Hati Yang Kau Sakiti

Hati Yang Kau Sakiti
episode 50


__ADS_3

setelah pulang dari toko alea, alpin pun memutus kan untuk pulang ke rumah nya.


di saat ia masuk, terasa sepi, biasa nya ada sang istri yg menyambut nya, dan sang anak, tapi kini sepi.


alpin menuju ke kamar nya, ia merebah kan tubuh nya, ia menatap langit langit kamar nya, ia mengambil handphone nya, dan berusaha menghubungi alea, tapi lagi lagi, yg menjawab nya operator.


" ah.. ?? kamu dimana alea, tolong balik lagi ke sini, aku mohon al, kita jalani rumah tangga kita lagi, dari awal. "( alpin) ucap nya lirih.


di saat ia sedang melamun, handphone nya berdering, tanpa melihat siapa yg menghubungi nya, alpin pun buru buru menekan tombol hijau.


" hallo, kamu dimana, tolong balik ya al, aku mohon, kita mulai dari awal ya rumah tangga kita. "( alpin) ia mencecar pertanyaan, tanpa melihat, siapa yg menghubungi nya.


" maksud kamu apa pin, kamu masih mengharap kan perempuan itu. "( friska) ia meninggi kan suara nya, saking kesal dengan ucapan alpin.


alpin membulat kan mata nya, dan melihat handphone nya, ternyata itu dari friska, ia menepuk jidat nya, karena ia merasa bodoh, karena ia tidak melihat terlebih dahulu, siapa yg menghubungi nya, ia kira alea, ternyata friska.


" kenapa kamu diam pin, kamu masih mengharap kan wanita itu, ingat pin, sekarang rintangan sudah engga ada, harus nya kamu senang, karena hubungan kita sudah mendapat kan restu, tapi kamu masih mengharap kan wanita itu, dimana perasaan kamu pin.. ?? "( friska) dengan napas yg memburu.


" maaf aku ka.. ?? "( alpin)


" sekarang kamu mau nya gimana pin.. ?? "( friska)


" beri aku waktu ka, karena aku masih bingung, dan kaget, karena aku sudah bercerai dengan alea, aku resmi jadi duda. "( alpin) ucap nya lirih, karena ia benar benar engga rela, kalau ia harus bercerai dengan alea, tapi ia juga engga mau menyakiti friska.


" itu bagus pin, sekarang kamu engga bisa mengelak lagi,dan memberi kan alasan,untuk tidak menikahi aku, semua rintangan sudah kita lalui pin, aku iya butuh ke pastian pin. "( friska ) dengan nada lirih nya.


" asal kamu tau pin, aku sekarang sedang hamil anak kamu, jadi aku engga mau, di saat perut aku sudah besar, kamu belum meresmi kan hubungan kita, aku engga mau pin. "( friska)


" apa kamu hamil ka.. ?? "( alpin) ia sedikit kaget.


" iya aku hamil pin, aku lupa, tadi nya aku menghubungi kamu, untuk memberitahu kalau aku sedang hamil, tapi kamu malah berpikir kalau aku ini alea. "( friska)


" jadi kapan kamu, akan menikahi aku, karena anak ini, butuh ke pastian. "( friska)


alpin menghela napas nya, ia mengeluar kan nya sangat kasar, karena ia nenar benar bingung, belum juga masalah alea, yg belum ia temui, kini ia malah menambah masalah, ia benar benar bingung harus memutus kan nya.


" pin, kamu kenapa diam.. ?? "( friska)


" aku akan menikahi kamu, beri aku waktu. "( alpin)

__ADS_1


" aku tunggu kamu pin, aku minta satu minggu lagi, kamu harus menikah Hi aku. "( friska).


" tapi ka, engga kecepatan.. ?? "( alpin) ia berusaha bernego.


" engga, aku engga mau lama lama, ke buru perut aku besar. "( friska)


" terserah kamu aja . "( alpin) ia pasrah, karena ia menolak pun, tidak akan bisa.


" nah gitu dong sayang, aku pingin pernikahan aku, di ada kana besar besar ran, aku engga mau tau. "(.friska ).


" sederhana aja ya ka, jangan terlalu besar. "( alpin).


" engga mau, aku ingin besar besar ran, enak aja, di saat bersama alea kamu mengada kan pesta besar besar ran, masa sama aku, kamu mau sederhana, aku engga Terima lah. "( friska).


" terserah kamu aja, atur semua nya sendiri. "( alpin)


" baik, makasih sayang, kalau masalah biaya,kamu yg nanggung kan. "( friska)


" ehmptzz.. ?? "( alpin) ia menjawab dengan malas.


" ko, jawab nya gitu sih pin.. ?? "( friska)


" terus, aku harus jawab apa. "( alpin).


" di situ kan ada kemeja aku , sama in aja sama kemeja aku. "( alpin) ia benar benar malas , untuk melakukan itu semua.


" iya udah kalau kamu mau nya seperti itu, aku tutup ya, soal nya aku mau menghubungi wo, sama desainer. "( friska).


" iya. "( alpin) ia pun langsung memutus kan sambungan telepon nya, dan menyimpan di sisi nya.


alpin menghela napas nya, dan mengusap kasar wajah nya,ia pun menuju ke kamar mandi, untuk berendam, mungkin dengan berendam pikiran nya, akan sedikit fresh.


berbeda dengan alpin, yg sedang bingung, kini hidup alea sudah mulai bangkit, kini ia sudah tidak memikir kan alpin lagi.


toh, alpin pun tidak memikir kan diri nya, kini ia sedang berada di lokasi, ia sedang memantau di sana bersama dino.


" gimana al, apa kamu suka dengan kinerja mereka. "( dino) ia menatap ke arah alea.


" aku suka no, padahal ini belum jadi, tapi sudah terlihat, kalau kinerja mereka sangat bagus. "( alea).

__ADS_1


" syukur kalau kamu suka, aku takut mengecewa kan kamu al.. ?? "( dino)


" aku percaya sama tim kenapa mereka no, engga akan di ragu kan lagi. "( alea)


" kamu bisa aja al, hidung aku terbang nih. "( dino)


ha.. ha.. ha..


mereka pun tertawa, bahkan terlihat kalau alea, sangat lepas, dino terpesona melihat alea tertawa lepas.


" oh iya al, maaf kalau aku menyinggung kamu, aku boleh bertanya. "( dino).


" kamu mau bertanya apa no, "( alea) ia mengkerut kan kening nya.


" kamu, kenapa engga pulang ,hampir satu minggu kamu di sini, emang suami kamu sama anak kamu, engga marah. "( dino).


alea pun menatap lurus, ia bingung harus menjawab apa.


" al.. ?? "( dino) ia memegang bahu alea.


alea pun menoleh ke arah dino, sambil tersenyum.


" aku udah bercerai dengan suami aku no. "( alea)


dino membulat kan mata nya karena kaget, dengan ucapan alea.


" maaf ya, kalau aku menyinggung perasaan kamu al. "( dino)


" santay aja no. "( alea) ia pun bangkit, dan di saat ia bangkit tiba tiba pandang ngan nya buram, ia pun tak sadar kan diri, dino yg melihat alea pingsan, langsung menangkap nya, dan ia buru buru di bawa ke rumah sakit, dengan menampil kan wajah khawatir.


setiba nya ia di rumah sakit, ia memenggil suster, dan dengan sigap suster pun membawa alea ke UGD.


dino pun, duduk dengan gusar.


selang beberapa menit suster pun ke luar, dan menyuruh dino untuk menemui dokter, dini pun mengangguk dan menemui dokter.


" silah kan pa duduk. "( dokter)


dino pun duduk.

__ADS_1


" selamat ya pa, istri bapa sedang mengandung. "( dokter)


dino membulat kan mata nya, karena dokter, mengira kalau dia suami nya, dan lebih kaget nya alea sedang mengandung, sedang kan alea sudah bercerai.


__ADS_2