpa ngelakuin sesuatu!" balas Andre penuh penekanan seraya berdiri dan menatap Rama dengan tajam.
"Jaga nada bicara Anda!" seru Violet seraya melangkah mendekat.
Rama hanya memberikan kode supa Violet tenang.Violet pun kembali mundur kesamping Rama.
"Gue tanya sama lo, punya petunjuk apa lo untuk mencari pelakunya!? heh! terus lo mau ngacak semua tempat dengan membabi buta tanpa lo sadar lo malah membuat pelakunya waspada bahkan kabur!?" ucap Rama seraya menatap dingin.
"Cara apapun akan gue lakukan tak perduli lo suka atau tidak, lo gak bisa ngatur gue, ngerti lo!" balas Andre tak mau kalah.
Raffa sendiri terlihat mengusap wajahnya jengah melihat perdebatan itu namun ia hanya bisa menunggu mereka selesai.
"Lo denger baik-baik kita ada di pihak yang sama dan gue mau lo stop cara payah lo itu karena lo bisa ngacauin rencana yang gue susun!" ucap Rama seraya berdiri.
"Rencana!? apa maksud lo!" Andre sedikit penasaran.
"Sepertinya gue harus kasih tahu lo sedikit rahasia agar lo mau dengerin gue.Al perlihatkan tanganmu" ucap Rama memberi perintah pada Raffa.
Raffa pun menuruti perintah Rama, ia segera membuka pakaiananya.Nampaklah tangan kiri Raffa yang terbalut di bagian bahu sampai siku.
"Apa! jadi tangan lo masih utuh bocah!? apa maksudnya ini!?" Andre tak percaya sekaligus senang.
Raffa kembali memakai pakaiannya di bantu Violet.Sementara Rama kembali menjelaskan.
"Ini bagian rencana yang sudah gue susun.Gue minta lo rahasiakan kondisi Raffa dan stop aktifitas anggota lo, sebagai gantinya gue akan bagi setiap info yang gue dapat tentang pelakunya.Gimana deal!?" ucap Rama.
"Ok deal, kali ini gue percaya sama lo, ingat apapun yang lo dapat segera info gue" balas Andre.
"Bagus, petunjuk untuk memulainya yaitu ini, gambar ini yang Raffa ingat dari mobil yang menabraknya dan foto ini ia dapat dari sebuah mobil yang kebetulan berpapasan" ucap Rama seraya memperlihatkan semuanya.
"Sialan! Al serius ini yang lo ingat dan lo lihat dari pelaku itu!?" tanya Andre terlihat cemas.
"Iya Bang sebelum pingsan saya sekilas mengingat gambar di belakang mobil itu dan ini gambar yang sama di mobil yang lain" balas Raffa.
"Speed demons! bagaimana mungkin bisa lo berurusan sama berandalan mobil seperti mereka" ucap Andre seraya mencengkram rambutnya sendiri.
"Itu masalahnya, siapapun dia sepertinya punya hubungan dengan mereka" ucap Rama terlihat makin serius.
"Sesuai kesepakatan kita, lo dinginkan anggota lo, jangan biarkan target waspada.Biar gue lanjutin rencana selanjutnya" ucap Rama kembali meminta.
"Ok, gue jamin orang gue bakal stop bergerak.Gue tunggu rencana lo selanjutnya" balas Andre.
"Vi atur semuanya, saatnya bermain ombak dan berselancar" ucap Rama.
__ADS_1
Misi pencarian pun segera di mulai.Entah bahaya apa lagi yang mengancam mereka.
[[ Bersambung ]]