
Fatimah terlihat sedang duduk di sofa dekat jendela, dia memeluk lututnya dengan kedua tangannya.
Pandangannya terlihat menatap bunga-bunga yang yang sangat indah yang berada di balik jendela.
Albert tersenyum melihat istrinya, lalu dia menghampiri Fatimah. Dia duduk tepat di belakang Fatimah dan memeluknya dengan erat.
Albert menyandarkan kepalanya di pundak Fatimah, Fatimah lalu mengangkat tangan kanannya dan mengelus lembut kepala Albert.
"Manja!" satu kata keluar dari bibir Fatimah.
Albert langsung tersenyum ketika mendengar ucapan dari Fatimah, karena sejak tadi siang Fatimah tak berbicara sedikit pun kepadanya.
"Ya, Sayang. Aku selalu ingin dimanjakan oleh kamu," ucap Albert seraya mengusakkan hidungnya di punggung bagian atas istrinya.
Fatimah terlihat menggeliat, lalu tertawa renyah mendengar ucapan Albert. Dia melepaskan pelukan Albert, lalu Fatimah berbalik dan memandang wajah suaminya dengan sangat lekat.
"Peluk!" kata Fatimah seraya merentangkan kedua tangannya.
Albert merasa sangat senang saat mendengar ucapan Fatimah, apa lagi Fatimah meminta dirinya untuk memeluknya.
Dengan senang hati, Albert langsung mengangkat Fatimah ke atas pangkuannya dan memeluk pinggangnya dengan sangat erat.
Dia sandarkan kepalanya di dada istrinya, dia hirup aroma wangi tubuh istrinya dalam-dalam.
Rasanya sangat nyaman dan menenangkan jiwa, Albert benar-benar merasa senang karena Fatimah sudah mau bicara lagi dengan dirinya.
Bahkan, Albert merasa tak percaya kala Fatimah meminta Albert untuk memeluk dirinya.
Albert lalu mendongakkan kepalanya, dia menatap menik coklat milik istrinya dengan sangat lekat.
"Mas rindu, setengah hari kamu nggak berbicara kepada Mas, membuat Mas sangat resah." Albert berusaha untuk mengungkapkan kegelisahan hatinya.
"Maaf, tadi aku hanya syok saja. Aku juga bukan manusia yang sempurna, maaf karena telah mendiamkan kamu." Fatimah lalu menunduk dan mengecupi setiap inci wajah suaminya.
Mendapatkan perlakuan manis dari istrinya, membuat Albert terlihat sangat bahagia. Dia bahkan langsung menarik tengkuk leher istrinya dan menautkan bibirnya.
Fatimah terlihat begitu menikmati setiap sesapaan yang dilakukan oleh Albert, bahkan Fatimah pun terlihat membalas ciuman dari Albert.
Dua insan dewasa itu terlihat hanyut dalam percikan api asmara yang telah Albert sulut. Tangan kanan Albert terlihat turun dan meremat dada istrinya, sedangkan tangan kirinya terlihat meremat bokong istrinya.
Tak lama kemudian, suara lenguhan tertahan pun terdengar dari bibir Fatimah. Untuk sesaat Albert melepaskan pagutannya, dia menatap wajah istrinya yang terlihat sudah tersulut api gairah.
__ADS_1
Albert lalu melihat wajah istrinya begitu menginginkan sentuhan lebih darinya pun langsung mengangkat tubuh istrinya, lalu dia pun merebahkanya di atas ranjang king size miliknya.
"Mau?" tanya Albert.
Fatimah terlihat malu-malu mendengar pertanyaan dari Albert, dia terlihat menggigit bibir bawahnya lalu menganggukkan kepalanya.
Albert tersenyum senang kala mendapatkan jawaban yang membahagiakan untuk dirinya, Albert pun kembali menautkan bibirnya ke bibir istrinya.
Dia pun dengan cepat memberikan sentuhan-sentuhan manja agar istrinya lebih terpancing lagi.
Malam ini pun menjadi saksi, di mana Albert kembali memadu kasih dengan istri tercintanya.
Sungguh dia sangat bahagia, karena ternyata Fatimah mau menerima masa lalu dirinya yang kelam.
Bahkan, Fatimah pun mau memaafkan dirinya yang tak berkata jujur kepada Fatimah. Albert benar-benar merasa sangat bahagia dan merasa beruntung mempunyai istri seperti Fatimah.
Walaupun, saat Albert menikah dengan Fatimah, dia bukan perawan lagi.
"Terima kasih, Sayang. Terima kasih atas semuanya, sekarang kamu tidurlah. Kamu pasti lelah," kata Albert.
Albert lalu mengecup kening Fatimah yang terlihat masih mengatur napasnya karena dia terlihat masih kecapean setelah memadu kasih dengan suaminya tersebut.
Hal itu membuat Fatimah merasakan nikmat dan lelah dalam waktu bersamaan.
"Sama-sama, Sayang." Fatimah terlihat memejamkan matanya setelah mengucapkan hal itu kepada suaminya.
Albert langsung menarik selimut dan menutupi tubuh polos istrinya sampai sebatas leher, kemudian Albert pun ikut masuk ke dalam selimut tersebut dan mengecupi setiap inci wajah istrinya.
Fatimah terlihat tersenyum mendapatkan perlakuan seperti itu dari suaminya, lalu Fatimah memeluk Albert dan menjadikan tangan kanan Albert sebagai bantal untuk kepalanya.
"I love you, My Hubby," ucap Fatimah tepat di samping telinga Albert.
Mendengar ucapan dari istrinya, Albert terlihat sangat bahagia. Bahkan Albert langsung mengecupi setiap inci wajah istrinya, lalu yang terakhir dia pun melabuhkan ciuman yang sangat mesra untuk fatimah.
Setelah puas berciuman, mereka pun saling memeluk dan memejamkan mata mereka yang terasa sangat lelah.
Mereka butuh istirahat untuk menghadapi hari esok yang entah akan seperti apa.
*/*
Enam bulan telah berlalu, Fatimah dan juga Albert terlihat begitu bahagia dalam menjalani rumah tangganya.
__ADS_1
Namun, akhir-akhir ini ada hal yang mengganjal di hati Fatimah. Karena sampai saat ini Fatimah belum juga hamil, setiap bulan setelah habis masa subur tiba dia akan membeli tespek dan mengecek kehamilannya.
Sayangnya sampai saat ini Fatimah belum juga diberikan keturunan, Fatimah terlihat sangat resah. Dia takut jika Albert akan meninggalkan dirinya, kala Fatimah tak juga mengandung.
"Mas!" Fatimah memeluk Albert yang terlihat sedang duduk di sofa sambil memangku laptopnya.
Albert langsung menghentikan pekerjaannya, dia mematikan laptopnya. Lalu, dia pun melepas pelukan Fatimah dan membalikkan badannya untuk menatap wajah cantik istrinya.
"Ada apa? Kenapa wajah kamu terlihat ditekuk seperti itu?" tanya Albert.
"Mas, kita itu sudah enam bulan menikah. Namun aku tak kunjung hamil juga, aku takut kalau aku tidak bisa memberikan keturunan untuk kamu," ucap Fatimah mengeluarkan unek-unek yang ada di dalam pikirannya.
Albert langsung membungkam bibir Fatimah dengan ciuman, setelah puas Albert menatap wajah istrinya dengan lekat, lalu dia pun berkata.
"Jangan mendahului, Allah. Ingat! Manusia hanya berusaha, tetapi Allah yang menentukan,"7 ucap Albert lembut.
"Ya, Mas benar. Namun, aku tetap saja merasa takut," jawab Fatimah.
"Lalu, istri cantik aku ini maunya apa, hem? mau periksa ke dokter atau mau melakukan program hamil?" tanya Albert.
"Bagaimana kalau kita melakukan program hamil saja?" tanya Fatimah.
"Ya, besok kita ke dokter kandungan. Oke?" tanya Albert.
"Ya, Mas. Aku mau," kata Fatimah.
Setelah mendapatkan kesepakatan, akhirnya Albert pun menggendong istrinya dan mengajaknya untuk tidur.
"Tidurlah, hari ini kamu sudah sangat lelah karena bekerja seharian. Besok kita ambil cuti untuk menjalani program hamil," ucap Albert.
"Iya, Mas. Nanti aku akan bilang sama Kak Cristhina kalau aku nggak masuk kerja dulu, aku ingin ke dokter kandungan," ucap Fatimah.
"Ya, Sayang. Sekarang tidurlah, jangan memikirkan apa pun! Walau keadaanmu seperti apa, aku tetap mencintaimu, Arra." Albert lalu menangkupkan kedua tangannya di pipi Fatimah, lalu dia pun memberikan ciuman selamat malam yang begitu mesra untuk istrinya.
*
*
Hai Hai Hai, selamat malam. Selamat malam imlek buat yang merayakan, jangan lupa setelah baca karya Othor yang satu ini untuk like, comment, Vote dan juga hadiahnya kirim yang banyak ya....
Buat kalian yang selalu mendukung karya Othor, Othor ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya. I love you, mmmuach....
__ADS_1