Hati Sang Penakluk

Hati Sang Penakluk
22.Kencan


__ADS_3

Pagi yang cerah di hari sabtu.Mentari bersinar begitu hangat.Embun jatuh merindu memeluk tanah.Kicau burung bersenandung meneduhkan relung.Memberi asa insan tuk memulai.


Pagi mengulas senyum penuh pesona.Menggoda wajah ayu tertunduk lesu.Melepas tatapan tanpa tuan.Pagi cerah tak lepaskan rasa gundah.


Gundah, ya gundah, bagaimana tidak, di hari ini ada janji yang harus aku penuhi.Semestinya ada secercah bahagia untukku.Namun tak sesederhana terlihatnya.


"Aahhhhhhhhh" Teriak Aurel yang terlihat begitu gelisah.


"Bodoh bodoh bodoh kenapa sih dulu gue bisa kepikiran ide payah kaya gitu.Sekarang gue yang kejebak sendiri kan" Kesal Aurel bermonolog


[[ FlashbacK ]]


Menjelang siang setelah jadwal kuliah pagi selesai.Aurel yang mengajak Luna mencoba mencari seseorang.Tepatnya di satu sudut Fakultas Hukum Aurel tampak sedang berbicara serius dengan seseorang.


"Maaf kak boleh bicara sebentar" Ucap Aurel.


"Ehhh Aurel,boleh banget dong.yuk di sana biar lebih enak" Sahut Leon mengajak Aurel agak menjauh ke tempat yang lebih sepi.


"Tunggu bentar ya Lun"


Setelah mendapat anggukan dari Luna,Aurel pun mengikuti Leon.


"Ada apa Rel kayanya penting banget?" Ucap Leon begitu berbunga.


"Langsung aja ya kak,aku boleh minta tolong gak? Apa kakak bisa membuat si Raffa di usir dari tim basket?" Ucap Aurel dengan begitu serius.


Leon yang sedikit kaget hanya mengerutkan kedua alisnya sesaat.Lalu kembali buka suara.


"Ngusir si Raffa dari tim? Terus apa untungnya buat gue?" Tanya Leon seakan mendesak.


"Ya Kakak akan kehilangan satu saingan kan?" Balas Aurel berharap ucapannya benar.


Leon sedikit menghela nafas lalu tersenyum licik.


"Baik gue akan penuhin permintaan lo Rel,tp dengan satu syarat lo harus mau gue ajak jalan.Anggap aja kencan atau makan malam,gimana?" Jelas Leon dengan senyum seringai anehnya.


Aurel nampak berpikir beberapa saat.


"Ok kalo hanya makan malam aku bersedia" Jawab Aurel yakin.


"Ok deal ya? gue akan penuhin janji gue, di jamin setidaknya tu orang bakal di depak dari tim utama,dan gak akan bisa masuk tim perwakilan kampus" Jelas Leon meyakinkan.


Buatnya hanya dengan menekan pelatih,niatnya akan tercapai.


[[ Flashback enD ]]


Malam pun tiba tanpa terasa.Aurel semakin gelisah di buatnya.Andai ia dapat melompati waktu tentu akan ia lakukan.Suara bel seakan menjadi tanda vonis hukumannya.


"Biar Mi Aurel yang buka" Aurel pun segera beranjak lalu membukakan pintu.


"Malam Rel,gimana sudah siap?" Tanya Leon yang tampil rapi dengan kemeja panjang dipadu celana jeans panjang plus sepatu tipe boots


"Ehh udah kok,sebentar ya" Ucap Aurel lalu masuk untuk berpamitan ke Maminya.Tanpa berusaha mempertemukannya dengan Leon.


Tidak berlama-lama merekapun berangkat menuju pusat kota.Dan berhenti di salah satu restoran mewah yang menyajikan masakan barat dan khas indonesia.


Sementara itu di Coffee Shop Raffa sedikit sibuk dengan banyaknya pelanggan yang datang.


"Hmmm alhamdulillah ya bro makin ramai aja pelanggan kita" Ucap Raffa penuh syukur.


"Iya Boss gak nyangka juga bakal secepat ini perkembangannya" Balas Ferdy ikut merasa senang.


"Ohh iya Boss lo keberatan gak,nganterin pesanan pelanggan baru nih,tadinya sih mau kesini.Cuma tadi telepon gak jadi ke sini,ya gue janjiin promosi gratis delivery.Gimana bisa?" Lanjut Ferdy memohon.


"Ohhh ok Bro sini biar gue aja,lo kan mesti jaga gawang" Seru Raffa dengan semangat.


Setelah Raffa menerima pesanan yang sudah terbungkus rapi ia pun segera berangkat menuju alamat yang sudah Ferdy berikan.Sepertinya mengarah dekat ke pusat kota.


Selesai mengantarkan pesanan,Raffa memutuskan menuju toko musik di pusat kota toh tidak jauh lagi pikirnya.Hanya untuk membeli senar gitar juga kabel instrument.


Keluar dari toko musik Raffa sedikit berjalan jalan menikmati ramainya pusat kota.Setelah merasa cukup ia pun bermaksud segera pulang.


Di satu lampu merah yang padat Raffa dengan sabar menunggu tiap detik warna lampu berganti.

__ADS_1


Tanpa di duga mobil ke tiga di depan Raffa adalah mobil Leon yang juga membawa Aurel.


Di dalam mobil, Aurel terlihat begitu gusar.Sikap Leon yang terlalu agresif membuatnya tidak nyaman.Sejak di restoran Leon selalu mencuri kesempatan,memegang seraya selalu mencoba mencium tangannya,mengusap rambut juga pipi Aurel.


Begitupun saat ini Leon masih terus melancarkan agresinya,tangannya terus bergerilya menggenggam tangan Aurel.Saat merasa tidak ada penolakan sekonyong konyong Leon memiringkan badannya ke arah Aurel.Lalu mendekatkan wajahnya seraya mendaratkan sebuah ciuman ke arah pipi Aurel.


Aurel yang menunduk begitu terkejut dengan apa yang Leon lakukan,sontak tak dapat menahan teriakannya.


"Leooooonnnnn,apa apaan kamu!" Teriak Aurel merasa jijik.


"Kenapa Rel gue cuma mau lo tau kalo gue suka sama lo.Dan lagian gue juga yakin lo juga suka kan?" Sahut Leon tanpa merasa bersalah.


"Lo pikir gue cewe apaan,gue gak semurah yang lo pikir,heh cowo brengsek suka lo kata,jijik yang ada gue" Seru Aurel yang sudah begitu emosi.


Tanpa menunggu lama Aurel yang dalam marahnya segera membuka pintu dan menutupnya dengan keras. Air mata yang tak tertahan mulai menetes.Kejadian itu mengundang tatapan semua orang di sekitar yang menyadarinya tak terkecuali Raffa.Namun Aurel sudah tidak peduli dengan apapun,ia hanya ingin segera pergi menjauh dari sana.


Raffa tertegun menatap seseorang berlari dalam tangisnya.


"Aurel?" Gumannya.


"Aurel hey Rel,mau kemana lo buruan balik sini" Seru Leon membuka pintu mobilnya mencoba mengejar Aurel.


Namun lampu hijau menyala memberi tanda kendaraan untuk kembali melaju.Membuat Leon urung mengejar Aurel,saat umpatan dan cacian dari pengendara di belakang menghujaninya.


Dalam keterpaksaannya Leon hanya membatin dalam hatinya.


"Hehhh liat aja Rel nanti,lo pasti yang ngemis mengejar-ngejar gw" Dengus Leon dalam hati seraya memukul setir mobilnya dengan kasar.Leon yang gagal mengajak Aurel ke suatu tempat pun hanya bisa merutuki dirinya sendiri.


Sementara Raffa yang tersadar dengan cepat memutar arah motornya.Tdak peduli ia melawan arah.Namun padatnya jalanan membuat ia kesulitan mengejar.


Raffa segera berhenti lalu mengunci motornya.Kemudian berlari tanpa lagi peduli dengan nasib motornya.


"Nona tunggu" Teriak Raffa dalam kuatirnya.


Aurel yang kalut tak menghentikan jua larinya.


Namun Raffa lebih cepat darinya.Hingga ia mampu tuk mengejarnya.


"Nona tunggu Nona,ini saya tolong berhenti" Ucap Raffa memohon.


"Tolong jangan ganggu gue,tinggalin gue sendiri" Seru Aurel seraya mempercepat larinya.


Raffa kembali mengejarnya.Tidak ingin Aurel semakin menjauh Raffa memberanikan diri meraih tangan Aurel dengan hati-hati.


"Nona aku mohon,tolong berhenti biarkan aku menolongmu" Entahlah hanya itu yang sanggup Raffa ucapkan.


Aurel terkesiap saat satu tangan menahannya.Ia menoleh pada pemilik tangan tersebut.Nampak wajah tampan penuh rasa khawatir menatap dirinya.Tatapan teduhnya begitu menenangkan.


"Gw gak butuh di tolong,lepasin gw" Ucap Aurel dalam emosinya yang belum mereda.Mencoba melepaskan.


Raffa yang tak mau terjadi apa apa dengan Aurel tak melepaskan genggamannya.


"Aku gak akan biarkan kamu sendirian.Ikut aku ya?" Ucap Raffa seraya meminta Aurel mengikutinya.


"Lepasin,mau kemana sih.Gue mau pulang" Balas Aurel sedikit meronta.


"Motor aku di sana,aku akan mengantar mu pulang" Jelas Raffa mengulas senyum dengan tangan yang masih menggandeng.


Aurel yang seakan terhipnotis hanya bisa mengikuti.


Berdua menembus malam menyusuri ramainya jalanan.Hati yang terluka belum mereda.Dalam naungan sang penjaga harap ada kuasa.Hapus semua derita.


Beberapa waktu berjalan Raffa terlihat memperlambat laju motornya,memasuki Taman Kota yang sudah tidak terlalu ramai.


"Maaf Non aku bawa kamu ke tempat ini.Aku cuma gak mau kamu pulang dalam keadaan emosi". Ucap Raffa lalu beranjak menuju kios kecil di dekat situ.


Aurel yang masih terdiam hanya menatap kosong kedepan.Perasaan kacaunya memang masih terasa mengganggu.Raffa kembali dengan membawa sebotol air mineral.


"Non di minum dulu" Ucap Raffa setelah membukakan botol dan memasukan satu sedotan.Lalu duduk di sebelah Aurel.


Dengan malas Aurel menerimanya.


"Non aku gak akan mengungkit apa yang telah terjadi.Karena itu akan kembali menyakitimu.Cobalah untuk ikhlas,aku yakin ada hikmah dibaliknya" Ucap Raffa lembut.

__ADS_1


"Ngapain lo peduli sama gue" Ucap Aurel menatap Raffa dengan tajam.Dengan kaki yang terus bergetar.


"Sudah sepantasnya aku peduli sama kamu,bukankah kita ini berteman?" Balas Raffa meyakinkan.


Aurel terpaku mendengar jawaban Raffa.


"Berteman? Bagaimana mungkin,setelah semua yang aku lakukan" Guman Aurel dalam hati.


"Non aku tau aku tidak pandai berkata kata,aku tak pintar untuk membujuk" Ucap Raffa lalu merubah posisi duduknya.


Dengan posisi berjongkok dengan satu kaki ditegakan Raffa pun melanjutkan.


"Anggap aku yang membuatmu bersedih,apa yang sangat ingin kamu lakukan? Lakukanlah padaku" Ucap Raffa seraya mengangguk mengiyakan maksudnya.


Melihat Aurel yang terdiam terpaku


Raffa meraih kedua tangan Aurel,lalu menepukan ke wajahnya.


"Mumukul,menampar atau menjambak,aku siap berbagi kepedihan bersamamu.Maka lakukanlah lalu lepaskan semua beban itu dan tersenyumlah" Lanjut Raffa dengan lembut penuh kesungguhan.


Entah apa yang dipikirkan Aurel,sesaat setelah menatap Raffa dalam dalam.Ia menarik tangannya lalu mengambil ancang-ancang dan


"Plaaaakkk.....Plaaakkk" Dua tamparan yang cukup keras mendarat di kedua pipi Raffa.


Raffa yang telah siap dengan resikonya,kembali menghadapkan wajahnya.Bersiap menerima pelampiasan amarah Aurel.


Aurel kembali mengangkat tangannya namun terhenti ketika wajah dengan pipi yang memerah menatap dengan senyum penuh ketulusan.


Mata Aurel tiba-tiba berubah sayu, bibir begetar tangan terkulai lemas.


Air mata mulai menetes,pelan tapi pasti Aurel mulai terisak lalu menangis tak tertahan lagi.


Raffa menangkup kedua lutut Aurel dengan tangannya.Membiarkan Aurel dalam tangisnya.


"Menangislah jika itu akan menenangkanmu" Ucap Raffa.


Cukup lama menangis Aurel berkata seraya terisak.


"Hiks hiks kenapa lo baik sama gue,selama ini padahal gue selalu jahat sama lo" Sesal Aurel


"Udah ya jangan terlalu di pikirkan apapun itu aku sudah melupakannya" Balas Raffa seraya kembali duduk disamping Aurel.


"Hiks tapi gue udah bersalah sama lo,hiks gue, gue, gue udah" Ucapan Aurel tertahan.Sungguh sangat berat untuknya berkata jujur.Namun hatinya tak mampu lagi menahan.


"Gue , gue penyebab lo di depak dari tim basket" Aurel berkata dengan lirih.


Walau pelan namun Raffa masih bisa mendengarnya.Tak bisa di bohongi ia sedikit kaget dibuatnya.Namun Raffa sudah mengikhlaskan semua yang telah terjadi.


"Ohh itu,aku malah berterimakasih untuk itu.Karena di tim sekarang aku bisa bermain dan menikmatinya.Jika harus memilih tim sekarang yang sebenarnya aku cari" Balas Raffa seraya tersenyum.


Mendengar jawaban Raffa,Aurel semakin merasa bersalah.Namun sekaligus merasa lega.Semua beban di hatinya serasa hilang sudah.


Sementara Raffa yang sudah mengambil tisue lalu mengusap air mata Aurel yang masih membasahi pipinya.Dengan tangan yang lain meraih dagunya.


"Cukup ya nangisnya,cukup ya sedihnya.Wajah cantik ini kehilangan cahayanya bila tanpa adanya senyuman.Bolehkah aku melihat senyummu malam ini" Ucap Raffa meminta.


Mendapat perlakuan manis Raffa yang begitu tulus,hati Aurel menghangat binar matanya kembali dari tidurnya.Runtuh sudah semua dinding emosi.Berganti rasa nyaman dan menenangkan.Sebuah senyum pun terlukis indah untuk sang penyelamat.


Raffa pun menghela nafas panjang dalam rasa senangnya.Senyuman Aurel membayar semua usahanya.


"Mari pulang Nona,sebelum terlalu malam" Ucap Raffa.


Aurel hanya membalas dengan anggukan lembut.


Raffa pun segera meninggalkan taman kota penuh cerita ini.


Dalam perjalanan pulang Aurel terbuai oleh lamunannya.Membayangkan Raffa yang bersikap begitu manis,tulus juga perhatian.


Senyumnya terus terukir dan tanpa sadar berucap dalam hatinya.


"Raffa kamu memang orang paling baik yang pernah aku temui,semoga kita akan selalu dekat seperti ini"


[[ BersambunG ]]

__ADS_1


Wahhhh apakah kedepannya mereka akan selalu dekat?


Ikuti terus ya gess 🤭🤭🤭🤭🤭


__ADS_2