
Akhir akhir ini Hena jarang sekali masuk kelas, dia sibuk dengan tugasnya sebagai vocalis band sekolah. Dia harus banyak latihan bersama anggota bandnya sebab sebentar lagi lomba band antar sekolah akan diadakan.
Hari hari Hena pun sekarang bersama Risky, teman Hena dan juga anggota band.
" kekantin yuk gua lapar nih " kata Hena
" ayok, lo yang teraktir ya " goda Risky
" oke, tapi gorengan aja ya " goda Hena
" hahaha, oke oke "
Mereka pun pergi kekantin. Sesampainya di kantin Hena pun melihat Hendrik lagi makan sendirian di kantin. Dia sebenarnya masih sayang sama cowo itu. Namun dia harus menahannya sebab dia tahu, Hendrik bukan siapa siapanya lagi. Dan juga, dia masih kecewa atas kejadian di hotel bareng Elsa.
" kamu mau pesan apa " kata Risky menghancurkan lamunan Hena
" he, eh gua mau pesan bakso sama sirup dingin " kata Hena terbata bata
setelah memesan, mereka pun duduk di bangu kantin sekolah yang kosong. Hendrik yang tanpa sengaja melihat Hena dan Risky duduk berdua pun merasa cemburu.
__ADS_1
Pas pulang sekolah, Tya dan Yani ingin pulang bersama Hendrik. Namun tiba tiba Yani ada urusan, dan dia pun di jeput oleh sopirnya.
Pas di parkiran Hendrik dan Tya berjumpa dengan Hena.
" Na, pulang bareng yuk " kata Tya
" ngak deh, aku pulang bareng Risky " kata Hena manja kepada Risky
" tapi aku hari ini ngak bawa mobil. Aku bawa motor, emangnya ngak takut rambutmu jadi lepek " goda si Risky
" hehe, apaan sih, emangnya aku cewe manja "
Hendrik yang melihatnya pun merasa jengkel. Ada hubungan apa Hena sama Risky. Apa lagi Hena sangat manja kepadanya, membuat Hendrik sangat sakit hati melihatnya.
" gua di luan ya " kata Hena pamit kepada Tya
Tanpa sungkan, Hena memeluk pinggang Risky saat motor yang dibawa Risky berjalan di depan Hendrik, membuat Hendrik semakin cemburu. Namun Hendrik hanya bisa memendam perasaannya saja.
" sialann " gumam Hendrik
__ADS_1
Tya yang melihatnya pun hanya diam saja. Dia kasihan kepada Hendrik, dan membuatnya semakin jatuh cinta kepada Hendrik.
Tanggal 12 Desember adalah ulang tahun Hendrik yang ke 17 tahun. Hendrik yang setiap tahun merayakannya pun ingin mengasih dia surprise kepadanya. Dia datang kerumah Hena bersama Tya dan juga Yani, dan tidak lupa juga dia membawa rekaman yang di berikan Tya untuk sebagai kado ulang tahun untuk Hena.
Mereka pun menunggu di kamar Hena dari pukul tiga sore, namun Hena belum pulang juga. Kata pembantu di rumah Hena, dia pergi ke toko buku buat beli Novel, jadi Hendrik dan yang lainnya memutuskan untuk menunggu di kamar untuk ngasih kejutan padanya.
Saat pukul 19.30 wib suara motor masuk kehalaman rumah Hena, Hendrik dan yang lain pun melihat arah keluar jendela. Melihat siapa yang datang.
Ternyata itu Hena dan Risky sedang berboncengan.
" apa mereka baru saja siap berkencan? " kata Yani pelan
Namun, Hendrik bisa mendengarnya. Tapi dia tetap memfokuskan pandangannya kearah keluar jendela.
Saat mereka fokus kejendela, tiba tiba kepala Risky mulai mendekati kepala Hena.
" sudahla, ngak usah melihat mereka lagi " kata Hendrik berpaling
" mungkin mereka sudah jadian " lanjutnya sambil duduk di sofa dekat jendela tersebut
__ADS_1