
kini alea dan sisi sedang berada di balkon, mereka sedang mengobrol.
" nak gimana kabar papah kamu.. ?? "( alea) entah lah ucapan itu, ke luar begitu saja.
" allhamdulillah, papah baik mah, walaupun aku jarang bertemu dengan papah mah, apa lagi sekarang papah, udah punya anak dari tante friska, iya begitu lah mah, belum punya anak aja papah cuek sama aku, apa lagi kalau udah, yah tambah cuek mah.. ?? "( sisi)
" sabar ya sayang.. ?? "( alea) ia memeluk sisi, karena ia tahu kalau sisi sedang merasa kan kecewa.
" untung nya, aku masih punya mamah, opah dan omah, yg selalu sayang sama aku. "( sisi) .
" iya nak,anak papah laki laki atau perempuan. "( alea)
" laki laki mah.. ?? "( sisi)
" oh iya mah, adik aku laki laki atau perempuan. "( alea)
" mamah belum tahu nak, karena mamah merahasia kan nya. "( alea) sambil menampil kan senyuman nya.
" gitu ya mah, padahal aku ingin tahu, apa jenis kelamin adik aku mah. "( sisi) terlihat kecewa.
" jangan gitu dong sayang, biar jadi kejutan kalau nanti ia lahir, emang kamu mau nya, adik laki laki atau perempuan. "( alea)
" aku mau nya perempuan mah, biar ada teman. "( sisi)
" kalau misal kan laki laki gimana . "( alea)
" iya engga apa apa mah, laki laki atau pun perempuan, aku akan menyayangi nya mah,tapi aku ingin adik aku perempuan,biar ada teman, tapi kalau laki laki juga engga apa apa mah. "( sisi)
" kalau kata dokter, di perkira kan adik kamu laki laki sayang. "( alea) sambil tangan nya mengusap rambut sang anak.
" engga apa apa mah, aku akan selalu meyangi dede ko mah, tenang aja.. ?? "( sisi) ia meyakin kan alea.
" bener ya sayang, kamu juga harus menjaga nya.. ?? "( alea)
" iya dong mah, aku janji. "( sisi) mengacung kan jari kelingking nya.
" okey, mamah Terima janji kamu. "( alea) ia mengait kan jari kelingking nya.
mereka pun membahas ke seharian mereka masing masing, tapi lebih tepat nya, sisi lah yg mendominasi, tentang keseharian mereka.
" lagi pada ngobrol lin apa sih, ko pada asyik gitu ngobrol nya. "( mamah alpin)
__ADS_1
" iya biasa mah, lagi membahas ke seharian kita. "( alea)
" oh gitu ya, ikutan dong.. ?? "( mamah alpin) sambil duduk di sebelah alea, tidak lupa ia menyimpan minum man nya di atas meja, beserta cemilan.
" ini apa omah. "( sisi) sambil mengambil cemilan tersebut.
" kalau itu getuk sayang. "( mamah alpin)
" enak omah.. ?? "( sisi) sambil terus mengunyah makan nan nya.
" habis kan sayang.. ?? "( mamah alpin)
sisi pun mengangguk dan benar saja ia sangat lahap memakan getuk nya, sedang kan alea dan mamah alpin , hanya menjadi penonton, sadar diri nya sedang di perhati kan, membuat sisi tersenyum malu.
" kenapa malah, melihat aku seperti itu,kan jadi malu, omah sama mamah emang engga mau makn getuk ini.. ?? "( sisi) ia menyodor kan getuk nya ke arah sang mamah dan omah.
" engga sayang, buat kamu aja, mamah tiba tiba kenyang melihat kamu, lahap makan ini. "( alea) sambil tersenyum ke arah alea.
sisi pun memberi kan getuk nya, ke arah sang omah, tapi jawab ban omah nya pun sama.
" iya udah, biar aku habis kan aja. "( sisi) ia kembali melahap makan nan nya.
membuat mamah alpin dan alea, menggeleng geleng kan kepala nya, melihat tingkah sisi.
" allhamdulilah kenyang juga. "( sisi) sambil mengusap perut nya.
" gimana engga kenyang, kamu menghabis kan nya, satu piring lagi.. ?? "( mamah alpin)
" habis nya enak, dan lagian salah siapa, omah sama mamah engga mau, jadi aku habis kan. "( sisi)
ha.. ha.. ha..
mereka bertiga pun tertawa lepas, saking kenyang sisi kini menguap terus.
" kamu ngantuk nak, sana istirahat di kamar. "( alea)
"iya mah, aku ke kamar dulu ya, ngantuk banget. " ( sisi) sambil beranjak dari kursi meninggal kan alea dan omah nya.
setelah ke pergian sisi, mamah alpin menatap ke arah alea.
" kalian, tadi membahas apa . ?? "( mamah alpin).
__ADS_1
" biasa mah, kami membahas tentang adik nya yg di dalam perut, sama anak mas alpin dari friska. "( alea).
" memang, sisi mengata kan apa nak. "( mamah alpin) dengan tatapan penasaran nya.
" iya dia, belum pernah melihat nya mah,selama di lahir kan, sampai sekarang, dan dia juga tidak mengakui adik nya mah "( alea) tatapan nya sendu.
" mungkin ia masih kecewa al, apa lagi selama ini, alpin engga pernah menanya kan kabar nya, entah sibuk atau apa, pernah beberapa kali alpin ke rumah, tapi sisi menghindar, dan engga mau bertemu dengan alpon, mungkin karena lelah alpin pun tidak pernah menemui nya.. ?? "( mamah alpin)
" padahal mah, mas alpin harus berusaha untuk menemui nya mah, karena bagaimana pun, sisi masih butuh kasih sayang dari papah nya. "( alea)
" iya sih nak, tapi entah lah, mungkin sekarang alpin lebih memilih friska dan anak nya, ke timbang ke dua orang tua nya, dan anak nya.. ?? "( mamah alpin) tatapan nya sendu, dan air mata nya yg dari tadi ia tahan meluncur juga ke pipi nya.
" untung nya, mamah maaih punya kamu sayang.. ?? "( mamah alpin) ia membawa alea ke dalam peluk kan nya.
" menangis lah mah.. ?? "( alea) ia berusaha menenang kan , walaupun hati nya sama sama sakit, dan merasa kan apa yg mereka rasa kan.
setelah tenang alea pun mereray peluk kan nya.
" maaf kan mamah ya, nak cengeng banget. "( mamah alpin)
" mamah engga cengeng ko. "( alea) sambil menampil kan senyuman nya.
" kamu engga memikir kan alpin kan sayang. "( mamah alpin)
" engga mah. ?? "( alea) ia berusaha menutupi nya, walupun ucapan nya, dengan hati nya sangat bergolak belakang, karena sesungguh nya, ia masih memeikir kan alpin.
" bagus,mamah yakin kamu bisa nak, melupa kan anak sialan itu mending kamu pokus dengan kehamilan kamu, yg bentar lagi akan melahir kan. "( mamah alpin)
" kalau itu pasti mah, aku lebih pokus ke anak ini, dan bentar lagi akan lahir ke dunia ini. "( alea) sambil mengusap perut nya.
" mamah, jadi engga sabar sayang, menanti momen itu semua , "( mamah alpin)
" jangan kan mamah, kau juga sama.. ?? "( alea)
" oh iya, kamu sudah membeli peralatan buat cucu mamah. "( mamah alpin)
" baru sebagian mah. "( alea) karena ia memang belum ada waktu.
" iya udah kalau gitu besok kita mencari baju, untuk cucu mamah, besok kamu fre kan. "( mamah alpin)
" iya mah, besok aku fre.. ?? "( alea)
__ADS_1
" ok, besok kita mencari peralatan, yg belum sempat kamu beli untuk cucu mamah. "( mamah alpin) penuh dengan antusias.
alea hanya mengangguk kan kepala nya, sebagai jawab ban.