
Pagi pun telah menjelang, di rumah Albert kini sudah berkumpul seluruh anggota keluarga Pramudya.
Bahkan Tuan Ansell dan nyonya Ilmira pun sudah sampai di rumah Albert, mereka tiba di Bandara Soetta pukul 4 subuh.
Suasana di rumah Albert benar-benar sangat ramai, ada dua buah hati Callista, satu buah hati Khadijah, empat buah hati Adi dan dua buah hati Aby begitu meramaikan suasana rumah Albert.
Albert merasa sangat bersyukur, karena bisa menikahi wanita yang mempunyai anggota keluarga yang sangat banyak
Karena dirinya sering merasa kesepian, karena tak punya saudara sama sekali. Nyonya Ilmira dan juga tuan Ansell terlihat berbaur dengan keluarga Pramudiya, bahkan pria paruh baya itu begitu senang bermain dengan cucu-cucu dari Aksa.
Di depan rumah Albert, terlihat sudah dirias dengan sangat mewah untuk acara empat bulanan Fatimah.
Albert juga mengundang anak-anak Panti untuk makan bersama dan berdoa bersama di sana, dia ingin berbagi kebahagiaan bersama dengan anak-anak Panti tersebut.
Bukan hanya dengan sanak saudaranya saja, bahkan teman-teman Albert pun banyak yang datang untuk mengucapkan selamat kepada dirinya.
Selepas shalat dzuhur, acara 4 bulanan pun dilaksanakan. Rangkaian acara yang telah disusun pun, dilaksanakan satu persatu tanpa ada yang tertinggal.
Senyum senang selalu tersungging dari bibir Albert dan juga Fatima,h begitu pun seluruh anggota keluarga Raimhond dan juga Pramudiya.
Mereka turut ikut bahagia atas kehamilan Fatimah yang begitu dinantikan oleh pasangan pengantin tersebut.
Hingga acara tersebut pun berakhir pada pembagian parsel untuk anak-anak panti, tidak ada yang tidak senang di acara 4 bulanan tersebut.
Semua orang nampak senang dan bahagia, apa lagi anak-anak Panti. Mereka terlihat sangat bahagia karena bisa berkumpul bersama dan mendapatkan banyak makanan dan juga uang jajan dari Albert.
"Selamat ya, Sayang. Akhirnya kalian akan menjadi orang tua," ucap Nyonya Ilmira.
"Terima kasih, Mom." Fatimah langsung memeluk Ibu mertuanya tersebut.
Mereka terlihat begitu saling menyayangi, Najma dan juga Aksa beserta keluarga besarnya sangat bahagia. Karena ternyata Fatimah bisa mendapatkan suami dan mertua yang begitu menyayanginya.
Malam pun telah menjelang, Fatimah terlihat sedang merebahkan tubuhnya. Sedangkan Albert terlihat sedang mengusapkan minyak hangat ke seluruh tubuh istrinya.
__ADS_1
Dia tahu jika Fatimah sangat kelelahan setelah seharian beraktivitas, dia tak jika sampai istrinya sakit karena hal itu.
"Yang, besok kita harus ke Rumah Sakit," kata Albert.
Fatimah terlihat mengernyit heran, sebenarnya siapa yang sakit? Kenapa Albert mengajaknya ke Rumah Sakit?
"Kamu sakit, Mas?" tanya Fatimah.
Mendengar ucapan istrinya, Albert langsung terkekeh. Dia merasa lucu ketika melihat wajah istrinya yang terlihat keheranan.
"Aku nggak sakit, Yang. Justru kita ke Rumah Sakit karena harus memeriksakan keadaanmu dan juga keadaan calon Baby kita," kata Albert.
Fatimah terlihat berusaha untuk bangun, namun Albert terlihat menahan gerakan istrinya.
"Nggak usah bangun! Kamu tiduran aja, seharian ini kamu sudah beraktivitas. Aku mohon besok kita ke Rumah Sakit, aku hanya ingin memastikan kesehatan dirimu dan juga calon buah hati kita." Albert berkata dengan tegas, dia seolah tidak ingin dibantah.
Fatimah terlihat menghela nafas panjang, lalu kemudian dia pun mengeluarkannya dengan perlahan.
"Baiklah, Sayang. Aku akan menuruti keinginanmu, besok kita ke Rumah Sakit untuk memeriksakan kondisiku dan juga kondisi calon bayi kita." Fatimah terlihat mengelus lembut perutnya yang terlihat mulai membuncit.
Dia hanya tidak ingin terjadi sesuatu terhadap orang yang sangat dia cintai, dia hanya berusaha untuk menjaga orang-orang yang dia kasihi.
*/*
Pukul jam sembilan pagi, Albert pun langsung mengajak Fatimah untuk pergi ke Rumah Sakit. Dengan senang hati Fatimah pun mengikuti apa yang diinginkan oleh suaminya.
Walaupun Fatimah merasa sangat sehat, tapi dia tidak mau mengecewakan suaminya tersebut.
Albert sedari pagi sudah menelpon dokter kandungan dan mereka pun disuruh untuk datang ke Rumah Sakit tersebut pukul 9 pagi.
Oleh karena itu, saat Albert tiba di Rumah Sakit, dia tidak perlu mengantri lagi. Akan tetapi bisa langsung masuk ke dalam ruangan obgyn tersebut.
"Selamat pagi, Dokter." sapa Albert l.
__ADS_1
"Pagi, Tuan, Nyonya. Silakan duduk," ucap Dokter tersebut.
"Begini, Dok. Kemarin istri saya melakukan aktivitas yang berlebihan, saya ingin memeriksakan kondisi istri saya dan juga kondisi janin yang berada di perutnya," kata Albert.
"Boleh, Tuan. Silakan untuk merebahkan tubuhnya di atas bed pasien, Nonya. Biar saya bisa memeriksanya dengan cepat," ucap Dokter tersebut.
Fatimah pun menurut, dia langsung merebahkan tubuhnya di atas bad pasien yang ditunjukkan oleh dokter tersebut.
Albert terlihat setia mendampingi Fatimah, dokter tersebut pun langsung memeriksa kondisi kesehatan Fatimah.
Lalu, dia pun memeriksakan janin yang ada di dalam rahim Fatimah, setelah itu dokter pun melakukan USG untuk memastikan kesehatan janin di dalam perut Fatimah.
Setelah semuanya selesai, dokter itu pun meminta Fatimah dan juga Albert untuk duduk kembali di tempat semula.
Lalu, dokter itu pun mulai menjelaskan tentang kondisi kesehatan Fatimah.
"Nyonya Fatimah sangat sehat, begitu pun dengan janinnya. Dia berkembang dengan sangat baik, berat badannya juga sangat bagus. Pertumbuhannya juga bagus, sepertinya anda benar-benar menjaga kesehatan bayi di dalam perut anda," ucap Dokter tersebut.
Fatimah nampak tersenyum, lalu dia menatap wajah suaminya. Dia seakan berkata 'jika dirinya dan Baby yang ada di dalam kandungannya memang benar-benar sangat baik', Albert saja yang terkesan berlebihan.
Setelah selesai memeriksakan kondisi kesehatannya dan juga kondisi kesehatan Baby-nya, Fatimah pun langsung memutuskan untuk keluar dari ruangan dokter tersebut.
Begitu pun dengan Albert saat mereka keluar dari ruangan tersebut. Tiba-tiba mereka berpapasan dengan seorang perempuan berwajah cantik dan juga berpenampilan sangat seksi.
"Hai, Al. Kamu di sini juga?" tanya perempuan tersebut.
Wajah Albert nampak kikuk saat melihat wanita tersebut, Fatimah menjadi curiga dibuatnya. Sebenarnya ada hubungan apa antara Albert dan wanita seksi tersebut?
"Hei, kenapa kamu diam saja? Aku sedang bertanya kepadamu," kata perempuan itu lagi.
"Ah, Maaf. Aku sedang mengantar istriku untuk memeriksakan kandungannya, kamu sedang apa di sini?" tanya Albert.
"Aku sedang berobat, Al. Kata dokter rahim aku terkena infeksi akibat aku pernah menggugurkan kandunganku," ucap perempuan tersebut.
__ADS_1
Albert terlihat semakin kikuk dibuatnya, hal itu membuat Fatimah menjadi makin curiga kepada suaminya tersebut.
"Kamu tahu, Al. Aku sudah lama berobat dan kamu juga pasti tahu, apa penyebab dari semua ini!" kata wanita itu dengan sorot mata penuh luka.