
Dia pun memainkan gitarnya dan memetik sinar itu dengan lembut sehingga mengeluarkan suara yang merdu
" aku wanita
yang punya cinta di hati
ada diriku dan dirinya
dalam hidupmu
Mengapa terlambat
Cintamu telah dimiliki
Sedang dirinya dengan kamu
Tak begitu cinta
Mengapa yang lain bisa
Mendua dengan mudahnya
Namun kita terbelenggu
Dalam ikatan nama cinta "
Tya dan Hendrik kaget mendengar lirik ini. Mengapa Hena bisa tau dengan puisi yang di buatkan Tya untuk Hendrik pikir mereka
" Atas nama cinta
Hati ini tak mungkin terbagi
Sampai nanti bila aku mati
Cinta ini hanya untuk engka
__ADS_1
Atas nama cinta
Ku relakan jalan ku merana
Asal engkau akhirnya dengan ku
Ku bersumpah atas nama cinta "
Selesai bernyanyi Tya pun berlari dan di susul oleh Hendrik. Hena yang melihatnya merasa sedih, dalam hatinya mungkin mereka sudah jadian pikirnya
Pas acara sibuk sibuknya. Hendrik, Tya, dan Yani memilih pergi kekantin untuk makan plus untuk menenagkan pikiran mereka atas keramaian sekolah harini ini
Saat lagi makan, Hena datang ketempat duduk mereka.
" gua boleh duduk ngak? " tanya Hena
" boleh kok " jawab Hendrik
Namun Hena pura pura tidak mendengarkan cowo itu
Hena pun duduk di samping Yani
" maaf ngeganggu kalian " kata Hena
" apaan sih lo, kitakan sahabatan " kata Yani kesal
Hena yang mendengarnya pun hanya senyum saja.
" gua kesini mau kembalikan ini sama kamu " kata Hena sambil ngeluarin surat kearah Tya
Tya yang sudah kenal dengan surat itu pun cepat cepat mengambil dan melihat nya.
" gua ngak sengaja menemukan ini di bawah meja lo " lanjutnya
" emang isinya apaan sih " kata Yani kepoo
__ADS_1
Namun tidak ada yang menjawabnya.
" gua minta maaf sebab menyanyikan lagu lo tanpa sepengetahuan lo " kata Hena menyesal
" ngak apa apa kok " kata Yani
Tak berapa lama mereka ngobrol, Risky datang menjemput Hena
" hai non " kata nya mengejutkan Hena
" eh hai "
" gimana, jadikan kita pergi "
" jadi, bentar ya " kata Hena kepada Risky
" gua pamit dulu ya, guys " lanjutnya
lalu dia pun berlalu dan berlari kecil mengejar Risky yang di luan berjalan.
Hendrik yang melihatnya pun putus asa apakah mereka betul betul sudah jadian, pikirnya
Dan dia pun memutuskan untuk menemui Hena malam ini dan menceritakan semuanya malam ini juga.
Jam 19.00 wib dia pun sampai di rumah Hena, namun Hena belum juga pulang dan dia memutuskan untuk menunggu Hena di ruang tamu. Namun sampai pukul 21.30 wib Hena pun belum sampai di rumah dan dia pun bosan dan memutuskan untuk pulang. Saat dia mau pamit dia mendengar suara kereta di luar rumah
" mungkin itu Hena " kata Hendrik dalam hati
Dia pun kembali duduk dan memutus untuk menunggu Hena di ruang tamu.
Sudah setengah jam Hendrik menunggu namun Hena tidak masuk juga
" apa aku salah dengar ya. Mungkin itu tetangga. " pikir Hendrik dan berdiri di dari duduk duduknya
Beberapa langkah dia ingin keluar, tiba tiba Hena masuk ke dalam rumah dan membuatnya kaget.
__ADS_1
" apakah dia tadi melihat apa yang aku lakukan di luar bersama Risky " pikir Hena