
Tak berapa lama Mama Hena pun menelpon ke hape milik Hena. Cukup lama mamanya melpon sampai 3 panggilan tak terjawab. Hena tak mengangkat telpon terabut karna dia lagi tidur nyenyak.
" halo sapa ini " kata Hena tanpa melihat kelayar hapenya
" ini mama, jam segini masih tidur. Emang kamu ngak ada niat mau sekolah " kata mama Hena ngoceh
Hena yang mendengar suara Hena pun langsung duduk, walaupun kepalanya masih sakit. Namun dia masih bisa mengendalikan dirinya.
" mama, tumben tumbenan nelpon. Ada apa, ngak biasanya mama telpon "
" ngak ada apa apa, mama dengar kamu lagi demam "
" iya "
" kok bisa? "
Hena hanya diam saja
" karna kamu kehujanan mangkanya kamu demam kan? "
Hena bingung kok mama tau
" putuskan dia, dia ngak pantas buat kamu "
" tapi ma "
" ngak ada tapi tapian. Pasti dia selingkuhkan? "
__ADS_1
Hena hanya diam
" mama sudah menjodohkan kamu sama teman rekan bisnis mama. Anaknya baik, ganteng, pintar pula "
" Hena ngak mau ma, ini bukan zaman Siti Nurbaya lagi "
Namun mama Hena tidak mementingkan, dia langsung mematikan telponan mereka dan membuat Hena naik darah.
Tiba tiba hape Hena berbunyi dan dia lihat di layar ada sebuah pesan masuk
" ping "
Hena pun cepat cepat membuka dan membacanya
" urus semua surat pindah sekolah mu, akhir bulan mama jemput kamu. Kamu tinggal di sini bareng mama "
Hena yang tak bisa berbuat apa apa pun hanya mengikut saja apa mau mamanya. Dia pun pergi kekamar mandi dan ingin siap siap berangkat ke sekolah.
Tya yang menyadari kehadiran Hena pun memberhentikan aktifitas mereka, dia tak mau cewe itu semakin salah paham dengan kedekatan mereka berdua.
" kamu ada apa? " tanya Yani begitu Hena duduk
Hena hanya menggeleng kepalanya saja
" ngak apa apa kok "
Tiba tiba hape Hena berbunyi
__ADS_1
" Mamađź–¤ "
Dia pun mengangkat telpon tersebut
" halo ma, ada apa "
" ingat, kamu harus selesaikan hari ini. Mama tadi sudah bicara sama rekan mama katanya dia setuju kamu jadi mantunya "
" tapi ma, kasih aku waktu dong. Jangan main jodoh jodoh terus " kata Hena menangis
Yani yang mendengar kata perjodohan pun kaget, apa lagi melihat Hena yang ingin menangis
" ngak ada tapi tapian "
mamanya pun langsung mematikan telpon mereka. Hena pun geram dan dia pun melempar hapenya dan langsung menangis.
Melihat kejadian itu pun semua mata memandang Hena, termasuk Hendrik dan Tya menatap kearah Hena.
Hena pun berdiri dan berlalu pergi
" absenin gua ya Yan " katanya langsung pergi meninggalkan kelas
Semua orang yang melihat pun berkata kata, kenapa dengan tu bocah.
" apa gara gara kita bercanda tadi ya " kata Tya
" biarkan sajalah, toh aku ngak ada hubungan sama dia lagi " kata Hendrik cuek
__ADS_1
Namun dalam hatinya ingin sekali dia mengejar Hena, namun dia harus betul betul menahannya. Dia sangat capek menghadapi kemanjaan yang di miliki Hena. Membuat dia harus selalu sakit hati.
Tya pun berdiri dari bangkunya dan ingin menghampiri Yani. Dia ingin menanya kenapa Hena tiba tiba menangis dan melempar ponselnya. Namun niat nya tertahan kan sebab guru mereka masuk ke dalam kelas mereka.