Hati Yang Kau Sakiti

Hati Yang Kau Sakiti
episode kedelapan


__ADS_3

Karna mendengar suara, Hendrik dan Tya menoleh kearah suara. Mereka kaget melihat Hena dan Yani berdiri di balik pohon.


Hena pun berlari sambil menangis meninggalkan Yani yang masih sendiri.


" Hena tunggu aku " kata Yani mengejar


Hendrik dan Tya pun ikut mengejar, mereka ingin menjelaskan semuanya kepada Hena.


" Na tunggu aku, aku ikut sama kamu " kata Yani begitu sampai di mobil Hena


Hena yang merasa kecewa membiarkan Yani ikut dengannya dan langsung menancap gas pergi meninggalkan Hendrik dan Tya yang ikut mengejar mereka dari belakang.


Sepanjang perjalanan Hena terus menangis dan menangis. Dia bahkan membawa mobil itu antah ke mana, di dalam pikirannya dia mau pergi menjauh dari orang orang.


" Hena, lo lagi sedih. Biar gua yang nyetir oke " kata Yani khawatir


Hena hanya menangis dan menangis, dia mengabaikan Yani yang dari tadi ketakutan. Tiba tiba pas di jalan, Hendrik pun menelpon.


" Hendrik menelpon, apa perlu aku angkat " tanya Yani


" ngak usah, matikan hape lo. Sekarang " kata Hena menjerit


Yani yang ketakutan pun mematikan hape miliknya. Dia ngak mau kalau kemauan Hena tak di turutkan, dia bakal melakukan hal hal yang aneh nantinya.


Sudah 3 jam mereka mengemudi, dan mereka juga ngak tau mereka sekarang ada di mana. Entah karna capek atau apa diapun akhirnya memberhentikan mobilnya.


" sekarang biar gua aja yang nyetir ya. Kamu istirahat " kata Yani menenangkan


" gua ngak mau pulang " kata Hena menangis

__ADS_1


" ngak, kamu tenangkan dulu pikiranmu. Nanti kalau sudah tenang baru kita pulang "


Yani pun membawa mereka ke depan supermarket, dia membelikan cemilan dan minuman untuk mereka berdua.


" gua ngak nyangka kalau gua di khianatin oleh mereka berdua. Mereka ada lah orang yang kuanggap spesial " kata Hena sedih


" kan masih ada gua " kata Yani sambil menghelus rambut Hena


" gua janji gua ngak bakal nyakitin lo " lanjutnya sambil mengeluarkan kelingkingnya


Hena pun manyambut kelingking Yani, dia berharap sahabatnya yang satu ini ngak akan nyakitin dia seperti Tya yang sudah mengkhianatinya


Pukul 17.00 wib, Hena pun tertidur pulas karna kebanyakkan nangis kepalanya jadi pusing. Yani pun perlahan lahan membawa mobil dan menuju pulang.


Pukul 20.45 wib Hena sampai kerumahnya, dia langsung masuk kerumah, sedangkan Yani berlalu pulang. Dia meminjam mobil milik Hena nanti di sekolah di kembalikan pikirnya, Dia ngak mau mengganggu Hena, karna dia tau kalau Hena untuk saat ini pasti ingin sendirian.


Sesampainya di ruang tamu, tiba tiba seseorang memanggil namanya. Dia tau siapa yang memanggilnya membuat langkah kakinya terus berjalan.


" untuk apa? Toh sebelum kalian berhubungan kita juga sudah putus " kata Hena serak


" yang ku sedihkan adalah. Kenapa harus Tya sahabat ku, bahkan sahabat mu juga " lanjutnya sambil menangis


" aku mohon jangan menangis " kata Hendrik sedih


" semua itu salah paham " lanjutnya


Namun Hena tidak peduli, dia pergi meninggalkan Hendrik sendian.


" Na, gua bisa jelasin semuanya " teriak Hendrik

__ADS_1


Tapi Hena terus berjalan tidak memperdulikannya.


Pagi ini ingin rasanya Hena tidur di kamar selamanya, ngak mau kemana mana apa lagi pergi kesekolah. Sebab dia tak mau melihat Tya dan Hendrik di kelas nantinya mesra mesra di depannya.


Tapi dia tak bisa berbuat apa apa, sebab hari ini ada ulangan harian. Karna sudah kelas XII. Ulangan hampir tiap hari di lakukan akhir akhir ini.


Sesampainya di sekolah Ingin rasanya dia menutup kepalanya, dia tak mau melihat dua manusia itu.


Untungnya jam mata perlajaran pertama mereka tak masuk kedalam kelas, mereka tak hadir dikarenakan mereka harus mengadakan rapat Osis.


" untuk manusia dua itu ngak masuk " katanya dalam hati.


Namun hatinya tetap gelisah. Karna, rapat hanya di butuhkan satu jam saja.


Jam istirahat berbunyi. Namun Hendrik dan Tya masih belum masuk kedalam kelas. Hena pun sedikit agak heran kenapa mereka belum masuk.


" mungkin mereka lagi pacaran. Masa iya rapat diadakan sampai 3 jam " pikirnya


Dia pun pergi keluar kelas. ingin pergi kekantin, Dia takut nanti ketemu sama mereka berdua.


" karna ujian sudah dekat. Aku juga akhir akhir ini sibuk ngeband " pikirnya


" mending aku ke perpustakaan aja deh, biar nanti kebagi sama belajar dan latihan " lanjutnya


Dia pun pergi ke perpus. Rak demi rak buku di perhatikannya. Semua pelajaran yang sangat penting diambilnya. Membuat pandangannya tidak kelihatan karna terhalang oleh buku buku menumpuk itu.


Dia terus berjalan dan terus berjalan menuju meja belajar. Tiba saat di meja dia akhirnya menaruh semua buku itu di atas meja. Namun dia tak sadar bahawa di meja panjang itu ada sepasang anak sekolah lagi bicara.


" maaf, gua ngak sengaja ganggu kalian " kata Hena lalu meninggalkan meja dan keluar dari perpus

__ADS_1


Tya dan Hendrik yang sedang ngobrol pun hanya terdiam seribu bahasa. Padahal mereka di situ lagi membahas masalah keuangan sekolah. Mereka bingung dan akhirnya terdiam dengan kepergian Hena.


__ADS_2