
kini pernikahan alpin dan friska pun di gelar, sangat mewah, telihat para tamu, sangat kagum dengan dekorrasi nya, bahkan pernikahan nya, di liput oleh beberapa setasiun televisi.
membuat hati friska, merasa tersanjung, dan juga bahagia, tapi berbanding terbalik dengan alpin, hati nya begitu kosong, karena orang tua nya, engga hadir, jangan kan orang tua nya, anak nya pun engga ada.
dari tadi alpin, tidak menampil kan senyum manis nya, walaupun ia tersenyum, tapi hanya senyum malas nya.
kini acara nya pun selesai, alpin dan friska pun kini sudah berada di kamar nya.
friska bergelayut manja, ia menampil kan wajah yg berbinar.
" makasih ya sayang.. ?? "( friska) ia mendongak kan wajah nya.
" ehmptzz.. ?? "( alpin) menampil kan wajah datar nya.
" aku mau mandi dulu ya, atau mau mandi bareng.. ?? "( friska) dengan mata genit nya.
" kamu aja duluan, aku mau istirahat dulu. "( alpin) sambil menduduk kan bokong nya ke sofa.
" iyah, padahal aku ingin mandi bareng, udah lama loh sayang, kita engga melakukan itu. "( friska) ia membuka gaun nya, dan kini ia hanya memakai ****** ***** saja dan juga bra, tapi alpin tidak sama seki melirik nya, ia malah menutup mata nya, entah kenapa hasrat nya, ke pada friska hilang seketika, begitu ia di tinggal oleh alea.
" sayang, bukan dong mata kamu, bener engga mau nih . ?? "( friska) sedikit merengek, tapi rengek kan nya itu. tidak di gubris oleh alpin, karena posisi alpin masih asyik menutup mata nya.
" kamu nyebelin.. ?? "( friska) ia pun masuk, ke dalam kamar mandi, dengan hati dongkol.
setelah mendengar suara pintu kamar mandi tertutup, alpin pun membuka mata nya, dan melihat ke arah kamar mandi.
" maaf kan aku ka, hasrat ku saat ini, telah hilang , entah hilang kemana. "( alpin) ucap nya lirih, ada rasa tak enak tapi itu ke nyataan nya, entah lah mungkin epek dari lelah, atau apa, tapi semenjak alea meninggal kan nya, hasrat nya pun hilang.
alpin tiba tiba, teringat alea, entah lah ia juga bingung dengan perasaan nya, ia berusaha menepia nya, tapi semakin ia berusaha menepia nya, rasa itu makin kuat.
" al, kamu dimana, kenapa seperti di telan bumi,aku kangen kamu al.. ?? "( alpin) ia menutup mata nya, saking lelah nya alpin pun tertidur, sedang kan friska yg baru ke luar kamar mandi, ia mendengus kesal, karena alpin malah tertidur, padahal ia sengaja,memakai handuk, sebatas paha, biasa nya alpin akan berhasrat, tapi lagi lagi ia harus menelan pil pait, karena alpin malah tidur.
friska pun memakai baju tidur nya, bukan baju tidur biasa, melain kan baju dinas, ia pun merebah kan tubuh nya di samping alpin, ia menatap wajah alpin, yg begitu sempurna, akhir nya ia bisa mendapat kan alpin, dan menjadi nyonya alpin, saking lelah nya, ia pun menutup mata nya, karena ia lelah.
__ADS_1
berbeda dengan pasangan pengantin baru, yg sedang tidur pulas, karena ke melawan menerima tamu, bukan lelah habis bercinta.
di kediaman alpin orang tua nya benar benar sangat kecewa, atas perilaku sang anak, alpin benar benar nekad, menikahi wanita ular itu, bukan hanya ke dua orang tua nya saja, yg kecewa, tapi sang anak sisi pun sama.
" mamah kecewa pah, sama alpin.. ?? "( mamah alpin) ia memeluk sang suami, ia menangis karena ia meras kesal ke pada sang anak, sang anak nekad menikahi friska.
" entah lah mah, biar kan saja, biar tau rasa anak itu, gimana sifat asli nya si wanita itu.. ?? "( papah alpin)
sedang kan sisi, dari tadi, hanya menjadi pendengar, dan menghela napas nya, karena ia juga merasa kan apa yg omah dan opah nya rasa kan.
" apa alea juga mengetahui nya pah.. ?? "( mamah alpin)
" pasti mengetahui nya mah, soal nya pernikahan mereka di siar kan langsung. ?? "( papah alpin)
" terus gimana sekarang kondisi alea pah, mamah engga mau, terjadi apa apa dengan cucu mamah. ?? "( mamah alpin) dengan menampil kan wajah ke khawatir ran nya.
" InsyaAllah, alea baik baik aja mah, apa kita hubungi alea.. ?? "( papah alpin)
papah alpin pun mengangguk kan kepala nya, dan mengambil handphone nya, dan mencari kontak alea, setelah menemukan nya, ia pun langsung menekan tombol panggil, tak menunggu lama , sambungan telpon pun terhubung.
" assalamu'alaikum.. ?? "( alea)
" waalaikumsalam.. ?? "( mamah alpin).
" ada apa mah.. ?? "( alea)
" kamu baik baik aja kan al.. ?? "( mamah alpin)
" allhamdulillah mh, aku baik baik saja, emang kenapa mah. "( alea)
" syukur lah sayang, kamu baik baik saja, tapi benar kan, kamu baik baik saja. "( mamah alpin) ia kembali meyakin kan lagi alea.
" iya mah, aku baik baik aja. "( alea)
__ADS_1
" syukur lah sayang, mamah takut kamu ke pikiran dengan berita sekarang, kamu pasti sudah tau kan, tentang pernikahan alpin dan friska. "( mamah alpin)
alea menghela napas nya.
" aku tau mah, tapi aku baik baik saja ko, mamah tenang aja, aku sudah ikhlas mah. "( alea)
" bener nak, kamu engga apa apa kan.. ?? "( mamah alpin) ia meyakin kan kembali sang anak.
" iya mah, aku baik baik aja. "( alea)
" syukur lah nak, kalau kamu baik baik aja, gimana dengan cucu mamah, kamu mengidam sesuatu engga nak. "( mamah alpin)
" Allhamdulillah mah, dede bayi sangat baik, dan mengerti ke adaan mamah nya. "( alea)
" syukur lah sayang, kalau ada apa apa, kmu hubungi mamah ya sayang. "( mamah alpin)
" iya mah, itu pasti, karena aku hanya punya mamah. "( alea).
" iya udah, kalau gitu kamu istirahat ya, ini sudah malam, jangan tidur malam malam ya nak, engga baik buat ke sehatan kamu, apa lagi kamu sedang mengandung..?? "( mamah alpin)
" iya mah, kalau gitu aku tutup ya, assalamu'alaikum.. ?? "( alea).
" waalaikumsalam.. ?? "( mamah alpin)
sambungan telpon pun di tutup, alea menyimpan handphone nya, di atas nakas.
ia merebah kan tubuh nya di ranjang, ia menatap perut nya, yg kini sudah membesar, sambil mengusap nya.
" nak, kita pasti bisa melewati nya, kita pasti kuat nak,bantu mamah ya nak, kamu engga apa apa kan, kalau kamu engga punya papah, papah kamu udah punya ke hidupan nya, tenang saja ya nak, walaupun kamu engga ada papah, tapi kamu masih punya omah, opah, dan ka sisi. "( alea) tak terasa air mata nya, membasahi pipi nya, yg sedari tadi ia tahan.
bohong kalau di baik baik saja, hati nya begitu hancur, di saat melihat alpin menikah, tapi ia harus berusaha ikhlas, karena alpin bahagia dengan ke hidupan nya sekarang.
saking lelah nya menangis, ia pun tidur terlelap.
__ADS_1