
Saat Hena berlari dari taman belakang, tiba tiba kepalanya sangat sakit dan membuatnya jatuh pingsan. Orang yang melihat Hena pun pergi melihatnya dan membawa Hena ke UKS.
Bel sekolah pun berbunyi menandakan bel masuk, semua murid pun masuk kedalam kelasnya masing masing. Saat Hendrik dan Tya masuk, Yani pun menghampiri ke meja mereka.
" mana Hena? " tanya Yani
" ngak tau " kawab Hendrik cuek
" bukannya dia sudah pergi kekelas ya " tanya Tya heran
Yani belum sempat menjawab tiba tiba bapak guru masuk dan membuat semua murid pun duduk ke bangku mereka masing masing. Saat pelajaran baru mulai, tiba tiba guru piket pun datang
" maaf pak mengganggu "
" iya ngak apa apa, ada buk "
" saya mau mempermisikan murid yang bernama Hena Hatomo, dan mau mengambil tasnya "
" emang kenapa dengan Hena buk "
" Hena tadi pingsan dekat taman sekolah, dan juga dia lagi demam panas jadi dibawa pulang sama keluarganya. Permisi ya pak " kata guru piket pamit
Tya, Hendrik, dan Yani pun kaget
" iya tadi sebelum pingsan gua lihat dia berantem sama Elsa sebelum ketaman " bisik Putri teman kelas mereka
__ADS_1
" iya, gara gara dia bela Tya karna Tya di ejek pelakor sama Elsa mangkanya dia marah " lanjut Yuna
Tya dan Hendrik yang mendengarkan bisikkan mereka pun merasa bersalah. Mereka berdua pun semakin bingung dan tak tau berbuat apa lagi.
Pulang sekolah pun mereka memutuskan untuk menjenguk Hena kerumah. Saat di dalam mobil Yuni pun mengintrogasi mereka berdua.
" kalian bertiga ngapain tadi di taman belakang " tanya Yani
Hendrik yang lagi membawa mobil pun hanya diam saja. Dia lagi malas berdebat pikirnya
" jawab dong. Masa diam aja " kata Yani kesal
" Hena ngak sengaja lihat kami berduaan lagi pelukkan, padahal itu ngak sengaja sumpah. " jelas Tya
Tya hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
Yani merasa kecewa pada dua orang manusia yang ada di depannya. Ingin rasanya mencabik cabik muka sahabatnya ini.
" asal kalian tau dia tadi mau minta maaf sama kalian, karna dia sadar semua ini salah dia " kata Yani ingin menangis
" dia sudah mengiklaskan kalian berdua pacaran. Sebab dia harus di jodohkan oleh mamanya " lanjutnya
Hendrik yang mendengarnya pun lngsung merem mendadak mobilnya. Dan dia pun menoleh kearah Yuni
" apa kamu bilang? " tanya Hendrik ingin penjelasan
__ADS_1
" dia di jodohkan, puas "
Hendrik pun merasa sedih dan dia pun cepat cepat menyetir mobilnya dan ingin menemui Hena secepatnya. Dia ingin menanyakan semua apa yang di katakan Yani barusan.
Sesampainya di rumah mereka pun langsung masuk kedalam kamar milik Hena, mereka pun melihat Hena yang lagi tidur di atas kasurnya.
Semua orang diam di dalam kamar, mereka hanya menatap wajah Hena yang sedang tertidur pulas.
Tak berapa lama pembantu Hena pun datang membawakan minuman dan makanan ringan kepada mereka
" silahkan minum non, den "
" makasih mbok " kata Tya ramah
" mbok, kenapa Hena belum bangun ya " tanya Yani
" iya, non Hena kok lagi sakit kalau ngak ada yang jaga ya gitu. Dia memilih minum obat tidur biar dia merasa nyaman rasanya "
Mendengar hal itu, mereka pun kaget
" itu kebiasaan non Hena dari dulu. Oh iya, sebelum tidur tadi non Hena nitip ini kesaya " kata pembantu Hena
" katanya kalau ada temab Hena yang datang. Hendrik atau Tya kasihkan ini ya mbok kata non Hena " lanjutnya
Tya pun mengambilnya dan pembantu Hena pun pamit pergi kedapur.
__ADS_1