
" iya udah pah, kita berangkat ke sekolah, aku takut ke siangan pah.. ?? " ( sisi)
alpin pun mengangguk, dan menjalan kan kembali mobil nya, dan akhir nya sisi sampai juga di sekolahan sisi.
" aku berangkat pah, dan satu lagi pah, lepas kan mamah. " ( sisi) ia pun mengambil punggung tangan sang papah, dan mengecup nya.
" assalamu'alaikum pah.. ?? " ( sisi) ia pun ke luar dari mobil nya.
" waalaikumsalam.. ?? " ( alpin) ucap nya lirih.
ia menghela napas nya, ia masih terngiang ngiang atas ucapan sang anak, hati nya benar benar engga rela kalau, untuk melepas alea.
alpin pun memukul setir nya, di saat pikiran nya, sedang kacau.
handphone nya berdering, alpin pun melihat handphone nya, ternyata dari friska.
" ada apa ka.. ?? " ( alpin)
" sayang, kamu ko bangunin aku. ?? " ( friska) dengan nada manja nya.
" maaf, aku tadi buru buru, soal nya aku mau ke kantor.. ?? " ( alpin)
" makan nya sayang, kamu harus menyimpan baju jkantir di sini, jadi sewaktu waktu, kalau kamu menginap di sini , engga usah repot repot untuk pulang ke rumah. " ( friska)
" kalau engga gini aja, aku akan membeli kan kamu baju untuk ke kantor dua atau tiga setel. " ( friska)
" terserah kamu aja.. ?? " ( alpin) ia asal bicara saja, supaya tidak banyak debat dengan friska, karena pikiran nya kini benar enak kacau, ia masih memikir kan tentang rumah tangga nya.
" iya udah, transfer ya sayang.. ?? "( friska)
" ehmptzz.. ?? " ( alpin) langsung memati kan sambungan telpon nya, tanpa menunggu njawab ban dari friska.
sedang kan friska di sebrang sana, ia kesal, tapi hanya sebentar karena ke buru ada notifikasi, transfer dan dari alpin.
friska pun tersenyum, dan segera menuju ke kamar mandi.
berbeda dengan alpin, pikiran nya benar benar kacau, ia pun menghubungi asisten nya.
" kamu jendela semua, pekerjaan aku, karena aku hati ini, engga akan masuk kantor. ?? " ( alpin) dengan tegas.
" baik tuan.. ?? " ( asisten)
__ADS_1
" hari ini engga ada jadwal miting kan.. ?? " ( alpin)
" engga ada tuan, ke betulan hanya memeriksa berkas.. ?? " ( asisten)
" baik, kalau ada apa apa hubungi saya. " ( alpin) ia pun lagsung memati kan sambungan telpon nya.
alpin memutus kan untuk tidak ke kantor, karena ia ingin memperbaiki hubungan nya, dengan sang istri.
alpin pun mengubungi, orang rumah, menanya kan, apa sang istri sudah berangkat, atau belum.
ternyata sang istri sudah berangkat,alpin pun menuju ke toko sang istri.
hari ini ia akan habis kan dengan sang istriistri, ia ingin memperbaiki semua nya.
alpin pun membawa kendaraan nya ke toko sang istri.
hanya menghabia kan watu 15 menit, akhir nya ia pun sampai, ke toko sang istri, dan benar saja, mobil sang istri sudah terparkir di sana.
alpin pun memarkir kan mobil nya di samping, mobil sang istri, ia pun masuk ke dalam toko, ia jadi pusat perhatian, orang orang yg mau mengirim barang.
" fa, istri saya mana. " ( alpin) ia membuka kacamata nya.
alpin pun mengangguk kan kepala nya, dan ia pun memakai kembali kacamata nya.
" saya ke atas dulu. ?? " ( alpin)
" iya.. ?? " ( sifa)
alpin pun beranjak, menuju ke atas.
" itu suami nya,mba alea. " ( perempuan 1 )
" iya.. ?? " ( sifa)
" ganteng banget ya suami nya, seperti nya bukan orang sembarangan. " ( perempuan)
sifa tidak menanggapi ocehan permpuan itu.
sedang kan alea terjangkau kaget, di saat ia sedang serius, ada sepasang tangan yg memeluk leher nya, tapi hanya sebentar, ia merasa kaget nya, karena ia tau siapa pemilik tangan tersebut, alea pun menoleh kan kepala nya, tapi hanye sebentar.
" serius banget sih sayang. ?? " ( alpin) ia pun menyimpan wajah nya di cetuk leher sang istri.
__ADS_1
" emang kamu, mau buat usaha apa sayang.. ?? " ( alpin) kini bibir nya, sudah mengecup leher sang istri.
" mas, geli ah. " ( alea) ia sedikit menjauh kan kepala nya.
" tapi aku suka bau mu sayang.. ?? " ( alpin) .
" bukan nya kamu jiji.. ?? " ( alea)
alpin pun menghela napas nya, ia pun kini berpindah ke depan, sehingga ia berhadapan dengan alea, dan menggeser kursi alea, sehingga berhadapan dengan nyanya, alpin pun menangkup pipi sang istri, sehingga mau tidak mau , alea pun menatap ke arah alpin.
" denger aku al, jujur posisi aku bingung, aku engga mau menyakiti kamu, dan juga friska, karena kalian berdua mempunyai tempat masing masing di hati aku.. ?? " ( alpin)
" aku engga mau, kalian merasa kan sakit, jadi tolong tuk sementara waktu, beri aku waktu al, untuk memilih salah satu dari kalian, karena jujur di hati aku yg paling dalam, kalau aku nyaman, berada di dekat kamu.. ?? " ( alpin) ia menatap ke arah alea.
akea pun terdiam, dan menatap mata alpin, ia mencari ke bohongan, tapi sayang tak ada sedikit pun ke bohongan di mata alpin.
alea menghela napas nya, dan melepas kan tangan alpin, ia pun merebah kan punggung nya, ke punggung sofa.
" kalau gitu biar aku yg mundur mas, karena aku lelah dengan posisi aku seperti ini. ?? " ( alea).
alpin menatap ke arah, alea ia membulat kan mata nya, ia kaget dengan ucapan sang istri.
" engga al, aku engga mau..?? "( alpin)
" tapi aku engga mau, hidup seperti ini mas , aku juga ingin hidup, di cintai mas, bukan nya selalu di sakiti mas, aku lelah mas. " ( alea) kini air mata nya, sudah mengalir ke pipi nya, padahal ia sudah menahan dari tadi
alpin pun menatap ke arah alea, hati nya begitu sakit, tak kalah mendengar dan melihat sang istri.
alpin pun memeluk alea, kini tangisan alea pun pecah.
" maaf kana aku al. " ( alpin)
" makan nya mas lepasin aku ya, aku lelah, dulu aku berharap, mendapat kan suami yg cinta sama aku, yg bisa melindungi aku, tapi itu semua, hanya impian saja mas, aku menikah dua kali, tapi lagi lagi aku mendapat kan suami ,yg tidak mencintai aku. " ( alea) ucap nya lirih.
tak terasa air mata alpin, jatuh ke pipi nya betapa hancur nya,melihat alea yg menangis.
" buat apa aku hidup, kalau pada akhir nya aku, selalu gagal dalam berumah tangga, rasa nya aku ingin mati, aku lelah mas, aku lelah.. ?? " ( alea ) kini ia pun terduduk, karena ia sudah tak tahan, menahan tubuh nya.
alpin pun ikut terduduk, ia membuka jas nya, dan memeluk alea, memberi kan ke tenangan.
" lepas kan aku mas, aku mohon, aku engga mau menambah luka, yg kamu beri kan mas, aku mohon aku lelah.. ?? " ( alea) sambil memukul dada alpin, tapi alpin hanya membiar kan nya, ia tidak sama sekali menahan nya, biar kan sang istri, mencurah kan semua nya.
__ADS_1