Hati Yang Kau Sakiti

Hati Yang Kau Sakiti
episode 42


__ADS_3

alea pun ke luar dari kamar, dan berpapasan dengan sisi, yg sudah rapih, dan tangan nya membawa ikat rambut dan juga sisir.


" mah, tolong ikat rambut aku.. ?? " ( sisi) sambil menyodor kan ikat rambut dan sisir.


alea pun tersenyum, dan mengambil ikat rambut dan juga sisir nya.


" kita di sofa aja ya nak.. ?? " ( alea)


sisi pun mengangguk dan mereka pun duduk di sofa, alea pun mengikat rambut sisi.


cklek


alpin ke luar, dari kamar dengan setelan kantor nya, ke betulan ia sudah mandi di apartemen friska.


ia melihat ke arah alea, tapi alea tidak membalas tatapan alpin.


" sayang.. ?? " ( alpin ) ia duduk di sisi alea.


tapi lagi lagi alea tidak menggubris nya.


bahkan sisi pun tidak menoleh ke arah nya, alpin mengela napas nya, ia tahu sang anak dan juga sang istri sedang marah kepada nya .


" sudah sayang. ?? " ( alea)


" makasih mah.. ?? " ( sisi)


" sekarang kamu ambil tas kamu, dan mamah tunggu di bawah ya nak. " ( alea)


" ok mah.. ?? " ( sisi) sambil menampil kan senyuman nya, ia pun menuju ke kamar nya, sedang kan alea menuju ke bawah, tanpa menghirau kan alpin.


alpin menghela napas nya, dan mengikuti alea dari belakang.


kini mereka sudah berada di meja makan, walaupun ia sedang marah, alea tidak mengabay kan kewajiban ban nya, untuk melayani sang suami.


" kamu masuk sarapan sama apa mas. " ( alea) tanpa menoleh ke arah, sang suami.


" aku nasi goreng aja.. ?? " ( alpin)


alea pun mengambil nasi goreng, untuk sang suami, setelah terisi ia pun memberi kan nya ke pada sang suami.


" makasih.. ?? " ( alpin)

__ADS_1


" ehmptzz.. ?? " ( alea) tanpa menoleh ke arah alpin.


sisi pun datang,dan duduk di depan nya.


" mau sarapan apa sayang.. ?? " ( alea) sambil menampil kan senyum manis nya.


" aku mau nasi goreng mah.. ?? " ( sisi)


" siap sayang.. ?? " ( alea) sambil menampil kan senyuman nya.


alea pun mengalas nasi goreng untuk sang anak, setelah terisi, alea pun memberi kan nya, ke pada sang anak.


" makan yg banyak, biar kamu gemuk.. ??" ( alea)


" jangan terlalu gemuk dong mah, jelek nanti nya.. ?? " ( sisi) sambil memanyun kan bibir nya.


" biar rin, gemes tau, kalau kamu gemuk. " ( alea)


" mamah mah.. ?? " ( sisi) sambil menyuap kan nasi.


" udah cepet makan, ke buru siang.. ?? " ( alea) ia pun beranjak dan menuju ke dapur, tak berselang lama alea pun menenteng bekal untuk sang anak.


" ini bekal nya sayang.. ?? " ( alea) ia menyimpan di depan alea.


" sama sama sayang.. ?? " ( alea) kini ia pun mengalas nasi, untuk diri nya.


sedang kan alpin, hanya melihat interaksi anatara sang anak dan juga sang istri, tanpa menghirau kan diri nya.


tak berselang lama, mereka pun selesai.


" kamu bareng sama papah berangkat nya, soal nya mag amin, lagi nganter bibi ke pasar. " ( alpin) ia menatap ke arah sisi.


sisi hanya mengangguk kan kepala nya saja, tanpa mengeluar kan satu kata pun.


" mah aku berangkat ya, assalamu'alaikum.. ?? " ( sisi) mengecup punggung tangan sang mamah.


" iya sayang, hati hati, nanti pulang nya, di jemput sama pa supir ya, karena mamah mau cek lokasi, buat sesuatu.. ?? " ( alea)


" ok, siap.. ?? " ( sisi)


" tapi, mamah jangan terlalu malam ya pulang nya, aku kan di rumah sendirian.. ?? " ( sisi)

__ADS_1


" di usaha kan ya sayang, kalau engga kamu maen ke rumah omah, nanti mamah jemput di rumah omah. " ( alea)


" iya deh mah, aku mau ke rumah omah aja, lagian aku kangen sama omah, udah lama aku engga ke temu sama omah. " ( sisi)


" iya udah sana berangkat, ke butu siang. ?? " ( alea ) ia mengecup kening sang anak.


sisi pun menuju ke luar, kini giliran alpin.


" aku berangkat ya.. ?? " ( alpin)


ale adanya mengangguk kan kepala nya, dan mengambil punggung alpin, dan mengecup nya, tapi di saat alpin akan mengecup kening alea, sang istri menghindar.


" nanti aku ijin,au cek lokasi.. ?? " ( alea) tanpa menatap ke arah alpin.


" hati hati, jangan terlalu cape, dan malam, apa aku mau jemput.. ?? " ( alpin)


" engga usah, aku engga mau merepot kan kamu mas. " ( alea) ia pun langsung meninggal kan Alpin.


alpin hanya menatap ke pergian, sang istri ia menghela napas nya, dan ia pun memutus kan untuk masuk ke mobil nya.


di dalam mobil sang anak, lagi membaca buku.


alpin pun mengendarai, mobil nya, terasa sepi dan ada yg kurang, karena biasa sang anak yg celoteh, kini diam.


" sayang, kenpa dari tadi kamu mendiam kan papah, bukan kamu aja tapi mamah juga, ada apa dengan kalian.. ?? " ( alpin)


sisi menatap ke arah sang papah, dengan memberi kan senyum getir nya.


" gimana rasa nya pah, di diemin, engga di anggap, enak ga pah.. ?? " ( sisi) tanpa menoleh ke arah sang papah.


" engga enak kan pah, apa yg aku rasa kan sama mamah pun sama, apa yg sekarang papah rasa kan, bahkan papah melakukan itu, bukan satu kali atau dua kali pah, papah sering melakukan nya pah, kemarin aja papah dengan enak nya pergi begitu aja, tanpa pamit ke kita, emang kita patung apa pah.. ?? " ( sisi)


" papah lebih khawatir, sama pacar papah ke timbang sama kita, papah lebih ngebelain pacar papah, ketimbang aku anak papah, aku ini darah daging papah, apa jangan jangan aku bukan anak papah ya, sehingga papah tidak peduli sama aku.. ?? "( sisi)


alpin pun meminggit kan mobil nya, dan menatap ke arah sang anak.


" kamu itu anak papah, darah daging papah.. ?? " ( alpin)


" tapi aku ragu pah, karena papah lebih mementing kan pacar papah, ke timbang aku, kalau di itung, ke salahan papah itu udah banyak, entah sampai kapan aku bertahan pah, kalau engga ada mamah, mending aku tinggal sama omah. " ( sisi) .


" satu lagi pah, lepas kan mamah pah, kemarin dia bilang lelah pah , dan ingin menyerah, aku pun engga tega, melihat mamah di sakiti oleh papah, cukup aku yg papah sakiti, lepas kan mamah pah, aku restui hubungan papah sama tante friska, tapi aku mohon lepas kan mamah, cukup dulu mamah di sakiti sama mantan suami nya, kirain setelah menikah sama papah, mamah akan bahagia, tapi nyata nya mamah malah lebih di sakiti sama papah. " ( sisi) air mata nya, mengalir ke pipi nya, padahal ia sudah taha dari tadi.

__ADS_1


" mamah alea, memang bukan yg melahirkan aku, tapi aku sudah menganggap dia seperti ibu kandung aku pah, aku ingin mamah alea hidup bahagia, jadi aku mohon sama papah, lepas kan mamah alea pah, mamah alea berhak bahagia, semoga mamah alea, setelah lepas dari papah, bisa mendapat kan laki laki yg tulus mencintai nya. " ( sisi)


" walaupun berat pah, karena di sisi mamah, aku bisa mendapat kan cinta dan kasih sayang yg tulus , mungkin kalau nanti mamah mempunyai ke hidupan baru, aku akan kehilangan itu semua, aku cuman mempunyai omah dan opah yg tulus mencintai aku, dan memberi kan aku kasih sayang, kalau papah engga mungkin, karena kalau udah menikah dengan tante friska, pasti papah lupa sama aku, jadi aku akan memutus kan untuk tinggal di rumah opah dan omah aja, kalau nanti papah menikah dengan tante friska " ( sisi)


__ADS_2