
" ada apa? " tanya Yani heran melihat Hana tiba tiba menangis
Dia tak tau ada apa sebenarnya terjadi dengan Hena karna dia sedari tadi di dalam kelas melakukan tugasnya yang sebagai ketua kelas
" ngak apa apa kok " kata Hena menangis
" yasudah kalau memang ngak pengen cerita ngak apa apa " kata Yani sambil memeluk Hena.
Dia pun berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak akan menangis lagi untuk cowo berengsek seperti Hendrik lagi pikirnya.
Hena pun membiasakan dirinya melihat kedekatan Tya dan Hendrik di dalam kelas. Saat Hendrik ingin mendekatinya, dia menjauh dan pura pura sibuk membuat Hendrik ngak ada waktu untuk bicara kepadanya.
Dengan kelakuan Hena seperti itu membuat Hendrik lama kelamaan muak dan diapun mengalah, dia berjanji tidak akan mengganggu Hena lagi. Karna mungkin di hati Hena dia tidak ada lagi pikir Hendrik
Saat pulang sekolah, semua orang sudah pulang. Tinggal Hena sendirian belum pulang karna dia masih beres beres. Saat dia berjalan menuju keluar kelas, tiba tiba ia melihat kertas cantik berwarna pink di bawah meja milik Hendrik. Dia pun mengambil dan memasuk kannya ke dalam tasnya.
Sesampainya di mobil diapun membuka tasnya dan mengambil kertas itu, ternyata punya Tya. Ia pun membaca kata demi kata yang di rangkai oleh Tya untuk Hendrik. Kata kata itu ungkapan hatinya kepada Hendrik namun dia harus memendam sebab Hendrik sangat mencintai Hena.
" segitu cintanyakah kamu sama Hendrik sehingga kamu menunggu kami putus " kata Hena menangis dalam hati.
Tiga hari kemudian sekolah mengadakan pensi sekolah, sekolah pun mengadakan berbagai acara di dalam sekolah. Salah satunya adalah dengan menunjukkan band sekolah supaya acara semakin meriah.
__ADS_1
Saat band Hena ingin bernyanyi. Tya, Yani dan Hendrik memutuskan untuk menonton. Mereka ingin menyaksikan pertunjukkan Hena.
" jangan pernah katakan bahwa
cintamu hanyalah untukku
karena kini kau telah membaginya.
*Maafkan jika memang kini
Harus kutinggalkan dirimu
karna hatiku selalu kau lukai
ku hanya bisa mengatakan apa yang ku rasa* "
Mendengar lirik yang dinyanyikan Hena, Tya yang mendengarkannya pun menangis diam. Dia tau kalau lagu itu adalah ciptaannya yang keluar dari hati Hena yang paling dalam pikir Tya
" *ku menangis
membanyangkan betapa kejamnya dirimu atas diriku
__ADS_1
kau duakan cinta ini
kau pergi bersamanya
Ku menangis...
melepaskan kepergian dirimu dari sisi hidupku
harus selalu kau tahu akulah hati yang telah
kau sakiti* "
Hendrik pun ikut serta mendengarkan nyanyian Hena pun merasa sedih. Dia tau kalau Hena sedih menyanyikannya itu.
" Maafkan atas kesalahanku selama ini Na " kata Hendrik dalam hati.
Lagu pertama pun sukses di lagukan Hena dan timnya. Dia pun menyanyikan lagu yang kedua, namun tidak bersama timnya yang lain melainkan dia bernyanyi sendirian dan di temani sebuah gitar yang di mainkannya. Lagu ini ia persembahkan untuk teman temannya karna ini ciptaan dari temannya yang di temukannya tempo lalu ( Tya ).
" lagu ini aku persembahkan untuk Tya " katanya sambil memegang mic
Tya yang tidak tau apa apa hanya menatap Hena penuh pertanyaan
__ADS_1
" lagu ini di ciptakannya untuk orang yang ia cintai selama hari ini. Semoga orang yang mencintaimu mendengarkan lagu ini " kata Hena melanjutkan nya