Hati Sang Penakluk

Hati Sang Penakluk
35.Kekecewaan Aurel


__ADS_3

Ketakutan Raffa akhirnya terjadi juga.Karena satu hal dan lainnya ia tak bisa datang lebih pagi.


Dengan perasaan was-was ia turun dari mobilnya.Tatapan banyak orang benar-benar membuatnya tak nyaman.


"Gak nyangka ya, ternyata gue salah menilai lo" ucap Aurel dengan senyum sinisnya.


"Eh Non kenapa ya?" sahut Raffa terlihat panik terlebih Leon ada bersamanya.


"Cih sok polos, gak nyangka ya di balik muka polos lo ternyata hati lo busuk" ucap Aurel begitu emosi.


"Maksud Non apa? saya gak ngerti?" balas Raffa berusaha memahami.


"Hemph drama basi, gak perlu berlagak suci depan gue lo pemburu harta!" seru Aurel berapi-api.


Jantung Raffa begitu terasa lepas.Tak pernah terbayang dengan dinginnya Aurel menuduhnya.


"Kenapa? bisu lo sekarang! mulai sekarang jauh-jauh lo dari gue, kelamaan deket lo bikin gue pengen muntah" Selasai berucap Aurel pun beranjak pergi.


"Non, tolong jangan salah paham" ucap Raffa seraya meraih tangan Aurel.


"Jangan sentuh gue dengan tangan kotor lo!" bentak Aurel.


"Lo gak budek kan? lepasin dia sialan!" ucap Leon sok jadi pahlawan.


Dengan kasar Leon mendorong Raffa untuk menjauh lalu dengan sinisnya berkata,


"Pergi gak lo, sebelum gue habisin, pergi!"


Raffa yang tidak ingin memperburuk keadaan hanya bisa pasrah lalu pergi.


"Udah gak usah lo pikirin tenangin diri lo ya" ucap Leon pada Aurel seraya mengusap kedua bahunya.


Aurel hanya mengangguk tanpa berkata apapun.Entah mengapa rasa kecewanya begitu terasa menyesakan.


"Mau gue temenin atau gue antar Rel?" ucap Leon


"Gak usah terimakasih,gue lagi pengen sendiri" balas Aurel lalu pergi begitu saja.


"Sialan kurang apa lagi sih gue, masih aja dia cuek, padahal itu bocah udah cacat di matanya" guman Leon geram.


Sementara saat Raffa berjalan seseorang mendekatinya.


"Sabar ya Al" ucap Arif yang tak sengaja melihatnya.


"Eh, thank ya Rif" ucap Raffa yang terlihat kalut.


Tak lama mereka pun sampai.Beberapa teman terlihat tengah berkumpul.


"Assalamualaikum" sapa Raffa.


"Waalaikumsalam" balas mereka kompak.


Belum sempat satu orang pun buka mulut, suasana tak enak pun terjadi saat Aurel datang.


"Lun ikut gue, males ada ular berkepala dua" ucap Aurel menyindir.


Luna hanya bisa menuruti Aurel yang mengajaknya ke tempat lain.


"Kamu kenapa sih Aurel, aneh banget?" tanya Luna heran.


"Gue cuma gak mau deket deket sama penipu" sahut Aurel ketus.


"Maksud lo? penipu gimana sih?"


ucap Luna terheran tak paham.


"Nih lo lihat sendiri" ucap Aurel menyerahkan ponselnya.


Luna terkejut begitu melihat video pendek Raffa dan Alena saat makan malam.


"I ... ini" seru Luna tertahan


"Lo lihat sendirikan buktinya? gak nyangka gue dia ... "


Aurel terus berbicara tanpa tahu pikiran Luna terfokus pada Alena yang di temuinya kemarin.


"Gak salah lagi, ini Alena yang kemarin bareng sama kita.Jadi dia pacarnya si Al" guman Luna dalam hati begitu tak percaya.


"Lun Luna, lo masih denger gue kan? malah bengong, lo aja kaget kan?" ucap Aurel.


"Iya iya Rel" dengan cepat Luna menyahut.


"Dan yang harus lo tau, penipu itu ampe di kasih mobil ama tuh cewek"

__ADS_1


"Maksud lo si Al?" sahut Luna


"Ya siapa lagi Lunce, gimana sih lo" kesal Aurel


Tiba tiba ponsel Luna berdering. Namun ia kembali memasukan ponselnya saat tahu siapa yang memanggil.


"Kenapa gak lo angkat?" tanya Aurel menyelidik.


"Eh, itu salah sambung kok Rel" sahut Luna gugup.


Tak lama satu notifikasi pesan, masuk di ponsel Luna.


📨 Alena : "Hai Luna, maaf kalo ganggu, nanti sore temenin aku ke tempat Raffa ya? sekalian ajak Ryo biar seru hee"


Luna semakin gugup begitu selesai membacanya.


"Kenapa sih Lun? lo kok kaya gelisah gitu.Angkat aja kalo penting" ucap Aurel merasa aneh.


"Gak apa apa kok Rel" sahut Luna semakin gelisah.


Sementara di tempat lain Raffa tengah mencoba menjelaskan sebisanya.


"Kira-kira Aurel kenapa bisa semarah itu sih? aneh juga" ucap Ryan


"Iya, masa sih cuma gara-gara lo bawa mobil doang" Arif menimpali ia pun belum paham sepenuhnya.


"Emang mobil si Al apaan sih Rif?" tanya Yogi iseng.


"Cuma civic type R kalo gak salah" ucap Arif santai.


"Anjir lo bilang cuma, belagu lo" balas Ryan jengkel


Ryo hanya terhenyak dan menatap Raffa sesaat lalu menggelengkan kepalanya.


"Udah udah malah pada ngaco, gue harap Aurel cuma salah paham" ucap Raffa tak ingin pembahasannya makin tak jelas.


Waktu berlalu hingga jadwal kuliah hari ini pun selesai.Aurel masih terlihat menghindari Raffa.


"Mau langsung pulang Rel?" tanya Luna.


"Kayanya enggak Lun, masih ada sesuatu yang harus gue kerjain," sahut Aurel.


"Oh ya sudah gue duluan kalo gitu, gak apa- apakan?" ucap Luna berpamitan.


Luna dengan tergesa menuju parkiran kampus.


"Habis ini lo ada acara kemana Ryo? Alena sepertinya ngajak Luna ke tempat gue deh" ucap Raffa.


Belum sempat Ryo membalas nampak Luna menghampiri mereka.


"Hei, buru-buru amat sih sayank, aku gak akan hilang kok" goda Ryo seraya merangkul bahu gadis itu.


"Ish kamu ini becanda mulu" sahut Luna seraya mencubit Ryo.


"Hehe maaf, sayank emang bener Alena ngajak kamu?" tanya Ryo penasaran


"Eh itu dia, baru aja aku mau kasih tahu kamu" sahut Luna.


"Ya udah kita berangkat sekarang?" ucap Ryo bersemangat.


Luna hanya mengangguk sedikit ragu.Ia masih memikirkan apa yang mungkin terjadi andai Aurel tahu.


Didalam mobil Luna terlihat gelisah, Ryo yang melihatnya pun merasa cemas.


"Yank kamu gak apa-apa? kok kaya gak tenang,kenapa?" tanya Ryo.


"Emm aku khawatir Aurel tahu aku berhubungan sama Alena, gimana dong yank" sahut Luna.


"Kalo menurutku sih baiknya nyari waktu yang tepat untuk jujur sama dia yank" saran Ryo.


"Iya deh nanti aku coba,lagian Alena orangnya baik banget aku gak mungkinkan yank menolak pertemanannya tanpa alasan"


"Kamu benar sayank, udah ya jangan terlalu di pikirin, mudah-mudahan Aurel ngerti" ucap Ryo menenangkan Luna.


Sementara Raffa tentu saja menjemput Alena.Tanpa ia sadari seseorang mengikutinya hingga ke Coffee shop.


Sementara itu sesampainya di kedai.Rasa senang Alena semakin berlipat tatkala melihat Ryo dan Luna.


"Hai Luna, apa kabar si cantiknya aku?" sapa Alena begitu senang seraya memeluknya.


"Aku baik Alena cantik" sahut Luna sedikit canggung,Namun tetap membalas pelukannya.


Melihat mereka pelukan Ryo pun berdiri seraya melebarkan kedua tangannya.

__ADS_1


Belum sempat Ryo memeluk keduanya Raffa sudah berdiri menghadang.


"Mau ngapain lo dodol" cegah Raffa


"Idih ngiri aja lo, bilang aja lo mau di peluk juga" sahut Ryo lalu memeluk Raffa erat.


"Sengklek lepasin, merinding ngeri gue di peluk lo" dengus Raffa kesal


Sontak Alena juga Luna tertawa geli melihatnya.Begitu pun beberapa pelanggan terlihat menahan tawanya.


Setelah memesan minuman masing-masing mereka pun duduk satu meja.


"Luna makasih ya sudah mau menemani aku, gak keberatankan aku jadi temanmu?" ucap Alena penuh harap.


"Eh, tentu saja Alena" sahut Luna seraya mengenggam tangannya.


Ryo dan Raffa hanya tersenyum melihat mereka begitu cepat akrab.


Sementara Aurel di dalam mobilnya terus memperhatikan ke arah kedai tersebut.


"Telepon Luna deh, lagian si Mitha gak tau sibuk apaan tuh anak" guman Aurel


Aurel pun segera meraih ponselnya lalu menghubungi Luna.


"Hallo Lun, Lama amat lo ngangkatnya, lagi di mana sih!?" ucap Aurel gusar.


"Maaf Rel, gue lagi di luar nih emang ada apaan?" balas Luna.


"Lo bisa gak ke ... " ucapan Aurel tertahan saat dengan jelas melihat Luna di depan kedai.


"Bisa apaan Rel? Hallo? idih kok di matiin sih aneh deh" rutuk Luna lalu kembali kedalam.


"Jadi si Luna ada di sini juga,apa mungkin mereka ketemu di sini?


gak sia-sia usaha gue ngikutin mereka" guman Aurel dalam hatinya.


Perasaan Aurel mulai tak enak, berbagai kecurigaan muncul di pikirannya.Hingga akhirnya ia pun menuju ke dalam kedai tersebut.


Aurel berharap kecurigaannya salah namun kenyataan tak sesuai keinginannya.


Luna terhenyak saat sadar Aurel menatapnya penuh kemarahan.


"Aurel!" pekik Luna.Membuat semuanya pun terkejut.


"Pantas tingkah lo aneh, ternyata begini lo di belakang gue.Lo temen lama gue Lun tega-teganya lo khianatin gue!" ucap Aurel berapi-api.


"Aurel denger dulu penjelasan gue" balas Luna memohon.


"Semua sudah jelas, lo lebih ngehargain cewek ini dari pada gue.Mulai hari ini, jangan anggap gue temen lo lagi!" Selesai berucap Aurel pun pergi meninggalkan mereka.


Tidak ingin salah paham ini berlanjut semua orang berusaha mengejarnya.


"Aurel denger gue dulu" seru Luna berusaha mengejar.


Dan di luar kedai Luna yang berhasil mengejar Aurel terus berusaha menjelaskan.


"Rel lo salah paham semua gak seperti yang lo pikirkan" jelas Luna.


"Iya Rel lo salah paham, Luna kesini sama gue" susul Ryo mencoba membujuk.


"Non semuanya bisa di bicarakan baik-baik" ucap Raffa berusaha bijak.


"Diem lo semua, kalian sama saja.Gue kecewa sama lo Lun" ucap Aurel dengan tatapan tajam.Selesai berucap Aurel berlari dengan air mata mulai menitik.


"Aurel ... Aurel aku mohon dengar gue dulu" Luna berlari mengejar namun sia-sia.


Aurel segera masuk ke dalam mobilnya lalu memacunya dengan begitu cepat.


meninggalkan Luna yang merasa bersalah.


"Ini semua salah lo, andai saja lo gak di sini semua ini gak akan terjadi" ucap Luna seraya menunjuk Alena.


"Maaf aku gak tau akan seperti ini" sahut Alena dengan lirih.


Ryo yang tak ingin semuanya bertambah buruk segera menarik Luna kedalam pelukannya.


"Sudah sayank semua akan baik-baik saja, biarkan Aurel tenang, baru kita coba bicara lagi padanya" bujuk Ryo seraya membelai lembut rambut gadis itu.


Sementara Raffa segera membawa Alena kedalam kedai untuk menenangkannya.


[ Bersambung ]


Akankah kesalah pahaman ini berakhir atau malah semakin buruk?

__ADS_1


tunggu jawabannya di episode selanjutnya....👍


__ADS_2