Hati Yang Kau Sakiti

Hati Yang Kau Sakiti
episode tujuh belas


__ADS_3

Saat semua tidak tau berbuat apa apa, tiba mama Hena pun menelpon dan diangkat oleh pembantunya.


" halo nya "


" halo mbok, mana Hena. Kenapa kamu yang angkat telponnya "


" non hena lagi kambuh nya " kata simbok hati hati, dia tak mau melukai hati Hena


" berikan hapenya atau on speaker kan supaya dia mendengar omongan saya "


simbok pun menghidupkan speaker nya dan mendekatkan hape dekat Hena


" sudah nya "


" kamu kenapa? "


Hena hanya diam saja


" mama tau kamu tidak mau di jodohkan. Baik mama tidak akan menjodohkan mu dengan rekan bisnis mama. Kamu boleh tinggal di sana bersama kakak kakak mu "


" apa persyaratannya " kata Hena gemetar


" kamu ngak usah anggap mama ini mama kamu. Dan lupakan hubungan kita sebagai anak dan ibu. Mama juga malu memiliki anak berkelakuan gila seperti kamu "


" tapi ma aku... "


" tut... tut... tut... "

__ADS_1


Hena pun mulai tak bisa mengendalikan dirinya dan mulai menghancurkan kaca di tangannya membuat tangannya berdarah kena pecahan kaca.


" Na tenangkan dirimu " kata Tya


" DIAMMMM " kata Hena


" kalian semua memang ngak pernah menyayangi aku. Semua membenciku dan menjauhiku karna aku ini orang gila " lanjutnya lemas dan terjatuh


Hendrik yang melihatnya pun mulai mendekatinya, Hena yang menyadari pun mulai bersiaga untuk menyerang. Sesampainya dekat Hena, Hena pun menyerangnya dengan kaca yang di peganganya. Namun Hendrik menahannya dan memeluknya.


" aku akan tetap di sini. Seperti apapun kamu aku tetap mencintaimu " kata Hendrik menenangkan dia


Dia pun melepaskan kaca dan mulai memeluk Hena, saat Hena sudah tenang. Simbok pun mulai mendekat dan menyuntik obat tidur ke tubuh Hena membuat Hena tidur di pelukkan Hendrik. Saat Hena tidur Hendrik pun menggendongnya ketempat tidurnya.


jam sudah pukul 23.30 wib, mereka pun pamit pulang.


" mbok sepertinya kami pamit dulu ya. Soalnya dah larut malam " kata Yani ramah


Mereka pun pamit dan meninggalkan kediaman Hena.


Pukul 06.30 wib, Hendrik terbangun dengan suara ponsel dirinya. Ingin rasanya dia lama lama tidur karna semalam dia susah tidur memikirkan Hena yang sedang sakit. Dia pun melihat layar hapenya yang bertulis RUMAH HENA


" kenapa lagi dengan Hena " pikirnya


Diapun cepat cepat mengangkat telponnya


" halo "

__ADS_1


" halo den ini simbok " kata simbok suara cemas


" iya ada apa lagi mbok " kata Hendrik membuat dia ikutan khawatir


" gini den, non Hena menghilang dari tempat tidurnya "


" kok bisa? "


" simbok juga ngak tau. simbok hanya menemukan kertas katanya dia malu menemui den Hendrik dan non Tya. Dia takut nanti kalian bakalan jijik melihat penyakit yang dia alami "


"" yasudah mbok. Kalau gitu saya dan yang lain pergi mencari Hena. Kalau ada kabar langsung telpon saya ya mbok "


" iya den "


" gua harus nelpon Tya dan Yani mana tau mereka tau kemana biasanya Hena pergi bersama mereka "


Hendrik pun mencari nomor Tya dan menelponnya


" halo Hen ada apa " suara Tya memelas baru bangun tidur


" Hena menghilang " kata Hendrik


Tya pun kaget dan duduk dari tidur


" kok bisa, jangan becanda ah "


" serius gua ngak bohong " kata Hendrik meyakinkan

__ADS_1


" lo tau ngak dimana dia biasanya pergi jalan jalan "


" yang harus nanya tuh gua kan dia sering perginya sama lo " kata Tya kesal


__ADS_2