
setelah alea tenang, alpin pun mererai peluk kan nya, dan melihat sang istri, ternyata tidur, pantas saja, alea tenang, tidak berontak.
alpin pun mengangkat alea, ke kamar, setelah itu ia merebah kan tubuh sang istri.
alpin mengecup kening sang istri, sebelum nya ia membuka jas dan kemeja nya, ia bertelanjang dada, hanya menyisa kan celana bahan nya, alpin pun ikut merebah kan tubuh nya, di samping sang istri, dan memeluk nya , karena semalaman, ia tidak memeluk sang istri, melain kan memeluk sang pacar, alpin pun tertidur.
sifa kini menuju ke atas, karena bentar lagi mereka akan memantaw proyek, yg aka mereka jalan kan, tapi di saat ia sampai ke atas, di sana kosong.
sifa pun mengkerut kan kening nya,dan melihat sekeliling, ia melihat pintu kamar, yg biasa alea tempati tertutup, mungkin alea sedang berada di kamar tersebut, apa lagi ada alpin, sifa berpikir ke arah sana.
" masih pagi, udah ngerem di kamar, jiwa jomblo gue meronta. " ( sifa)
" engga ngerti banget sih, sama sahabat nya, yg jomblo ini.. ?? " ( sifa) sambil membanyun kan bibir nya.
sifa pun menuju ke bawah, dan terpaksa, ia harus memantaw nya, di saat ia ke bawah, handphone nya berdering, dan terlihat dari orang yg bekerja sama dengan nya, sifa pun mengangkat nya, dan ternyata orang tersebut meminta, mengundur kan waktu, nanti pukul 03 , sifa pun mengiya kan, ke betulan sang bos sekaligus sahabat nya, tidak bisa di ganggu.
waktu sudah menunjuk kan pukul sebelas, alea mengerjap kan mata nya, ia melihat ke samping nya, ternyata sang suami sedang memeluk nya.
alea pun membalik kan tubuh nya, dan melihat wajah sang suami, yg begitu tampan.
" anday saja mas, kamu milik ku, aku pasti akan bahagia, tapi sayang, cinta aku lagi lagi bertepuk sebelah tangan, sungguh miris ya hidup aku mas, mulai dari sekarang, aku engga pernah percaya, cinta mas, cukup sudah aku di sakiti, akan ku kubur mas rasa cinta aku sama kamu. " ( alea) ia menghapus air mata nya, yg membasahi pipi nya, di saat ia akan memindah kan tangan alpin, susah.
karena alpin makin erat memeluk nya.
sebenar nya, alpin sudah bangun, sebelum alea bangun, cuman ia masih ingin memandang wajah alea, yg begitu teduh, di saat alea akan membuka mata nya, alpin pun pura pura tidur, ia menutup mata nya kembali.
alpin memeluk erat alea, dan menyandar kan kepala sang istri, ke dada nya.
" jangan pernah, menghilang kan rasa cinta kamu untuk aku, karena aku engga aka ikhlas, kalau sampai itu terjadi. " ( alpin) .
" tapi percumah mas, kalau hanya aku yg mencintai kamu, sedang kan kamu engga membalas cinta aku mas. " ( alea)
" tolong beri aku waktu sayang, karena sejujur nya aku sudah nyaman bersama kamu. " ( alpin) ia mengecup leher sang istri.
__ADS_1
" lepas mas, geli.. ?? " ( alea) ia berusaha memberontak, tapi sayang alpin pun begitu kuat, memeluk alea, sehingga alea pasrah.
alea pun teringat, tak kala ia mempunyai janji.
" astaghfirullah.. ?? " ( alea) sedikit meninggi kan, nada suara nya.
" ada apa sayang.. ?? " ( alpin) ia mendongak kan wajah nya, dan menatap ke arah sang istri.
" aku kan sekarang ada janji. ?? " ( alea) ia pun segera bangkit, dan menuju ke bawah, sedang kan alpin hanya menggeleng kan kepala nya, melihat tingkah sang istri, ia merasa gemas.
" fa.. fa.. ?? " ( alea) dengan wajah panik nya .
" iya ada apa al, kamu kenapa, kaya di kejar sama setan aja. " ( sifa) ia baru ke luar dari dapur.
" aduh, kenapa kamu engga ngebangunin aku sih, kita kan punya janji, .. ?? " ( alea) .
" aku engga berani al, takut ganggu kamu.. ?? " ( sifa)
" ganggu apa, orang aku tidur doang.. ?? " ( alea)
" astagfirullah fa, aku engga gitu gitu an, orang ini di toko. " ( alea)
" iya kirain, tenang aja al, mereka menunda pertemuan kita,kata nya Amerika ada urusan yg lebih penting. " ( sifa )
" syukur lah kalau begitu. " ( alea) ia mengelus dada nya.
" aduh lapar, kamu masak apa fa.. ?? " ( alea)
memang ke betulan mereka selalu memasak untuk makan siang, biar lebih irit, dan allhamdulilah nya patner mereka suka dengan masak kan alea, atau pun sifa.
" aku cuman masak sayur asam, ikan asin, tempe goreng, dan sambal. " ( sifa)
" waw, itu enak banget fa.. ?? " ( alea) baru saja membayang kan, air liur nya menetes.
__ADS_1
alea pun langsung, menuju ke dapur, sambil mengalas nasi nya, dan juga lauk pauk nya, setelah itu ia pun menuju ke luar.
" satu aja, suami kamu engga di alasin.. ?? " ( sifa) ia maenatap ke arah alea, yg hanya membawa satu piring.
" mana mau al , dia mah lidah nya, lidah luar, engga mungkin mau, makan nan sederhana gini. " ( alea).
" gitu ya.. ?? " ( sifa)
alea hanya mengangguk kan kepala nya saja, dan membawa piring , yg berisi nasi ke atas.
ia melihat sang suami yg masih betah di atas kasur, alea pun duduk di sofa, sambil memakan makan nan nya.
alpin pun menoleh ke arah sang istri, ia pun bangun dan menuju ke arah sang istri, ia pun duduk.
" mas, kalau mau makan pesen aja, karena di sini hanya masak ini.. ?? " ( alea) sambil menunjuk kan alas nya.
" tapi dari bau nya , seperti nya enak al, aku boleh nyicipin engga. " ( alpin) ia menatap ke arah alea.
" tapi takut kamu engga suka mas. " ( alea) ia ragu.
tanpa basa basi, alpin pun menyuap kan nasi ke dalam mulut nya, ia mengunyah nya, sedang kan alea menatap sang suami.
" enak sayang, mas makan ini aja.. ?? " ( alpin) ia kembali menyuap kan nasi nya, membuat alea mengkerut kan kening nya.
" iya udah aku, ke bawah dulu mau ngambil nasi buat kamu, itu kan punya aku.. ?? " ( alea) ia sedikit protes.
" udah, makan ini aja, nanagi tinggal nambah. " ( alpin)
akhir nya alea pun mengangguk kan kepala nya, alpin begitu lahap, saat makan, sampai alea harus mengalas kembali, untuk mereka makan.
kini mereka pun sudah selesai, dan terdiam sejenak.
tiba tiba handphone alpin berbunyi, ternyata itu dari friska, awal nya alpin ragu, tapi friska terus menghubungi nya, mau tidak mau alpin pun mengangkat nya, dan ia kaget, ketika friska sedang berada di rumah sakit, karena ia jatuh, membuat alpin khawatir, ia pun menuju ke kamar alea, dan memakai pakaian nya, secara terburu buru, dan kunci mobil nya.
__ADS_1
ia pun lagi lagi melakukan ke salah han, ia pergi tanpa pamit, meninggal kan alea begitu saja.
" terjadi, lagi ya mas. " ( alea) ucap nya lirih.