Hati Yang Kau Sakiti

Hati Yang Kau Sakiti
Kedatangan Kedua Orang Tua Albert


__ADS_3

Setelah mendapatkan jawaban, Albert pun memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Tentu saja selain karena sangat bahagia, karena hari juga sudah larut malam.


Selama perjalanan pulang wajah Albert terlihat sangat berseri, dia begitu puas mendapatkan jawaban dari wanita yang sudah lama dia cintai.


Tiba di kediamannya, Albert dikagetkan dengan kedatangan dari kedua orang tuanya. Albert pun langsung menghampiri mereka dan mengecup pipi mereka secara bergantian.


"Mom, Dad. Kenapa datang tanpa memberi kabar?" tanya Albert.


"Kami sengaja tak memberimu kabar, Al. Jika kami memberi kabar terlebih dahulu, kami takut kamu akan menghindar lagi." Tuan Ansell Aldrich Raimhond nampak menuntun putranya untuk duduk.


Mendengar ucapan Daddynya, Albert nampak tersinggung. Karena dia tidak akan melakukan hal itu saat ini.


"Ck! Itu kan dulu, sekarang aku tidak akan menghindar," kata Albert.


Nyonya Ilmira Ainun Raimhond nampak memperhatikan wajah putranya yang terlihat begitu berseri, dia pun dapat menyimpulkan jika putranya itu pasti sedang bahagia.


"Al, cerita kepada Mommy kenapa kamu terlihat begitu sangat bahagia," pinta Nyonya Ilmira.


Albert langsung tersenyum, kemudian dia pun memeluk Mommynya dan menyandarkan kepalanya di pundak Momnya tersebut.


"Hari ini Al sedang senang Mom, karena wanita yang sangat Al cintai mau menikah denganku." Albert nampak menggenggam tangan Momnya dengan sangat erat.


Mendengar ucapan Albert, sontak Nyonya Ilmira dan juga Tuan Ansell langsung memelototkan matanya.


Mereka benar-benar tak menyangka, jika putranya kini datang membawa kabar yang sangat membahagiakan, kabar yang sudah lama mereka tunggu-tunggu.


"Kamu serius, Al? Siapa wanita itu? Kenapa tidak kamu kenalkan kepada Daddy? Apa Daddy tidak berhak tahu?" tanya Tuan Ansell beruntun.


Albert nampak menegakkan tubuhnya, kemudian dia pun menatap Daddynya dan juga Mommynya dengan tatapan serius.


"Ya ampun, Dad. Kenapa pertanyaannya banyak sekali, lalu pertanyaan mana yang aku harus jawab terlebih dahulu?" tanya Albert.

__ADS_1


Mendengar ucapan Albert, membuat Tuan Ansell merasa sangat jengkel karena Albert terlihat tak langsung menjawab pertanyaan darinya.


"Oh, Sayang. Sudahlah jangan berbelit-belit! Sekarang katakan pada Mom dan juga Dad, Siapa wanita yang sudah berhasil membuat kamu jatuh hati?" tanya Nyonya Ilmira.


Albert nampak tertawa ketika melihat wajah kedua orangtuanya yang terlihat tak sabar ingin segera mengetahui tentang siapa wanita yang menjadi labuhannya.


"Daddy, apakah kamu masih ingat dengan lelaki yang bernama Aksara Pramudiya?" tanya Albert.


Tuan Ansell nampak berpikir, namun beberapa detik kemudian dia pun menatap putranya karena tidak mengingat nama lelaki yang disebutkan oleh Albert.


"Lelaki yang mana?" tanya Tuan Ansell tak sabar.


"Pria asal Indonesia yang dulu pernah bekerja di perusahaan Daddy, saat itu dia sedang kuliah dan bekerja paruh waktu agar tak menghabiskan waktu luangnya dengan hal yang sia-sia," jelas Albert.


Ya, usia Tuan Ansell memang lebih tua 3 tahun dari Aksa. Ketika Aksa masih kuliah, Tuan Ansell sudah bekerja di perusahaan Daddynya.


Karena saat itu Daddynya memang baru saja meninggal, jadi Tuan Ansell pun meneruskan usaha milik Daddynya.


Tuan Ansell nampak mengerutkan dahinya, dia terlihat sedang berpikir tentang siapa pria yang ditanyakan oleh putranya tersebut.


"Masa Daddy lupa? Dia bukan berasal dari golongan bawah, tapi dia cucu dari seorang pengusaha ternama di negara Indonesia. Dia memanfaatkan waktu setelah berkuliah untuk bekerja di perusahaan Daddy, agar dia tidak terbawa arus tidak baik yang sudah biasa terjadi di di kalangan remaja di negara kita," jelas Albert.


Tuan Ansell nampak tersenyum, lalu dia memandang Albert dengan sangat lekat.


"Jangan bilang kalau wanita yang sudah membuat kamu jatuh cinta adalah putri dari pengusaha sukses Aksara Pramudiya! Daddy ngga akan setuju," kata Tuan Ansell tegas.


Albert terlihat tertunduk lesu, dia tidak menyangka jika Daddynya akan berkata seperti itu.


"Tapi kenapa, Dad? aku sudah mengincar wanita itu selama 3 tahun lebih, Dad. Tolong berikan restumu untukku dengan menikahi wanita yang sangat aku cintai," ucap Albert penuh permohonan.


Wajah Tuan Ansel terlihat begitu kesal, dia begitu marah ketika mendengar permintaan dari putranya. Bahkan di matanya pun terlihat kilatan penuh emosi.

__ADS_1


"Jangan gila kamu, Al! Putri Tuan Aksa sudah menikah semua, apa kamu mau menjadi pebinor?" tanya Tuan Ansell.


Mendengar penuturan dari Tuan Ansell, Albert pun langsung tertawa dengan terbahak-bahak. Ternyata Tuan Ansell sudah ketinggalan informasi terbaru tentang keluarga Pramudiya, pikirnya.


"Daddy, aku tidak mungkin menikahi wanita yang masih bersuami. Apa Daddy pikir aku sudah gila?" tanya Albert.


Mendengar ucapan Albert, Tuan Ansell makin dibuat bingung. Dia terlihat saling pandang dengan istrinya, lalu kemudian menatap Albert dengan tatapan penuh tanya.


"Sudahlah, Al. Jangan berbelit-belit, sekarang jelaskan semuanya pada Daddy. Jangan membuat Daddy dan Mommy menjadi bingung," ucap Nyonya ilmira pada akhirnya.


"Jadi begini Dad, putri kedua Tuan Aksa yang bernama Fatimah az-zahra sudah bercerai dengan suaminya. Aku ingin meminangnya, apa Mommy dan Daddy setuju?" Albert terlihat begitu mengharapkan kata Iya dari kedua orang tuanya.


Namun Tuan Ansell dan juga Nyonya Ilmira malah terlihat saling pandang, mereka memperlihatkan tatapan yang membuat nyali Albert menciut seketika.


"Jadi, kamu mau menikahi janda, Al? Kamu akan. memberikan kamu menantu seorang janda, Al?" tanya Tuan Ansell.


"Ya, Dad. Aku mencintainya," jawab Albert.


"Di mana-mana wanita yang telah gagal dalam rumah tangganya merupakan wanita tidak baik, Al. Bagaimana bisa kamu meminang seorang janda?" tanya Tuan Ansell.


"Tapi, Dad...."


Albert menatap wajah kedua orang tuanya dengan tatapan penuh permohonan, dia benar-benar merasa takut kali ini. Padahal dia sudah mendapatkan kata 'Iya' dari Fatimah, Apakah perjuangannya akan terhenti karena penolakan dari orang tuanya.


"Berikan kami satu alasan kenapa kamu mau menikahi janda! Karena pada kenyataannya, di luar sana masih banyak wanita cantik, baik dan juga terhormat yang mau menjadi istri kamu!" titah Tuan Ansell.


Albert terlihat begitu tegang, keringatnya kini sudah memenuhi dahinya. Kedua tangannya saling bertaut, dia benar-benar bingung harus menjelaskan seperti apa kepada kedua orang tuanya.


+


+

__ADS_1


+


Hayo-hayo tebak, kira-kira kedua orang tuanya Al setuju nggak ya, kalau Al nikah sama Fatimah?


__ADS_2