Hati Yang Kau Sakiti

Hati Yang Kau Sakiti
Hasil Pemeriksaan


__ADS_3

Dua hari setelah memberikan sampel spermaa milik Albert, mereka pun kembali ke Rumah Sakit untuk menerima hasilnya.


"Hasilnya sangat bagus, kondisi kesehatan anda juga sangat bagus," kata Dokter.


Albert dan Fatimah tersenyum senang kala dokter mengatakan jika spermaa milik Albert sangat bagus.


Bahkan seharusnya akan langsung jadi, jika melakukan pembuahan. Namun semuanya kembali lagi pada ketentuan yang maha kuasa.


Fatimah pun menjadi sedih mendengarnya, dia benar-benar takut jika dirinya' lah yang tidak bisa memiliki keturunan.


Namun, Albert selalu berusaha untuk meyakinkan Fatimah jika Fatimah baik-baik saja.


Albert beralasan, tidak mungkin jika Fatimah tidak normal. Karena wanita yang tidak normal itu, biasanya tidak memiliki gairah saat bercinta. Sedangkan Fatimah selalu terlihat bergairah.


Apa lagi kalau Albert sudah mulai mencumbui istrinya tersebut, Fatimah langsung tersulut gairah.


Bahkan sudah 1 bulan ini Fatimah sudah sangat pandai memanjakan Albert, tentu saja karena ajaran dari suaminya tersebut.


Fatimah bahkan sudah mulai bisa memimpin permainan di saat mereka melakukan sesi bercinta, karena Albert memang selalu melakukan banyak gaya agar terasa lebih menggairahkan menurutnya.


Tentunya agar merasa tak bosan dan juga agar mereka tahu, dari arah mana dan gaya mana saja yang membuat mereka bisa merasakan nikmatnya bercinta.


*/*


Satu minggu kemudian, Fatimah dan juga Albert kembali ke Rumah Sakit. Karena Fatimah ingin menjalani pemeriksaan untuk dirinya sendiri, jantung Fatimah terasa melemah saat berdetak.


Badannya pun terasa bergetar, dia sungguh benar-benar takut akan menerima kenyataan yang tidak sesuai dengan harapannya.


"Silakan duduk, Tuan, Nyonya," ucap Dokter yang sudah biasa menangani kasus Fatimah dan juga Albert.


Dengan senang hati Fatimah dan juga Albert pun duduk di depan dokter tersebut, karena memang mereka sudah mempunyai janji.


Tanpa perlu berbasa-basi lagi, dokter tersebut pun langsung menganalisa kesuburan Fatimah. Fatimah pun menuruti setiap instruksi dari dokter wanita tersebut, setelah hampir satu jam melakukan pemeriksaan akhirnya dokter tersebut pun mengajak Fatimah dan juga Albert untuk duduk kembali.


Sebelum berbicara, dokter tersebut nampak menghela napas berat kemudian dia pun menghembuskannya secara perlahan.

__ADS_1


"Saya akan mengatakan yang sebenarnya dan saya harap Nyonya tidak terlalu kaget dengan apa yang saya ucapkan, karena pada dasarnya ini hanyalah masalah kecil," ucap dokter tersebut.


Fatimah terlihat memandang Albert, lalu dia memeluk Albert dengan sangat erat.


"Jangan takut, ada aku. Kamu dengarkan, hanya masalah kecil," ucap Albert menenangkan.


Albert lalu membalas pelukan istrinya, kemudian dia pun mengelus lembut punggung Fatimah dan mengecup kening istrinya.


Setelah terlihat tenang, Fatimah pun melerai pelukannya. Lalu, dia menatap dokter tersebut dengan lekat.


"Jadi, bagaimana hasilnya?" tanya Fatimah.


Fatimah terlihat begitu tegang, bahkan tangannya terlihat memilin ujung hijabnya.


"Rahim Nyonya kondisinya kurang bagus, namun dengan meminum obat yang diresepkan oleh saya, istirahat yang cukup, tidak stress, tidak terlalu banyak pikiran dan memakan makanan yang berserat tinggi, juga buah-buahan. Itu akan mempermudah anda untuk mengembalikan kesuburan," ucap Dokter tersebut.


Fatimah nampak terdiam setelah mendengar ucapan dari dokter tersebut, namun dia berusaha untuk tenang.


Tentu saja karena dokter masih bisa memberikan solusinya, walaupun rasa takut masih menyelimuti.


"Tapi, Dok. Saya ini wanita karir, apakah saya harus berhenti bekerja untuk bisa mempunyai keturunan?" tanya Fatimah.


"Tidak juga, Justru dengan Nyonya bekerja itu akan lebih membuat Nyonya merasa senang. Jika anda diam saja di rumah, Justru Anda akan mudah jenuh dan stres," ucap dokter tersebut.


Fatimah terlihat bernapas lega, namun dua juga terlihat tak sabar untuk mengetahui hal selanjutnya.


"Lalu, bagaimana solusinya?" tanya Albert.


Dokter cantik itu nampak tersenyum melihat Albert yang begitu antusias saat bertanya.


"Seperti yang saya katakan tadi, makan teratur. Istirahat yang cukup, jangan stres, pola makan juga harus diatur. Nyonya juga harus mengurangi masa kerja anda," jelas dokter tersebut.


Fatimah pun mengangguk setuju. "Baiklah kalau begitu, saya akan tetap bekerja namun akan mengurangi waktunya. Saya juga akan lebih memperhatikan pola makan saya, asupan gizi yang masuk pasti akan saya perhatikan."


"Satu lagi, Dok. Istri saya begitu menyukai makanan pedas, apakah itu mempengaruhi kesuburan rahim?" tanya Albert.

__ADS_1


Dokter itu nampak terkekeh, lalu kemudian dia pun menjelaskan secara gamblang.


"Tidak ada yang mengatakan jika makanan pedas itu bisa membuat rahim rusak atau tidak subur, memakan-makanan pedas sah-sah saja. Cuma, harus dikurangi. Agar makanan bergizi lainnya bisa masuk ke dalam tubuh dan memenuhi asupan gizi Nyonya sendiri," kata Dokter.


"Ya, aku mengerti," jawab Fatimah.


Albert terlihat mengelus lembut kedua pundak Fatimah, dia berusaha untuk tetap membuat hati Fatimah tenang.


"Kamu dengar, Sayang. Mulai besok pola makan kamu harus diperhatikan, nanti aku akan meminta pelayan untuk membuatkan menu makanan yang sehat setiap hari untuk kamu," ucap Albert.


Fatimah terlihat mengangguk setuju, dia juga berpikir seperti itu. Jadi, dia tak perlu repot untuk menyiapkan sendiri menu makanan yang harus dimakan. Karena sudah ada pelayan yang menyiapkan makanan untuk dirinya.


"Ya, itu lebih baik," jawab Fatimah.


"Oh iya, Dok. Kalau begitu tolong tuliskan makanan yang bagus untuk istri saya, biar saya tahu menu yang baik yang harus istri saya makan setiap harinya. Nanti saya akan memberikannya kepada pelayan di rumah," ucap Albert.


"Ya, Tuan. Saya juga sekalian akan meresepkan vitamin penyubur kandungan dan juga obat untuk Nyonya Fatimah, semoga dengan seperti itu akan segera memiliki keturunan," kata Dokter itu tulus.


"Iya, saya paham," jawab Albert.


"Tapi, Tuan dan Nyonya harus ingat. Manusia hanya berencana, tetap Tuhanlah yang menentukan. Jadi, Tuan dan Nyonya perbanyaklah berdo'a kepada sang maha pencipta," ucap Dokter tersebut.


Fatimah dan Albert pun mengangguk mantap mereka pun tentu menyadari jika semuanya kembali lagi pada Sang Khalik.


Setelah mengetahui kondisi kesehatan Fatimah dan setelah berkonsultasi dengan dokter, Fatimah dan juga Albert langsung menebus resep yang dituliskan oleh dokter cantik tersebut.


Setelah semuanya selesai, mereka pun langsung pulang ke kediaman Albert.


*


*


*


Selamat malam, selamat hari imlek buat yang merayakan. Buat kaleyan, aku mau minta ampaunya.

__ADS_1


Tentunya berupa like dan koment ya, yang mau kasih bunga, kopi dan juga Votenya boleh banget.


Yang udah ngasih, saya ucapkan terima kasih.


__ADS_2