Hati Yang Kau Sakiti

Hati Yang Kau Sakiti
episode 63


__ADS_3

alea pun menghela napas nya, ia pun merasa kan apa yg alpin rasa kan ia sangat merindu kan alpin, tapi ia takut untuk bertemu dengan alpin, apa lagi setatus mereka bukan suami istri.


" gimana nak. " ( mamah alpin) ia menggenggam tangan alea.


" aku, bingung mah. " ( alea ) ucapan nya lirih, tapi masih terdengar oleh sang mamah.


" bingung kenapa nak, coba kamu cerita. " ( mamah alpin)


" sekarang setatus aku bukan suami istri lagi mah, makan nya aku ragu untuk bertemu dengan mas alpin, bukan itu aja mah, mas alpin kini sudah bersama orang yg di cintai nya, makan nya aku engga berani merusak hubungan mereka, biar lah mah, waktu yg bisa menjawab " ( alea) ia menatap lurus ke arah depan.


alea tidak tahu, kalau setatus nya kini masih istri alpin, hanya orang tua alpin yg tau, dengan setatus itu, mereka bungkam, karena mereka mempunyai rencana, dan belum waktu nya, mereka mengetahui nya.


" kalau itu keputusan kamu, mamah engga bisa berbuat apa apa, semoga itu jalan terbaik untuk kalian berdua nak. " ( mamah alpin) ia mengelus punggung alea.


" makasih mah. " ( alea )


sedang kan papah alpin, hanya menjadi pendengar saja, tidak berani untuk mengutarakan pendapat nya.


" sudah ah, jangan sedih sedih, gimana kalau kita ke mall, kita beli ke butuhan cucu mamah. " ( mamah alpin )


" boleh juga mah, kebetulan aku belum ada persiapan untuk membeli baju anak aku mah. " ( alea)


" iya udah kalau gitu, kita berangkat, mamah siap siap dulu ya. "( mamah alpin)


" iya mah aku juga mau siap siap juga, sambil memanggil sisi, apa dia mau ikut atau mau di sini. " ( alea)


" iya nak. "( mamah alpin)


alea pun bangkit dari sofa, dan menuju ke taman belakang, setelah kepergian alea, mamah alpin pun melirik ke arah sang suami.


" pah.. ?? " ( mamah alpin)


" apa mah. " ( papah alpin) ia menatap sang istri.


" gagal deh pah. " ( mamah alpin) ada raut kecewa, di wajah nya.


" kita engga bisa, berbuat apa apa mah, itu sudah keputusan alea,mungkin itu jalan terbaik. " ( papah alpin)


" iya pah, aku berharap mereka bisa kembali dan bersama sama, apa lagi ada buah cinta mereka. " ( mamah alpin)


" amin mah, iya udah kamu siap siap dulu , bukan nya mau pergi. " ( papah alpin)


" astagfirullah mas, aku sampai lupa. " ( mamah alpin) ia menepuk jidat nya.


" iya udah sana siap siap dulu, ke buru siang. " ( papah alpin)


" iya pah, oh iya, papah mau ikut. " ( mamah alpin)

__ADS_1


" ikut, dong mah, apa lagi mau cari keperluan cucu kita, papah juga mau memilih, yg terbaik untuk cucu kita. " ( papah alpin)


" emang papah engga lelah, kan papah baru aja sampai. "( mamah alpin)


" buat cucu, engga akan ada kata cape mah. " ( papah alpin).


" iya udah kalau gitu, aku siap siap dulu ya. " ( mamah alpin)


papah alpin hanya mengangguk kan kepala nya sebagai jawab ban, mamah alpin pun bangkit dari sofa, menuju ke kamar nya untuk bersiap siap.


sedang kan alea kini sedang berada di taman belakang, mencari sisi.


" sayang. " ( alea) ia menatap ke arah sisi, yg sedang memberi makan kelinci nya.


sisi pun menatap ke arah alea,dan ia pun bangkit , dan mendekat ke arah alea.


" ada apa mah. " ( sisi)


" kamu mau ikut, mamah sama opa dan oma,mau beli peralatan dede bayi. " ( alea)


" boleh mah, tapi aku mau bebersih dulu. " ( sisi)


" boleh sayang, apa mau mamah bantu. " ( alea)


" engga usah mah, aku bisa ko, sendiri. " ( sisi)


" iya mah. " ( sisi)


alea pun, memanggil bibi untuk menemani sisi, sedang kan diri nya menuju ke kamar nya, untuk bersiap siap.


dua puluh menit kemudian, mereka pun sudah berkumpul di ruang tamu, setelah semua berkumpul, mereka pun berangkat ke mall, menggunakan mobil papah alpin.


setelah menempuh perjalanan , selama tiga puluh menit kemudian, mereka pun akhir nya nyampai, di mall.


" kita makan dulu ya. " ( mamah alea)


" boleh omah, kebetulan aku lapar. " ( sisi)


" okey, kita cari makan. " ( mamah alea).


" kalian, mau makan apa. " ( papah alpin) ia menatap ke arah sang istri, beralih ke arah sang cucu, dan ke arah sang menantu.


" mamah ngikutin aja. " ( mamah alea)


" aku juga, ngikutin aja. " ( alea)


" iya udah aku pingin makan di KFC aja. " ( sisi)

__ADS_1


" okey, kita makan di sana aja. " ( mamah alea)


akhir nya mereka pun menuju tempat makan, untuk mengisi perut nya.


sementara itu, di tempat berbeda, alpin bersama Siska sedang berbelanja tas yg selama ini di incar oleh Siska.


" gimana mas bagus engga. " ( Siska) ia menunjuk kan tas yg ia suka.


" terserah. " ( alpin)


" jawab ban nya, dari tadi terserah , komentar ke.. ?? " ( Siska)


" iya terus harus gimana, aku engga tau, selera kamu seperti apa, makan nya aku bilang terserah juga, kalau aku bilang bagus, kenyataan kalau kamu engga suka gimana.. ?? " ( alpin).


Siska pun terdiam, mencerna ucapan alpin, ada benar nya juga.


" yg terpenting aku membayar, belanjaan kamu, itu yg lebih penting. " ( alpin)


Siska pun mengangguk kan kepala nya, sebagai jawab ban.


mereka pun melanjut kan belanja nya, kini mereka menuju ke toko baju, Siska pun memilih baju, yg sekira nya pas untuk diri nya, sedang kan alpin ikut memilih, entah lah ia sangat tertarik pada satu baju, yg menurut nya bagus untuk alea.


" sayang, kalau kamu pakai baju ini, pasti pas, untuk tubuh kamu. " ( alpin) ia berucap di dalam hati, sambil tangan nya memegang baju tersebut.


tanpa banyak berpikir ia pun menuju ke kasir, untuk membayar baju tersebut, dan ia kirim ke rumah orang tua nya, setelah selesai, ia pun menuju sofa, untuk menunggu Siska, yg masih memilih baju.


hampir 30 menit, akhir nya Siska selesai juga.


" sayang lapar engga.. ?? " ( Siska) ia menatap ke arah alpin.


" iya, aku lapar, kita makan dulu, kamu udah selesai belanja nya. " ( alpin)


" sudah sayang, hari ini aku puas banget. " ( Siska)


" bagus kalau kamu puas. " ( alpin)


" sayang kita makan sefood yu. " ( Siska)


" boleh, kebetulan aku pingin makan udang saus padang. " ( alpin)


" iya sudah, kalau gitu kita ke sana. " ( Siska)


mereka pun menuju ke resto, di saat mau masuk alpin ke belet pipis, ia pun menuju ke toilet, sedang kan Siska menuju ke resto, untuk memesan makan nan.


di saat alpin, ke luar dari toilet ia tidak sengaja menyenggol, seorang wanita.


" maaf, saya tidak sengaja. " ( alpin) sambil mengambil tas wanita tersebut,ia menghirup aroma parfum, yg tak asing di penciuman nya, ia pun mendongak kan wajah nya, betapa terkejut nya, di saat ia melihat wanita tersebut.

__ADS_1


__ADS_2