
kini usia kandungan alea, sudah berusia 8 bulan, kini ia sedang duduk di taman belakang.
" ini non, minum nya. "( bi iis)
" makasih bi.. ?? "( alea) ia tersenyum ke arah bi iis.
" sama sama non, apa ada yg non perlu kan lagi. "( bi iis)
" engga ada bi, kaya nua cukup. "( alea) .
" iya, udah kalau begitu, bibi pamit ke belakang ya non, kalau ada yg non perlu kan, tinggal panggil ajaaja . "( bi iis)
alea hanya mengangguk kan kepala nya sebagai jawab ban.
ia pun meminun, air yg di beri kan oleh bi iis.
semenjak usia kandungan nya, menginjak 4 bulan, ia mencari asisten rumah tangga, ia mencari asisten yg bisa tinggal dengan nya, karena ia butuh teman, di saat malam hari, dan ke betulan bi iis, seorang janda yg tidak punya anak, jadi ia bersedia di saat aku menyuruh nya, untuk tinggal di rumah.
bi iis sangat cekatan, dalam melakukan pekerjaan, apa lagi dari bi iis, ia bisa merasa kan kasih sayang yg begitu tulus, ia merasa kan kasih sayang seorang ibu.
" mah.. ?? "( sisi).
alea pun mendongak kan wajah nya, dan menatap ke arah sisi, di saat ia akan beranjak dari kursi, sisi menahan nya.
" jangan mah, biar aku yg duduk di samping mamah. "( sisi)
alea pun mengangguk, dan tersenyum.
" assalamu'alaikum.. ?? "( mamah alpin)
" waalaikumsalam.. ?? "( alea) ia tersenyum ke arah mamah alpin.
alea pun mengecup punggung tangan mamah alpin.
" gimana, kabar mamah sehat. "( mamah alpin)
" allhamdulilah mah sehat.. ?? "( alea)
mamah alpin mengelus perut alea, seolah tau anak yg ada di dalam perut alea, merespon dengan cara menendang , membuat mamah alpin tersenyum bahagia.
" aduh, cucu omah, tau ya kalau omah di sini.. ?? "( mamah alpin) sambil menampilkan kan senyuman nya.
" jadi engga sabar, untuk menunggu kamu nak. "( mamah alpin)
" iya mah, aku jga sama.. ?? "( alea)
__ADS_1
" kapan kamu, periksa kandungan.. ?? "( mamah alpin)
" baru kemarin mah.. ?? "( alea)
" iyah, kirain sekarang, bukan nya sekarang ya, padahal mamah sengaja, ke sini karena ingin tahu, perkembangan cucu mamah. "( mamah alpin ) ada sedikit rasa kecewa.
alea yg melihat itu, merasa bersalah.
" maaf mah, kemarin aku di hubungi oleh dokter nya, kalau hari ini, dia engga akan perakte, karena ada urusan keluarga, makan nya ia memaju kan nya mah.. ?? "( alea)
" kalau mamah mau, 2 minggu lagi aku akan, periksa lagi mah, karena di saran kan oleh dokter, kalau aku harus memeriksa kandungan aku 2 minggu sekali. "( alea).
" iya udah deh, 2 minggu lagi mamah akan, ke sini lagi, tapi gimana keadaan cucu mamah.. ?? "( mamah alpin)
" allhamdulilah, baik mah, dia sehat.. ?? "( alea)
" jenis kelamin nya apa nak. "( mamah alpin) dengan menampilkan wajah penasaran nya.
" kalau untuk jenis kelamin, aku belum mau tahu mah, karena masih ingin merahasia kan nya mah. "( alea)
" iya udah, apa pun itu, yg penting cucu mamah sehat.. ?? "( mamah alpin)
" amin . ?? "( alea)
" oh iya, aku hampir lupa, mamah mau minum apa.. ?? "( alea).
" iya udah, terserah mamah aja deh.. ?? "( alea)
" iya udah kita masuk yu, mamah laper, mamah lihat bi iis sudah masak.. ?? "( mamah alpin)
" mamah kangen, sama masak kan bi iis..?? "( mamah alpin)
" iya udah ayo, kita ke meja makan. "( alea).
" mamah ke sini berdua, engga sama papah.. ?? "( alea)
" engga papah kamu, lagi ada perjalan nan ke luar kota, makan nya mamah memutus kan untuk ke sini, untung nya sisi libur, jadi mamah ada teman. "( mamah alpin)
" oh gitu ya mah, tumben papah engga merengek pingin di temani, bukan nya papah engga bisa jauh dari mamah. "( alea) ia tau dengan sikap sang papah alpin, yg engga bisa jauh dari istri nya, ibarat nya bucin akut, kemana pun papah lagi perjalanan bisnis, pasti sang istri harus selalu menemani nya.
" ada deh, tinggal mengeluar kan jurus andalan mamah, papah kamu engga bisa membantah. "( mamah alpin)
" iya deh, aku percaya sama mamah, karena mamah itu pawang nya papah.. ?? "( alea)
mereka bertiga pun duduk di kursi, dan melihat menu yg ada di meja makan, sangat menggugah selera, padahal itu menu sederhana.
__ADS_1
hanya ada ikan asin, sambal, sayur asem, dan tempe.
" wah, ini benar benar menggugah selera banget. "( mamah alpin)
" iya udah, kita makan mah. "( alea)
" bi, cepet makan bareng. "( mamah alpin)
" iya non.. ?? "( bi iis) ia tidak merasa canggung, karena ia sering makan bareng, dengan alea.
mereka pun, makan tanpa bersuara, hanya ada dentingan sendok dan garfu, yg terdengar.
berbeda dengan keadaan alea, kini alpin sudah mempunyai anak dari friska, berjenis kelamin laki laki, tapi entah mengapa hati nya masih terasa kosong.
kini alpin sedang berada di kantor, ia sedikit tidak konsen, karena ia merasa kangen ke pada alea, ia pun membuka galeri handphone nya, dan melihat foto foto alea, yg bersama nya dan juga sang anak sisi.
iya semenjak hari itu, ia tidak bertemu dengan sisi, karena sisi engga pernah mau bertemu dengan nya, setiap ia berkunjung ke rumah orang tua nya, tapi sisi selalu menghindar, bukan hanya sisi, tapi sang mamah pun sama.
bahkan di hari ke lahiran sang anak, ke dua orang tua nya, tidak pernah menjenguk nya, sisi pun sama.
alpin kangen, dengan sang anak, sekarang sang anak, jauh dari jangkauan nya, dan sulit untuk ia gapai.
" nak, papah kangen.. ?? "( alpin) ia menghapus air mata nya .
" apa kamu merasa kan, apa yg papah rasa kan sekarang nak, papah ingin kita yg dulu, bisa bermain, kamu ngerengek, ingin di mandiin, minta ini, minta itu, papah kangen itu semua nak, maaf kan papah nak, karena ke egois san papah, kamu jadi jauh dari jangkau papah nak. "( alpin)
" maaf kan aku sayang, aku engga bisa menjaga anak kita.. ?? "( alpin) ia menatap foto almarhum, sang istri.
" al, kamu sekarang dimana, kenapa kamu bakal di telan bumi, apa kamu sehat al.. ?? 0"( alpin) ia mengelus layar handphone nya, yg menampil kan foto sang istri.
cklek
" sayang.. ?? "( friska) ia pun berjalan ke arah, alpin.
alpin pun buru buru memati kan handphone nya.
" sayang minta uang dong,aku pingin shoping, ada tas, keluaran baru. "( friska) ia duduk di pangkuan sang suami.
" berapa. "( alpin)
" sekitar 30juta . "( friska)
" iya udah, nanti aku akan kirim kan. "( alpin)
" makasih sayang.. ?? "( alpin) ia mengecup bibir alpin, dan meninggal kan alpin, karena yg ia ingin kan sudah dia dapat.
__ADS_1
sedang kan alpin, hanya menggeleng geleng kan kepala nya saja, melihat tingkah friska.