
Di dalam sebuah mobil seorang gadis yang terlihat masih syok terus menepuk-nepuk dadanya.Debaran jantungnya masih terasa cepat.Beberapa tegukan air berharap dapat membuatnya lebih tenang.
Dengan perlahan ia menjalankan mobilnya menuju salah satu gedung perusahaan besar milik keluarganya.
Alena gadis cantik berusia 19tahun ini adalah putri dari Harry Reza Adhitama.Pengusaha yang cukup di segani karena kesuksesannya.
Alena Pribadi yang ceria,ramah,penyayang juga tidak sombong.Hanya saja kehilangan ibundanya membuat Alena menjadi sedikit penyendiri.
Sesampainya di Lobby Alena langsung menggunakan Lift menuju lantai teratas.Beberapa karyawan menyapa penuh hormat padanya.Sampailah Alena di depan meja sekretaris.
"Hai Mba,apa Papah ada?" ucap Alena
"Eh hai Alena,ada kok silahkan masuk saja," balas Vera.
Alena pun tersenyum lalu menuju ruangan Ayahnya.
"Siang Pah,apa Alena ganggu?" ucap Alena seraya mendekat ke meja Papanya.Tidak lupa mencium punggung tangan Papanya.Lalu tersenyum ke arah Rama.
Papahnya terlihat sibuk memeriksa beberapa berkas dengan di temani asistennya.
"Siang,Kok baru sampai Sayang?" tanya Tn Harry.
"Maaf Pah,tadi Alena ada sedikit halangan,ada yang kecelakaan depan mobil Alena,"
"Apa kecelakaan? kamu baik-baik saja kan gak ada yang luka," seru Tn Harry seraya beranjak lalu memeriksa putrinya.
"Ihhh Papah bukan aku yang kecelakaan tp orang lain,jatuh dari motor di depan mobil aku Pah"
Tn Harry pun merasa lega.Lalu kembali duduk di kursinya.
"Ya sudah Ram,semua berkas ini sudah bisa kamu bawa.Sekarang kamu boleh kembali ke tempatmu" ucap Tn Harry kepada asistenya Rama
"Baik saya permisi Pak,Non" Rama pun meninggalkan ruangan itu.
Setelah Rama meninggalkan mereka berdua.Tn Harry menatap putrinya dengan serius.
"Alena bagaimana,apa sudah kamu pikirkan permintaan Papah soal perjodohan itu?" tanya Tn Harry.
"Aduhh pah masa iya sih zaman udah maju masih aja ada jodoh-jodohan,lagian Alena masih muda belum mikirin soal jodoh" jawab Alena lemas.
"Papah ngerti,tapi kamu taukan rekan bisnis Papah ini yang ingin menjalin hubungan lebih dekat.Papah gak enak untuk menolaknya" Jelas Tn Harry meminta pengertian.
__ADS_1
"Iya Pah tapi ini menyangkut hidup Alena,biarkan Alena memutuskan sendiri Pah"
"Alena kalo makan malam untuk perkenalan aja gimana,gak ada salahnya kan? Soal kamu suka atau tidaknya nanti bisa di bicarakan.Lagian Papah perhatikan kamu gak pernah terlihat dekat dengan seseorang,benar kan?"
Alena yang mendengar perkataan Ayahnya hanya menghela nafas panjang.Lalu berkata
"Emang ada pengaruhnya Pah kalo Alena deket sama seseorang?" Alena berkata dengan pasrah tanpa berharap ada jawaban yang sesuai keinginannya.
"Emmm kalo gitu sih mungkin papah ada alasan untuk kasih rekan bisnis Papah pengertian" ucap Tn Harry nampak berpikir serius
"Maksud Papah?" Seru Alena dengan mata berbinar dan senyum terkembang
"Ya maksudnya,Papah akan kasih pengertian.Semoga aja rekan bisnis Papah bisa mengerti dan mengurungkan niatnya itu" sahut Tn Harry menjelaskan.
"Beneran Pah?" Papah mau melakukannya?" tanya Alena memastikan.
"Iya Sayang,pada dasarnya Papah hanya ingin yang terbaik untuk kamu.Tadinya Papah pikir dengan ini kamu akan punya keluarga baru,jadi kamu tidak merasa kesepian lagi"
"Terima kasih ya Pah karena mau mengerti.Buat Alena perhatian Papah sudah lebih dari cukup" ucap Alena
"Jadi pemuda mana yang telah mendapatkan perhatianmu?" tanya Tn Harry seraya menatap Alena dalam-dalam.
Alena tertegun mendengar pertanyaan Papahnya.Jangankan untuk pacaran,menghabiskan waktu bersama teman pun sangat jarang ia lakukan.
"Dengar Alena Papah tidak mau tau, kalo memang kamu sudah memiliki pasangan,bawa dia ke hadapan Papah.Kalo memang kalian saling menyayangi,hari itu juga Papah akan nikahkan!" Setelah berkata Tn Harry lalu memutar kursinya membelakangi Alena.
Alena semakin terkesiap dengan sikap Papahnya.Wajahnya memucat,badannya pun bergetar.Ia menggigit bibirnya menahan untuk tidak menangis.
Alena yang mencoba kuat sedikit terheran.Saat menatap Papahnya,ia segera beranjak mendekati.Betapa kagetnya Alena saat melihat Papahnya sedang menahan tawanya.
"Ya ampun si Papah nyebelin banget,bisa-bisanya hal serius di pake ngeprank anak sendiri," ucap Alena dengan kesal.
"Hahaha maaf,maafkan Papah ya Sayang.Habis kamu malah bengong,jadi pengen godain kamu".
Alena sendiri lalu berjalan mengambil tasnya seperti hendak pergi.
"Alena tapi Papah serius loh,kapan kamu mau kenalin calon menantu Papah?" tanya Tn Harry.
"Tau ahhhh Papah nyebelin.Alena pamit dulu Pah" balas Alena yang kembali mendekat lalu mencium tangan Papahnya.
"Duh gitu aja ngambek,pokoknya ingat segera kenalin dia sama Papah ya" lanjut Tn Harry
__ADS_1
Alena pun meninggalkan kantor Papahnya dengan perasaan gundah.Entah kenapa bayangan kecelakaan sebelumnya kembali berputar di pikirannya.
"Pemuda itu apa kabarnya ya,andai aku tau di mana rumahnya,mungkin aku bisa melihat keadaannya," gumannya dalam hati.
Sementara Raffa setelah mandi dan mengobati lukanya telah siap bersama Ferdy dan Siska.
"Lo sebenarnya kenapa Boss pulang kok gak karuan gitu." Tanya Ferdy penasaran.
"Gue gak apa-apa kok cuma luka dikit aja,tadi jatoh dari motor." jawab Raffa
Mendengar itu siska segera mendekat lalu memegang lengan Raffa seraya bertanya.
"Kok bisa Boss,tapi beneran gak apa-apa kan?" Siska begitu kuatir.
"Alhamdulillah Sis gue baik baik aja.Gak ada luka serius cuma baret sama lecet aja nih kaki sama tangan." Balas Raffa dengan tersenyum seraya menatap Siska.
Siska yang merasa malu melepaskan tangannya dari lengan Raffa.
"Beneran lo jatuh Boss? Bukan kena tabrak atau di serempet orang?" lanjut Ferdy memastikan.
Raffa pun mendekati Ferdy.
"Sebenarnya sih Bro,gue di celakain orang.Sempet gue lihat orangnya pake motor sport," ucap Raffa kembali mengingat kejadiannya.
"Sial gue ingat rompinya 'The Street Runner'.Gue kayanya pernah lihat cuma lupa, dimana ya?" Raffa mencoba memutar ingatannya namun tidak menemukan jawabannya.
"Apa! Boss yakin namanya itu?" sahut Ferdy dengan wajah tegang.
"Iya yakin banget,sebelum orang itu cabut gue masih sempet melihatnya," balas Raffa.
"Wah gawat Boss lebih baik lo hati-hati deh jangan sampai berurusan dengan mereka." Lanjut Ferdy dengan serius.
"Emang lo tau sesuatu Bro?" tanya Raffa
"Mereka sebenarnya grup motor yang di segani di kota ini.Mereka sering terlibat balap liar,perjudian juga tawuran.Banyak grup motor lainnya yang takut sama mereka terutama sama ketuanya.Pokonya mereka merasa raja jalanan jadi gak aneh kalo mereka bertindak semaunya kalo di jalan." Jelas Ferdy sedetailnya.
Penjelasan Ferdy membuat Raffa termenung.
"Apa insiden senggolan malam itu juga berkaitan ya" guman Raffa dalam hati.Yang teringat kejadian sepulang dari pesta Aurel.Dimana hampir saja Raffa terlibat masalah dengan pemotor sport itu.
Lama termenung akhirnya Raffa teralihkan oleh beberapa pelanggan yang mulai ramai berdatangan.....
__ADS_1
Hari ini pun Raffa lewati dengan kesibukannya di Coffe Shopnya. Hingga malam tiba menggoda semua insan untuk terlelap dan bersiap hadapi hari esok........
[[ BersambunG ]]