
waktu sudah menunjuk kan pukul 06 pagi, alpin sudah rapih, karena ia ingin ke rumah orang tua nya.
di saat ia menyemprot kan parfum nya, ternyata friska bangun, dan melihat alpin yg sudah rapih.
" kamu mau kemana sayang, ini kan masih pagi. "( friska) ia melihat jam ternyata masih jam 06 pagi.
" aku mau pulang ke rumah orang tua aku, kamu mau ikut, atau mau di sini aja. "( alpin)
" aku ikut lah sayang, sekalian chek in aja, aku pingin tidur di rumah. "( friska) ia pun beranjak dari kasur nya, dan menuju kamar mandi, sedang kan alpin menuju ke balkon, ia. melihat pemandangan jakarta di pagi hari.
hampir 30 menit, akhir nya friska pun sudah rapih, mereka pun chek in dan menuju ke kediaman orang tua nya alpin, hanya memakan waktu 20 menit akhir nya mereka pun sampai, dan di sambut oleh bibi.
alpin pun menuju ke meja makan terlihat di sana orang tua nya sedang sarapan, danjuga ada sisi sang anak.
" assalamu'alaikum.. ?? "( alpin)
" waalaikumsalam.. ?? "( jawab mereka bertiga)
alpin pun mengevup punggung tangan sang mamah, dan beralih ke arah sang papah., di saat ia ingin mengecup kening sang anak, sisi malah menghindar.
" opah, omah aku berangkat ya, takut nya ke siangan.. ?? "( sisi)
" loh, sayang itu makan nan nya, masih banyak, kan kamu baru mulai. "( mamah alpin)
" tiba tiba aku kenyang omah . ?? "( sisi) ia tersenyum, apa yg ia ucap kan memang benar, karena selera makan nya, tiba tiba hilang, di saat ke datangan sang papah bersama istri baru nya.
mamah alpin pun mengerti, dengan sikap sang cucu, mungkin ia masih merasa kecewa, atas sikap alpin.
sisi pun mengecup punggung tangan sang omah, dan beralih ke sang opah, ia sama sekali tidak melirik papah nya, karena masih kecewa.
alpin pun mengejar sisi.
" sisi, tunggu papah.. ?? "( alpin)
__ADS_1
tapi sayang alea, tidak sama sekali menggubris panggilan dari sang papah.
alpin pun menggenggam tangan sisi,membuat sisi terdiam, tapi ia tidak menoleh ke arah sang papah.
" nak, tolong dengar kan papah.. ?? "( alpin) ia mensejajar kan tubuh nya dengan sang anak.
sisi pun membalik kan tubuh nya, dan menatap sang papah.
" papah,pasti mau bilang kalau papah mau minta maaf. " ( sisi) dengn senyum sinis nya.
" iya, papah mau minta maaf sama kamu nak. "( alpin)
" aku sudah cape pah, memaafkan kan papah, karena sudah beberapa kali papah minta maaf, tapi ujung ujung nya papah, mengulangi nya lagi. "( sisi)
alpin terdiam, karena ucapan sang anak, memang benar.
" lagian buat apa papah, meminta maaf sama aku, emang papah melakukan ke salah han sama aku. "( sisi)
" maaf papah aku Terima pah, lagian dengan papah meminta maaf, engga akan membalik kan keadaan seperti dulu, mengembalikan mamah alea, yg tulus menyayangi aku, papah engga akan bisa kan mengembali kan itu semua, karena yg papah pikirin hanya ke bahagiaan papah, bukan aku, sekarang apa yg papah mau, sudah terwujud. "( sisi)
" maaf kan papah nak, papah memang egois, sekarang kamu balik ya ke rumah papah, papah ingin memperbaiki semua nya, sekarang kan kamu udah punya mamah friska. "( alpin)
" maaf untuk balik lagi ke rumah, aku engga mau pah, karena aku engga mau kejadian yg dulu,terulang lagi yg sebelum nya, lagian kan bentar lagi papah udah mau punya anak, dari tante friska, jadi buat apa papah masih mengharap kan aku, papah kan udah engga anggap aku engga ada, dan setelah mamah alea pergi, kini aku hanya punya omah dan opah, yg tulus sayang sama aku, dan satu lagi, aku hanya mempunyai mamah 2 , almarhum mamah Sinta, dan mamah alea,aku pergi dulu pah, takut ke siangan, assalamu'alaikum.. ?? "( sisi) ia pun melepas kan genggaman tangan sang papah, dan masuk ke dalam mobil.
alpin pun kini duduk, betapa hati nya sakit, saat mendengar ucapan sang anak, bak di tusuk ribuan pisau, ia benar benar egois, bukan hanya sang anak, yg buat ia kecewa dan sakit hati, tapi alea dan juga mamah nya, sampai masuk rumah sakit.
setelah menumpah kan air mata nya, dan hati nya sedikit tenang, ia pun bangkit dan menuju meja makan, ia mau menemui orang tua nya, dan juga friska, tapi di saat ia baru sampai, ke dua orang tua nya beranjak dari meja makan.
lagi lagi alpin menghela napas nya, ia merasa kan apa yg mereka rasa kan di saat mereka tak di hargai, dan di acuh kan.
alpin pun duduk, dan memijit kening nya.
" sayang, kita pulang yu. "( friska)
__ADS_1
alpin pun mendongak kan wajah nya, dan menatap ke arah friska, awal nya alpin akan sarapan, dan meminta maaf sama ke dua orang tua nya, tapi orang tua nya, malah pergi meninggal kan nya, tanpa menegur nya.
tanpa banyak kata alpin pun bangkit, dan menuju ke luar, ia pun masuk ke dalam mobil, dan di ikuti oleh friska.
" sayang, kita bulan madu yu, biasa nya pasangan yg baru baru menikah, akan pergi bulan madu. "( friska) ia bergelayut manja.
" aku lagi banyak kerjaan ka. ?? "( alpin) ia menatap lurus ke arah jalan nan.
" iya tinggal alih kan saja ke asisten kamu.. ?? "( friska)
" engga bisa, karena pekerjaan aku, engga bisa di wakili. "( alpin)
friska menghela napas nya, ia merasa kecewa atas ucapan alpin.
" kita mau pulang kan. "( friska).
alpin hanya mengangguk kan kepala nya saja, membuat hati friska sedikit terobati, karena bentar lagi dia akan menjadi nyonya, apa apa akan di layani oleh asisten nya alpin, membuat hati nya tersenyum bahagia.
ia pun tersadar dari lamunan nya, tak kala melihat arah jalan, yg bukan ke rumah alpin, tapi jalan ke apartemen nya.
" sayang ko ke sini, bukan nya kita mau pulang ke rumah. "( friska)
" iya kita akan pulang, tapi bukan ke rumah, tapi ke apartemen. "( alpin) dengan santay nya.
" loh ko gitu sih sayang, aku mau nya tinggal di rumah kamu, bukan nya ke apartemen. "( friska) ia memanyun kan bibir nya.
" tapi aku mau nya ke apartemen kamu. "( alpin)
" apartemen sempit pin, mending di rumah kamu, luas.. ?? "( friska) ia berusaha merayu.
" untuk sementara waktu, kita tinggal di apartemen dulu, ini ke putusan aku, jangan di ganggu gugat. "( alpin) dengan tegas.
membuat nyali friska menciut, karena baru sekarang ia di bentak oleh alpin.
__ADS_1