Hati Yang Kau Sakiti

Hati Yang Kau Sakiti
episode 65


__ADS_3

setelah sedikit tenang, alpin pun beralih menatap perut buncit sang istri, ia mencium nya.


" maaf kan papah sayang, karena papah baru mengetahui nya, maaf kan papah sayang.. ?? "( alpin) ia berucap lirih, sambil mengecup perut sang istri.


tanpa, di minta sang anak, memberi respon.


dugh..


alpin pun menatap sang istri, dengan mata yg berbinar, ia begitu bahagia , tak kala sang anak merespon nya, dengan sebuah gerak kan.


kiara hanya tersenyum, tak kala melihat tingkah sang suami.


" memang begitu mas, anak kamu selalu meresponmerespon, tapi hanya orang orang terdekat, saja mas, soal nya dulu pernah aku pergi ke minimarket, ada yg nyamperin aku, terus dia ingin mengelus perut aku, kali aja ia tertular, aku pun mengiya kan, dan di elus lan perut aku, tapi anak kamu, sama sekali tidak merespon apa pun, tapi beda kalau dengan orang orang yg terdekat nya, ia akan memberi respon, bahkan sama kaka nya aja dia merespon mas. " ( alea)


" masa sih sayang. " ( alpin ) ia menatap tak percaya ke arah alea, bukan nya ia engga percaya atas ucapan alea, tapi ia meyakin kan pendengaran nya, pasal nya sisi sama sekali tidak pernah mau bertemu dengan adik nya, yaitu anak dari Siska.


" iya mas, emang kenapa. " ( alea)


" engga, aneh aja sayang, sisi sama sekali tidak mau bertemu dengan adik nya. " ( alpin)


" ko, bisa gitu sih mas. " ( alea)


" entah lah, mas juga engga tau. " ( alpin) ia mengedik kan bahu nya.


" tapi kalau sama adik nya yg ini, malah sisi sangat betah, mengajak nya, mengobrol mas, sambil tidur di pangkuan nya. " ( alea )


alpin mengkerut kan kening nya, atas ucapan sang istri, ia begitu heran dengan sikap sang anak, atau jangan jangan karena sisi membenci mamah nya, hingga berdampak ke anak nya Siska.


" mungkin mas, sisi butuh waktu untuk menerima itu semua. " ( alea) ia mencari jawab ban, yg menurut nya masuk akal.


" mungkin sayang, mas juga engga tau, tapi aneh nya, sama adik nya yg ini ia begitu antusias, padahal kan dia belum lahir. "( alpin)


alea hanya mengedik kan bahu nya, sebagai jawab ban, karena ia bingung harus menjawab apa.


" oh iya yang, aku sampai lupa menanya kan anak kita, berapa bulan sekarang. " ( alpin)

__ADS_1


" udah jalan 8 bulan mas. " ( alea).


" berarti bentar lagi dong sayang, tinggal menunggu satu bulan lagi, anak kita udah loncing. " ( alpin)


" loncing, emang anak aku ini prodak apa. " ( alea) ia memanyun kan bibir nya, membuat alpin gemas.


cup..


alpin mengecup bibir alea, membuat alea membulat kan mata nya.


" mas, ih.. ?? " ( alea) ia memukul bahu sang suami , karena kebetulan sang suami sedang berada di bawah.


" kenapa aayang, mas kangen tau, sama yg ada di tubuh kamu. " ( alpin)


" jangan mulai deh maaf mesum nya, ingat kita itu bukan suami istri. " ( alea)


" kata siapa, kita bukan suami istri, kita masih suami istri sayang. " ( alpin)


" ko gitu sih mas. " ( alea) ia menatap heran ke arah alpin.


" iya sih mas. " ( alea)


" iya makan nya , mas akan mempersiap kan pernikahan kita sayang. " ( alpin)


" tapi mas. " ( alea) sedikit ragu.


" kenapa, kamu seperti ragu begitu sayang, ada apa. " ( alpin)


" mas kan udah punya istri mas. " ( alea)


" terus masalah nya dimana sayang, jujur mas udah engga nyaman bersama dengan Siska, semenjak kamu pergi, yg di otak mas, cuman kamu sayang. " ( alpin) ia menatap mata alea.


alea mencari kebohongan, di mata alpin, tapi nihil, ia aama sekali tidak menemukan kebohongan dari andra.


" apa kamu percaya sayang. " ( alpin) ia menggenggam tangan alea dengan erat.

__ADS_1


" iya maaf, tapi kenapa kamu engga pisah aja, kalau kamu sudah engga nyaman dengan mba Siska. " ( alea) entah lah, punya keberanian darimana, alea bisa berucap seperti itu, karena alea benar benar engga mau, di madu. anggap saja sekarang alea menjadi wanita egois, yg tak ingin berbagi, hanya diri nya, yg harus memiliki alpin.


" jujur saja sayang, mas ingin berpisah dari Siska, tapi masih belum tega melihat cinta, masih butuh perhatian ke dua orang tua nya, aku engga mau mengorbankan dia, demi kepentingan pribadi aku sayang. " ( alpin) ia berucap dengan lirih.


alea menghela napas nya dengan dalam jujur ia ngga mau, berbagi suami, tapi di saat ia mendengar ucapan alea, ia merasa serba salah, ia juga engga mau menjadi wanita yg kejam.


" sayang.. ?? " ( alpin) ia mengecup punggung tangan alea.


alea pun menoleh ke arah alpin.


" jujur aja mas , posisi aku bingung, aku engga mau berbagi suami, tapi aku juga engga mau jadi wanita kejam. " ( alea)


" aku tau sayang, dengan perasaan kamu saat ini, tapi mas akan berusaha sikap adil sayang, beri mas waktu untuk menentukan ini semua, karena jujur mas berat untuk memilih salah satu, apalagi mas, engga mau kehilangan kamu untuk ke dua kali nya sayang. " ( alpin)


" jujur mas, aku bingung.. ?? " ( alea) ia menunduk kan kepala nya.


" ayang maa mohon, sama kamu mas engga mau kehilangan kamu sayang. " ( alpin) dengan tatapan memohon.


" ingat, anak kita sayang, butuh orang tua lengkap. " ( alpin) kini ia mengeluarkan jurus nya, ia sengaja membawa anak nya, agar sang istri mau menerima keputusan nya.


" mas akan berusaha adil sayang. " ( alpin)


alea menghela napas nya, ada rasa tak tega melihat alpin, dengan tatapan memohon.


" sayang.. ?? " ( alpin) ia makin resah, karena alea malah diam, tak menjawab ucapan dari alpin.


" mas jujur aku engga mau, berada di posisi ini, aku engga mau kalau harus berbagi suami, tapi aku juga engga mau menjadi wanita egois.. ?? " ( alea) ia pun mengeluarkan air mata nya, yg sudah ia tahan dari tadi.


" sayang, aku yakin, kita bakal bisa melewati nya, kita jalani dulu ya sayang. " ( alpin) ia berusaha meyakin kan alea.


" beri aku waktu mas. " ( alea)


" engga amu sayng, mas engga mau menunggu, sudah cukup mas menunggu kamu beberapa bulan ini, sudah cukup sayang. " ( alpin)


sumpah anday saja, ia mempunyai ilmu menghilang, mungkin ia akan menghilang di hadapan alpin, karena ia benar benar bingung harus memutus kan nya, di sisi lain ia engga mau menjadi yg ke dua, tapi di sisi lain ia juga engga mau berpisah dengan alpin, ia engga mau tersiksa, menahan ke rinduan nya, dengan alpin, entah lah mungkin paktor dari kehamilan nya, sudah cukup ia menhan kerinduan dengan alpin, kini ia juga engga mau berpisah dengan alpin, dan pada akhir nya ia memutuskan untuk kembali dengan alpin, biar lah waktu yg bisa menjawab, kemana arah rumah tangga nya.

__ADS_1


__ADS_2