Hati Yang Kau Sakiti

Hati Yang Kau Sakiti
episode kesebelas


__ADS_3

" ngapain lo kesini " kata Hena


" pulanglah, gua lagi malas ketemu sama lo " lanjutnya ingin berlalu


Namun di jegat Hendrik dan langsung menarik tangan Hena


" dengarin sekali ini aja penjelasan aku " kata Hendrik memohon


Namun Hena mengabaikannya dan pergi berlalu. Karna hatinya terlalu sakit


Baru dua langkah Hena melangkah, Hendrik pun mengejar Hena


" apakah kamu mencintai Risky " kata Hendrik


Hena yang mendengarnya pun memberhentikan langkahnya dan menoleh kearah Hena


" apa maksudmu? " tanya Hena balik


" aku lihat akhir akhir ini kalian sangat dekat, apa mungkin kalian jadian mangkanya kamu menjaga jarak terhadap ku "


" itu bukan urusan mu " kata Hena kesal


" yang penting... "


tiba tiba Coky datang dari luar memvuat Hena berhenti berbicara.


" eh ada Hendrik, gua kira yang gua lihat tadi di depan pintu bareng Hena tadi bukan lo kan Hen, soalnya gua lihat bentuk tubuhnya ngak sama " kata Coky terlihat polos


" ngak kok, mungkin Hena sama temannya mungkin " jawab Hendrik

__ADS_1


" masa iya sih, jelas jelas gua lihat tadi lagi ciuman depan pintu mangkanya gua putar putar dulu sekitar komplek "


Mendengar perkataan Coky, Hendrik dan Hena pun kaget


" lo ngomong apa sih " kata Hena marah


" memang betulkan, jangan bohong lu " kata Coky menggoda


" atau jangan jangan cowo baru lu ya. Is is is kecik lagi dah pakek pakek selingkuh segala " lanjutnya langsung berlalu meninggalkan Hena dan Hendra


Hendra yang merasa sakit hati pun mulai melangkah kan kakinya. Saat di depan teras dan tiba tiba hujan Hena pun menarik tangan Hendrik dan ingin menjelaskan.


" aku bisa jelasin " kata Hena sedikit menjerit


Dia takut suaranya tak bisa di dengar Hendrik gara gara hujan lebat


" aku dan Risky tidak pernah jadian "


" terus kenapa kamu berciuman dengannya, kita aja pacaran 5 tahun tidak pernah berciuman apa lagi di depan umum. Apakah kamu sekarang semurah itu "


Mendengar Hendrik bicara seperti itu, tiba tiba saja tangan Hena secara otomatis menamparnya


" plak "


" aku minta maaf, aku ngak sengaja " kata Hena, dia tak menyangka kenapa bisa tiba tiba tangannya menampar pipi cowo itu


" aku memaafkan mu " kata Hendrik


" mulai sekarang menjauhla dari ku, bukankah ini yang kau inginkan yaitu kita putus. sekarang aku mengabulkannya " lanjutnya lalu meninggalkan Hena sendirian di tengah hujan yang deras

__ADS_1


Melihat kepergian Hendrik. Hena hanya terduduk lemas. Dia bingung dengan kisah cintanya kenapa bisa serumit ini sekarang, pikirnya.


Pagi ini Hena sangat demam panas, gara gara dia mandi hujan.


Karna pembantu rumah Hena sangat khawatir, dia pun menelpon Rico kakak laki laki Hena, namun Rico tak mengangkat telponnya.


" mungkin lagi sibuk " pikir si mbok pembantu Hena


" mau ngak mau aku harua telepon nyonya besar " lanjutnya


Dia pun memicit nomor telepon Mama Hena yang berada di luar negeri


" halo "


" halo nyonya ini saya mbok Lastri "


" oh, simbok ada apa "


" gini nyonya, non Hena lagi sakit demam "


" kok bisa? apa kamu ngak terartur ya ngasih dia makan "


" ngak kok nyonya, cuman non Hena kemarin kehujanan gara gara berantem sama pacarnya tuan Hendrik "


" yasudah, biar saya telpon Hena lewat hapenya "


" baik nyonya "


Mbok Lastri pun menutup telponnya.

__ADS_1


__ADS_2