Hati Yang Kau Sakiti

Hati Yang Kau Sakiti
episode 64


__ADS_3

" al.. ale.. a.. ?? " ( alpin) ucapan nya terbata bata, ia melihat sosok, yg sangat ia rindu kan.


alea pun mendongak kan wajah nya, ia melihat wajah alpin, mata nya berkaca kaca.


" mas.. ?? " ( alea) ucapan nya lirih.


tanpa berkata kata lagi, alpin pun memeluk erat alea, ia menangis seseguk kan, karena bahagia bertemu dengan alea.


sedang kan alea, hanya mematung, karena ia masih syok,ia bertemu dengan laki laki yg ingin ia hindari, tapi seakan dunia tidak berpihak pada diri nya, ia malah bertemu dengan alpin.


" kamu selama ini kemana aja al, aku hampir gila mencari kamu. " ( alpin) masih memeluk erat alea.


sedang kan alea masih terdiam, ia tidak menanggapi ucapan alpin.


alpin pun mereray peluk kan nya, dan ia menggenggam tangan alea, membawa nya ke besmen, alea seperti anak kucing, ia hanya menuruti kemauan alpin, berontak pun percumah, karena ia tau dengan sipat alpin.


lagi lagi alpin memeluk alea.


" sayang, kenapa kau engga jawab pertanyaan mas, kamu selama ini kemana aja. " ( alpin) ia menangkup pipi alea.


alea pun menatap ke arah alpin.


" aku engga kemana mana mas. " ( alea)


" engga kemana mana gimana, kamu menghilang bak di telan bumi, hampir 6 bulan kamu menghilang. " ( alpin)


" kamu nya aja, yg engga bisa mas, cari aku. " ( alea)


alpi n pun tersenyum, atas ucapan alea, tak banyak tanya ia pun mengendarai mobil nya ke sebuah hotel.


" mas, mau kemana nanti mamah sama papah nyariin aku. " ( alea) ia keceplosan, langsung menutup mulut nya.


alpin mengkerut kan kening nya, menatap alea intens, yg di tatap malah menunduk kan wajah nya, karena ia takut dengan tatapan tajam dari alpin.


" maksud kamu papah, dan mamah siapa al. " ( alpin)


Lagi lagi alea, hanya terdiam, tak menjawab ucapan alpin.


" al, bisa kah kamu menjawab, dengan jujur. " ( alpin) ia menggenggam tangan alea, dengan lembut.


alea pun mendongak kan wajah nya, ia menghela napas nya dengan dalam.


" mamah, papah kamu mas. " ( alea) ia berbicara tanpa menatap ke arah alpin.


alpin membukat kan mata nya, di saat ia mendengar ucapan sang istri, ia benar benar kaget.

__ADS_1


" kamu harus jelasin ini semua al, kenapa mamah, sama papah bisa tahu keberadaan kamu, sedng kan aku yg masih bersetatus suami kamu, engga tau apa apa. " ( alpin)


" suami, bukan nya kita sudah cerai mas. " ( alea )


"kita masih bersetatus suami istri, kita belum bercerai.. ?? " ( alpin)


" ko bisa sih mas, bukan nya.. ?? " ( alea)


" apa yg engga bisa buat aku al, aku akan melakukan apa pun sesuka aku. " ( alpin)


" sultan mah bebas. " ( alea)


handphone nya berdering , alea segera mengambil handphone nya yg ada di dalam tas, dan melihat panggilan masuk , ternyata itu dari mamah nya alpin, ada kerguan , untuk dia mengangkat tlpn, ia takut mamah allin marah, tapi ia juga takut kalau membuat mamah allin khawatir.


" angkat saja, bilang saja kamu , lagi sama suami kamu. " ( alpin)


" tapi mas. " ( alea)


" angkat aja, dari pada nanti mamah aku khawatir. " ( alpin)


alea pun menghela napas nya dan menekan tombol hijau, belum juga mengucap salam, mamah alpin sudah bertanya bertubi tubi.


" sayang kamu dimana, kamu engga kenapa napa kan, mamah nyusul kamu ke toilet, ko kamu engga ada di sana, sayang jawab mamah ko kamu malah diam. " ( mamah alpin)


" mamah aku baik baik aja mah, aku.. ?? " ( alea) belum sempat ia menerus kan pembicaraan nya, alpin sudah merebut nya.


deg..


mamah alpin pun terdiam, di saat mendengar ucapan alpin.


" mah.. ?? " ( papah alpin) ia memegang pundak sang istri, ketika lamunan mamah alpin pun buyar, dan melihat handphone nya, panggilan nya sudah terputus.


" mah ada apa, kenapa wajah kamu seperti itu. " ( papah alpin) ia memandang sang istri, dengan tatapan khawatir.


" pah, nak kita udah bertemu dengan alea, dan sekarang alea sudah di bawa oleh alpin " ( mamah alpin)


" ko bisa. " ( papah alpin)


" mamah juga engga tau,tapi barusan alpin yg ngomong sama mamah pah." ( mamah alpin)


" iya udah terus gimana mah, mungkin udah saat nya alea bertemu dengan alpin. " ( papah alpin)


" tapi aku takut pah, alpin melakukan yg tidak tidak ke alea pah. " ( mamah alpin).


" engga mungkin mah, papah yakin alea akan baik baik saja. " ( papah alpin)

__ADS_1


" iya pah, kau berharap begitu. " ( mamah alpin)


" iya udah kita lanjut makan yu. " ( papah alpin)


mereka pun meninggal kan toilet,dan kembali ke tempat makan.


Emang kan alpin kini sudah berada di apartemen milik nya, bersama alea.


" mas ko kita ke sini sih. " ( alea)


" iya terus kita mau kemana. " ( alpin)


alea hanya mngedik kan bahu nya sebagai jawaban.


alpin menatap ke arah perut buncit alea, di saat ia ingin bertanya handphone nya beebunyi, ia pun mengambil handphone nya, dan melihat panggilan masuk , ternyata dari Siska, ia pun menekan tombol hijau.


" aku ada kerjaan, kamu pulang sendiri aja. " ( alpin) dengan tegas, tanpa menunggu jawab ban dari Siska, ia pun mematikan sambungan telpon nya, tidak lupa ia mematikan handphone nya, karena ia engga mau di ganggu sama siapa pun, ia ingin mendengar penjelasan dari alea, alpin pun menyimpan handphone nya, ke dalam saku celana nya, dan ia menuju alea yg sedang duduk di sofa, ia pun duduk di samping alea, tanpa meminta ijin alpin pun memegang perut alea, entah lah, dari tadi tangan nya gatal ingin mengusap perut alea, dan tanpa si kira sang anak merespon nya.


duk..


" al.. ?? " ( alpin) ia menatap ke arah alea, dengan mata yg berkaca kaca.


" iya mas. " ( alea)


" dia merespon, apa dia anak aku. " ( alpin) entah lah ucapan nya terlontar begitu saja, ia mengikuti naluri nya.


alea tidak menjawab ucapan alpin, karena posisi nya benar benar bingung.


" al, lihat aku. " ( alpin) ia menangkup pipi alea.


mau tidak mau alea pun menoleh ke arah alpin, ia menatap mata alpin.


" jawab yg jujur al,ini anak siapa. " ( alpin)


" ini anak kamu mas. " ( alea)


deg..


entah lah apa yg sekarang ia rasa kan,ia begitu bahagia di saat mendengar kehamilan alea, tapi ada rasa menyesal, karena ia baru mengetahui kehamilan alea.


" mas.. ?? " ( alea) ia menatap ke arah alpin.


alpin menatap ke arah alea, ia langsung memeluk erat alea, dan berucap kata maaf.


" maaf sayang, karena aku baru mengetahui nya, aku memang laki laki berengsek. " ( alpin) sambil terisak.

__ADS_1


alea hanya mengelus punggung alpin, untuk menenang kan nya.


__ADS_2