
satu minggu sudah, kini alea sudah berada di kota c,ia tinggal di kota c, sudah 5 hari, ia jalani pekerjaan nya dengan penuh semangat, karena berjalan sangat lancar, ia juga sering bertukar kabar, dengan mamah nya alpin, dan juga sisi.
berbeda dengan alpin, semenjak ia ke luar dari rumah sakit, ia engga berani meninggal kan friska, bahkan urusan kantor pun, ia mengerja kan nya di apartemen friska.
sesekali sekretaris nya, datang ke apartemen friska, untuk membawa kan berkas, yg harus di kerja kan sang majikan.
" sayang, aku bosen. "( friska) ia duduk di pangkuan alpin.
alpin menghela napas nya, dan menutup leptop nya, ia menatap ke arah friska.
" terus, kamu mau apa.. ?? " ( alpin)
" aku pingin main ke mall sayang, kata nya ada tas model terbaru. "( friska) dengan tatapan memohon.
alpin pun akhir nya, mengangguk kan kepala nya, ia juga merasa kan bosan, biasa nya ia pergi ke luar, walau hanya pergi ke kantor, tapi hampir seminggu alpin, diam di apartemen friska.
mereka pun bersiap siap untuk pergi ke mall, selama perjalan nan, tak ada yg berbicara, hanya sudara mesin mobil.
pikiran alpin, dari kemarin gelisah, ia memikir kan sang istri dan anak nya, ia ingin menghubungi sang istri, tapi sayang handphone nya di pegang oleh friska.
kini mereka pun tiba di mal, sebelum masuk alpin pun mengajak friska untuk mengisi perut nya, karena dari tadi perut nya, minta di isi.
ia pun masuk, dan melihat sang anak dan mamah nya, ia pun langsung menghampiri anak nya dan juga sang mamah, yg lagi makan.
" mah, sisi.. ?? "( alpin) kini sudah berada di sisi sang mamah.
mamah dan sisi pun, menoleh sebentar, dan kembali makan, tanpa mempeduli kan alpin dan friska.
tanpa ijin, alpin pun duduk dan di ikuti oleh friska, walaupun ia malas, tapi friska tidak bisa berbuat apa apa.
" gimana kabar nya sayang. "( alpin) ia mengelus rambut sang anak.
" seperti papah yg lihat, aku baik baikan aja, walaupun aku sudah di lupa kan oleh ayah nya. "( sisi) ia menyuap kan nasi nya.
" maksud kamu apa nak. "( alpin) ia mengkerut kan kening nya.
" engga usah aku jelas kan, papah sudah tau kan maksud aku.. ?? "( sisi).
__ADS_1
" sayang maaf kan papah, papah kan mengurus tante friska, karena tante friska sakit. "( alpin) dengan tatapan memohon.
" oh gitu ya pah, tenang aja pah, aku udah biasa ko di abaikan oleh papah, demi pacar papah, bukan sekali atu 2 kali pah, tapi sering, papah selalu ada buat tante friska, tapi waktu untuk aku papah engga ada kan, bahakan untuk menanya kan kabar, melalui sambingan telpon pun, engga ada, sebegiyu sibuk nya ya pah. "( sisi) ia menatap ke arah sang papah, dengaan mata berkaca kaca.
" untung nya aku masih punya omah, dan opah, yg selalu menyayangi aku, dan perhatiin aku, makan nya aku memutua kan untuk tinggal di rumah opah sama omah. "( sisi).
" loh, gitu nak, emang mamah alea kemana. "( alpin) dengan wajah yg penuh pertanyaan.
" apa peduli nya papah, kemana aja pah, baru bertanya, kemana mamah alea. "( sisi)
" mulai, sekarang papah lupa kan mamah alea, karena mamah alea juga ingin bahagia, dan satu lagi pah, nikahin tante friska sebelum tante friska hamil pah, aku restui papah. "( sisi)
" omah ayo kita pulang, aku udah kenyang. "( sisi) ia menatap ke arah sang omah.
" iya nak, kami tunggu di mobil ya, omah mau bayar dulu. "( mamah alpin).
" iya omah. "( sisi) tanpa berpamitan, sisi pun pergi meninggal kan mereka bertiga, alpin masih mencerna ucapan sisi.
" al, nimahi dia, lupa kan alea, mamah merestui kalian, itu jalan yg kamu pilih, mamah juga engga bisa memaksa kan kamu, semoga kamu engga menyesal,dengan keputusan yang kamu ambil..?? "( mamah alpin) ia pun beranjak dari kursi.
" kamu melepas kan berlian, demi baru perak. "( mamah alpin) sambil berbisik, setalh itu ia pun pergi meninggal kan alpin dan juga friska.
" sayang, hubungan kita sudah di restui, bukan hanya dari sisi, tapi mamah kamu pun sudah merestui sayang, ini kan yg kita tunggu tunggu, kamu sekarang cerai kan alea, dan kita mulai hubungan kita. "( friska)
Alpin tidak menjawab nya, karena ia masih bingung, dengan perasaan nya, di lubuk hati nya yg paling dalam, ia tidak ikhlas, dan rela untuk berpisah dengan alea.
" sayang.. ?? "( friska) ia menggoyang goyang kan lengan alpin.
" ah, iya.. ?? "( alpin) ia menatap ke arah friska.
" gimana sayang. "( friska)
" ah, nanti kita pikir kan dulu, kamu belanja sendiri ja , engga apa apa kan, nanti aku kirim uang nya, soal nya aku mau ada urusan dulu, handphone aku mana. "( alpin) ia menadah kan tangan nya.
" tapi sayang. "( friska).
" tong ngertiin aku. "( alpin) dengan tegas.
__ADS_1
friska pun mengalah, dan memberi kan handphone alpin.
setelah handphone nya, sudah berada di tangan nya, kini alpin pergi meninggal kan friska, sebelum nya, ia mentrasfer uang untuk friska.
setelah itu, alpin pun menuju ke arah parkiran dengan sangat buru buru.
hanya menempuh 20 menit, akhir nya alpin pun sampai ke rumah nya, ia pun cepat cepat masuk ke dalam rumah, dan berpapasan dengan bibi.
" tuan.. ?? "( bibi).
" bi, apa istri aku ada di kamar. "( alpin) ia menatap ke arah bibi.
tapi bibi, tidak menjawab, ia bingung harus menjawab apa.
" bi, aku bertanya, kenapa engga bibi jawab. "( alpin) dengan menaik kan nafa suara nya, karena ia kesal, dengan bibi, yg tidak menjawab pertanyaan nya.
" maaf tuan, emang nyonya alea tidak menghubungi tuan. "( bibi).
" engga ada bi, sebenar nya ini ada apa bi, coba bibi jelas kan. "( alpin).
bibi pun menghela napas nya.
" gini tuan, nyonya alea, sudah hampir seminggu meninggal kan rumah ini. "( bibi).
" maksud bibi.. ?? "( alpin)
" nyonya alea sudah pergi tuan, beliau membawa koper nya tuan, setelah itu di ikuti oleh nona sisi, yg memberes kan baju nya, kata nya nona sisi, mau tinggal bersama tuan besar. "( bibi).
" berarti alea, belum balik lagi ke sini bi. "( alpin).
bibi hanya menggeleng kan kepala nya, sebagai jawab ban.
tanpa banyak omong, alpin pun menuju ke kamar nya, di saat ia masuk ia melihat sekitar nya, ia menuju ke walk in closet, dan membuka lemari, dimana alea,menyimpan baju, ternyata kosong.
" al kamu kemana, kenapa kamu meninggal kan aku al. "( alpin) kini ia pun menyandar kan punggung nya ke pintu lemari, dan ia menatap ke arah nakas, di sana ada sebuah amplop, dan juga cincin.
alpin lin bangkit,dan kini ia duduk di sisi kasur dan melihat ada sebuah amplop, cincin dan ATM.
__ADS_1
ia tau itu semua milik alea, ia pun membuka amplop tersebut, ternyata berisi surat, ia pun membuka nya,walaupun ragu.
degh