Hati Yang Kau Sakiti

Hati Yang Kau Sakiti
episode 47


__ADS_3

kini ali ( asisten alpin) , sudah datang ke rumahh sakit.


cklek.


alpin pun menoleh ke arah, pintu, ternyata sang asisten.


" maaf tuan, ini mau di taruh dimana. "( ali)


" simpan di sana aja. " ( alpin) sambil menunjuk kan, ke arah kamar.


ali pun mengangguk, dan membawa baju tersebut ke arah, yg di tunjuk oleh sang majik kan, setelah menyimpan nya, ali pun menuju ke luar.


" apa ada lagi tuan, yg bisa saya bantu..?? " ( ali)


" engga ada kaya nya.. ?? " ( alpin)


" tapi tunggu, tadi kamj ketemu sama istri saya. " ( alpin)


" bertemu tuan, di saat saya mau ke luar, nona baru saja masuk, beliau baru menginap di rumah orang tua nya tuan. " ( ali ) ia menjelas kan, alpin hanya mengangguk kan kepala nya.


" kalau gitu saya permisi tuan, karena masih banyak kerjaan yg harus saya kerja kan. " ( ali)


" iya, tolong tuk sementara waktu kamu hendel dulu ya pekerjaan saya, soal nya saya mungkin meninggal kan keadaan friska, yg lagi sakit. " ( alpin)


" iya tuan, kalau gitu saya permisi. " ( ali) sambil membungkuk kan tubuh nya.


ali pun menutup pintu, kamar rawat friska.


ali menghela napas nya, ia sedikit kesal, atas sikap sang majik kan nya, yg lebih memilih friska ke timbang, sang istri.


ingin rasa nya, ali membongkar ke busuk kan friska, tapi ia belum punya keberanian, semoga saja, ke busuk kan friska, bisa terbongkar, ali pun menuju ke kantor.


sedang kan alpin, ia mengela napas nya, dan melihat handphone nya, ingin rasa nya ia menghubungi sang istri, tapi ia tidak punya keberanian, karena ia menghargai friska.


sebenar nya luka friska tidak terlalu parah, cuman friska nya yg dasar nya manja, ia ingin mencari perhatian dari alpin, barusan di saat friska di periksa oleh dokter, ternyata siang ini ia bisa pulang, membuat hati alpin sedikit lega, karena dari tadi hati nya, sedikit gelisah, tapi entah kenapa, ia sangat mengkhawatir kan sang istri dan juga anak nya, entah perasaan apa ini, tapi ia benar benar merasa sangat khawatir dengan sang istri, ingin rasa nya ia pulang, tapi ia tidak tega meninggal kan friska, apa lagi friska di sini engga punya siapa siapa, hanya punya diri nya, makan nya ia engga tega, kalau harus meninggal kan friska sendirian.

__ADS_1


kini alea, sudah berada di depan toko, ia ke luar dari mobil, dan menyeret koper nya, membuat sifa mengekerut kan kening nya,saat melihat alea, membawa koler besar.


" al, kamu mau kemana. " ( sifa) ia berdiri, di saat alea, sudah berada di hadap pan nya.


" kita ngobrol nya di atas aja ya, engga enak kalau kita ngobrol nya di atas." ( alea)


sifa pun mengangguk, dan membantu alea untuk membawa kan koper nya, ke atas.


mereka pun duduk di sofa.


" bisa kamu jelas kan al. " ( sifa)


ale a menghela napas nya, ia pun mencerita kan semua nya, tentang keadaan rumah tangga nya, yg sesungguh nya, tak terasa air mata nya mengalir begitu aja, sifa pun sama , mendengar kisah sang sahabat.


" terus, sekarang gimana, ke putusan kamu al, apa yg akan kamu ambil. " ( sifa)


" aku, memilih berpisah fa, dari pada aku bertahan, terus menerus, membuat aku sakit hati. " ( alea)


" kamu yakin al, apa orang tua nya alpin, sudah tau. " ( sifa)


" aku yakin, dan ke dua orang tua nya mas alpin juga, sudah pada tau. " ( alea)


" mereka bahkan mendukung fa, bahkan yg mengurus perceraian aku sama mas alpin, papah nya. " ( alea)


" aku doa kan, semoga ke putusan yg kamu ambil, itu jalan terbaik untuk kamu ke depan nya, dan kamu cepat mendapat kan ke bahagiaan, karena kamu berhak untuk bahagia, kamu itu cantik al.. ?? " ( sifa)


alea hanya menanggapi nya, dengan senyuman nya.


" sekarang kamu mau kemana.. ?? " ( sifa)


" tuk sementara waktu, aku mau tinggal di kota c, sekalian aku mau mantau pekerjaan di sana.. ?? " ( alea)


" terus aku di sini gimana. " ( sifa) dengan menampil kan wajah sendu nya.


" iya engga gimana mana, kamu di sini hendel toko di sini, aku percaya kan semua nya, ke pada kamu fa. " ( alea)

__ADS_1


" tapi kamu gimana, apa lagi di sana, kamu sendiri,dan baru." ( sifa)


ia khawatir, dengan alea, apa lagi alea baru saja patah hati.


" InsyaAllah, aku akan baik baik aja al, kamu percaya kan sama aku. " ( alea) ia menatap ke arah sifa, dan meyakin kan sang sahabat.


" kalau wekend, kamu bisa mengunjungi aku ke sana. " ( alea)


sifa pun menghela napas nya, dan menatap ke arah alea.


" baik, kalau itu ke putusan kamu, sna terbaik untuk ke hidupan kamu, aku hanya bisa mendukung. " ( sifa)


" makasih ya fa, kamu memang sahabat aku, cuman kamu yg selalu ada di saat aku butuh. " ( alea) sambil memeluk sifa.


" sudah ke wajib ban aku al,saling menguat kan al, aku pun sama, hanya kamu yg aku punya, jadi kalau ada apa apa pasti aku akan bercerita sama kamu al. " ( sifa)


" sekali lagi makasih ya, semoga aja kita hidup bahagia, dengan pasang ngan kita masing masing.. ?? " ( sifa ) ia menatap ke arah alea.


" kamu aja fa, kalau untuk aku, aku belum memikir kan nya , sampai ke arah sana, karena kamu tahu kan fa, aku sudah mengalami ke kecewaan, dalam hal, rumah tangga dan cinta, lebih baik untuk sekarang aku mau cari cuan yg banyak, buat ke langsungan hidup aku. " ( alea) sambil tersenyum.


" lagian juga, aku masih trauma fa, atas apa yg aku alami. " ( alea)


" kamu jangan trauma al, karena engga semua laki laki sama, InsyaAllah kamu bakal dapat pendamping hidup kamu, yg setia, dan cinta, sam kamu dengan tulus.. ?? " ( sifa)


" amin al, tapi untuk sekarang karang, aku mau berusaha bangkit, dan mengobati luka, yg di beri kan oleh mantan mantan suami aku fa. " ( alea)


" apa pun ke putusan kamu, aku akan selalu mendukung kamu. " ( sifa) sambil mengelus bahu alea.


" maksih ya, kamu juga cepet cepet cari pendamping.. ?? " ( alea)


" entar aja al, jangn terlalu terburu buru , takut nya aku gagal, lebih baik aku memahami sifat pasangan ngan aku, dan mengenal lebih lama, jangan main ambil aja, takut nya aku gagal, .. ?? " ( sifa).


" iya, kamu jadi kan pelajaran ya, ke hidup pan aku .. ?? " ( alea).


" iya al, aku akan jadi kan pelajaran. " ( sifa)

__ADS_1


" udah ah, aku lapar kita ke bawah, aku lapar. " ( alea).


sifa pun mengangguk, dan kini mereka pun menuju ke bawah.


__ADS_2