
Hari-hari yang Fatimah lalui terasa sangat menyenangkan, apa lagi Albert begitu memanjakan dirinya.
Najma dan juga Aksa begitu memberikan perhatian yang lebih terhadap putrinya tersebut, apa pun yang diinginkan oleh putrinya selalu dengan cepat mereka turuti.
Beruntung semakin hari Fatimah mengandung, dia sudah tak merasakan lemas lagi. Justru maah semakin sehat dan lebih aktif dalam beraktivitas.
Fatimah juga sesekali masih suka merengek untuk pergi ke kantor, jika Albert melarang, Fatimah akan terlihat sangat sedih.
Dia berkata jika dia hanya ingin memeriksa tulisan yang selalu membuat dirinya merasa sangat bahagia, Albert kadang merasa sangat aneh.
Karena setelah mengandung, Fatimah malah terlihat lebih suka saat membaca berkas-berkas penting di perusahaannya tersebut.
"Sayang, besok acara empat bulanan kehamilan kamu. Mas harap kamu ngga usah cape-cape, cukup duduk saja." Albert mengelus lembut perut istrinya.
"Iya, Mas Albert, Sayang. Aku akan duduk manis sambil ngobrol sama semua anggota keluarga kita," jawab Fatimah.
"Bagus, jangan terlalu banyak bergerak. Mas suka takut," kata Albert.
"Iya, Sayangku." Fatimah langsung naik ke atas pangkuan Albert dan memberikan kecupan hangat di bibir sang suami.
Ya! kelakuan Fatimah memang semakin manja dan juga lebih agresif setelah mengalami kehamilan.
Dia menjadi lebih aktif dalam hal apa pun, baik itu dalam urusan pekerjaan, urusan rumah atau pun dalam urusan ranjang.
"Nakal!" kata Albert.
"Ngga apa-apa, Yang. Kan sama suami sendiri, oiya, Sayang. Mom sama Dad kapan sampenya?" tanya Fatimah seraya menggoyangkan pinggulnya.
"Besok pagi juga sampai, kenapa?" tanya Albert seraya mencengkram pinggiran sofa.
"Aku hanya rindu, pengen dipeluk Mommy." Fatimah menunduk dan menggigit manja pundak Albert.
"Ya ampun, Sayang. Jangan kaya gini, Mas jadi pengen." Albert memejamkan matanya menikmati suguhan kenikmatan dari istrinya.
Fatimah langsung tersenyum melihat wajah suaminya yang terlihat menahan keinginannya, Fatimah tahu jika sepulang kerja tadi mereka baru saja melakukannya.
Namun sekarang dia menginginkannya kembali, dokter berkata jika kandungan Fatimah sangatlah kuat.
Selama tidak merasakan keluhan, tentu saja mereka boleh melakukannya. Namun, Albert selalu berusaha untuk mencegahnya.
Dia takut akan jika perbuatannya yang membuat dirinya keenakan luar biasa itu, akan menyakiti calon buah hati mereka.
__ADS_1
Namun, entah kenapa Fatimah malah susah untuk mengontrol dirinya untuk hal yang satu itu. Dia terkadang merasa malu, namun dia juga menginginkannya.
Entah karena bawaan bayi, atau apa dia pun tak tahu. Yang pasti setiap kali melakukannya, Fatimah merasa sangat senang.
Apa lagi Albert selalu melakukannya dengan sangat lembut, membuat dirinya semakin nyaman dengan apa pun yang dilakukan oleh Albert terhadap dirinya.
"Aduh!" tanpa sadar Albert langsung mencengkram pundak istrinya.
Hal itu dia lakukan, karena tiba-tiba saja Albert merasakan nikmat yang luar biasa karena miliknya kini sudah berada di dalam kehangatan lembut bibir istrinya.
Entah sejak kapan, istrinya itu turun dari atas pangkuannya dan mulai membuka kain penutup bagian bawahnya.
Dia hanya merasakan jika miliknya kini sudah terlihat memenuhi rongga indra perasa milik istrinya.
"Yang, jangan kelamaan jongkok kaya gitu. Kasihan Baby kita," kata Albert.
Milik Albert benar-benar terasa mendapatkan servis kenikmatan yang luar biasa, semakin ke sini Fatimah semakin pandai dalam urusan ranjang.
Fatimah menurut, dia bangun dan langsung membuka semua kain penghalang yang menutupi tubuhnya.
Mata Albert langsung membulat sempurna kala melihat kemolekan tubuh istrinya, dia sudah sering melihatnya.
Namun entah kenapa, dia selalu saja bangga dengan tubuh istrinya itu. Fatimah tetap saja terlihat seksi walaupun dia sedang mengandung.
"Mau apa, kamu?" tanya Albert.
"Mau naik, Yang. Aku mau coba yang itu," rengek Fatimah.
"No! Kamu lagi hamil, aku ngga mau ambil resiko." Albert langsung bangun dan menggendong istri kesayangannya.
Dia rebahkan tubuh istrinya dengan perlahan, lalu dia pun dengan gerakan cepat membuka seluruh kain penghalang di tubuhnya.
Albert langsung mengurung pergerakan istrinya, lalu menunduk dan melabuhkan ciuman mesra di bibir istrinya.
"Aku saja yang melakukannya, kamu cukup diam dan nikmati. Nanti kalau kamu sudah melahirkan Baby kita, kamu boleh memimpin permainan." Kata Albert setelah melepaskan pagutannya.
"Baiklah, Sayang. Aku menurut, sekarang puaskan aku. Jangan sampai loyo, karena aku mau tiga kali." Fatimah terlihat mengangkat tangan kanannya yang menunjukkan angka tiga.
"Ya ampun, istriku benar-benar menjadi nakal setelah mengandung." Albert pun langsung menuruti keinginan istrinya.
Dia langsung memberikan kecupan-kecupan hangat dan mesra, yang membuat Fatimah terbang melayang.
__ADS_1
Apa lagi saat Albert mengecupi pundak dan punggung bagian atas tubuhnya, membuat Fatimah menggeliat tak karuan.
Nikmat, geli, enak dan resah karena ingin segera dimasuki pun dirasakan oleh Fatimah.
"Mas, sekarang!" pinta Fatimah.
Albert tak menurut, dia malah memainkan dada istrinya yang terlihat lebih padat dan besar. Fatimah terlihat makin resah.
Apa lagi saat Albert mulai bermain dengan area inti miliknya, membuat Fatimah merasakan nikmat dan juga gelisah dalam waktu yang bersamaan.
"Mas! Aku udah ngga tahan." Fatimah menjambak rambut suaminya.
Albert terlihat mendongakkan kepalanya, dia tersenyum saat melihat wajah Fatimah yang terlihat begitu resah.
Albert lalu menjajarkan kepalanya dengan perut istrinya, dia kecap dan dia elus perut istrinya yang terlihat mulai membuncit.
"Ayah mau main kuda-kudaan sama Bunda, kamu baik-baik di dalam sana." Satu pukulan Albert dapatkan dari istrinya.
Bukannya marah, Albert malah tertawa. Dia merasa lucu dengan apa yang dilakukan oleh Fatimah.
"Ngga lucu ih!" keluh Fatimah.
"Ngga bakalan lucu, Yang. Karena aku ngga lagi ngelawak," kata Albert.
Albert lalu menjajarkan tubuhnya dengan tubuh istrinya, lalu dia pun mulai mengarahkan miliknya ke dalam liang kelembutan milik istrinya.
Albert lalu memiringkan kepalanya dan berbisik tepat di telinga istrinya.
"Mas mulai sekarang," kata Albert sambil menggigit lembut cuping telinga istrinya.
Fatimah langsung tersenyum, lalu dia pun menggigit bibir bawahnya dengan gerakan sensual.
Albert langsung menautkan bibirnya, sang junior pun dia masukan ke dalam sarangnya. Hal itu membuat Fatimah langsung mencengkram erat tangan Albert.
Dia memang sudah sering melakukannya dengan sang suami, namun kala milik Albert masuk ke dalam miliknya, Fatimah selalu merasakan sesak dan nikmat secara bersamaan.
Albert tersenyum mendapatkan respon dari istrinya, lalu dia pun mulai memompa tubuh istrinya dengan gerakkan yang sangat lembut sekali.
Albert sangat suka, saat melihat Fatimah yang terlihat puas akan permainan yang dia suguhkan.
Albert merasa bangga, karena bisa memberikan pelayanan yang terbaik untuk istri tercintanya.
__ADS_1
"I love you, My Wife," ucap Albert disela kegiatan panasnya.
"Me too," jawab Fatimah dengan napas terengah.