Hati Yang Kau Sakiti

Hati Yang Kau Sakiti
episode 51


__ADS_3

setelah bertemu dengan dokter, dino pun menuju ke ruangan alea, karena kebetulan alea sudah di pindah kan ke ruangan nya.


alea di harus kan untuk di rawat, karena keadaan tubuh alea sangat lemah.


sebelum masuk, dino pun menghela napas nya.


cklek.


ia pun membuka pintu, dan ia melihat kalau alea masih menutup mata nya.


dino pun menutup pintu nya, dan duduk di samping alea, ia menatap, wajah alea.


" apa kamu, akan kaget al, di saat kamu mengetahui, kalau lagi hamil. "( dino) ia mengelus punggung tangan alea.


alea pun mengerjap kan mata nya, ia menatap ke arah sekeliling nya, sehingga tatapan nya ke arah dino.


" aku kenapa no..?? "( alea) suara nya lirih, ia pun berusaha duduk.


dino pun tersenyum, dan menghela napas nya.


" kamu pingsan al, sekarang kamu sedang di rumah sakit. "( dino)


alea pun baru teringat,kalau dia engga sadar kan diri, ia terlalu memaksa kan, sehingga tubuh nya tumbang.


" maaf ya no, aku sudah merepot kan kamu..?? "( alea) dengan tatapan bersalah.


" kamu, engga merepot kan aku ko al, sudah seharus nya, aku menolong kamu al. "( dino) dengan menampil kan senyum nya.


" iya no, sekali lagi makasih, kata dokter aku kenapa. "( alea) ia menatap ke arah dino.


dino pun bingung harus menjawab apa, atas pertanyaan alea.


" no.. ?? "( alea)


" ah, iya al.. ?? "( dino)


" ko, kamu engga jawab pertanyaan aku,aku kenapa no, apa ada penyakit serius, di tubuh aku. "( alea) dengan tatapan khawatir.


" tubuh kamu sehat al, cuman.. ?? "( dino) ia menggantung kan suara nya.


" cuman apa al, jawab yg benar dong, jangan buat aku penasaran. "( alea).


dino menghela napas nya, dan menatap ke arah alea.

__ADS_1


" kamu hamil al.. ?? "( dino).


" ap.. apa.. ?? aku hamil.. ?? "( alea) ia sedikit gugup, dan menatap ke arah perut nya, dan mengelus nya, tak terasa air mata nya, jatuh ke pipi nya.


" al, are you okey.. ?? "( dino) ia menatap ke arah alea, dan mengelus bahu nya.


alea pun mendongak kan wajah nya, dan menatap ke arah dino.


" aku baik baik aja.. ?? "( alea) ia menghaous air mata nya.


" aku yakin kamu bisa melewati nya,ada aku al, kita bisa besar kan anak ini. "( dino).


" atau engga, kamu kasih tau mantan suami kamu, kalau sekarang kamu lagi hamil. "( dino)


alea menggeleng kan kepala nya.


" kenapa al.. ?? "( dino).


" engga no, dia udah mempunyai ke bidupan nya, aku engga mau merusak hubungan nya, aku bisa ko menghidupi anak aku, aku akan merawat nya no.. ?? "( alea) sambil mengelus perut nya.


" kamu tenang aja al, aku akan membantu kamu, kamu jangan sungkan ya, meminta bantuan aku.. ?? "( dino)


" makasih no, tapi aku engga mau merepot kan kamu. "( alea)


" aku engga merasa di repot kan ko al.. ?? "( dino) ia meyakin kan, alea.


" kapan aku pulang. "( alea)


" nanti ya, setelah kamu sehat total. "( dino)


" aku udah sehat ko, "( alea) ia berusaha meyakin kan dino, karena ia sudah engga betah berada di rumah sakit.


" kamu belum sehat al, aku mau terjadi sesuatu sama ank kamu..?? "( dino).


alea menggeleng kan kepala nya.


" nah, makan nya nurut, kalau kondisi kamu bagus, kamu bisa pulang. "( dino) ia mengacak rambut alea.


" sekarang kamu makan, dan minum obat ya, terus kamu istirahat ya. "( dino)


" iya no.. ?? "( alea)


dino pun mengambil bubur, dan menyuapi alea, awal nya alea menolak, tapi tak di tanggapi oleh dino, akhir nya alea pun pasrah, dan menerima suapan, demi suapan yg di beri kan oleh dino.

__ADS_1


setelah bubur nya habis, dino pun memberi kan obat ke pada alea, alea pun meminum nya, setelah itu dino menyuruh alea istirahat, setelah melihat alea tidur, dino pun meninggal kan alea sebentar, untuk membeli makan siang nya.


berbeda dengan alea, alpin kini memutus kan pulang ke rumah orang tua nya, untuk membicar kan pernikahan nya.


ia pun masuk ke dalam rumah, dan melihat sang mamah, dan juga sang anak yg sesat menonton TV.


" assalamu'alaikum.. ?? "( alpin)


" waalaikumsalam.. ?? "( mamah alpin dan sisi).


alpin pun mengecup punggung tangan mamah nya, dan beralih ke arah sang anak, ia mengecup kening nya.


" sehat nak.. ?? "( alpin).


" seperti papah lihat, allhamdulilah aku sehat. " ( sisi) tanpa menoleh ke arah sang ayah.


alpin hanya menghela napas nya, ia tau semenjak ke jadian itu, sisi benar benar dingin ke pada nya.


" ada apa pin.. ?? "( mamah alpin) ia bertanya ke arah alpin, karena tumben sang anak main ke sini.


" gini mah, aku mau menikah sama friska..?? "( alpin) ia menunduk kan kepala nya.


" apa pin, kamu mau menikah sama friska. "( mamah alpin) ia meyakin kan, kembali ucapan sang ank.


" iya mah, karena friska udah hamil.. ?? "( alpin) ucap nya lirih.


" ucap pan mamah, engga pernah meleset ya pin.. ?? "( mamah alpin) dengan menampil kan tatapan sinis, ke pada sang anak.


alpin tak menjawab, karena ia tahu kalau ia bersalah.


" omah aku ke kamar dulu ya.. ?? "( sisi) ia beranjak dari sofa,dan meninggal kan sang omah, dan papah nya, ia kecewa atas sifat sang papah, ia tidak mempeduli kan papah nya, bahkan pamit pun ia engga.


" kamu liat pin, betapa kecewa nya anak kamu, bahkan bukan anak kamu aja yg kecewa, tapi kamu juga mengecewa kan mamah dan papah pin, mamah merasa gagal mendidik kamu, padahal mamah selalu menerap kan agama, ke pada kamu, tapi kamu malah melakukan hal kejih. "( mamah alpin) air mata nya, mengalir begitu saja, ke pipi nya, saking ia kecewa terhadap sang anak.


" mah maaf kan aku.. ?? "( alpin) ia menatap ke arah sang mamah, dengan tatapan memohon.


mamah alpin, menghela napas nya, dan menatap ke arah sang anak.


" nikahin dia pin,secepat nya, dan maaf mamah engga akan hadir, urus saja ke hidu pan kamu , jangan pernah melibat kan mamah.. ?? "( mamah alpin) ia mengusap pipi nya, dan kini tatapan nya lurus.


ia pun bangkit dari sofa,tanpa menghirau kan sang anak, tapi baru saja melangkah, alpin sudah memegang kaki sang mamah.


" mah, alpin mohon, maaf kan atas kelakuan alpin mah, kau engga bisa hidup tanpa mamah.. ?? "( alpin)

__ADS_1


" lepas pin, mamah mohon.. ?? "( mamah alpin) sambil berusaha melepas kan dekapan alpin, tapi sayang dekap pan alpin begitu kuat.


" lepas pin.. ?? "( mamah alpin) ucap nya lirih, karena kini ia merasa kan sakit di dada nya, dan tiba tiba ia pingsan, tak sadar kan diri.


__ADS_2