
setelah beres memasak, alea, alpin dan sisi melaksana kan shalat magrib.
setelah selesai, mereka bertiga pun makan malam, seperti biasa alea, melayani sang suami, dan sang anak nya.
barulah dia, mengalas nasi, untuk diri nya sendiri.
di saat mereka sedang makan, hendphone nya berbunyi,alpin pun menyimpan sendok nya, alpin pun menoleh ke arah layar handphone nya, ternyata dari friska.
awal nya ia malas, tapi hendphone nya terus berdering.
" angkat aja pah, berisik.. ?? " ( sisi)
akhir nya mau tidak mau, ia pun menekan tombol hijau.
" ada apa.. ?? " ( alpin ) .
" mas tolong aku ..?? " ( friska)
" tolong apa ka, kamu kenapa, kamu baik baik aja kan.. ?? " ( alpin) dengan nada khawatir, sedang kan alea dan sisi saling tatap.
" pokok nya kamu ke sini sayang, aku butuh kamu.. ?? " ( friska).
" iya udah aku sekarang ke apartemen kamu, kamu tunggu aku ya.. ?? " ( alpin) dengan nada khawatir nya.
Tanpa berpamitan ke arah ale dan sisi, alpin pun buru buru ke luar, sambil membawa handphone nya, dan kunci mobil nya, ia berlari ke arah luar, sisi melihat ke arah alea, ia melihat alea dengan tatapan sendu.
alea begitu sakit hati nya, di saat ia melihat raut wajah alpin, yg begitu khawatir.
bahkan untuk pamit tan aja, dia sampai engga sempat.
" mah.. ?? " ( sisi ) ia memegang punggung tangan alea.
" ah iya nak.. ?? " ( alea) ia tersadar dari lamun nan nya.
" aku tau mamah pasti kecewa, apa mamah masih mau tetap bertahan.. ?? " ( sisi)
" kalau mamah, menyerah boleh nak.. ?? " ( alea ) kini ia, merasa sudah lelah, kebersamaan nya selama ini, sia sia, rumah tangga yg selama ini ia bina, lagi lagi akan di ujung tanduk.
__ADS_1
jujur alea, sudah merasa nyaman, sudah ada benih benih cinta, di hati nya, tapi ia lelah kalau terus terus dan di sakiti.
" tenang aja nak, walaupun mamah udah pisah dengan papah kamu, mamah akan selalu untuk kamu, kapan pun kamu ingin bertemu dengan mamah,pintu rumah mamah akan selalu terbuka sayang.. ?? " ( alea) walaupun di hati nya, ada rasa nyeri, dan tak rela, tapi ia harus kuat, mungkin seiring berjalan nya waktu, luka ini akan sembuh, sama seperti dulu, luka yg di toreh kan oleh David, begitu menyakit kan, tapi ia bisa melewati.
" mah boleh aku ikut mamah, percumah aku ikut papah, kalau papah aja engga pernah ada untuk aku, dia lebih memilih pacar nya, dari pada aku anak nya, darah daging nya mah , selama ini aku sudah banyak di kecewa in sama papah, kalau mamah engga mau, aku mau ke rumah opah omah aja.. ?? " ( sisi) dengan tatapan sendu.
alea benar benar bingung, ia harus melakukan apa, ia pun merentang kan ke dua tangan nya.
sisi pun memeluk tubuh alea, ia membenam kan kepala ny di leher alea.
" kalau masalah itu, mamah engga bisa memutus kan sayang biar kan papah kamu, yg memutus kan, mamah dengan senang hati menerima kamu, biar mamah di rumah ada teman, kamu tau sendiri kan nak, kalau mamah juga selalu ke sepian, makan nya mamah ngikutin apa kata papah kamu.. ?? " ( alea ) ia menatap ke arah sisi, ia menangkup pipi sisi, dan mengecup kening nya.
" mamah juga engga akan langsung ko sayng, mamah akan beri waktu kembali waktu untuk palah kamu, selama seminggu ini, kalau palah kamu engga berubah, mamah akan mundur.. ?? " ( alea)
" iya mah.. ?? " ( sisi)
" iya udah sekarang kita shlat sayang, setelah shalat kita tidur, kamu ada PR sayang.. ?? " ( alea) ia menatap ke arah sisi.
" aku engga ada mah.. ?? " ( sisi).
sisi hanya mengangguk kan kepala nya saja, ia pun berjalan menuju ke sofa, ruang tengah.
sedang kan alea menuju ke dapur, setelah memberes kan piring kotor.
tak berselang lama alea pun menuju ke arah sisi, yg duduk di sofa.
" ayo nak, kita ke kamar.. ?? " ( alea) sambil tersenyum ke arah sisi.
" iya mah,.. ?? " ( sisi) ia beranjak dari sofa, dan menggandeng tangan sang mamah, untuk ke kamar nya, mereka shalat isa berjamaah, dan setelah itu mereka pun tertidur, alea memilih tidur dengan sisi karena ia yakin kalau alpin pasti tidak pulang.
di apartemen friska, alpin pun baru sampai, dengan napas yg ngos ngos dan karena ia khawatir, dengan friska yg meminta tolong .
alpin pun menekan fasword nya, dan klik, pintu pun terbuka, terlihat friska yg sedang berdiri dengan gaun malam nya, alpin pun mengkerut kan kening nya, sambil berjalan ke arah friska.
" kamu engga apa apa, kan.. ?? " ( alpin) ia melihat friska dari ujung kepala sampai ujung kaki.
" aku baik baik aja.. ?? " ( friska) dengan mengalung kan ke dua tangan nya, dan menatap genit ke arah alpin.
__ADS_1
" kamu itu ya, aku tadi hampir saja tabrak kan, karena khawatir sama kamu, eh ternyata kamu baik baik saja.. ?? " ( alpin) ia pun melepas kan rangkulan nya,, dan menuju sofa, ia pun memijit pelipis nya, yg terasa pusing.
friska pun duduk di pangkuan alpin, ia berusaha menggoda alpin, karena ia kangen dengan sentuhan alpin.
alpin yg iman nya cetek, ia pun akhir nya hanyut dalam permainan Siska, hingga ia lupa waktu.
tapi di setiap permain nan nya, ia selalu pakai pengaman.
waktu sudah menunjuk kan pukul, 06 pagi alpin pun mengerjal kan mata nya, ia melihat jam ternyata sudah pukul 06 pagi, ia membulat kan mata nya, dan buru buru ke kamar mandi, untuk membersihkan kan tubuh nya, awal nya ia akan pulang, mungkin karena ke lelahan ia pun tertidur.
tak menunggul lama alpin pun menuju pulang, dan membiar kan friska yg masih tidur, alpin agak tergesa gesa, karena ia merasa bersalah ke pada sang istri.
kini ia pun sudah sampai di rumah nya, ia buru buru naik ke kamar nya, rumah yg masih sepi , mungkin anak nya masih di dalam kamar nya begitu pun sang istri, sarapan sudah terhidanh di meja makan, pasti istri nya sudah menyiap kan semua nya.
alpin pun menuju ke arah, kamar nya.
cklek
ia pun masuk, dan melihat sang istri yg sedang berada di meja rias.
" maaf, aku engga pulang, karena friska demam, jadi aku engga tega untuk meninggal kan nya, friska engga punya siapa siapa lagi, selain aku, makan nya aku takut terjadi apa apa sama dia.. ?? " ( alpin) ia berusaha untuk meyakin kan sang istri bahkan ia rela berbohong, supaya sang istri tidak curiga.
tapi alea tidak sama sekali tidak mengucap kan satu kata pun.
alpin mengerut kan kening nya, atas sikap alea , alpin pun berjalan ke arah alea, dan berdiri di samping alea.
" kamu kenapa malah diam.. ?? " (alpin).
alea menghela napas nya, dan menatap ke arah alpin.
" terus, aku harus berbicara apa mas, itu kan urusan kamu, bukan urusan aku, bener kalau kamu menjaga friska yg sakit.. ?? " ( alea) ia menatap ke arah alpin.
" kamu, kenapa berbicara seperti itu, kaya yg engga percaya sama aku.. ?? " ( alpin) ia berusaha menekan rasa gugup nnya, saat melihat tatapan alea.
alea,pun tersenyum remeh, ia pun bangkit.
" kalau mau bohong itu, jangan sama aku mas, tapi sama anak bayi, tuh tutup pin kiss mark, di leher kamu, banyak banget.. ?? " ( alea) ia mengambil fondecion , dan memberi kan nya ke alpin, setelah itu alea pun menuju ke walk in closet untuk mengambil baju, untuk alpin.
__ADS_1