
" mah bangun.. ?? "( alpin) ia menepuk nepuk pipi sang mamah, tapi sang mamah tidak merespon, membuat alpin khawatir.
" mah bangun, alpin mohon. "( alpin) kini air mata nya, sudah mengalir ke pipi nya.
tanpa banyak kata lagi, alpin pun menuju ke rumah sakit, di saat ia akan ke luar, di sana ia berpapasan dengan sang papah.
" mamah, kamu kenapa pin. "( papah alpin) .
" mamah pingsan pah, aku mau bawa mamah ke rumah sakit, takut terjadi apa apa dengan mamah. "( alpin).
" papah ikut. "( papah alpin).
alpin hanya mengangguk kan kepala nya saja, sebagai jawab ban, tanpa banyak kata , alpin dan papah nya pun menuju ke rumah sakit, mereka membawa mamah alpin, ke rumah sakit terdekat, jadi tidak memakan waktu, setelah sampai, alpin pun memanggil suster.
suster lun datang, dengan membawa bangkar, mamah alpin pun di simpan di atas bangkar, dan membawa nya ke ruang UGD .
alpin dan papah nya pun, duduk di kursi tunggu, yang di sedia kan.
" bisa, kamu jelas kan pin, kenapa mamah kamu bisa seperti ini. "( papah alpin ) dengan tatapan, penasaran nya.
alpin pun menatap ke depan, ia menghela napas nya.
alpin pun mencerita kan semua nya, dari awal, sampai sang mamah bisa jatuh pingsan, tanpa ada yg ia tutup pi.
" kamu benar benar berengsek pin, ingat kalau ada apa apa, dengan mamah kamu, kamu tanggung akibat nya pin.. ?? "( papah alpin) dengan deru napas yg, menahan ke marahan nya, terhadap sang anak, karena ia mengerti ini rumah sakit, jadi ia tidak mungkin membuat rusuh.
" aku akan Terima hukuman nya pah, karena aku merasa bersalah.. ?? "( alpin) ucap nya lirih.
tak berselang lama, pintu ruang ngan pun terbuka.
alpin dan sang papah pun beranjak dari kursi tunggu nya, dan menemui sang dokter .
" gimana dok, dengan ke adaan istri saya. "( papah alpin) dengan menampil kan wajah, khawatir nya.
" allhamdulilah, istri bapa sudah baik baik saja, karena ke buru di bawa ke sini, kalau saja, tidak segera, mungkin akan terjadi hal hal yg tidak di ingin kan. "( dokter).
" apa bisa kita menemui nya dok. "( alpin).
" boleh, tapi sebelum nya, harus mengurus dulu administrasi, supaya istri anda bisa di masuk kan ke ruang perawatan. "( dokter)
" baik dok, saya akan menuju ruang admin dulu. "( alpin)
__ADS_1
dokter pun mengangguk kan kepala nya.
" kalau begitu, aya permisi dulu tuan. "( dokter) sambil membungkuk kan tubuh nya,dan meninggal kan alpin dan sang papah.
" pah, aku mau urus dulu administrasi, papah temuin dulu mamah. "( alpin)
papah nya alpin pun mengangguk kan kepala nya sebagai jawaban.
alpin pun menuju ke ruang admin, sedang kan sang papah, masuk ke ruang sang istri, terlihat sang istri yg masih menuntup mata nya, hati nya begitu perih di saat melihat, keadaan sang istri, ia duduk di kursi, samping sang istri, ia memegang telapak tangan sang istri, dan menggenggam nya.
" sehat ya mah, aku engga bisa hidup tanpa kamu mah. "( papah alpin) ia mengusap air mata nya, yang sudah mengalir ke pipi nya.
cklek
papah alpin pun menoleh ke arah pintu, ternyata beberapa suster.
" maaf tuan, kami akan membawa nyonya ke ruang perawatan. "( suster) dengan tutur kata, yg lembut.
" ah, iya silah kan Sus.. ?? "( papah alpin) ka beranjak dari kursi.
suster pun membawa mamah alpin ke kamar perawatan nya, dan si ikuti oleh papah alpin, dan di saat mamah alpin ke luar, ia berpapasan dengan alpin.
mereka pun mengikuti para suster, yg membawa mamah alpin, ke ruangan nya.
papah alpin, pun duduk di kursi, samping sang istri.
sedang kan alpin duduk di sofa, ia membuka jas nya, dan membuka kancing tangan nya, dan ia gulung sebatas sikut.
ia merebah kan punggung nya, di sandaran sofa, di saat mereka sedang menutuo mata nya, ternyata handphone nya berbunyi, ia mengambil handphone nya, di dalam saku celana nya, ia melihat siapa yg menghubungi nya, ternyata friska, ia malas untuk menerima nya, tapi ia tidak bisa menolak.
akhir nya dengan rasa terpaksa, alpin pun menekan tombol hijau.
" ada apa ka. "( alpin) langsung tutup poin.
" kamu dimana sayang. "( friska).
" aku lagi di rumah sakit, "( alpin)
" lagi, ngapain kamu di sana, siapa yg sakit. "( friska).
" mamah masuk rumah sakit. "( friska ) ia ingin mencari muka, ke pada orang tua nya alpin.
__ADS_1
" engga usah ka, belum waktu nya. "( alpin).
" ko gitu sih aayang, kau kan bentar lagi akan menjadi menantu nya. "( friska).
" sekarang belum waktu nya ka, tolong ngertiin aku. "( alpin)
" tapi mau sampai kapan pun, aku ini lagi mengandung cucu nya, masa masih engga mau menerima aku pin, bukan nya kemarin mamah kamu udah merestui hubungan kita berdua. "( friska)
" sulit di jelas kan ka, nanti aku jelas kan. "( alpin)
" emang kenapa, dengan mamah kamu bisa masuk rumah sakit. "( friska)
" nanti aku jelas kan. "( alpin)
" oh iya, kamu mau apa menghubungi aku. "( alpin ).
" aku mau mengajak kamu makan malam pin, sambil membahas acara pernikahan kita. "( friska)
" maaf untuk sekarang aku bisa menemui kamu, karena keadaan mamah aku yg sedang sakit, apa yg mau kamu bahas, bukan nya sudah selesai, kamu hendel.. ?? "( alpin) ia memijit kening nya, yg pusing.
" tapi, masih ada printilan, yg harus kita obrolin pin.. ?? "( friska)
" kamu yg ngotot kan, pingin
pernikahan megah, makan nya kamu urus sendiri, aku Terima beres saja. "( alpin) dengan nada tegas.
terdengar helaan napas, dari friska.
" kalau, gitu saya tutup, saya lelah dan cape, dan takut mengganggu mamah yg lagi istirahat. "( alpin)
" iya.. ?? "( friska).
alpin pun tanpa banyak basa basi, langsung menutup sambungan telpon nya, ia pun menyimpan handphone nya, ke saku celana nya.
ia menoleh ke arah sang mamah, ternyata sang mamah sudah sadar, ia menatap ke arah sang mamah, tatapan mereka bertemu.
" kamu pergi aja, ngapain kamu di sini, mamah engga perlu kamu, ada papah yg menunggu mamah, kamu urus aja cinta buta kamu. "( mamah alpin) dengan ketus nya,ia mengalihkan kan tatapan nya.
" tapi mah.. ?? "( alpin) ia menatap ke arah sang mamah dan beralih ke arah sang papah.
papah nya alpin, mengangguk kan kepala nya, sebagai kode, kalau sang anak, harus menuruti apa kata sang mamah, akhir nya mau tidak mau, alpin pun meninggal kan ruangan sang mamah.
__ADS_1
ia takut, kalau ia masih berada di ruangan sang mamah, takut sang mamah marah, dan tekan kan darah nya naik.
membuat sang mamah drof, makan nya ia lebih baik mengalah, dan menuruti apa yg di mau sang mamah.