
alpin pun membuka amplop nya.
untuk mas alpin.
" kalau mas udah buka surat ini, mungkin aku sudah pergi, aku memlih mudur ya mas, selama ini aku bertahan tapi hasil nya lagi lagi kekecewaan yg aku Terima , dari kamu mas.
dulu aku berpikir akan, mendapat kan ke bahagiaan dari kamu mas, mendapat kasih sayang dari kamu mas, tapi itu semua hanya hayalan aku aja ya mas, dan lagi lagi aku gagal dalam berumah tangga, dan cinta aku bertepuk sebelah tangan.
aku terlalu bermimpi, untuk mendapat kan hati kamu, seharus nya aku sadar, ke duduk kan kamu sama aku sangat berbeda, seperti bumi dan langit, yg sulit aku capai, seharus nya aku lebih tau diri, kalau masalah perpisahan, tenang aja mas papah kamu, yg akan mengutus nya, kamu tinggal menunggu beres nya aja ya mas.
aku doa kan ya mas, semoga kamu bahagia dengan friska, satu lagi mas, aku minta permintaan sama kamu, jangan pernah mensia sia kan anak kamu mas, sisi butuh kamu, walaupun mamah sama papah, sudah memberi kan, kasih sayang yg tulus, tetap saja ia membutuh kan perhatian dan kasih sayng kamu mas.
kalau gitu aku pamit ya mas, oh iya mas, barang yg pernah kamu beli kan, aku engga bawa ko, bahkan ATM yg kamu beri kan aku engga pernah mengambil nya.
makasih ya mas, sudah mau nerima aku di dalam ke hidupan kamu, walau pun hanya singgah sebentar, kalau gitu aku pamit ya mas, maaf kalau aku punya ke salah han, selama aku menjadi istri kamu, tolong di maaf kan.
kalau gitu aku pamit ya mas, assalamu'alaikum. "
alpin pun meremas kertas tersebut, tak terasa air mata nya jatuh ke pipi nya.
alpin pun kini menuju ke rumah sang mamah, ia setengah berlari.
hanya memakan waktu 10 menit, ia pun sudah sampai ke rumah orang tua nya, ia butu buru masuk.
" mah.. mah.. ?? "( alpin) ia berteriak.
" ada apa. "( mamah alpin) ia turun dari tangga, dan menatap sinis ke arah alpin.
" mah, tolong beritahu alea, sekarang dimana. "( alpin) dengan tatapan memohon.
__ADS_1
mamah alpin hanya menatap sekilas, dan ia duduk di sofa, tanpa mempeduli kan alpin.
" ngapain , kamu nyariin alea, mau kamu sakiti lagi. "( mamah alpin).
" engga mah, aku ingin memperbaiki semua nya. "( alpin)
" memperbaiki dalam hal apa pin..?? "( mamah alpin)
" iya aku ingin memulai dari awal. "( alpin)
" tapi sayang nya, kamu sudah terlambat, karena alea kini sudah meninggal kan kamu, dia sudah lelah bertahan, tapi hasil nya kamu selalu mengecewa kan nya, bukan hanya alea yg kamu kecewa kan, anak kamu, darah daging kamu kecewa kan al..?? "( mamah alpin)
" selama satu minggu ini, kamu kemana pin, apa kamu pernah menanya kan kabar sisi,bahkan menanya kan kabar lewat handphone pun, kamu engga pernah pin,padahal tidak memakan waktu 5 menit, untuk menanya kan kabar, tapi sebegitu sudah nya, kamu menanya kan kabar anak kamu. "( mamah alpin) suara nya membutuhkan, karena ia menahan kesal, ia mengeluar kan semua unek unek nya.
" maaf mah, selama ini handphone aku di pegang sama friska. "( alpin) ucap nya lirih.
" kamu benar benar ya pin, sebegitu cinta nya kamu sama friska , sehingga ke hidupan kamu di kendali kan oleh friska, sungguh memperhatin kan ya, sekarang kamu bebas, mamah sudah merestui kamu pin, nikahi dia sebelum dia hamil,dan biar kan alea bahagia. "( mamah alpin)
mamah alin pun bangkit dari sofa, dan menuju ke ruang kerja suami nya, tak berselang lama, mamah nya pun membawa map, ia kembali duduk di sofa, dan menyimpan amplop tersebut, di atas meja.
" ini apa mah.. ?? "( alpin) ia melihat map tersebut.
" buka aja pin, ini untuk kamu. "( mamah alpin)
alpin pun dengan ragu membuka map tersebut , ia membulat kan mata nya.
" ini engga mungkin mah..?? "( alpin) ia sedikit engga Terima.
" itu ke nyataan nya pin, kamu harus bisa menerima nya. "( mamah alpin).
__ADS_1
" ini engga sah mah, karena aku tidak ada. "( alpin).
" kamu tau kan ke kuasaan yg di miliki papah kamu, seperti apa, ini masalh kecil, buat papah kamu, hanya dengan mengetik kan jari ,ia sudah menyelesai kan semua nya."( mamah alpin) sambil tersenyum sinis.
" tapi tetap aja, aku engga bisa Terima mah, ini engga sah. "( alpin)
" Terima engga Terima, kamu harus tetap menerima nya pin. "( mamah alpin)
" ah... ?? "( alpin) ia sedikit berteriak, dan mengubah kan rambut nya ke belakang.
sebenar nya mamah alpin, engga tega melihat sang anak, yg begitu terpuruk, tapi ia berusaha untuk mengabay kan rasa kasian, ia harus bersikap tegas, walaupun Alpin anak nya, tapi ia engga mau sang anak mengulang ke salah han nya lagi.
" tapi aku engga bisa Terima mah, aku sayang sama alea, aku engga mau berpisah dengan alea mah, "( alpin) ucap nya lirih.
" iya tapi kamu, terlambat pin, sekarang setelah alea pergi meninggal kan kamu,kamu baru menyadari. "( mamah alpin) sambil tersenyum sinis.
" gini aja mah, mamah tau kan sekarang alea dimana, aku minta alamat nya mah. "( alpin)
" maaf mamah engga tau, karena alea tidak bilang, ia mau pergi kemana. "( mamah alpin)
allin menghela napas nya, ia pun pergi meninggal kan sang mamah,tanpa pamit.
kini ia berpikir kalau alea, berada di toko, ia yakin alea di sana, kalau di rumah nya engga mungkin, karena rumah yg dulu ia tenpati di kontra kan.
kini ia tiba di toko alea, ia langsung masuk, tanpa mengucal satu kata pun, ia langsung menuju ke atas, sifa dan yg lain, hanya saling pandang, sifa mengedik kan bahu nya, ia tahu kalau alpin pasti ingin mencari alea, sifa dan yg lain, memilih untuk melanjut kan pekerjaan nya.
alpin di atas mencari alea di Kamar,dan ruang yg lain nya, tapi ia tidak menemukan nya, alpin menuju ke bawah, ia ingin bertanya ke pada sifa.
" fa, kamu tau alea sekarang dimana. "( alpin).
__ADS_1
" walaupun aku tau, sekarang alea dimana tapi aku engga akan memberitahu, karena aku takut, sahabat saya di sakiti lagi, aku kira menikah dengan kamu,alea engga akan di sakiti, tapi nyata nya, dia kembali di sakiti, apa sih kurang nya alea, padahal ia sangat menyayangi kamu, dan anak kamu tulus, tapi balas san kamu apa pin, kekecewaan, dan rasa sakit hati, baru saja sembuh luka yg di toreh kan oleh mantan suami nya, kini kamu malah menoreh kan lagi luka untuk Alea, untung saja alea kuat tidak depresi. "( sifa) ia mengeluar kan seluruh unek unek nya.
sedang kan alpin bungkam, tak ada satu kata pun yg ke luar dari mulut nya.