Hati Yang Kau Sakiti

Hati Yang Kau Sakiti
Pergi Ke Rumah Utama


__ADS_3

Albert terlihat begitu frustrasi saat mendengar Dadynya tidak setuju jika dia menikah dengan janda, perawan memang banyak. Wanita terhormat pun banyak, bahkan wanita dengan kasta tinggi pun banyak yang sengaja datang meminta untuk dinikahkan dengan Albert.


Masalahnya, diantara semua wanita itu tak ada satu pun yang mengena di hati Albert. Hanya Fatimah yang bisa meluluhkan hati Albert, hanya Fatimah wanita yang mampu membuat Albert benar-benar merasakan yang namanya jatuh cinta.


Dari dulu Albert selalu menganggap jika wanita itu hanyalah pembawa sial, wanita itu hanyalah sebatas untuk pemuas nafsuu saja.


Selama ini Albert selalu menyangka jika wanita hanya akan merepotkan dirinya saja, bahkan dulu Albert tak pernah berniat untuk menikah.


Karena menurutnya, jika dia menginginkan perempuan tinggal tidur saja bersama salah satu perempuan yang dia inginkan.


Tak perlu repot-repot untuk menikahinya, jika besoknya dia menginginkan perempuan untuk menemani harinya, dia pun bisa memesan perempuan mana pun yang dia inginkan.


Menurutnya, wanita itu seperti barang yang bisa di beli dan bisa di buang setelah dia merasa bosan.


Namun, pemikiran itu berubah setelah dia mengenal Fatimah. Fatimah benar-benar merubah cara pandang Albert terhadap wanita.


Sebenarnya Albert pernah melihat Momnya berselingkuh, hingga dari saat itu ia tak bisa mempercayai lagi yang namanya wanita.


Namun hebatnya, seorang Ansell Aldrich Raimhond malah dengan lapang dada memaafkan perselingkuhan yang dilakukan oleh sang istri.


Sayangnya Albert tak seperti itu, dengan melihat kejadian tersebut justru Albert tidak bisa dengan mudah mempercayai wanita.


Padahal apa yang kurang dari Tuan Ansell? Dia kaya, tampan, usahanya banyak dan fasilitas mewah pun selalu didapatkan oleh Nyonya Ilmira.


Namun, kenapa dengan teganya dia malah berselingkuh di belakang Tuan Ansell?


Jawabannya, tentu karena ada sesuatu hal yang tidak diketahui oleh Albert. Sebuah alasan dari perselingkuhan tersebut, tapi sayangnya kedua orang tuanya menutup rapat masa kelam itu.


"Jadi, apa alasan kamu mau menikahi wanita yang bersetatus janda itu?" tanya Tuan Ansell.


"Karena aku mencintai dia, karena dia bisa mengubahku menjadi manusia yang lebih baik. Karena dia, cara pandangku terhadap perempuan jadi berubah," ucap Albert seraya menatap mata Momnya dengan lekat.


Tuan Ansell langsung menghela nafas kasar, dia paham dengan cara pandang yang Albert tunjukan pada Momnya.


Nyonya Ilmira yang mendapatkan tatapan tajam dari putranya, langsung menundukkan pandangannya.


"Kalau Daddy membawakan wanita yang lebih kaya dan juga cantik, apa kamu akan mau, Al?" tanya Tuan Ansell.


"Sorry, Dad. Aku bukan lelaki yang gampang berubah dengan pendirianku," jawab Albert dengan tatapan tajamnya pad Tuan Ansell.


Tuan Albert pun sangat tahu, dengan apa arti dari tatapan putra semata wayangnya itu.

__ADS_1


"Bawa wanita itu ke rumah utama! Aku ingin mengenalnya," ucap Tuan Ansell pada akhirnya.


Albert langsung tersenyum mendengar ucapan Daddynya, karena dia tahu apa artinya dengan apa yang diucapkan oleh Tuan Ansell.


Setelah mengucapkan hal itu, Tuan Ansel langsung mengajak Nyonya Ilmira untuk pergi dari kediaman Albert.


"Tank's, Dad," ucap Albert sebelum Daddynya pergi.


"Hem," jawabnya.


Tuan Ansell dan Nyonya Ilmira pun langsung pulang menuju kediaman mereka, rumah mewah yang selalu terasa sepi.


Karena Albert memutuskan untuk pergi dari istana Raimhond setelah mengetahui perselingkuhan Momnya, dia sangat kecewa pada Momnya. Karena dia berselingkuh di dalam rumah itu.


*/*


Pagi pun telah menjelang, Albert sudah terlihat sangat tampan. Dia dengan cepat bergegas menuju kediaman Aby, karena dia ingin meminta izin untuk mengajak Fatimah menuju rumah utama.


Bahkan Albert sampai tak sarapan terlebih dahulu, karena dia takut jika Fatimah keburu berangkat menuju Caffe milik Aby.


"Assalamualaikum..." sapa Albert.


"Waalaikum salam," jawab Aby yang kebetulan sedang menikmati secangkir kopi di depan teras.


"Tentu saja, Kak. Ada apa?" tanya Aby.


"Mom dan Daddy ingin bertemu dengan Arra, bolehkah Kakak mengajak Arra untuk pergi ke kediaman utama?" tanya Albert penuh harap.


Aby langsung tersenyum melihat raut wajah Albert, dia bisa melihat jika Albert begitu mencintai Fatimah. Dia bisa melihat rasa tulus dan rasa takut untuk kehilangan di mata Albert.


"Kalau Kak Arra mau, saya akan mengizinkan," jawab Aby.


"Yes!" jawab Albert.


Aby hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Albert yang menurutnya sangat kekanak-kanakan, namun dia juga senang karena Albert terlihat sangat menginginkan Kakaknya.


"By, Aliana sudah menyiapkan kita sara--"


Ucapan Fatimah langsung terhenti kala melihat Albert yang kini berada tepat di samping Aby, Albert terlihat tersenyum dengan sangat manis kepada Fatimah.


"Al, kamu sedang apa di sini? Kenapa pagi-pagi sekali sudah berada di rumah orang?" tanya Fatimah.

__ADS_1


"Ya ampun, Ra. Aku ke sini mau jemput kamu, Mom dan Dad ingin bertemu dengan kamu. Kita sekalian sarapan di rumah utama, mau?" tanya Albert.


Mendengar kata Mom dan Dad, membuat hati Fatimah menciut. Dia takut jika kedua orang tua Albert tidak bisa menerima dirinya, karena walau bagaimanapun dia adalah seorang janda.


"Tapi Al--"


Albert seakan mengerti kegundahan hati Fatimah, dia langsung bangun dan mengusap dengan lembut punggung tangan Fatimah.


"Kamu nggak usah khawatir, kamu percaya kan sama aku?" ucap Albert meyakinkan.


Fatimah lalu tersenyum, dia pun mengangguk kan kepalanya beberapa kali.


"Ya, aku mau ikut sama kamu, Al," jawab Fatimah.


"Good girl!" kata Albert, pandangan Albert lalu kembali pada Aby. "Aku pergi dulu, kamu tenang aja, Kakak kamu aman sama aku," kata Albert.


Mendengar ucapan dari Albert, Aby pun langsung terkekeh dibuatnya.


"Ya, pergilah," kata Aby.


Setelah mendapatkan persetujuan dari Aby, Albert pun langsung mengajak Fatimah untuk pergi. Sepanjang perjalanan menuju rumah utama, Fatimah terlihat gelisah.


Dia benar-benar gugup dan juga takut akan respon dari kedua orang tua Albert, Albert yang seakan tahu kegunadahan hati Fatimah langsung menggenggam erat tangan Fatimah.


Lalu, dia pun memberikan senyum termanisnya kepada wanita yang begitu dia cintai itu.


"Jangan takut, ada aku," ucap Albert.


Tak lama kemudian, mobil yang dikendarai oleh Albert pun tiba dicrumah utama. Untuk sesaat, pandangan Fatimah langsung terpaku melihat bangunan mewah yang berada di depan matanya.


Dia termasuk orang berada di negaranya, namun tak memiliki rumah semewah yang berada di depan matanya.


Rumah yang terlihat begitu megah dan juga terlihat begitu besar, mirip seperti istana di dalam negeri dongeng.


"Selamat datang Tuan muda, silahkan masuk. Tuan dan Nyonya besar sudah menunggu di ruang makan," sapa seorang kepala pelayan.


"Hem," jawab Albert.


Albert pun langsung masuk bersama dengan Fatimah, mereka langsung menuju ruang makan yang berada di dalam bangunan megah tersebut.


*

__ADS_1


*


Jangan lupa dukungannya buat Babang Al dan juga Neng Fatimah, kasih like, comment, Vote dan juga hadiahnya yang banyak ya....


__ADS_2