Hati Yang Kau Sakiti

Hati Yang Kau Sakiti
episode keempat


__ADS_3

Di dalam mobil Tya sangat bahagia. Karna Tya berhasil membongkar rencana Elsa dan dia ingin memberi tahu Hena tentang masalah itu.


" kita kumpul kerumah Hena yok. Gua mau kasih tau kalian sesuatu " kata Tya menelpon Yani


" jangan lupa telpon Hendrik suruh dia susul kita kesana " lanjutnya


" oke, gua juga mau kasena tadinya. Soalnya tadi gua lagi telponan sama tuh bocah. Tapi suaranya kek aneh gitu, kek orang sakit. Mangkanya gua mau kesana mau lihat dia. Secara lo kan tau orangtuanya sedang keluar negeri " kata Yani cemas di dalam telpon.


" yasudah, kalau gitu gua tutup dulu ya telponnya soalnya gua lagi nyetir nih "


" oke "


Sesampainya di rumah Hena, Tya langsung kekamarnya Hena. Karna bersahabat sudah hampir 3 tahun, Tya terbiasa di rumah itu dan orang rumah biasa aja melihatnya berkeliaran dalam rumah Hena.


" kamu lagi sakit " kata Tya begitu melihat Hena berbaring di atas kasurnya.


Hena hanya ngangguk aja. Soalnya dia tidak mampu ngomong karna tenggorokkannya sakit gara gara kebanyakkan nangis.


Tak berapa lama Tya sampai, Yani pun datang kekamarnya Hena.


" mana Hendrik " tanyak Tya


" lagi di jalan, mungkin bentar lagi sampai " kata Yani sambil duduk di kasur milik Hena.


" badanmu panas sekali, udah panggil dokter? " lanjutnya khawatir


" sudah kok " kata Hena lemas


" kalian ngapain sih manggil dia. Gua lagi malas lihat tampang dia " lanjutnya kesal


Tya yang mendengar itu pun merasa jengkel. Karna Hendrik di sini pun juga korban. Ingin rasanya dia memberi tahu Hena, cuman dia ingin Hendrik di sini juga supaya semuanya beres.


Tak berapa lama, Hendrik pun datang tergesa gesa, dia langsung masuk dan mendekati Hena.

__ADS_1


" kamu ngak apa apakan? " tanya Hendrik khawatir


Hena hanya diam dan cuek


" kalau kamu memang betul khawatir sama aku. Seharusnya kamu ngak usah datang " kata Hena ketus


" karna sumber penyakit yang datang kepada aku tuh gara gara kamu " lanjutnya


Hendrik yang mendengarnya merasa sedih, tanpa pikir panjang dia langsung pergi dan meninggalkan Hena dan juga Yan dan Tya.


Tya yang melihatnya Hendrik di perlakukan seperti itupun merasa merasa sedih.


" kenapa kamu seperti itu kepada Hendrik " kata Tya kesal


" biarin aja deh " kata Hena acuh tak acuh


" kamu tau ngak kalau Hendrik itu juga korban. Dia di jebak sama Elsa " kata Tya sambil mengejar Hendrik keluar


Hena yang masih marah pun tak memperdulikan apa yang di omongi Tya barusan.


" yang sabar ya Hen, mungkin Hena ingin sedikit waktu untuk memaafkan semua ini " kata Tya menenangkan


Namun Hendrik tetap tak semangat dan dia merasa apapun yang akan di perbuat pasti selalu salah di mata Hena.


" gua pulang dulu ya Ya, mau nenangi diri gua dulu " kata Hendrik sedih dan meninggalkan Tya sendirian di teras.


Melihat Hendrik seperti itu, Tya pun ntah kenapa tiba tiba menyukai dan jatuh cinta padanya. Dia merasa terharu terhadap cowo itu, Baru ini ia lihat cowo seperti itu. Sudah tampan, baik, pengertian, dan juga romantis. Namun, dia harus merendam perasaannya itu sedalam dalamnya. Sebab dia tau, percintaan bisa membuat putusnya akan persahabatan.


Tiga hari berturut turut Hena masih tetap sakit. Dan tiga hari pula Tya dan Yani pulang sekolah selalu menjenguknya.


" hari ini gua suapin lo makan ya " kata Tya perhatian


" soalnya badan lo makin lama makin kerempeng aja gua lihat " lanjutnya menggoda

__ADS_1


Yani pun tertawa melihatnya, sedangkan Hena mukanya seperti muka cemberut karna candaan Tya.


" hahaha, maaf maaf gua bercanda tuan putri " kata Tya sambil menyubit hidung Hena dan menyuapkannya makanan miliknya.


Hena yang seperti anak kecil pun membuka mulutnya dan melahap makanan itu.


Tak berapa lama Hena makan, tiba tiba seorang cowo dewasa berseragam Tentara mulai mendekati Hena.


" Kakak " kata Hena bahagia


Dia pun langsung memeluk cowo itu ketika cowo itu di samping Hena.


" kapan kakak pulang, kok ngak kasih kabar sih " lanjutnya lalu melepaskan pelukkan mereka


" kalau kakak kasih kabar bakalan ngak seru dong " katanya lembut


Hena yang sibuk dengan kakaknya membuat Tya dan Yani cemberut


" ehemmm " kata Yani ngasih kode.


" hehehe, maaf teman teman " kata Hena, akhirnya sadar kalau di dalam kamar itu masih ada mahkluk lain


" kenalin kak, ini Tya yang di sana itu Yani " lanjutnya


" nama saya Rico, panggil aja kak Rico " kata abang Hena senyum


" kok tiba tiba bisa datang, emang kakak ngak lagi tugas atau dinas gitu " tanya Hena heran


" dengar adik kakak lagi sakit mana bisa kakak ngak nengok " katanya lembut


" mama sama papa gimana, mereka sudah tau ngak kalau kamu lagi sakit " lanjutnya


" ngak tau. Yang penting mereka ngak usah tau deh " kata Hena sedih

__ADS_1


" yasudah deh kalau gitu kakak kekamar dulu mau mandi "


__ADS_2